“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

IMG-20160117-WA0010

Khutbah Jum’at 05 Rabi’ul Akhir 1437H – 15 Januari 2016 M

Al-Ustadz Abu Usamah Al-Amboniy (Hafidzahullah)

ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ

Akhir-akhir ini kita banyak mendengar berita tentang maraknya kejadian bunuh diri, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, baik dengan menggunakan bahan peledak maupun dengan menggunakan benda atau cara lainnya. Yang sangat disesalkan dari kejadian peledakan bom bunuh diri tersebut adalah jatuhnya korban jiwa dari kalangan kaum muslimin. Padahal Islam sangat melarang dari membunuh kaum muslimin kecuali bila ada izin dari syariat yang memperbolehkan dilakukannya hal tersebut.

Perbuatan meledakkan diri dan membunuh kaum muslimin merupakan dosa besar yang diharamkan oleh Islam dikarenakan besarnya kerusakan yang ditimbulkan oleh perbuatan tersebut. Berikut ini akan kami sebutkan beberapa hal yang berkaitan dengan keharaman perbuatan keji ini disertai dengan dalil-dalilnya dari Al Qur`an dan As Sunnah.

Haram hukumnya bunuh diri, baik itu membunuh diri sendiri ataupun juga menyebabkan terbunuhnya kaum muslimin yang lain dengan sebab perbuatannya itu.

Bunuh diri dalam Islam pun amat berbahaya akibatnya. Bunuh diri tersebut terlarang dalam beberapa dalil berikut, bahkan termasuk kategori dosa besar yang ancamannya neraka.

Dalilnya dari Al-Quran, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻘْﺘُﻠُﻮﺍ ﺃَﻧْﻔُﺴَﻜُﻢْ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻛَﺎﻥَ ﺑِﻜُﻢْ ﺭَﺣِﻴﻤًﺎ ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﻔْﻌَﻞْ ﺫَﻟِﻚَ ﻋُﺪْﻭَﺍﻧًﺎ ﻭَﻇُﻠْﻤًﺎ ﻓَﺴَﻮْﻑَ ﻧُﺼْﻠِﻴﻪِ ﻧَﺎﺭًﺍ ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺫَﻟِﻚَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻳَﺴِﻴﺮًﺍ

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barang siapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. An Nisa’: 29-30).

Lihat saja ancaman orang yang bunuh diri adalah neraka. Ayat di atas dapat bermakna larangan membunuh diri sendiri. Bisa pula bermakna larangan membunuh saudara sesama muslim. Karena sesama muslim adalah bagaikan satu jasad. Ibnul ‘Arobi (Abu Bakr Muhammad bin ‘Abdullah) rahimahullah mengatakan bahwa ada tiga tafsiran untuk ayat di atas:

  1. Jangan membunuh orang yang satu agama dengan kalian.
  2. Jangan saling membunuh satu sama lain.
  3. Jangan membunuh diri kalian sendiri dengan menerjang keharaman.

(Ahkamul Qur’an, 1: 546)

Dan juga semakna dijelaskan Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin dalam Tafsir Surat An Nisa’ (1: 256).

Dalil yang lain Firman Allah ta’ala:

ﻭَﺃَﻧﻔِﻘُﻮﺍْ ﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﻭَﻻَ ﺗُﻠْﻘُﻮﺍْ ﺑِﺄَﻳْﺪِﻳﻜُﻢْ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺘَّﻬْﻠُﻜَﺔِ ﻭَﺃَﺣْﺴِﻨُﻮَﺍْ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠّﻪَ ﻳُﺤِﺐُّ ﺍﻟْﻤُﺤْﺴِﻨِﻴﻦَ

Artinya : “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, Karena Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al Baqoroh : 195)

Dalil membunuh jiwa yang diharamkan Allah ta’ala

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻟَﺎ ﻳَﺪْﻋُﻮﻥَ ﻣَﻊَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻟَﻬﺎً ﺁﺧَﺮَ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﻘْﺘُﻠُﻮﻥَ ﺍﻟﻨَّﻔْﺲَ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﺣَﺮَّﻡَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺇِﻟَّﺎ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺰْﻧُﻮﻥَ ﻭَﻣَﻦ ﻳَﻔْﻌَﻞْ ﺫَﻟِﻚَ ﻳَﻠْﻖَ ﺃَﺛَﺎﻣﺎً، ﻳُﻀَﺎﻋَﻒْ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﻌَﺬَﺍﺏُ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻭَﻳَﺨْﻠُﺪْ ﻓِﻴﻪِ ﻣُﻬَﺎﻧﺎً، ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﻦ ﺗَﺎﺏَ ﻭَﺁﻣَﻦَ ﻭَﻋَﻤِﻞَ ﻋَﻤَﻼً ﺻَﺎﻟِﺤﺎً ﻓَﺄُﻭْﻟَﺌِﻚَ ﻳُﺒَﺪِّﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺗِﻬِﻢْ ﺣَﺴَﻨَﺎﺕٍ ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻏَﻔُﻮﺭﺍً ﺭَّﺣِﻴﻤﺎً

“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya). (Yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina. Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS Al-Furqan [25]: 68-70)

Dalam berbagai hadits juga disebutkan ancaman bagi orang yang melakukan bunuh diri. Dari Tsabit bin Adh Dhohhak, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

ﻭَﻣَﻦْ ﻗَﺘَﻞَ ﻧَﻔْﺴَﻪُ ﺑِﺸَﻰْﺀٍ ﻋُﺬِّﺏَ ﺑِﻪِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ

“Barangsiapa yang membunuh dirinya sendiri dengan suatu cara yang ada di dunia, niscaya kelak pada hari kiamat Allah akan menyiksanya dengan cara seperti itu pula.” (HR. Bukhari no. 6047 dan Muslim no. 110).

Dari Abu Hurairah, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

ﺍﻟَّﺬِﻯ ﻳَﺨْﻨُﻖُ ﻧَﻔْﺴَﻪُ ﻳَﺨْﻨُﻘُﻬَﺎ ﻓِﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ، ﻭَﺍﻟَّﺬِﻯ ﻳَﻄْﻌُﻨُﻬَﺎ ﻳَﻄْﻌُﻨُﻬَﺎ ﻓِﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ

“Barangsiapa yang membunuh dirinya sendiri dengan mencekik lehernya, maka ia akan mencekik lehernya pula di neraka. Barangsiapa yang bunuh diri dengan cara menusuk dirinya dengan benda tajam, maka di neraka dia akan menusuk dirinya pula dengan cara itu.” (HR. Bukhari no. 1365)

Dalam lainnya, dari Abu Hurairah disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

ﻣَﻦَ ﻗَﺘَﻞَ ﻧَﻔْﺴَﻪُ ﺑِﺤَﺪِﻳﺪَﺓٍ ﻓَﺤَﺪِﻳﺪَﺗُﻪُ ﻓِﻰ ﻳَﺪِﻩِ ﻳَﺘَﻮَﺟَّﺄُ ﺑِﻬَﺎ ﻓِﻰ ﺑَﻄْﻨِﻪِ ﻓِﻰ ﻧَﺎﺭِ ﺟَﻬَﻨَّﻢَ ﺧَﺎﻟِﺪًﺍ ﻣُﺨَﻠَّﺪًﺍ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺃَﺑَﺪًﺍ ﻭَﻣَﻦْ ﺷَﺮِﺏَ ﺳَﻤًّﺎ ﻓَﻘَﺘَﻞَ ﻧَﻔْﺴَﻪُ ﻓَﻬُﻮَ ﻳَﺘَﺤَﺴَّﺎﻩُ ﻓِﻰ ﻧَﺎﺭِ ﺟَﻬَﻨَّﻢَ ﺧَﺎﻟِﺪًﺍ ﻣُﺨَﻠَّﺪًﺍ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺃَﺑَﺪًﺍ ﻭَﻣَﻦْ ﺗَﺮَﺩَّﻯ ﻣِﻦْ ﺟَﺒَﻞٍ ﻓَﻘَﺘَﻞَ ﻧَﻔْﺴَﻪُ ﻓَﻬُﻮَ ﻳَﺘَﺮَﺩَّﻯ ﻓِﻰ ﻧَﺎﺭِ ﺟَﻬَﻨَّﻢَ ﺧَﺎﻟِﺪًﺍ ﻣُﺨَﻠَّﺪًﺍ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺃَﺑَﺪًﺍ

“Barangsiapa membunuh dirinya dengan sepotong besi, maka dengan besi yang tergenggam di tangannya itulah dia akan menikam perutnya dalam neraka Jahanam secara terus-terusan dan dia akan dikekalkan di dalamnya. Barangsiapa membunuh dirinya dengan meminum racun maka dia akan merasai racun itu dalam neraka jahanam secara terus-terusan dan dia akan dikekalkan di dalam neraka tersebut untuk selama-lamanya. Begitu juga, barangsiapa membunuh dirinya dengan terjun dari puncak gunung, maka dia akan terjun ke dalam neraka jahanam secara terus-terusan untuk membunuh dirinya dan dia akan dikekalkan dalam Neraka tersebut untuk selama-lamanya.” (HR. Muslim no. 109).

Imam Nawawi rahimahullah membuat judul bab untuk hadits tersebut, “Bab: Larangan keras seseorang yang membunuh dirinya sendiri. Siapa saja yang membunuh dirinya sendiri, maka ia akan disiksa di neraka. Ia tidak akan masuk surga kecuali jika ia masih muslim.” Perkataan Imam Nawawi itu menunjukkan bahwa orang yang melakukan bunuh diri diancam keras di neraka, namun ia masih muslim.

Kisah seorang Sahabat Nabi yang melakukan Bunuh Diri diberitakan dengan Neraka walaupun dia sedang dalam Puncak amalan jihad

Dari Sahl bin Saad As-Saidi radiyallohu ‘anhu. berkata: Rasulullah shallallohu alayhi wa sallam. berhadapan dengan kaum musyrikin dalam perang, kemudian ketika Rasulullah shallallohu alayhi wa sallam telah berkumpul dengan pasukannya, demikian pula kaum musyrikin kini telah kembali kepada pasukannya, sedang ada seorang dari sahabat Nabi shallallohu alayhi wa sallam yang sangat hebat perjuangannya pada hari itu sehingga serbuannya benar-benar mengagumkan sahabat-sahabat lainnya, mengejar musuh ke sana kemari, memenggal dengan pedangnya, sehingga sahabat berkata: “Hari ini tiada seorang yang sehebat Fulan”, tiba-tiba Rasulullah shallallohu alayhi wa sallam bersabda: “Ingatlah dia seorang ahli neraka” Maka seorang sahabat berkata: “Aku akan menyelidiki keadaannya.” Lalu sahabat ini selalu mengikutinya jika lari maupun berhenti. Tiba-tiba orang itu terkena luka yang sangat parah, lalu ia tidak tahan menderita dan meletakkan pedangnya di tanah sedang tajamnya di letakkan di dada antara kedua teteknya, lalu ditekannya sehingga mati bunuh diri. Maka segera sahabat itu lari kepada Rasulullah shallallohu alayhi wa sallam dan berkata: “Aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah”!! Ditanya oleh Nabi shallallohu alayhi wa sallam.: “Mengapakah”? Jawabnya: “Orang yang tuan sebut ahli neraka itu, karena orang-orang ragu dan bingung menerimanya, maka aku selidiki keadaannya, kemudian setelah ia luka parah, ia ingin segera mati dan meletakkan pedangnya di tanah dan tajamnya di antara kedua teteknya, kemudian ditekan sehingga mati bunuh diri.” Maka sabda Nabi shallallohu alayhi wa sallam: Sesungguhnya ada kalanya seorang berbuat amal ahli surga pada lahirnya yang terlihat pada orang, padahal ia ahli neraka, dan adakalanya seorang mengerjakan amal ahli neraka dalam pandangan orang, padahal ia ahli surga.” (HR.Bukhari, Muslim).

Sebab yang menentukan surga dan neraka ialah husnul khatimah atau su’ul khatimah, jika sampai mati dalam amal yang diridhai Allah maka ahli surga, tetapi jika mati dalam murka Allah pasti neraka. Na’udzubillahi min dzalik.

Wallohu a’lam bish-showaab….

ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ

Semoga Bermanfaat, Walhamdulillah…

Ditranskrip oleh: Abu Muhammad Harry Al-Amboniy.

Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: