“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

green leaves reflecting in the water, shallow focus

Edisi: 11/9/1/1437

KHUTBAH PERTAMA

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.

وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُوْلُهُ.

يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

أَمَّا بَعْدُ؛

فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِيْ النَّارِ.

ﻣَﻌَﺎﺷِﺮَ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ رَحِمَنِي وَﺭَﺣِﻤَﻜُﻢُ اللَّهُ

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berkata di dalam Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Wahai orang-orang yang beriman!, jika dikatakan kepada kalian berlapang-lapanglah kalian di dalam majelis maka berlapang-lapanglah kalian, (dengan itu) Alloh akan melapangkan kalian. Dan jika dikatakan kepada kalian: Berdirilah kalian maka hendaknya kalian berdiri, Alloh akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kalian dan (begitu pula) orang-orang yang berilmu (di antara kalian) dengan beberapa derajat. Dan Alloh terhadap apa yang kalian lakukan adalah Al-Khobir (Maha Mengetahui)”.

Bila seseorang telah dimuliakan oleh Alloh Ta’ala dengan dijadikannya sebagai seorang mu’min sejati dan sebagai orang yang memiliki ilmu maka Alloh akan menyelamatkannya dari perbuatan keji dan dari melakukan kekejian, dengan iman dan ilmu yang dia miliki maka akan muncul pengingkaran terhadap segala macam kemungkaran, dengan iman dan ilmunya akan menjadikannya takut berbuat dosa dan kekejian, Alloh Ta’ala telah berkata:

(إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ)

“Hanyalah yang takut kepada Alloh dari para hamba-hamba-Nya adalah orang-orang yang berilmu”.

Ketika seseorang mengilmui dan mengetahui suatu kekejian dan dia bangun pengetahuannya itu di atas keimanan maka dengan pengetahuannya tersebut akan membuatnya semakin menjauhi kekejian tersebut, sebagaimana dahulu Hudzaifah Ibnul Yaman Rodhiyallohu ‘Anhuma bertanya kepada Nabi kita Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam tentang kejelekan supaya beliau tidak terjatuh ke dalam kejelekan tersebut.

ﻣَﻌَﺎﺷِﺮَ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ رَحِمَنِي وَﺭَﺣِﻤَﻜُﻢُ اللَّهُ

Bila seseorang berupaya dan terus meningkatkan semangatnya untuk menghadiri pengajian maka Alloh Ta’ala akan menjauhkannya dari kekejian, namun kalau dia menjauhi pengajian atau menjauhi orang-orang berilmu maka dia akan mudah terjerumus ke dalam kekejian.

Tidaklah kaum Luth bertambah melakukan perbuatan keji melainkan karena mereka menjauhi ilmu yang dida’wahkan oleh Nabiulloh Luth ‘Alaihis Salam, bahkan mereka menentang beliau, padahal beliau telah memperingatkan mereka dan menjelaskan kepada mereka tentang kekejian tersebut, Alloh Ta’ala berkata:

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ * إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ

“Dan Luth ketika berkata kepada kaumnya: “Mengapa kalian melakukan kekejian yang belum pernah mendahului kalian seorang pun dari jin dan manusia melakukan perbuatan tersebut?!. Sesungguhnya kalian benar-benar telah menggauli para lelaki (melakukan homosexual) dengan penuh nafsu birahi, dengan tanpa (bersetubuh dengan) para wanita, bahkan kalian adalah kaum yang melampui batas”.

Telah ada peringatan dan penjelasan yang sangat jelas seperti itu namun tidaklah memberikan pengaruh kepada mereka untuk sadar dan bertaubat serta bersegera kembali kepada fitroh manusia yaitu melakukan hubungan yang syar’iy sebagaimana telah ditetapkan pada suami istri, bahkan penentangan dan tantangan yang mereka munculkan, Alloh Ta’ala berkata:

وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا أَخْرِجُوهُمْ مِنْ قَرْيَتِكُمْ ۖ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ

“Dan tidaklah ada jawaban dari kaumnya melainkan mereka mengatakan: Keluarkanlah mereka dari negri kalian karena sesungguhnya mereka adalah manusia yang merasa di atas kesucian”.

Demikianlah keberadaan orang-orang yang tidak mau mengikuti pengajian dan tidak mau menghadiri bimbingan dari orang yang berilmu, akibatnya mereka menganggap suatu kesucian, kesehatan jasmani dan rohani sebagai kejelekan sedangkan kejijikan dan kekejian mereka anggap sebagai kelezatan dan pemuasan birahi, maka Alloh Ta’ala binasakan mereka dan Dia menghancurkan negri mereka dengan sehancur-hancurnya, Alloh Ta’ala berkata:

فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ

“Tatkala datang perintah Kami, maka Kami jadikan negri mereka terbalik (yang atas menjadi ke bawah) lalu Kami hujani padanya dengan batu-batu yang keras”.

ﻣَﻌَﺎﺷِﺮَ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ رَحِمَنِي وَﺭَﺣِﻤَﻜُﻢُ اللَّهُ

Bila kita melihat kepada keberadaan umat manusia di zaman ini maka kita akan dapati penentangan mereka dan pemberian tantangan mereka kepada orang yang mengadakan pengajian dalam menyuarakan Al-Qur’an dan As-Sunnah tidak jauh beda dengan umat yang sudah dibinasakan tersebut, pada zaman ini ketika kita memberi motivasi kepada generasi muda supaya bersemangat menghadiri pengajian dan mengikuti petunjuk Nabi kita Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam maka orang tua mereka akan menentang kita dan memberikan tantangan yang mengerikan, mereka sangat melarang putra putri mereka untuk menghadiri pengajian yang kita adakan dan mereka membiarkan putra putri mereka terjerumus ke dalam perbuatan keji, terkadang kita dapati anak-anak prempuan mereka masih SLTP (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama) sudah hamil karena terjerumus ke dalam kekejian berupa perzinaan di antara mereka anak sekolahan dan terkadang kita dapati pula ada dari bapak guru sekolah menghamili ibu guru sekolah dan masih banyak perbuatan-perbuatan keji lainnya tersebar di kalangan kita namun semua itu dianggap no problem (tidak masalah), yang jadi masalah menurut mereka kalau menghadiri pengajian yang kita adakan.

Demikianlah kebutaan yang menimpa umat ini, keadaan pun mereka balikkan, yang baik dikatakan sebagai kebatilan, yang batil dikatakan sebagai kebaikan, kedustaan dikatakan sebagai kejujuran dan kejujuran dikatakan sebagai kedustaan, sungguh benar perkataan Nabi kita Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam:

إِنَّ بَينَ يَدَي السَّاعَةِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَةٌ، يُصَدَّقُ فِيهَا الكَاذِبُ، وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ، وَيُؤتَمَنُ فِيهَا الخَائِنُ، وَيُخَوَّنُ فِيهَا الأَمِينُ، وَيَنطَقُ فِيهَا الرُّوَيبِضَةُ). قِيلَ: وَمَا الرُّوَيبِضَةُ؟! قَالَ: (السَّفِيهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمرِ العَامَّةُ

“Sesungguhnya menjelang hari kiamat ada tahun-tahun yang penuh tipu daya, dianggap jujur pada tahun-tahun tersebut orang yang pendusta dan dianggap pendusta padanya orang yang jujur, dianggap amanah padanya pengkhianat dan dianggap pengkhianat orang yang amanah, dan berbicara padanya Ar-Ruwaibidhoh”. Ditanyakan kepadanya: Apa itu Ar-Ruwaibidhoh?, beliau menjawab: “Orang dungu berbicara tentang urusan orang banyak”.

أَقُولُ قَولِي هَذَا وَأَستَغفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُم وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ.

KHUTBAH KEDUA

إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ. أَمَّا بَعْدُ؛

Bila keadaan telah berubah, kema’siatan dan kekejian semakin meningkat dan berkembang, sementara kebenaran dan kebaikan jarang terlihat dan jarang pula terdengar maka kewajiban kita sebagai umat Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam adalah melaksanakan “amar ma’ruf nahi munkar” (memerintahkan kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran) dan terus berda’wah ke jalan Alloh, baik itu berupa pengadaan pengajian di masjid-masjid atau di rumah-rumah dan pembangunan pondok pesantren, karena hanya dengan upaya dan usaha ini generasi muda akan dijaga dan dipelihara dari kekejian dan berbagai perbuatan dosa.

Barang siapa menginginkan dirinya dan keluarganya  terselamatkan dari kekejian dan kehinaan maka hendaknya dia mengikuti bimbingan dan petunjuk Alloh dan Rosul-Nya Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam, serta giat menuntut ilmu, baik dengan cara mendengarkan pengajian atau banyak membaca dan bertanya kepada orang yang berilmu tentang perkara yang dia tidak ketahui sebagai bentuk pengamalan terhadap perkataan Alloh Ta’ala:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Maka bertanyalah kalian kepada orang-orang yang berilmu jika kalian tidak mengetahui”.

Atau datang menghadiri pengajian secara langsung, maka upaya dan usaha seperti teranggap sebagai sebab yang paling utama terselamatkan dari perbuatan keji hingga berkesudahan yang baik berupa dimasukannya ke dalam Jannah (Surga), Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

«وَمَن سَلَكَ طَرِيقًا يَلتَمِسُ فِيهِ عِلمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الجَنَّةِ»

“Dan barang siapa menempuh suatu jalan yang dia mencari ilmu padanya maka Alloh akan memudahkan baginya jalan menuju Jannah”.

ﻣَﻌَﺎﺷِﺮَ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ رَحِمَنِي وَﺭَﺣِﻤَﻜُﻢُ اللَّهُ

Tidaklah kita bisa mengetahui kekejian itu sebagai suatu kekejian dan kejelekan itu sebagai suatu kejelekan melainkan hanya dengan cara mempelajari ilmu agama ini, karena di dalamnya telah diajarkan tentang segala kebaikan dan dijelaskan pula tentang lawannya yaitu kejelekan, demikianlah hakekat agama kita yang telah sempurna dan telah lengkap ini, Alloh Ta’ala berkata:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian dan telah Aku cukupkan bagi kalian ni’mat-Ku serta Aku ridhoi Islam sebagai agama bagi kalian”.

Semoga Alloh Ta’ala melindungi kita dari segala kekejian dan kejelekan, dan semoga Dia selalu memberikan kebaikan kepada kita:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

*******

Ditulis oleh:

Abu Ahmad Muhammad ibn Salim Al-Limboriy (Hafidzahullah)

******

Download (PDF):

khutbah jum'at muharram 14372

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: