“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Penjelasan Bagi Orang Yang Menyangka Rasulullah shallallahu 'alaihi wassaam Bisa Membaca dan Menulis

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم وبإحسان إلى يوم الدين
اما بعد

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam dan shalawat serta salam tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad shallahu’alaihi wassalam dan keluarganya dan shahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari kiamat nanti, adapun setelah ini, sungguh banyak sekali orang yang menyebarkan pesan yang membahas seputar “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah Ummiy (buta huruf)”, dan seperti inilah konteksnya :

Apakah engkau tahu kenapa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam di sebut “Ummiy”, penting sekali?

dipelajaran-pelajaran-sekolah mereka mengajarkan pada para siswa….

Kenapa Ar Rasul alaihis shalaatu was salaamu di sebut “Ummiy”?
Karena dia tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis..
Ini kesalahan yanang fatal.

Seseorang ada yang bertanya kepada Alim yang mulia, dia berkata : kenapa nabi disebut “Ummiy”?

Maka si Alim berkata : apa kata orang-orang?

maka orang tadi menjawab :
mereka bilang : di sebut Ummiy karena tidak bisa menulis.

Maka dia pun berkata : mereka dusta kepada kalian!!
Padahal Allah berfirman dalam kitabnya yang muhkam :

Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah).

Bagaimana bisa, beliau mengajarkan sesuatu yang beliau tidak kuasai..
Demi Allah sungguh Rasulullah benar-benar membaca dan menulis dengan 73 bahasa.

Hanya saja beliau disebut dengan “Ummiy” karena beliau adalah penduduk Makkah….

Dan Makkah termasuk kota-kota besar, dan dijuluki Ummul Quraa…

Dan beliau disebut “Ummiy”  nisbah kepada Ummul Quraa..

Dan itulah firman Allah Azza Wa Jalla : supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya.

Sebarkan, bisa jadi engkau menyelamatkan seorang Mu’min yang telah menzhalimi makhluk yang paling mulia, dan juga meremehkan hak beliau.

Dengan dia terang-terangan, pada awal kali aku tahu ma’lumat nya..

Saya katakan pesan ini batil secara syar’i dan aqli.

Dan barangsiapa yang meyakini bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bisa menulis dan membaca tulisan, maka dia kufur dengan allah Ta’ala.

Dan sebelum kita menjelaskan perkara ini, perlu anda tahu bahwa ini merupakan syubhat nya orang kafir..

Sebagaimana dalam buku daairatul ma’aarif, pada sub kata أمي / Ummiy disebutkan :
Ummiy adalah julukan Muhammad (shallallahu alaihi wa sallam, pent) dalam Qur’an, yang sebagian sisi nya berkaitan dengan arti kata أمة / ummat, yang ini telah dikenal sebelum hijrah .

Dan datang dalam konteks yang sama ucapannya :
Dan sebagian orang berdalil dengan penggunaan lafadz Ummiy untuk Muhammad (shallallahu alaihi wa sallam, pent) bahwa beliau tidak bisa meenulis dan membaca.
Dan hakikatnya kata Ummiy tidak ada hubungannya dengan perkara ini, karena ayat ke 78 dari surat Al Baqarah (1) yang mengisyaratkan pada anggapan ini tidaklah menunjukkan bahwa Kaum Ummiy itu tidak bisa baca tulis, bahkan menunjukkan bahwa mereka tidak tahu tentang kitab-kitab yang turun.
Apalagi ini adalah ucapan nya sebagian rafidhah yang mereka nukilkan dari Ar Ridha.

. وَمِنْهُمْ أُمِّيُّونَ لَا يَعْلَمُونَ الْكِتَابَ إِلَّا أَمَانِيَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ

Dan diantara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga  }

Penjelasan akan batilnya pendapat ini adalah sebagai berikut :

  1. Firman Allah Ta’ala :

وَمَا كُنْتَ تَتْلُو مِنْ قَبْلِهِ مِنْ كِتَابٍ وَلا تَخُطُّهُ بِيَمِينِكَ إِذاً لارْتَابَ الْمُبْطِلُونَ

“Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al Quran) sesuatu Kitabpun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu). Al-Ankabut 48.

Berkata Ibnu Jarir semoga Allah merahmati nya :
Allah yang sebutannya maha tinggi. Dan tidaklah dirimu wahai Muhammad bisa tilawah yaitu : membaca

Dari Sebelumnya yaitu : sebelum di turunkannya kitab ini yang telah diturunkan kepadamu.

Tidaklah Sebuah kitab dan tidak juga engkau menulisnya dengan tangan kananmu.
Yaitu : engkau tidak menulis dengan tangan kanan akan tetapi engkau adalah seorang Ummiy.

Benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu).
Yaitu : jika engkau sebelum adanya wahyu engkau membaca kitab atau bisa menulis dengan tanganmu, pastilah akan ragu. Yaitu : kalau begitu niscaya akan ragu orang-orang yang ingkar, yang mengatakan bahwa beliau tukang bikin sajak, dukun, dan itu adalah dongeng nya orang-orang terdahulu.
Dan ahli ta’wil berkata seperti yang kita jelaskan ini.
Disebutkan oleh orang yang mengatakan hal tersebut :
Bercerita kepadaku Muhammad bin Sa’d dia berkata :
Bercerita kepadaku bapakku, ia berkata :
Bercerita kepadaku pamanku, ia berkata:
Bercerita kepadaku bapakku
Dari bapaknya. Dari Ibnu Abbas tentang firmannya :

وَمَا كُنْتَ تَتْلُو مِنْ قَبْلِهِ مِنْ كِتَابٍ وَلا تَخُطُّهُ بِيَمِينِكَ إِذاً لارْتَابَ الْمُبْطِلُونَ

“Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al Quran) sesuatu Kitabpun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu).”

Beliau berkata : Nabi Allah shallallahu alaihi wa sallam seorang yang Ummiy, tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis.

Bercerita kepada kami Bisyr, dia berkata:
Bercerita kepada kami Yazid, dia berkata:
Bercerita kepada kami Sa’id
Dari Qatadah tentang firmannya :

وَمَا كُنْتَ تَتْلُو مِنْ قَبْلِهِ مِنْ كِتَابٍ وَلا تَخُطُّهُ بِيَمِينِكَ إِذاً لارْتَابَ الْمُبْطِلُونَ

“Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al Quran) sesuatu Kitabpun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu).

Beliau berkata : Nabi Allah tidak membaca kitab sebelumnya, dan tidak menulis dengan tangan nya.
Beliau berkata : Beliau shallallahu alaihi wa sallam Ummiy, dan Ummiy : tidak bisa baca.
Bercerita kepada kami Ibnu Waki’, dia berkata :
Bercerita kepada kami Abu Usamah,
Dari Idris Al Audy, dari Al Hakam.

2. Telah sepakat para ahli tafsir dari kalangan imam yang dikaruniai petunjuk, bahwa arti Ummiy adalah : tidak bisa menulis dan membaca tulisan.

Berkata Imam Ath Thabari semoga Allah merahmatinya : yang dimaksud dengan Ummiyyin adalah : mereka yang tidak bisa menulis dan tidak bisa membaca.
Diantaranya sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam :
Kita adalah ummat yang Ummiyah, tidak bisa menulis dan tidak bisa membaca….
Dan hadits dalam kitab Ash Shahih, adapun perkataan Abul Walid Al Baajii dan yang sepakat dengannya tentang hal ini, telah di salahkan oleh para ulama, bahkan di kafirkan oleh Ibnu Ash Shabbagh dan yang lainnya.

3. Hadits Aisyah semoga Allah meridhainya, dia berkata :

Wahyu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang pertama kali terjadi adalah dalam bentuk mimpi yang benar dalam tidur beliau. Tidaklah beliau melihat mimpi  melainkan munculnya seperti keheningan fajar subuh, kemudian beliau suka menyepi sendiri. Beliau biasanya menyepi di gua Hira’. Di sana beliau menghabiskan beberapa malam untuk beribadah kepada Allah sebelum kembali ke rumah. Untuk tujuan tersebut, beliau membawa sedikit perbekalan.
(Setelah beberapa hari berada di sana) beliau pulang kepada Khadijah, mengambil perbekalan untuk beberapa malam. Keadaan ini terus berlarut, sehingga beliau dibawakan wahyu ketika beliau berada di gua Hira’..

Maka datanglah Malaikat dan  berkata : Bacalah,
Beliau menjawab : Aku tidak pandai membaca.
Beliau berkata : Lalu malaikat tadi memegang dan memelukku erat-erat, sampai ketika aku merasa kepayahan dia pun melepasku.

Kemudian berkata : Bacalah.
Beliau berkata : Aku jawab, Aku tidak bisa membaca.
Beliau melanjutkan: dia pun kemudian memegang dan memelukku erat-erat kedua kalinya, hingga ketika aku merasa payah ia pun melepasku.

Kemudian dia berkata :
Bacalah dengan nama Rabbmu yang telah menciptakan…. Sampai :… Apa yang tidak di ketahui..Adapun yang terdapat dalam Shahihain dari Al Barra’ semoga Allah meridhainya ketika peristiwa perdamaian Hudaybiyyah, maka akan saya nukilkan apa yang disebutkan oleh An Nawawi semoga Allah merahmatinya, dia berkata :.

Sabda Beliau Shallallahu alaihi wa sallam ( beritahu aku letaknya, maka dia pun memberi tahu beliau letaknya, dan beliau hapus, dan menulis Bin Abdullah )…

Berkata Al Qadhi ‘Iyadh semoga Allah meridhainya : sebagian orang yang berpendapat bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam menulis dengan tangan nya berdalil dengan zhahir lafadz ini..

Dan Al Bukhari menyebutkan semisalnya dari jalur riwayat Israail, dari Abu Ishaq, dan dalamnya di sebutkan :
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengambil buku dan menulis..

Dan ada tambahan dari dia,  dari jalur yang lain : dan tidak bisa menulis, maka beliau pun menulis.
Berkata Para pengikut Madzhab yang empat : sesungguhnya Allah menjalankan hal tersebut pada tangannya, dan beliau tidak tahu apa yang dia tulis.

Atau Allah menjadikan hal ini sebagai tambahan dalam mu’jizat nya, karena beliau adalah Ummiy.
Maka sebagaimana Allah mengajarkan dari ilmu apa yang dia belum tahu, dan menjadikan beliau bisa membaca, yang sebelumnya tidak bisa membaca dan tilawah, begitu pula Allah mengajari beliau menulis yang sebelumnya tidak bisa, yaitu sebelum kenabian atau Allah mentaqdirkan hal itu terjadi melalui tangan beliau shallallahu alaihi wa sallam.
Mereka bilang : seperti ini tidak bertentangan dengan sifat beliau yang Ummiy..

Dan mereka berdalil dengan atsar-atsar seputar ini yang datang dari Sya’bi dan sebagian salaf..

Dan bahwasanya nabi shallallahu alaihi wa sallam tidaklah meninggal sehingga beliau menulis..

Berkata Al Qadhi : dan Al Baji berpendapat tentang mungkinnya ini dan menghikayatkan dari As Samnaaniy dan Abu Dzarr dan yang lainnya..

Dan mayoritas ulama berpendapat tidak mungkin hal ini semuanya..

Mereka katakan : dan orang-orang yang berpendapat dengan pendapat pertama, di batalkan oleh sifat Allah untuknya :
“An Nabi Al Ummiy” shallallahu alaihi wa sallam..

Dan firman Allah Ta’ala :

وَمَا كُنْتَ تَتْلُو مِنْ قَبْلِهِ مِنْ كِتَابٍ وَلا تَخُطُّهُ بِيَمِينِكَ

“Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al Quran) sesuatu Kitabpun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu.”.

Dan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam : sesungguhnya kami adalah umat yang Ummiyah, tidak bisa menulis dan tidak bisa membaca..

Mereka b.erkata: Dan sabda beliau dalam hadits ini, “menulis” Artinya : memerintah untuk menulis.
Sebagaimana dikatakan : beliau merajam Ma’iz, memotong pencuri, mencambuk pemabuk, yaitu memerintahkan hal tersebut..

Dan mereka berdalil dengan riwayat lain.
Beliau berkata kepada Ali semoga Allah meridhainya : Tulislah Muhammad bin Abdullah..
Berkata Al Qadhi : dan orang-orang yang pertama menjawab argumen tentang firman Allah yang tadi bahwasanya Nabi tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis yaitu sebelum diajari.
Sebagaimana allah katakan : Sebelumnya maka jika bisa membaca.. maka tentunya bisa menulis..
Dan ini tidak lah mengurangi keadaan beliau yang Ummiy, karena mu’jizatnya bukan sekedar Ummiy saja
Karena mu’jizatnya terjadi karena beliau shallallahu alaihi wa sallam pertama kali Ummiy, kemudian datang dengan Al Quran dan Ilmu-ilmu yang tidak di ketahui oleh orang-orang Ummiy yan lain..
Berkata Al Qadhi : dan yang mereka sampaikan ini benar..
Beliau berkata : dan perkataannya : dalam sebuah riwayat yang kami sebutkan : dan tidak bisa menulis. Dan kemudian beliau menulis, ini seperti nash yang jelas bahwa beliau menulis dengan sendirinya.
Dan kalau berpaling kepada ma’na yang lain adalah majaz dan tidak ada yang menuntut.
Beliau berkata : dan masing-masing pihak telah panjang lebar dalam hal masalah ini, dan masing-masing dari mereka sampai menjelekkan satu sama lain dalam masalah ini. Dan Allah lebih tahu…
Saya katakan : apa yang dinukilkan oleh Nawawi dari Al Qadhi memang benar-benar dalam masalah ini.
Dan yang benar bahwa shallallahu alaihi wa sallam tidak menulis dan membaca, hanya saja kejadian ini sendiri adalah mu’jizat sebagaimana yang lainnya.

PERHATIAN :

Atsar Asy Sya’bi yang disebutkan oleh An Nawawi tidak benar.
Yang wajib adalah anda wahai seorang muslim, hendaknya mengambil aqidah dari Alquran dan sunnah yang shahih sesuai nukian ulama ummat ini.
Tidak cuma dari watsapp dan yang lainnya, yang isinya cuma campur aduk tidak jelas mana yang bagus dan yang tidak.
Dan segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.

Malam sabtu, 1 Rabiu awwal 1437

Abu Muhammad Al-Hajuriy,

Makkah Al-Mukarramah harasahullah

GOLD_divider_300w

Faedah dari Syaikh Abu Muhammad Abdul hamid bin Yahya Al-Hajuriy Az-Za’kariy hafidzahullah

Alih bahasa : Abu Adam Abdusy Syakur Singaraja A-Baliy hafidzahullah

Naskah Asli

((البيان لمن زعم أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يكتب, ويقرأ المكتوب وما في هذا القول من المخالفة لدين الإسلام))  الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم وبإحسان إلى يوم الدين اما بعد فقد نشر كثير من الناس رسالة تتكلم علی معنی كون رسول الله صلى الله عليه وسلم أمي وهذا نصها  .

⏪⏪  #(( ﻫﻞ ﺗﻌﻠﻢ ﻟﻤﺎﺫﺍ ﺳﻤﻲ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ  ﺑﺎﻷﻣﻲ . ﻫﺎﺍﺍﺍﺍﺍﺍﺍﺍﺍﺍﺍﺍﺍﺍﺍﺍﺍﺍﺍﻡ ﺟﺪﺍ ؟  ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺪﺍﺭﺱ ﻳﻌﻠﻤﻮﻥ ﺍﻟﺘﻼﻣﻴﺬ ..  ﻟﻤﺎﺫﺍ ﺳُﻤﻲ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻶﺓ ﻭﺍﻟﺴﻶﻡ ﺃُﻣّﻲ ؟  ﻷﻧﻪ ﻻ ﻳﻘﺮﺃ ﻭﻻ ﻳﻜﺘﺐ !!  ﻭﻫﺬﺍ ﺍﻟﺨﻄﺄ ﺍﻟﻔﺎﺩﺡ  ﺳﺄﻝ ﺃﺣﺪ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻋﺎﻟﻢ ﺟﻠﻴﻞ ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ : ﻟﻢ ﺳﻤﻲ ﺍﻟﻨﺒﻲ  ﺍﻷﻣّﻲ؟  ﻓﻘﺎﻝ ﺍﻟﻌﺎﻟﻢ : ﻣﺎﺫﺍ ﻳﻘﻮﻝ ﺍﻟﻨﺎﺱ ؟  ﻓﻘﺎﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ : ﻳﻘﻮﻟﻮﻥ ﺃﻧﻪ ﺳُﻤﻲ ﺍﻷﻣَﻲ ﻷﻧﻪ ﻟﻢ ﻳﺤﺴﻦ  ﺃﻥ ﻳﻜﺘﺐ !  ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ : ﻛﺬﺑﻮﺍ ﻋﻠﻴﻜﻢ !!  ﻛﻴﻒ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﻳﻘﻮﻝ ﻓﻲ ﻣﺤﻜﻢ ﻛﺘﺎﺑﻪ : ” ﻫﻮ ﺍﻟﺬﻱ ﺑﻌﺚ  ﻓﻲ ﺍﻷﻣﻴﻴﻦ ﺭﺳﻮﻻً ﻣﻨﻬﻢ ﻳﺘﻠﻮﺍ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺁﻳﺎﺗﻪ ﻭﻳﺰﻛﻴﻬﻢ  ﻭﻳﻌﻠﻤﻬﻢ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﺍﻟﺤﻜﻤﺔ ” ﻓﻜﻴﻒ ﻛﺎﻥ ﻳﻌﻠﻤﻬﻢ ﻣﺎ ﻻ  ﻳﺤﺴﻦ ؟  ﻭﺍﻟﻠﻪ ﻟﻘﺪ ﻛﺎﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﻘﺮﺃ ﻭﻳﻜﺘﺐ ﺑﺜﻼﺙ ﻭﺳﺒﻌﻴﻦ  ﻟﺴﺎﻧﺎً، ﻭﺇﻧﻤﺎ ﺳُﻤﻲ ” ﺍﻷﻣّﻲ ” ﻷﻧﻪ ﻛﺎﻥ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﻣﻜﺔ .. !  ﻭﻣﻜﺔ ﻣﻦ ﺃﻣﻬﺎﺕ ﺍﻟﻘﺮﻯ ﻭﻳﻄﻠﻖ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺃﻡ ﺍﻟﻘﺮﻯ ،ﻭﺳﻤﻲ  ﺍﻣﻲ ﻧﺴﺒﺔ ﺇﻟﻰ ﺃﻡ ﺍﻟﻘﺮﻯ ،،ﻭﺫﻟﻚ ﻗﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ  ” ﻭﻟﻴﻨﺬﺭ ﺃﻡ ﺍﻟﻘﺮﻯ ﻭﻣﻦ ﺣﻮﻟﻬﺎ ”  ﺁﻧﺸﺮ، ﻗﺪ ﺗﻨﻘﺬ ﻣﺆﻣﻨﺎً ﻛﺎﻥ ﻳﻈﻠﻢ ﺃﻋﻈﻢ ﺍﻟﺨﻠﻖ ﻭﻳﺒﺨﺴﻪ  ﺣﻘﻪ .  ﺑﺼﺮﺍﺣﻪ ﺃﻭﻝ ﻣﺮﻩ ﺃﻋﺮﻑ ﺍﻟﻤﻌﻠﻮﻣﻪ))#⏩⏩

🔴🔵 أقول هذا الرسالة باطلة شرعا, وعقلا بل من أعتقد بأن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يكتب أو يقرأ المكتوب فقد كفر بالله تعالی وقبل بيان ذلك أعلم أن هذه شبهة من عند الكفار ففي دائرة المعارف في مادة أمي :  ( أمي لقب محمد في القرآن ، و هو لقب يرتبط من بعض الوجوه بكلمة ” أمة ” و لكن يظهر أنه ليس مشتقاً منها مباشرة ، لأنه لم يظهر إلا بعد الهجرة و يختلف معناه عن معنى كلمة ” أمة ” التي كانت شائعة قبل الهجرة ) .  و جاء في السياق نفسه قوله : ( و قد استدل قوم بإطلاق لفظ أمي على محمد بأنه لم يكن يقرأ و لا يكتب . و الحقيقة أن كلمة أمي لا علاقة لها بهذه المسألة لأن الآية 78 من سورة البقرة التي تدعو إلى هذا الافتراض لا ترمي الأميين بالجهل بالقراءة و الكتابة بل ترميهم بعدم معرفتهم بالكتب المنزلة )  وزد علی ذلك انه قول لبعض الرافضة في رواية لهم عن الرضا   .وبيان بطلان هذا القول فيما يأتي  1-  قول الله تعالی : ( وَمَا كُنْتَ تَتْلُو مِنْ قَبْلِهِ مِنْ كِتَابٍ وَلا تَخُطُّهُ بِيَمِينِكَ إِذاً لارْتَابَ الْمُبْطِلُونَ ) ( العنكبوت : 48 ) .
قال ابن جرير رحمه الله تعالى:
يقول – تعالى ذكره – : ( وما كنت ) يا محمد ( تتلوا ) يعني : تقرأ ( من قبله ) يعني : من قبل هذا الكتاب الذي أنزلته إليك ( من كتاب ولا تخطه بيمينك ) يقول : ولم تكن تكتب بيمينك ، ولكنك كنت أميا ( إذا لارتاب المبطلون ) يقول : ولو كنت من قبل أن يوحى إليك تقرأ الكتاب ، أو تخطه بيمينك ، ( إذا لارتاب ) يقول : إذن لشك – بسبب ذلك في أمرك ، وما جئتهم به من عند ربك من هذا الكتاب الذي تتلوه عليهم – المبطلون القائلون إنه سجع وكهانة ، وإنه أساطير الأولين .

وبنحو الذي قلنا في ذلك قال أهل التأويل .

ذكر من قال ذلك :

حدثني محمد بن سعد قال : ثني أبي ، قال : ثني عمي ، قال : ثني أبي ، عن أبيه ، عن ابن عباس قوله : ( وما كنت تتلو من قبله من كتاب ولا تخطه بيمينك إذا لارتاب المبطلون ) قال : كان نبي الله – صلى الله عليه وسلم – أميا ؛ لا يقرأ شيئا ولا يكتب .

حدثنا بشر قال : ثنا يزيد قال : ثنا سعيد ، عن قتادة قوله : ( وما كنت تتلو من قبله من كتاب ولا تخطه بيمينك ) قال : كان نبي الله لا يقرأ كتابا قبله ، ولا يخطه بيمينه ، قال : كان أميا ، والأمي : الذي لا يكتب .

حدثنا ابن وكيع قال : ثنا أبو أسامة ، عن إدريس الأودي ، عن الحكم ، ع
2- أجمع أهل التفسير من أئمة الهدی أن معنی أمي الذي لايكتب ولا يقرأ المكتوب قال الإمام الطبري عليه رحمة الله تعالى : يعني بالأميين الذين لا يكتبون و لا يقرءون ، ومنه قول النبي  صلى الله عليه وسلم  إنا أمة أمية لا نكتب و لا نحسب …. ) والحديث في الصحيح. واما قول ابي الوليد الباجي ومن وافقه علی ذلك فقد خطأه العلماء بل كفره ابن الصباغ وغيره.

3- حديث عائشة رضي الله عنها ، قالت : أول ما بدئ به رسول الله  صلى الله عليه وسلم  من الوحي الرؤيا الصادقة في النوم فكان لا يرى رؤيا إلا جاءت مثل فلق الصبح ثم حبب إليه الخلاء ، فكان يخلو بغار حراء يتحنث فيه و هو التعبد الليالي أولات العدد قبل أن يرجع إلى أهله و يتزود لذلك ثم يرجع إلى خديجة فتزوده لمثلها حتى جاءه الحق و هو في غار حراء فجاءه الملك ، فقال : اقرأ ، قال : ما أنا بقارئ ، قال فأخذني فغطني حتى بلغ مني الجهد ثم أرسلني ، فقال لي اقرأ ، قال : قلت  ما أنا بقارئ ، قال : فأخذني فغطني الثانية حتى بلغ مني الجهد ثم أرسلني ، فقال : اقرأ باسم ربك الذي خلق حتى بلغ ما لم يعلم ،. )
وأما ما جاء في الصحيحين عن البراء رضي الله عنه في صلح الحديبة فانقل ماذكره النووي رحمه الله قال:  قوله صلى الله عليه وسلم (أرني مكانها فأراه مكانها فمحاها وكتب بن عبد الله) قال القاضي عياض رضي الله تعالى عنه احتج بهذا اللفظ بعض الناس على أن النبي صلى الله عليه وسلم كتب ذلك بيده على ظاهر هذا اللفظ وقد ذكر البخاري نحوه من رواية إسرائيل عن أبي إسحاق وقال فيه أخذ رسول الله صلى الله عليه وسلم الكتاب فكتب وزاد عنه في طريق آخر ولا يحسن أن يكتب فكتب قال أصحاب هذا المذهب إن الله تعالى أجرى ذلك على يده إما بأن كتب ذلك القلم بيده وهو غير عالم بما يكتب أو أن الله تعالى علمه ذلك حينئذ حتى كتب وجعل هذا زيادة في معجزته فإنه كان أميا فكما علمه مالم يعلم من العلم وجعله يقرأ مالم يقرأ ويتلو مالم يكن يتلو كذلك علمه أن يكتب مالم يكن يكتب وخط مالم يكن يخط بعد النبوة أو أجرى ذلك على يده قالوا وهذا لا يقدح في وصفه بالأمية واحتجوا بآثار جاءت في هذا عن الشعبي وبعض السلف وأن النبي صلى الله عليه وسلم لم يمت حتى كتب قال القاضي وإلى جواز هذا ذهب الباجي وحكاه عن السمناني وأبي ذر وغيره وذهب الأكثرون إلى منع هذا كله قالوا وهذا الذي زعمه الذاهبون إلى القول الأول يبطله وصف الله تعالى إياه بالنبي الأمي صلى الله عليه وسلم وقوله تعالى وما كنت تتلو من قبله من كتاب ولا تخطه بيمينك وقوله صلى الله عليه وسلم إنا أمة أمية لا نكتب ولا نحسب قالوا وقوله في هذا الحديث كتب معناه أمر بالكتابة كما يقال رجم ماعزا وقطع السارق وجلد الشارب أي أمر بذلك واحتجوا بالرواية الأخرى فقال لعلي رضي الله تعالى عنه اكتب محمد بن عبد الله قال القاضي وأجاب الأولون عن قوله تعالى إنه لم يتل ولم يخط أي من قبل تعليمه كما قال الله تعالى من قبله فكما جاز أن يتلو جاز أن يكتب ولا يقدح هذا في كونه أميا إذ ليست المعجزة مجرد كونه أميا فإن المعجزة حاصلة بكونه صلى الله عليه وسلم كان أولا كذلك ثم جاء بالقرآن وبعلوم لا يعلمها الأميون قال القاضي وهذا الذي قالوه ظاهر قال وقوله في الرواية التي ذكرناها ولا يحسن أن يكتب فكتب كالنص أنه كتب بنفسه قال والعدول إلى غيره مجاز ولا ضرورة إليه قال وقد طال كلام كل فرقة في هذه المسألة وشنعت كل فرقة على الأخرى في هذا والله أعلم   قلت ما ذكره النووي عن القاضي في مسألة بعينها والحق أنه صلی الله عليه وسلم لم يكن يكتب ولا يقرأ المكتوب وإنما هذه الحادثة بعينها معجزة كبقية المعجزات.   تنبيه اثر الشبعي الذي ذكره النووي لا يصح.   فيجب عليك أيها المسلم أن تأخذ عقيدتك من الكتاب والسنة الصحيحة بنقل علماء الامة لاعن الوتساب وغيره مما ينقل فيه الغث والسمين.   والحمد لله رب العالمين.   ليلة السبت 1 ربيع اول 1437
أبو محمد الحجوري مكة المكرمة حرسها الله

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: