“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88


nasehat bermanfaat untuk raih selamat


Khutbah 20 Rabi’ul Awwal 1437 H / 01 Januari 2016 M

Al-Ustadz Abul Husain ‘Umair bin Salim Al-Limboriy (Hafidzohulloh)

BEBERAPA PELAJARAN TENTANG NERAKA

Neraka disiapkan Allah bagi orang-orang yang mengkufuri-Nya, membantah syariat-Nya, dan mendustakan Rasul-Nya. Bagi mereka adzab yang pedih, dan penjara bagi orang-orang yang gemar berbuat kerusakan. Itulah kehinaan dan kerugian yang paling besar. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

رَبَّنَا إِنَّكَ مَن تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.” (QS. Ali Imran : 19)Demikian pula firman Allah Ta’ala:

إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا

“Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.” (QS. Furqan : 66) (pent)

Dalam As-Sunnah dikhobarkan Bahwa di Hari Kiamat Neraka ditarik 70 ribu Malaikat.

ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪ ﺻَﻠّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭﺳَﻠَّﻢ : ﻳُﺆْﺗَﻰ ﺑِﺠَﻬَﻨَّﻢَ ﻳَﻮْﻣَﺌِﺬٍ ﻟَﻬَﺎ ﺳَﺒْﻌُﻮﻥَ ﺃَﻟْﻒَ ﺯِﻣَﺎﻡٍ، ﻣَﻊَ ﻛُﻞِّ ﺯِﻣَﺎﻡٍ ﺳَﺒْﻌُﻮﻥَ ﺃَﻟْﻒَ ﻣَﻠَﻚٍ ﻳَﺠُﺮُّﻭﻧَﻬَﺎ . ﺭَﻭَﺍﻩُ ﻣُﺴْﻠِﻢٌ

Dari Ibn Mas’ud radiyallohu ‘anhu. pula, berkata: Rasulullah Shallallohu ‘Alayhi Wa Sallam. bersabda: “Pada hari kiamat, didatangkanlah Jahannam. Padanya terdapat sebanyak tujuh puluh ribu kendali dan beserta setiap kendali ada tujuh puluh ribu malaikat yang menariknya.” (Hadis sahih, diriwayatkan oleh Muslim, hadis no. 5076; dan al-Tirmizi, hadis no. 2496.)

ﺇِﻧَّﺎ ﺃَﻋْﺘَﺪْﻧَﺎ ﻟِﻠْﻜَﺎﻓِﺮِﻳﻦَ ﺳَﻼﺳِﻼ ﻭَﺃَﻏْﻼﻻ ﻭَﺳَﻌِﻴﺮًﺍ

“Sungguh, Kami telah menyediakan bagi orang-orang yang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala.” [QS: Al-Insan: 4]

AMALAN-AMALAN YANG DAPAT MENGHINDARKAN KITA DARI SIKSA API NERAKA

Adi bin Hatim Radiyallohu ‘anhu menceritakan bahwa suatu hari Nabi menyampaikan tentang perihal neraka, Beliau memalingkan wajah seraya mengucapkan isti’adzah (memohon perlindungan kepada Alloh ) dan bersabda:

(( ﺍِﺗَّﻘُﻮْﺍ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ ﻭَﻟَﻮْ ﺑِﺸِﻖِّ ﺗَﻤْﺮَﺓٍ، ﻓَﻤَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﺠِﺪْ ﻓَﺒِﻜَﻠِﻤَﺔٍ ﻃَﻴِّﺒَﺔٍ ))

“Berlindunglah kalian dari api neraka walaupun dengan separuh kurma.Barangsiapa tidak memilikinya maka hendaklah dengan kata-kata yang baik” (Muttafaq ‘Alaih)

Dalam hadits lain diriwayatkan bahwa beliau bersabda:

(( ﻣَﺎ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻣِﻦْ ﺃَﺣَﺪٍ ﺇِﻻَّ ﺳَﻴُﻜَﻠِّﻤُﻪُ ﺭَﺑُّﻪُ ﻟَﻴْﺲَ ﺑَﻴْﻨَﻪُ ﻭَﺑَﻴْﻨَﻪُ ﺗُﺮْﺟُﻤَﺎﻥُ . ﻓَﻴَﻨْﻈُﺮُ ﺃَﻳْﻤَﻦَ ﻣِﻨْﻪُ ﻓَﻠَﺎ ﻳَﺮَﻯ ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﺎ ﻗَﺪَّﻡَ، ﻭَﻳَﻨْﻈُﺮُ ﺃَﺷْﺄَﻡَ ﻣِﻨْﻪُ ﻓَﻠَﺎ ﻳَﺮَﻯ ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﺎ ﻗَﺪَّﻡَ، ﻭَﻳَﻨْﻈُﺮُ ﺑَﻴْﻦَ ﻳَﺪَﻳْﻪِ ﻓَﻠَﺎ ﻳَﺮَﻯ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ ﺗِﻠْﻘَﺎﺀَ ﻭَﺟْﻬِﻪِ، ﻓَﺎﺗَّﻘُﻮْﺍ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ ﻭَﻟَﻮْ ﺑِﺸِﻖِّ ﺗَﻤْﺮَﺓٍ، ﻓَﻤَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﺠِﺪْ ﻓَﺒِﻜَﻠِﻤَﺔٍ ﻃَﻴِّﺒَﺔٍ ))

“Setiap kalian pasti akan diajak bicara oleh Robb-nya (Alloh ) di akhirat kelak, dimana tidak ada penterjemah antara dia dengan Alloh . Lalu dia melihat ke sebelah kanannya, dan yang terlihat hanyalah apa yang telah dikerjakannya (di dunia). Dia pun melihat ke sebelah kiri, dan yang terlihat hanyalah apa yang telah dikerjakannya (di dunia). Lalu dia melihat ke depan, dan yang ia lihat hanya ada neraka di hadapannya. Karena itu, berlindunglah kalian dari api neraka walaupun dengan separuh kurma. Barangsiapa tidak memilikinya maka hendaklah dengan kata-kata yang baik”

Dari hadits ini kita dapat mengambil beberapa pelajaran diantaranya; Rosululloh memotivasi umatnya untuk bersedekah, baik dengan yang sedikit maupun banyak. Sabda beliau “walaupun dengan separuh kurma” menunjukkan betapapun kecilnya sedekah yang diberikan, ia bermanfaat besar bagi pelakunya. Ia dapat menjaga dan melindungi pelakunya dari api neraka.

Kemudian, hendaknya seseorang tidak menganggap rendah apa yang ia -ataupun orang lain- sedekahkan. Sedekah walaupun berupa sesuatu yang ringan sangatlah berarti bagi pelakunya kelak di akhirat, dimana Rosululloh menjelaskan bahwa amal tersebut dapat melindungi pelakunya dari api neraka.

Rosululloh Shallalaahu Alaihi Wasallam juga bersabda:

(( ﻟَﺎ ﺗَﺤْﻘِﺮَﻥَّ ﻣِﻦَ ﺍْﻟﻤَﻌْﺮُﻭْﻑِ ﺷَﻴْﺌﺎً ))

“Janganlah kamu memandang remeh sekecil apapun suatu kebaikan”. (HR. Muslim)

Banyak orang yang mungkin tak menyangka, sesuatu yang ‘tak bernilai’ itu diucapkan oleh lisan manusia termulia, dan beliau kabarkan merupakan sebentuk amal yang sangat bernilai di akhirat kelak.

ﻣَﻦْ ﻋَﻤِﻞَ ﺻَﺎﻟِﺤًﺎ ﻓَﻠِﻨَﻔْﺴِﻪِ ﻭَﻣَﻦْ ﺃَﺳَﺎﺀَ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻬَﺎ ﺛُﻢَّ ﺇِﻟَﻰ ﺭَﺑِّﻜُﻢْ ﺗُﺮْﺟَﻌُﻮﻥَ ‏( ١٥ )

Barang siapa mengerjakan kebajikan, maka itu untuk dirinya sendiri, dan barang siapa mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmu dikembalikan. [QS: Al-Jatsiyah: 15]

KEUTAMAAN SEDEKAH

  • Dorongan untuk berinfak di jalan Alloh

ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳُﻨْﻔِﻘُﻮﻥَ ﺃَﻣْﻮَﺍﻟَﻬُﻢْ ﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻛَﻤَﺜَﻞِ ﺣَﺒَّﺔٍ ﺃَﻧْﺒَﺘَﺖْ ﺳَﺒْﻊَ ﺳَﻨَﺎﺑِﻞَ ﻓِﻲ ﻛُﻞِّ ﺳُﻨْﺒُﻠَﺔٍ ﻣِﺎﺋَﺔُ ﺣَﺒَّﺔٍ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﻳُﻀَﺎﻋِﻒُ ﻟِﻤَﻦْ ﻳَﺸَﺎﺀُ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺍﺳِﻊٌ عَلِيْمٌ

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui. [QS: Al-Baqarah: 261]

‏ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳُﻨْﻔِﻘُﻮﻥَ ﺃَﻣْﻮَﺍﻟَﻬُﻢْ ﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺛُﻢَّ ﻻ ﻳُﺘْﺒِﻌُﻮﻥَ ﻣَﺎ ﺃَﻧْﻔَﻘُﻮﺍ ﻣَﻨًّﺎ ﻭَﻻ ﺃَﺫًﻯ ﻟَﻬُﻢْ ﺃَﺟْﺮُﻫُﻢْ ﻋِﻨْﺪَ ﺭَﺑِّﻬِﻢْ ﻭَﻻ ﺧَﻮْﻑٌ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﻭَﻻ ﻫُﻢْ ﻳَﺤْﺰَﻧُﻮﻥَ ‏

“Orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, kemudian tidak mengiringi apa yang dia infakkan itu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada rasa takut pada merekadan mereka tidak pula bersedih hati”. [QS: Al-Baqarah: 262]

BERSEDEKAH TIDAK SEMUA DENGAN HARTA, TETAPI KALIMAT YANG BAIK BISA JADI SEDEKAH YANG BERMANFAAT

Dalam hadits dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma , Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda:

ﺇِﻧَّﻪُ ﺧُﻠِﻖَ ﻛُﻞُّ ﺇِﻧْﺴَﺎﻥٍ ﻣِﻦْ ﺑَﻨِـﻰ ﺁﺩَﻡَ ﻋَﻠَـﻰٰ ﺳِﺘِّﻴْﻦَ ﻭَﺛَﻼَﺙِ ﻣِﺌَﺔِ ﻣَﻔْﺼِﻞٍ : ﻓَﻤَﻦْ ﻛَﺒَّﺮَ ﺍﻟﻠّٰـﻪَ ، ﻭَﺣَﻤِﺪَ ﺍﻟﻠّٰـﻪَ ، ﻭَﻫَﻠَّﻞَ ﺍﻟﻠّٰـﻪَ ، ﻭَﺳَﺒَّﺢَ ﺍﻟﻠّٰـﻪَ ، ﻭَﺍﺳْﺘَﻐْﻔَﺮَ ﺍﻟﻠّٰـﻪَ ، ﻭَﻋَﺰَﻝَ ﺣَﺠَﺮًﺍ ﻋَﻦْ ﻃَﺮِﻳْﻖِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ، ﺃَﻭْ ﺷَﻮْﻛَﺔً ، ﺃَﻭْ ﻋَﻈْﻤًـﺎ ﻋَﻦْ ﻃَﺮِﻳْﻖِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ، ﻭَﺃَﻣَﺮَ ﺑِﻤَﻌْﺮُﻭْﻑٍ ، ﺃَﻭْ ﻧَـﻬَﻰٰ ﻋَﻦْ ﻣُﻨْﻜَﺮٍ ، ﻋَﺪَﺩَ ﺗِﻠْﻚَ ﺍﻟﺴِّﺘِّﻴْﻦَ ﻭَﺍﻟﺜَّﻠَﺎﺙِ ﻣِﺌَﺔِ ﺍﻟﺴُّﻠَﺎﻣَﻰ ، ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻳُﻤْﺴِﻲْ ﻳَﻮْﻣَﺌِﺬٍ ﻭَﻗَﺪْ ﺯَﺣْﺰَﺡَ ﻧَﻔْﺴَﻪُ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ .

Sesungguhnya anak keturunan Adam diciptakan di atas 360 persendian. Barang-siapa bertakbir kepada Allah, memuji Allah, bertahlil kepada Allah, bertasbih kepada Allah, menyingkirkan batu dari jalanan kaum Muslimin, atau menyingkirkan duri, atau menyingkirkan tulang, atau menyuruh kepada kebaikan, atau melarang dari kemungkaran setara dengan jumlah 360 persendian, maka pada sore harinya ia menjauhkan dirinya dari neraka. [HR. Muslim (no. 1007).]

Jangan meremehkan berbuat baik sekecil apa pun walau hanya dengan senyum manis tatkala bertemu, begitu pula walau hanya membantu urusan saudara kita yang ringan.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam berkata pada Jabir bin Sulaim:

ﻭَﻻَ ﺗَﺤْﻘِﺮَﻥَّ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤَﻌْﺮُﻭﻑِ ﻭَﺃَﻥْ ﺗُﻜَﻠِّﻢَ ﺃَﺧَﺎﻙَ ﻭَﺃَﻧْﺖَ ﻣُﻨْﺒَﺴِﻂٌ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻭَﺟْﻬُﻚَ ﺇِﻥَّ ﺫَﻟِﻚَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤَﻌْﺮُﻭﻑِ

“Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun walau hanya berbicara kepada saudaramu dengan wajah yang tersenyum kepadanya. Amalan tersebut adalah bagian dari kebajikan.” (HR. Abu Daud no. 4084 dan Tirmidzi no. 2722. Al Hafizh Ibnu Hajar menyatakan bahwa hadits ini shahih).

KHUTBAH KE-2

PERINGATAN KERAS MENGIKUTI AJARAN AGAMA YAHUDI DAN NASRANI

Gemerlap Kembang api di Malam Tahun Baru Masehi banyak diikuti pemuda muslim padahal tradisi ini semuanya diimpor dari ajaran non-Muslim, bukan ajaran Islam sama sekali. Benarlah disebutkan dalam hadits, umat Islam selangkah demi selangkah akan mengikuti jejak non muslim.

  • Sunnatullah, Orang Muslim akan Mengikuti Jejak Orang Kafir

Dari Abu Hurairah, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

ﻻَ ﺗَﻘُﻮﻡُ ﺍﻟﺴَّﺎﻋَﺔُ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﺄْﺧُﺬَ ﺃُﻣَّﺘِﻰ ﺑِﺄَﺧْﺬِ ﺍﻟْﻘُﺮُﻭﻥِ ﻗَﺒْﻠَﻬَﺎ ، ﺷِﺒْﺮًﺍ ﺑِﺸِﺒْﺮٍ ﻭَﺫِﺭَﺍﻋًﺎ ﺑِﺬِﺭَﺍﻉٍ . ﻓَﻘِﻴﻞَ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻛَﻔَﺎﺭِﺱَ ﻭَﺍﻟﺮُّﻭﻡِ . ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻭَﻣَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺇِﻻَّ ﺃُﻭﻟَﺌِﻚَ

“Kiamat tidak akan terjadi hingga umatku mengikuti jalan generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.” Lalu ada yang menanyakan pada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Apakah mereka itu mengikuti seperti Persia dan Romawi?” Beliau menjawab, “Selain mereka, lantas siapa lagi?” (HR. Bukhari no. 7319)

Dari Abu Sa’id Al Khudri Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

ﻟَﺘَﺘَّﺒِﻌُﻦَّ ﺳَﻨَﻦَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻠِﻜُﻢْ ﺷِﺒْﺮًﺍ ﺑِﺸِﺒْﺮٍ ﻭَﺫِﺭَﺍﻋًﺎ ﺑِﺬِﺭَﺍﻉٍ ﺣَﺘَّﻰ ﻟَﻮْ ﺩَﺧَﻠُﻮﺍ ﻓِﻰ ﺟُﺤْﺮِ ﺿَﺐٍّ ﻻَﺗَّﺒَﻌْﺘُﻤُﻮﻫُﻢْ , ﻗُﻠْﻨَﺎ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺁﻟْﻴَﻬُﻮﺩَ ﻭَﺍﻟﻨَّﺼَﺎﺭَﻯ ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﻤَﻦْ

“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim no. 2669).

  • Membelanjakan harta untuk keperluan Perayaan malam Tahun Baru Masehi termasuk dari menyia-nyiakan harta

ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻋُﺜْﻤَﺎﻥُ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺟَﺮِﻳﺮٌ ﻋَﻦْ ﻣَﻨْﺼُﻮﺭٍ ﻋَﻦْ ﺍﻟﺸَّﻌْﺒِﻲِّ ﻋَﻦْ ﻭَﺭَّﺍﺩٍ ﻣَﻮْﻟَﻰ ﺍﻟْﻤُﻐِﻴﺮَﺓِ ﺑْﻦِ ﺷُﻌْﺒَﺔَ ﻋَﻦْ ﺍﻟْﻤُﻐِﻴﺮَﺓِ ﺑْﻦِ ﺷُﻌْﺒَﺔَ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺣَﺮَّﻡَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻋُﻘُﻮﻕَ ﺍﻟْﺄُﻣَّﻬَﺎﺕِ ﻭَﻭَﺃْﺩَ ﺍﻟْﺒَﻨَﺎﺕِ ﻭَﻣَﻨَﻊَ ﻭَﻫَﺎﺕِ ﻭَﻛَﺮِﻩَ ﻟَﻜُﻢْ ﻗِﻴﻞَ ﻭَﻗَﺎﻝَ ﻭَﻛَﺜْﺮَﺓَ ﺍﻟﺴُّﺆَﺍﻝِ ﻭَﺇِﺿَﺎﻋَﺔَ ﺍﻟْﻤَﺎﻝِ

“Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian durhaka kepada ibu, mengubur anak wanita hidup-hidup & serta membenci kalian dari qiila wa qaola (memberitakan setiaapa yg didengar), banyak bertanya & menyia-nyiakan harta.” [HR. Bukhari No.2231]

Wallohu a’lam bish showab.

ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada tiada Tuhan melainkan Engkau, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

*******

Ditranskip oleh: Abu Muhammad Harry Al-Amboniy (Hafidzahullah)

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: