“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

إيضاح المقال في أسباب الزلزال والرد علی الملاحدة الضلال

anigif gempa bumi dan peringatan ashhabulhadits

Penjelasan tentang peristiwa gempa bumi, angin topan, dan gerhana, yang merupakan tanda-tanda untuk memberikan rasa takut pada para hamba, dan dengan sebab perbuatan mereka, dan Allah pun memaafkan banyak hal dan hanya milik nya lah pujian dan dia maha lembut nan penyayang

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، واشهد ان لا اله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد ان محمدًا صلی الله عليه وسلم عبده ورسوله اما بعد

Segala puji bagi Allah dan shalawat serta kepada Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wa Sallam, dan saya bersaksi bahwa tidak ada yang berhak di sembah selain Allah dan Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam adalah hamba dan Rasul-Nya, adapun setelahnya:

Allah berfirman :  

وما نرسل بالآيات إلا تخويفا

“Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti.”

Dan orang yang beriman apabila datang seperti ayat-ayat ini, dia akan kembali kepada Allah dan juga akan banyak-banyak minta ampun, dan memohon.

Adapun orang yang enggan, akan melewati hal-hal sperti ini dan menganggapnya perkara yang biasa.

Dan Syaikh kita Imam Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i telah mengarang seputar bantahan atas ucapan ini dengan judul :
“Penjelasan pendapat seputar penyebab gempa bumi dan bantahan terhadap para orang-orang yang menyimpang dan sesat”.

Yang buku ini mencakup lebih dari 120 dalil dari Al Quran, sebagaimana yang saya ingat, dan termasuk dalam masalah ini adalah ucapan Syaikh Al Imam Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz semoga merahmati nya, beliau berkata :

Maka sungguh Allah Subhanahu wa ta’ala Maha Bijaksana dan mengetahui tentang apa yang dia putuskan dan takdir kan, sebagaimana juga dia Maha bijak dan Maha tahu akan apa saja yang dia syari’at kan dan Dia perintah, dan Dia lah yang Maha Suci, menciptakan apa yang dia mau, dari tanda-tanda, dan menentukan nya untuk memberikan rasa takut pada hamba-hamba dan agar mereka ingat akan kewajiban mereka akan hak-Nya, dan peringatan kepada mereka dari mensekutukan-Nya, dan menyelisihi perintah dan melanggar larangan-Nya.

Sebagaimana yang Allah firmankan :

قول الله تعالی وما نرسل بالآيات إلا تخويفا

“Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti.”

Dan Allah berfirman : “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?”

Dan Allah berfirman : Katakanlah: “Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kalian atau dari bawah kaki kalian atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kalian keganasan sebagian yang lain”.

Dan Imam Bukhari meriwayatkan dalam “shahih” nya,  Dari Jabir bin Abdullah, Dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, bahwa dia berkata: Tatkala ayat berikut diturunkan: “(Katakanlah Hai Rasulullah, Dia-lah yang Maha berkuasa mengirimkan siksaan untuk kalian dari atas kalian)” QS: Al:An’am 65

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam memanjatkan doa:

“Saya berlindung dengan wajah-Mu,”

kemudian Allah berfirman: ‘(Atau dari bawah kakimu) ‘

Maka nabi memanjatkan doa:

“Aku berlindung dengan wajah-Mu”

Berkata Abu Syaikh Al Ashbahaaniy, dari Mujahid, tentang tafsir ayat : Katakanlah: “Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu.

Beliau berkata: Teriakan, bebatuan dan angin.

Atau dari bawah kakimu: Gempa dan Longsor.

Dan tidak diragukan lagi, bahwa gempa yang terjadi di banyak daerah pada hari-hari ini, merupakan ayat-ayat yang Allah berikan dengannya rasa takut pada hamba-hamba-Nya.

Dan semua yang terjadi dari kenyataan berupa gempa dan yang lainnya, yang membahayakan para hamba, dan mengakibatkan banyaknya macam-macam gangguan, semuanya itu dikarenakan sebab syirik dan maksiat.

Sebagai mana yang Allah firman kan :

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahan kalian).”

Dan Allah berfirman :

مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ

“Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.”

Dan Allah menceritakan tentang umat terdahulu :

فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

“Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.”

Maka wajib bagi seluruh orang yang mukallaf (terkenai kewajiban hukum syar’i) dari muslimin atau yang lain, agar bertaubat kepada Allah Subhanah, dan senantiasa lurus di atas agama-Nya, dan menghindar dari apa yang dilarang, dari syirik dan maksiat, agar mereka mendapat kan kesehatan dan keselamatan dunia akhirat dari seluruh keburukan dan agar Allah menghindarkan semua bala musibah, dan menganugerahi mereka semua kebaikan.

Sebagai mana firman-Nya :

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”

وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ لَأَكَلُوا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ

Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka.

Dan Allah berfirman tentang ahlul kitab :

أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ * أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ * أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ

“Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?

Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?

Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.”

Dan berkata Al-Allamah Ibnul Qayyim semoga Allah merahmatinya, yang bunyinya : dan kadang mengizinkan bumi untuk bernafas, sehingga terjadilah gempa bumi yang amat dahsyat, yang memunculkan rasa takut dan khawatir pada hamba-hamba-Nya, juga kembali kepada Allah, dan melepaskan diri dari segala maksiat, dan memohon kepada Allah, dan juga merasa menyesal.

Sebagaimana yang di katakan sebagian para salaf, ketika adanya gempa, berkata: “Sesungguhnya Rabb kalian memerintahkan agar kalian memohon kepada-Nya untuk menghilangkan kesulitan dari kalian.”

Dan berkata Umar bin Khattab semoga Allah meridhoinya, tatkala gempa di Madinah, beliau pun menceramahi dan menasehati mereka, dan berkata : Jikalau gempa itu terjadi lagi, sungguh tidak ku izinkan kalian tinggal di dalam nya. Selesai ucapan beliau.

Dan ucapan salaf seputar ini banyak sekali.

Maka yang wajib ketika adanya gempa dan yang lainnya dari tanda-tanda, seperti gerhana, angin kencang, dan banjir, hendaknya bersegera taubat kepada Allah, serta memohon dan meminta keselamatan kepada-Nya, dan banyak-banyak dzikir dan minta ampun, sebagaimana sabda shallallahu alaihi wa sallam ketika gerhana ;

“Dan jika kalian melihatnya, maka bersegera lah berdzikir kepada allah dan berdoa serta minta ampun pada nya.”

Dan sunnah nya juga mengasihi orang faqir dan miskin, dan sedekah untuk mereka, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam : 

“Kasihanilah, maka kalian akan di kasihani. Orang-orang yang mengasihi, akan di kasihani oleh Maha Pengasih, kasihanilah yang di bumi, akan mengasihani kalian yang di langit.”

Dan Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam :

“Barangsiapa yang tidak mengasihani maka tidak akan di kasihani.”

Dan ada riwayat dari Umar bin Abdul Aziz semoga Allah merahmatinya, bahwa dia menulis kepada para wakil nya, tatkala terjadinya gempa : Agar mereka bersedekah.

Dan diantara sebab keselamatan dari semua keburukan, bergegas nya pihak pemerintah untuk menghukum orang-orang bodoh, mengharuskan mereka dengan kebenaran dan menerapkan hukum syar’i atas mereka, memerintahkan yang baik dan melarang yang mungkar, sebagaimana firman Allah Ta’ala :

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain.”

Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Dan Allah berfirman :

وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ * الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ

“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.

Dan Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda :

من كان في حاجة أخيه كان الله في حاجته

“Barang siapa yg membantu kebutuhan saudara nya, maka ALLAH akan membantu kebutuhan nya.” Di sepakati keshahihan nya.

Dan Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda :

وقال عليه الصلاة والسلام:(من نفس عن مؤمن كربة من كرب الدنيا نفس الله عنه كربة من كرب يوم القيامة، ومن يسر على معسر يسر الله عليه في الدنيا والآخرة، ومن ستر مسلما ستره الله في الدنيا والآخرة، والله في عون العبد ما كان العبد في عون أخيه ,رواه مسلم في صحيحه. والأحاديث في هذا المعنى كثيرة

Barangsiapa yang melapangkan suatu kesusahan dari beberapa kesusahan seseorang mu’min di dunia, maka Allah akan melapangkan untuknya suatu kesusahan dari berbagai kesusahannya pada hari kiamat. Barangsiapa yang memberikan kemudahan kepada seseorang yang kesukaran, maka Allah akan memberikan kemudahan padanya di dunia dan di akhirat. Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat Allah itu selalu memberikan pertolongan kepada hamba-Nya, selama hamba itu suka memberikan pertolongan kepada saudaranya. Diriwayatkan imam muslim dalam “shahih” nya. Dan banyak hadits yang semakna dengan ini.

Dan hanya Allah lah yang di minta untuk membenahi keadaan-keadaan muslimin semuanya.

Dan agar menganugerahi mereka pemahaman agama da juga istiqomah diatas nya.

Dan juga taubat kepada Allah dari segala dosa

Dan semoga Allah memperbaiki pemerintah kaum muslimin.

Dan semoga Allah menolong kebenaran dengan perantara mereka dan menampakkan kebatilan dengan sebab mereka

Dan semoga Allah menunjuki mereka untuk mengembalikan hukum kepada syari’at Allah pada hamba-hambanya.

Dan semoga Allah melindungi mereka dan segenap muslimin dan dari fitnah yang menyesatkan dan gangguan syaitan.

Sesungguhnya dia lah yang mempunyai kekuasaan atas hal itu dan yang maha mampu atas nya.

Shalawat dan salam kepada nabi kita Muhammad dan keluarga nya dan shahabat nya, dan orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari agama.

Selesai perkataan beliau .

Faidah Ilmiyyah Syaikh Abu Muhammad Abdul hamid Al-Hajury Az-Za’kariy hafidzahullah, 20 Muharram 1437

Alih Bahasa : Abu Adam Abdusy-Syakur Singajara Al-Baly hafidzahullah

GOLD_divider_300w

Naskah Asli

((البيان ان ما يقع من الزلازل والاعاصير والكسوف وغيرها من  الآيات لتخويف العباد وبما كسبت ايديهم ويعفو الله عن كثير وله الحمد فهو اللطيف الرحيم))

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، واشهد ان لا اله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد ان محمدًا صلی الله عليه وسلم عبده ورسوله اما بعد يقول الله تعالی ((وما نرسل بالآيات إلا تخويفا)) والمؤمن اذا جائت مثل هذه الآيات يحصل منه الرجوع الی الله وكثرة الإستغفار والتضرع والمعرض تمر عليه ويعتبرها حوادث طبيعية.
🔴 وقد ألف شيخنا الإمام مقبل بن هادي الوادعي رحمه الله تعالى رسالة في الرد علی هذه المقولة بعنوان (( إيضاح المقال في أسباب الزلزال والرد علی الملاحدة الضلال )) حوت اكثر من 120 دليلا من كتاب الله تعالى على ما اذكر ومن هذا الباب قول الشيخ الإمام عبدالعزيز بن عبدالله بن باز رحمه الله حيث قال:
🔵 فإن الله سبحانه وتعالى حكيم عليم فيما يقضيه ويقدره، كما أنه حكيم عليم فيما شرعه وأمر به، وهو سبحانه يخلق ما يشاء من الآيات، ويقدرها تخويفا لعباده وتذكيرا لهم بما يجب عليهم من حقه، وتحذيرا لهم من الشرك به ومخالفة أمره وارتكاب نهيه كما قال الله سبحانه: وَمَا نُرْسِلُ بِالْآيَاتِ إِلا تَخْوِيفًا))، وقال عز وجل: سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ))، وقال تعالى: قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَى أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَيُذِيقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ ))الآية.

وروى البخاري في صحيحه عن جابر بن عبد الله رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: لما نزل قول الله تعالى: قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَى أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((أعوذ بوجهك))، قال: أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ قال: ((أعوذ بوجهك).

وروى أبو الشيخ الأصبهاني عن مجاهد في تفسير هذه الآية: قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَى أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ قال: الصيحة والحجارة والريح. أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ قال: الرجفة والخسف.

ولا شك أن ما حصل من الزلازل في هذه الأيام في جهات كثيرة هو من جملة الآيات التي يخوف الله بها سبحانه عباده. وكل ما يحدث في الوجود من الزلازل وغيرها مما يضر العباد ويسبب لهم أنواعاً من الأذى، كله بأسباب الشرك والمعاصي، كما قال الله عز وجل: وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ]، وقال تعالى: مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ]، وقال تعالى عن الأمم الماضية: فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ].

فالواجب على جميع المكلفين من المسلمين وغيرهم، التوبة إلى الله سبحانه، والاستقامة على دينه، والحذر من كل ما نهى عنه من الشرك والمعاصي، حتى تحصل لهم العافية والنجاة في الدنيا والآخرة من جميع الشرور، وحتى يدفع الله عنهم كل بلاء، ويمنحهم كل خير، كما قال سبحانه: وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ[، وقال تعالى في أهل الكتاب: وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ لَأَكَلُوا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ[ وقال تعالى: أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ * أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ * أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ].

وقال العلامة ابن القيم – رحمه الله – ما نصه: (وقد يأذن الله سبحانه للأرض في بعض الأحيان بالتنفس فتحدث فيها الزلازل العظام، فيحدث من ذلك لعباده الخوف والخشية، والإنابة والإقلاع عن المعاصي والتضرع إلى الله سبحانه، والندم كما قال بعض السلف، وقد زلزلت الأرض: (إن ربكم يستعتبكم).

وقال عمر بن الخطاب رضي الله عنه وقد زلزلت المدينة، فخطبهم ووعظهم.، وقال: (لئن عادت لا أساكنكم فيها) انتهى كلامه رحمه الله.

والآثار في هذا المقام عن السلف كثيرة.

فالواجب عند الزلازل وغيرها من الآيات والكسوف والرياح الشديدة والفياضانات البدار بالتوبة إلى الله سبحانه، والضراعة إليه وسؤاله العافية، والإكثار من ذكره واستغفاره كما قال صلى الله عليه وسلم عند الكسوف: ((فإذا رأيتم ذلك فافزعوا إلى ذكر الله ودعائه واستغفاره))]. ويستحب أيضاً رحمة الفقراء والمساكين والصدقة عليهم لقول النبي صلى الله عليه وسلم: ((ارحموا ترحموا))[]، ((الراحمون يرحمهم الرحمن ارحموا من في الأرض يرحمكم من في السماء))[، وقوله صلى الله عليه وسلم: ((من لا يرحم لا يرحم))].

وروي عن عمر بن عبد لعزيز رحمه الله أنه كان يكتب إلى أمرائه عند وجود الزلزلة أن يتصدقوا.

ومن أسباب العافية والسلامة من كل سوء، مبادرة ولاة الأمور بالأخذ على أيدي السفهاء، وإلزامهم بالحق وتحكيم شرع الله فيهم والأمر بالمعروف والنهي عن المنكر كما قال عز وجل: وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
وقال عز وجل: وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ * الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ[، وقال سبحانه: وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا * وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ]… والآيات في هذا المعنى كثيرة، وقال صلى الله عليه وسلم: ((من كان في حاجة أخيه كان الله في حاجته))[] متفق على صحته، وقال عليه الصلاة والسلام: ((من نفس عن مؤمن كربة من كرب الدنيا نفس الله عنه كربة من كرب يوم القيامة، ومن يسر على معسر يسر الله عليه في الدنيا والآخرة، ومن ستر مسلما ستره الله في الدنيا والآخرة، والله في عون العبد ما كان العبد في عون أخيه))[] رواه مسلم في صحيحه. والأحاديث في هذا المعنى كثيرة.

والله المسئول أن يصلح أحوال المسلمين جميعاً، وأن يمنحهم الفقه في الدين وأن يمنحهم الاستقامة عليه، والتوبة إلى الله من جميع الذنوب، وأن يصلح ولاة أمر المسلمين جميعاً، وأن ينصر بهم الحق، وأن يخذل بهم الباطل، وأن يوفقهم لتحكيم شريعة الله في عباده، وأن يعيذهم وجميع المسلمين من مضلات الفتن، ونزغات الشيطان، إنه ولي ذلك والقادر عليه. وصلى الله وسلم على نبينا محمد وآله وصحبه، ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. انتهی كلامه رحمه الله. .

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: