“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Seputar firman Allah Ta’ala :

وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Dan hanya kepada Allah hendaknya kalian bertawakkal, jika kalian benar-benar orang yang beriman”. QS: Al-Maidah: 23

Berkata As Sa’dii Rahimahullah, dalam kitab Al Qaulus Sadiid :

Tawakal kepada Allah adalah termasuk kewajiban yang paling penting dalam perkara tauhid dan iman.

Dan sesuai kekuatan tawakal seorang hamba kepada Allah, bertambah kuat iman dan sempurna tauhidnya .

Dan seorang hamba sangat butuh untuk tawakal kepada Allah dan minta tolong kepadanya, dalam semua yang dia mau perbuat atau yang dia tinggalkan dari perkara Agama dan Dunia.

Dan hakikat dari tawakal adalah: Seorang hamba mengetahui bahwa semua perkara itu milik Allah, dan apa yang dia mau terjadi dan yang tidak dia inginkan tak akan ada.

Dan dialah sang pemberi manfaat dan madharat, yang memberikan karunia dan yang menghalangi nya.

Dan tiada daya dan upaya kecuali dengan Allah.

Dan setelah mengetahui ini dia bersandar kepada Rabbnya dalam mencari kebaikan agama dan dunia nya, dan juga dalam menghindari keburukan.

Dan dia benar-benar percaya dengan Rabb nya dalam mendapatkan yang dia cari, dan bersamaan dengan nya dia mencurahkan usahanya untuk melakukan sebab-sebab kebaikan.

Maka, selama seorang hamba senantiasa berilmu dengan ini, dan sikap percaya tadi, maka dia adalah orang yang bertawakal kepada Allah dengan sebenar benar nya.

Dan hendaknya dia bergembira dengan jaminan Allah dan janji dia untuk hambanya yang ber tawakal.

Dan kapan saja dia menyandarkan nya kepada selain Allah, maka dia adalah musyrik.

Dan barangsiapa yang bertawakal kepada selain Allah dan bersandar pada nya, maka dia pun di serahkan kepada tersebut dan telah sia-sia harapan nya

*******

Faedah dari Syaikh Abu Muhammad Abdul Hamid Al-Hajuriy (Hafidzahullah)

4 Shafar 1437 H – Makkah

Alih Bahasa: Abu Adam Abdusy Syakur Al-Baliy (Hafidzahullah)

——-

في قول الله تعالى :وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

قال السعدي رحمه الله في القول السديد
التوكل على الله من أعظم واجبات التوحيد والإيمان، وبحسب قوة توكل العبد على الله يقوى إيمانه، ويتم توحيده، والعبد مضطر إلى التوكل على الله والاستعانة به في كل ما يريد فعله أو تركه من أمور دينه أو دنياه.
وحقيقة التوكل على الله: أن يعلم العبد أن الأمر كله لله، وأنه ما شاء الله كان وما لم يشأ لم يكن، وأنه هو النافع الضار المعطي المانع، وأنه لا حول ولا قوة إلا بالله، فبعد هذا العلم يعتمد بقلبه على ربه في جلب مصالح دينه ودنياه، وفي دفع المضار، ويثق غاية الوثوق بربه في حصول مطلوبه، وهو مع هذا باذل جهده في فعل الأسباب النافعة.
فمتى استدام العبد هذا العلم وهذا الاعتماد والثقة فهو المتوكل على الله حقيقة، وليبشر بكفاية الله له ووعده للمتوكلين، ومتى علق ذلك بغير الله فهو مشرك، ومن توكل على غير الله، وتعلق به، وكل إليه وخاب أمله.

Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: