“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Panduan Praktis Untuk Menjadi Pasangan Suami Istri Yang Harmonis

PENGANTAR

(KHUTBATUL HAJAH)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

وَأَشْهَدُ أَن لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُوْلُهُ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَتَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

:أَمَّا بَعْدُ

فإنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَديِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحَدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلةٍ

Demikianlah khutbatul hajah yang biasa dibaca oleh Rosululloh Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam pada setiap khutbah beliau, baik itu khutbah Jum’at maupun dalam menyampaikan pidato dan ceramah serta ketika memberikan sambutan pada acara pernikahan.

Lafazh khutbah tersebut diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad (1/392-393), Abu Dawud (2118), An-Nasa’iy (3/104-105), At-Tirmidziy (1105) dan Ibnu Majah (1892) dari hadits Abdulloh bin Mas’ud Rodhiyallohu ‘anhu, yang dia merupakan hadits shohih.

Pada khutbah tersebut terdapat faedah yang sangat banyak, dan di sini kami akan menyebutkan diantara setiap faedah dalam bentuk bab:

Bab 1

Pada Khutbatul Hajah terdapat lafazh:

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ

“Sesungguhnya pujian adalah milik Alloh, kita memuji-Nya”, padanya terdapat anjuran bagi kita untuk menyanjung Alloh Subhanahu wa Ta’ala semata dan memuji-Nya karena Dia telah memberikan berbagai macam karunia dan keni’matan kepada kita, diantaranya Alloh menjadikan manusia berpasangan yaitu suami dan istri.

Syari’at Islam telah mengikat muda mudi dengan suatu ikatan yang dinamai dengan pernikahan, dan ini adalah suatu kebaikan dan pengutamaan yang wajib untuk kita bersyukur kepada Pembuat syari’at ini, Alloh Ta’ala berkata:

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَنِينَ وَحَفَدَةً وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ ۚ أَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَتِ اللَّهِ هُمْ يَكْفُرُونَ .سورة النحل : 72

“Dan Alloh telah menjadikan bagi kalian istri-istri dari kalangan kalian (manusia), menjadikan anak cucu dari istri-istri kalian, dan Dia telah merezqikan kalian dari yang baik-baik, apakah terhadap kebatilan mereka imani dan terhadap ni’mat Alloh mereka kufuri?!”. QS: Surat An-Nahl: 72

Bila pasangan suami istri mensyukuri karunia Alloh karena Dia telah menjadikan keduanya melakukan pernikahan maka Alloh akan menambahkan kepada keduanya dengan kebaikan dan keharmonisan dalam berumah tangga, Alloh Ta’ala berkata:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ .سورة إبراهيم : 7

“Dan Robb kalian telah mengumumkan: Jika kalian bersyukur maka benar-benar Aku akan tambahkan, dan jika kalian mengkufuri maka sesungguhnya azab-Ku adalah pedih”. QS: Surat Ibrohim: 7

Bagi pasangan suami istri hendaknya masing-masing keduanya saling mensyukuri diantara keduanya, bila suami melaksanakan kewajibannya dan menunaikan hak-hak istrinya maka wajib bagi istrinya untuk bersyukur kepadanya, begitu pula bila istri melaksanakan kewajibannya dan menunaikan hak-hak suaminya maka wajib bagi suaminya untuk bersyukur kepadanya, bila hal ini dilakukan maka keharmonisan rumah tangga akan terwujud, dan ini adalah perealisasian dari bersyukur kepada Alloh Ta’ala, Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

لَا يَشكُرُ اللَّهَ مَن لَا يَشكُرُ النَّاسَ

“Tidak bersyukur kepada Alloh siapa yang tidak bersyukur kepada manusia”.

Hadits ini adalah shohih, diriwayatkan oleh Al-Imam Abu Dawud (4813) dan At-Tirmidziy (1954), dari Abu Huroiroh Rodhiyallohu ‘Anhu.

Dari penjelasan ini menunjukan bahwa bersyukurnya suami istri kepada Alloh dan bersyukurnya keduanya kepada masing-masing keduanya adalah termasuk dari salah satu sebab keharmonisan dalam rumah tangga.

 

 

Bab 2

Khutbatul hajah yang biasa dibaca pada acara pernikahan terdapat padanya lafazh:

وَنَسْتَعِيْنُهُ

“Dan kita meminta pertolongan kepada-Nya”, terdapat padanya pengakuan untuk meminta pertolongan hanya kepada Alloh Ta’ala, ini sama dengan apa yang biasa kita ucapkan di dalam sholat kita, ketika kita berdiri membaca surat Al-Fatihah sering kita ucapkan:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ .سورة الفاتحة : 5

“Hanya kepada-Mu-lah kami beribadah dan hanya kepada-Mu-lah kami meminta pertolongan”. QS: Al-Fatihah: 5

Setiap insan dalam kehidupannya di dunia ini tentu akan menghadapi berbagai macam problema, lebih-lebih ketika dia sudah berumah tangga maka problemanya akan semakin bertambah pula, dengan itu dianjurkan untuk berdoa dan meminta pertolongan hanya kepada Alloh ‘Azza wa Jalla sehingga problema-problema yang dihadapi akan mudah diatasi dan diselesaikan dengan baik, dan sebaik-baiknya doa adalah doa yang disebutkan di dalam Al-Qur’an:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا .سورة الفرقان : 74

“Wahai Robb kami karuniakanlah untuk kami dari istri-istri kami dan anak keturunan kami sebagai penyejuk mata dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa”. QS: Al-Furqon: 74

Hendaknya kita memperbanyak membaca doa ini, kapan saja kita sempat membacanya maka kita baca, dengan harapan semoga Alloh Ta’ala menjadikan rumah tangga kita benar-benar di atas kedamaian, ketenangan dan keharmonisan serta kebahagiaan.

Dengan sebab membaca doa tersebut dengan izin Alloh suami istri akan memperoleh anak keturunan yang benar-benar sholih dan sholihah, taat beribadah kepada Alloh, senantiasa berbakti kepada kedua orang tuanya, menyejukan mata bila dipandang, menyenangkan hati bila dipikirkan, lebih-lebih kalau ditambah pula dengan berdoa:

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاء . سورة إبراهيم : 40

“Wahai Robbku jadikanlah aku dan anak cucuku sebagai orang-orang yang senantiasa menegakan sholat, wahai Robb kami kabulkanlah doa kami”. QS: Ibrohim: 40

Kedua pasangan suami istri akan bertambah harmonis dalam berrumah tangga dan akan semakin bahagia bila Alloh Ta’ala merezqikan kepada keduanya dengan putra dan putri yang sholih dan sholihah, semua itu tidak akan diraih dengan begitu saja akan tetapi harus dengan upaya membimbing putra putri tersebut dengan bimbingan syar’iy serta senantiasa berdoa sebagaimana Nabiulloh Zakariya ‘Alaihishsholatu Wassalam pernah berdoa:

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ.  سورة آل عمران : 38

“Wahai Robbku karuniakanlah untukku dari sisi-Mu anak keturunan yang baik-baik, sesungguhnya Engkau adalah Maha mendengar doa”. QS: Ali Imron: 38

Bab 3

Pada khutbatul hajah terdapat lafazh:

وَنَسْتَغْفِرُهُ

“Dan kita beristighfar kepada-Nya”, yaitu pengakuan untuk beristighfar hanya kepada Alloh Ta’ala, dan ini termasuk sebab utama bagi suami istri untuk meraih ketenangan hidup, bapak kita Adam ‘Alaihishsholatu Wassalam dan istrinya pernah meminta ampun dan beristighfar ketika syaithon mentergelincirkan keduanya hingga keduanya menjadi penghuni bumi di saat itu, Alloh Ta’ala berkata tentang doa dan istighfar keduanya:

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ .سورة اﻷعراف : 23

“Wahai Robb kami, kami telah menzholimi diri kami, jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merohmati kami maka sungguh benar-benar kami akan termasuk dari orang-orang yang merugi”. QS: Al-A’rof: 23

Dengan sebab permohonan ampun dan istighfar keduanya kepada Alloh Ta’ala maka Alloh Ta’ala memberikan rezqi dan ketenangan hidup di dunia dengan waktu yang sudah ditentukan, Alloh ‘Azza wa Jalla berkata:

وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَى حِينٍ.  سورة اﻷعراف : 24

“Dan bagi kalian di bumi tempat menetap dan penghidupan sampai waktu yang telah ditetapkan”. QS: Al-A’rof: 24

Alloh Subhanahu wa Ta’ala akan senantiasa menjaga ketenangan dan keharmonisan rumah tangga bila kepala dan ibu rumah tangga senantiasa beristighfar dan benar-benar berpegang teguh kepada petunjuk Nabi kita Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam, Alloh Ta’ala berkata:

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ.  سورة اﻷنفال :33

“Dan tidaklah Alloh akan mengazab mereka sedangkan kamu (Ar-Rosul) ada pada mereka, dan Alloh tidak akan mengazab mereka sedangkan mereka beristighfar”. QS: Al-Anfal: 33

Maka barang siapa menginginkan ketenangan serta keharmonisan rumah tangganya maka hendaknya dia memperbanyak beristighfar dan memohon ampun kepada Alloh atas dosa-dosanya.

Dan memperbanyak beristighfar serta memohon ampun kepada Alloh atas segala dosa termasuk pula salah satu sebab terlahirnya keturunan yang sholih dan sholihah, dengan itu Kholilulloh Ibrohim dan putranya Nabiulloh Isma’il ‘Alaihimassalam ketika memohon kepada Alloh Ta’ala untuk dijadikan dari anak keturunannya dalam keadaan sholih dan sholihah maka mereka beristighfar dengan berdoa:

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ. سورة البقرة : 128

“Wahai Robb kami jadikanlah kami sebagai dua orang muslim (yang berpasrah diri) kepada-Mu, dan jadikanlah diantara anak cucu kami sebagai teladan yang berislam (patut dan tunduk) kepada-Mu, serta tunjukanlah kepada kami tata cara haji dan terimalah taubat kami sesungguhnya Engkau adalah At-Tawwab (Maha Penerima taubat) lagi Ar-Rohim (Maha Penyayang)”. QS: Al-Baqoroh: 128

Bab 4

Pada khutbatul hajah terdapat lafazh:

وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا

“Dan kita berlindung kepada Alloh dari kejelekan-kejekan diri kita dan dari kerusakan-kerusakan amalan kita”.

Padanya terdapat bimbingan untuk kita berlindung kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala dari kejelekan amalan-amalan kita dan dari kerusakan amalan-amalan kita.

Bukan hanya anjuran berlindung itu untuk diri kita namun untuk istri kita atau hamba sahaya kita juga, sebagaimana telah diperjelas di dalam suatu hadits bahwa Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Jika salah seorang diantara kalian menikahi wanita atau membeli hamba sahaya maka hendaknya dia mengucapkan:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسأَلُكَ خَيرَهَا وَخَيرَ مَا جَبَلتَهَا عَلَيهِ

“Ya Alloh sesungguhnya aku memohon kepada-Mu tentang kebaikannya dan kebaikan tentang sesuatu yang Engkau ciptakan dia padanya”.

Hadits ini adalah shohih dan dia diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Abu Sa’id Al-Khudriy Rodhiyallohu ‘Anhu.

Doa tersebut diucapkan di saat malam pertama, ketika pengantin pria (suami) masuk menemui pasangannya (pengantin wanita) yang keduanya dalam keadaan bersih dan suci, lalu suami mengucapkan salam kepada istrinya, kemudian memegang ubun-ubunnya dengan membaca doa tersebut sebagaimana disebutkan oleh Abu Sa’id Al-Khudriy Rodhiyallohu ‘Anhu:

ثُمَّ لِيَأخُذَ بِنَاصِيَتِهَا وَليَدعُ بِالبَرَكَةِ فِي المَرأةِ وَالخَادِمِ

“Kemudian dia memegang ubun-ubunnya dan hendaknya mendoakan dengan berkah pada istri dan hamba sahaya”.

Bila sunnah Rosulillah Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam ini diamalkan oleh suami maka dia akan mendapati istrinya atau hamba sahayanya dalam keadaan baik dan akan selalu terlindungi dari kejelekan dan kerusakan prilaku, dengan sebab itu maka kebahagian dan keharmonisan di dalam berumah tangga akan digapai dan diraih.

Kejelekan dan kerusakan akan ada pada setiap rumah tangga disebabkan syaithon, dia terus berupaya untuk merusak kebahagian dan keharmonisan suatu rumah tangga, terkadang dia memanas-manasi kedua belah pihak dengan meniupkan api kemarahan sehingga melahirkan kebencian diantara keduanya, dan terkadang dia memasukan upayanya ini melalui sihir yang diajarkan kepada manusia supaya dipraktekan untuk merusak keharmonisan dan ketenangan rumah tangga orang lain, Alloh Ta’ala berkata:

وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ ۚ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ ۖ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ. سورة البقرة : 102

“Akan tetapi para syaithonlah yang mereka telah kafir, mereka mengajarkan kepada manusia tentang sihir, dan tidaklah diturunkan kepada dua malaikat di Babil yaitu Harut dan Marut, dan tidaklah keduanya mengajarkan dari seorang pun hingga keduanya mengatakan: “Sesungguhnya kami adalah fitnah (cobaan) maka janganlah kamu kafir”, mereka pun belajar dari keduanya tentang apa-apa yang mereka bisa memisahkan antara seseorang dengan istrinya”. QS: Al-Baqoroh: 102

Demikianlah upaya syaithon dalam menancapkan kerusakan dan kejelekan di dalam suatu rumah tangga, namun upaya itu tidak akan memberikan kemadhorotan kepada siapa saja yang kembali kepada Alloh dan hanya berlindung kepada-Nya dari tipu daya dan was-was syaithon, Alloh Ta’ala berkata:

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ. سورة اﻷعراف : 200

“Dan bila syaithon mengganggumu dengan suatu gangguan maka berlindunglah kamu kepada Alloh, sesungguhnya Dia adalah As-Sami’ (Maha Mendengar) lagi Al-‘Alim (Maha Mengetahui)”. QS: Al-A’rof: 200

Demikianlah keberadaan orang yang diberi petunjuk oleh Alloh Subhanahu wa Ta’ala, tidaklah syaithon mampu memberi madhorot kepadanya dan tidak pula syaithon memiliki kemampuan untuk menyesatkannya, maka sungguh benar apa yang disebutkan di dalam khutbatul hajah:

مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.

“Barang siapa yang Alloh beri petunjuk maka tidaklah ada yang menyesatkan baginya, dan barang yang Dia sesatkan maka tidak ada yang memberi petunjuk kepadanya”.

Demikianlah yang mesti diyakini oleh suami istri, maka dengan itu wajib bagi keduanya untuk menyerahkan urusan mereka berdua kepada Alloh dan senantiasa keduanya berlindung kepada Alloh dari godaan dan tipu daya syaithon, serta mereka berdua hendaknya benar-benar berdoa kepada Alloh untuk dijadikan kebahagian dan keharmonisan di dalam berumah tangga, Alloh Ta’ala berkata:

قُلْ أَنَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُنَا وَلَا يَضُرُّنَا وَنُرَدُّ عَلَىٰ أَعْقَابِنَا بَعْدَ إِذْ هَدَانَا اللَّهُ كَالَّذِي اسْتَهْوَتْهُ الشَّيَاطِينُ فِي الْأَرْضِ حَيْرَانَ لَهُ أَصْحَابٌ يَدْعُونَهُ إِلَى الْهُدَى ائْتِنَا ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى ۖ وَأُمِرْنَا لِنُسْلِمَ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ. سورة اﻷنعام : 71

“Katakanlah: Apakah kita akan menyeru kepada selain Alloh, yang dia tidak memberikan manfaat kepada kita dan tidak pula memberi madhorot kepada kita, dan apakah kita akan kembali ke belakang setelah Alloh memberikan petunjuk kepada kita sebagaimana orang yang telah disesatkan syaithon di muka bumi dalam kebingungan baginya. Dia memiliki kawan-kawan yang memanggilnya kepada petunjuk, dengan menyeru: “Marilah ikuti kami!”. Katakanlah: Sesungguhnya petunjuk Alloh itu adalah sebenar-benar petunjuk, dan kami diperintah untuk berislam (memasrahkan diri) kepada Robb alam semesta”. QS: Al-An’am: 71

Bagi suami istri hendaknya terus waspada dan berhati-hati dari para syaithon, karena mereka akan terus berupaya untuk memberikan gangguan dan tipu daya, tidak hanya dalam kehidupan berumah tangga pada keseharian namun di saat melakukan keni’matan dan kelezatan jima’ (bersetubuh) mereka para syaithon akan ikut membuat kejelekan dan tipu daya, dengan itu teladan kita Ar-Rosul Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam telah berkata:

“Jika salah seorang diantara kalian menjima’i istrinya maka hendaknya dia mengucapkan:

بِاسمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبنَا الشّيطَانَ وَجَنِّبِ الشّيطَانَ مَا رَزَقتَنَا

“Dengan nama Alloh, Ya Alloh jauhkan kami dari syaithon dan jauhkanlah syaithon dari apa-apa yang Engkau rezqikan kepada kami”.

Diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhoriy dari hadits Abdillah bin ‘Abbas Rodhiyallohu ‘Anhuma.

Barang siapa membaca doa ini setiap kali akan melakukan jima’ maka Alloh Ta’ala akan memberikan ketenangan dalam berumah tangga, dan anak yang dihasilkan dari jima’ tersebut tidak pula diganggu oleh syaithon, Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

فَقُضِيَ بَينَهُمَا وَلَدٌ لَا يَضُرُّهُ

“Maka diberikan pada keduanya anak yang syaithon tidak mampu memudhorotkannya”.

Bab 5

Pada khutbatul hajah terdapat dua kalimat syahadat yaitu:

وَأَشْهَدُ أَن لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُوْلُهُ.

“Dan aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar melainkan Alloh saja, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba Alloh dan utusan-Nya”.

Termasuk dari konsekwensi dari dua kalimat syahadat tersebut adalah mencintai Alloh ‘Azza wa Jalla dan mencintai Rosul-Nya Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam, atau seseorang mencintai orang mu’min karena Alloh, sebagaimana suami istri saling mencintai karena Alloh, dan ini adalah hakekat dari realisasi peribadahan kepada Alloh, Alloh Subhanahu wa Ta’ala katakan di dalam Al-Qur’an:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ. سورة البقرة : 165

“Dan diantara manusia ada yang menjadikan selain Alloh sebagai tandingan-tandingan, dia mencintai mereka sebagaimana mencintai Alloh, dan orang-orang yang beriman adalah sangat cinta kepada Alloh”. QS: Al-Baqoroh: 165

Orang yang sangat cinta kepada Alloh bila dia mencintai orang lain maka dia menjadikan kecintaan tersebut karena Alloh semata, bila dia menikah maka dia mencintai istrinya karena Alloh, dia akan senantiasa memberikan nasehat dan selalu mewasiatkan kebaikan kepada istrinya, dengan sebab itu keduanya (suami dan istri) tidak akan merugi di kehidupan dunia ini, bahkan mereka mendapatkan ketentraman, keberuntungan dan keharmonisan dalam berumah tangga, Alloh Ta’ala berkata:

وَالْعَصْرِ * إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ * إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ. سورة العصر: 1-3

“Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan orang-orang yang melakukan berbagai kebaikan, mereka saling menasehati pada kebenaran dan saling berwasiat pada kesabaran”. QS: Al-Ashr: 1-3

Dengan saling menasehati dan saling berwasiat antara suami dan istri maka kasih sayang dan cinta karena Alloh antara keduanya akan semakin bersemi dan akan senantiasa tumbuh subur di dalam hati keduanya serta akan semakin dirasakan lezatnya iman pada keduanya, Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

«ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ اْلاِيْمَانِ: مَنْ كَانَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ اَحَبَّ اِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَمَنْ اَحَبَّ عَبْدًا لاَ يُحِبُّهُ اِلاَّ ِللهِ، وَمَنْ يَكْرَهُ اَنْ يَعُوْدَ فِى الْكُفْرِ بَعْدَ اِذْ اَنْقَذَهُ اللهُ كَمَا يَكْرَهُ اَنْ يُلْقَى فِى النَّارِ».

“Ada tiga perkara barangsiapa yang tiga perkara itu ada padanya maka dia mendapatkan manisnya iman, yaitu barang siapa yang Alloh dan Rosul-Nya lebih dia mencintainya dari pada selain keduanya, dan barang siapa yang mencintai seseorang yang dia tidak mencintainya kecuali karena Alloh, dan barang siapa yang benci untuk kembali kepada kekafiran setelah Alloh menyelamatkannya dari kekafiran sebagaimana dia tidak suka dilemparkan ke dalam neraka”. Diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhoriy (16) dan Muslim (43).

Demikianlah kebahagian, ketenangan dan ketentraman hidup yang diberikan kepada orang yang benar keiminannya, yang senantiasa beribadah kepada Alloh yang tidak ada sesembahan yang benar melainkan Dia:

(هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ) [سورة الفتح : 4]

“Dia yang menurunkan ketenangan di dalam hati orang-orang yang beriman supaya bertambah keimanan bersama keimanan mereka”. QS: Al-Fath: 4

Inilah buah dari mencintai karena Alloh, yang dengannya diraih keharmonisan, ketenangan dan ketentraman dalam berumah tangga, dan dengannya pula dijauhkan dari segala fitnah dan kejelekan:

إِنَّ السَّكِينَةَ لمَن جُنِّبَ الفِتنَة

“Sesungguhnya ketenangan hanya bagi orang yang dijauhkan dari fitnah”.

 

 

Bab 6

Pada khutbatul hajah terdapat tiga ayat yang semuanya adalah perintah untuk bertaqwa, tiga ayat tersebut adalah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ . سورة آل عمران : 102

“Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kalian kepada Alloh dengan sebenar-benar taqwa dan janganlah kalian mati melainkan dalam keadaan berislam”. QS: Ali Imron: 102

Demikianlah ayat pertama yang disebutkan di dalam khutbatul hajah, perintah taqwa di sini memiliki tujuan yang banyak, diantara tujuannya adalah apa yang disebutkan pada kelanjutan ayat yaitu supaya senantiasa istiqomah di atas Islam, bila keluarga atau suatu rumah tangga dihiasi dengan taqwa ini maka sungguh akan nampak kebahagian dan keharmonisan serta akan senantiasa di atas kemulian di masa hidup di dunia maupun sesudah kematian, Alloh Ta’ala berkata:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللهَ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Alloh adalah orang yang paling bertaqwa, sesungguhnya Alloh adalah Al-‘Alim (Maha Mengetahui) lagi Al-Khobir (Maha Mengenal)”.  QS Al-Hujurot: 13

Adapun ayat kedua yang disebutkan di dalam khutbatul hajah adalah:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

“Wahai manusia bertaqwalah kalian kepada Robb kalian yang telah menciptakan kalian dari seorang diri, dan menciptakan darinya seorang istri, serta dilahirkan dari keduanya para pria dan wanita yang banyak, dan dengan menyebut nama Alloh kalian saling meminta dan saling silaturrohim, sesungguhnya Alloh bagi kalian selalu mengawasi”. QS: An-Nisa’: 1

Pada ayat ini Alloh memerintahkan untuk bertaqwa dengan mengingatkan tentang proses penciptaan dan keberadaan manusia, setelah itu Alloh perintahkan mereka untuk mengenakan pakaian, dan sebaik-baik pakaian adalah taqwa, Alloh Ta’ala berkata:

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ .الأعراف: 26

“Wahai anak keturunan Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kalian pakaian untuk menutup aurat kalian dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Alloh, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” QS: Al-A’rof: 26

Bila anak keturunan Adam mengingat kekuasaan Alloh dengan senantiasa bertaqwa dan menghiasi diri mereka dengan taqwa maka kebahagian dan keharmonisan rumah tangga mereka akan tergapai, dengan itu mereka semakin giat mempersiapkan bekal untuk berpindah kepada kebahagian hakiki di negri akhirat, Alloh Ta’ala berkata:

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ. البقرة: 197

“Dan berbekallah kalian, karena sebaik-baik bekal adalah taqwa, dan bertaqwalah kalian kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal”. QS: Al-Baqoroh: 197

Adapun ayat ketiga yang disebutkan di dalam khutbatul hajah adalah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. سورة اﻷحزاب: 70-71

“Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kalian kepada Alloh dan ucapkanlah oleh kalian perkataan yang baik, maka Dia akan memperbaiki amalan-amalan kalian dan Dia akan mengampuni dosa-dosa kalian. Dan barang siapa mentaati Alloh dan Rosul-Nya maka sungguh dia telah beruntung dengan keberuntungan yang besar”. QS: Al-Ahzab: 70-71

Pada ayat ini terdapat keterangan tentang keutamaan taqwa, barang siapa bertaqwa kepada Alloh dengan melaksanakan ketaatan kepada-Nya baik itu berkata dengan perkataan yang benar atau melakukan berbagai ketaatan maka baginya kebahagian hidup, Alloh Ta’ala akan senantiasa memelihara, menjaga dan selalu bersamanya serta menolongnya, Alloh Ta’ala berkata:

إِنَّ اللهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ  . النحل: 128

“Sesungguhnya Alloh bersama dengan orang-orang yang bertaqwa dan orang yang berbuat baik.” QS: An-Nahl: 128

Orang yang menghiasi rumah tangganya dengan ketaqwaan maka Alloh akan senantiasa memberikan rezqi kepadanya, bila terdapat masalah pada dirinya atau pada rumah tangganya maka Alloh Ta’ala akan memberikan jalan keluar, Alloh Ta’ala berkata:

وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا * وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ. الطلاق: 2، 3

“Dan barang siapa bertaqwa kepada Alloh, maka Dia akan memberikan kepadanya jalan keluar, dan Dia akan memberinya rezqi dari arah yang tidak dia sangka-sangka”. QS: Ath-Tholaq: 2-3

Dengan sebab taqwa ini Alloh akan memberikan keutamaan yang besar kepada orang-orang yang bertaqwa, Alloh mengampuni dosa-dosa mereka, hingga mereka meraih kebahagian hakiki di dunia dan di akhirat, Alloh Ta’ala berkata:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ . الأنفال: 29

“Wahai orang-orang yang beriman, kalau kalian bertaqwa kepada Alloh, niscaya Alloh akan memberikan kepada kalian furqon (pembeda), dan dihapuskan kesalahan-kesalahan kalian dan diampuni (dosa-dosa) kalian, dan Allohlah yang mempunyai keutamaan yang sangat besar”. QS: Al-Anfal: 29

 

Bab 7

Pada Khutbatul Hajah disebutkan:

أَمَّا بَعْدُ: فَإِنَّ أَصدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَشَرُّ اْلأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار

“Kemudian dari pada itu: Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitab Alloh (Al-Qur’an) dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam dan seburuk-buruk perkara adalah muhdatsat (perkara-perkara yang diada-adakan), setiap perkara yang diada-adakan adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah sesat dan setiap kesesatan di dalam neraka”.

Demikianlah keterangan yang sangat terang, menerangkan kepada kita tentang paling terbaiknya petunjuk adalah petunjuk Alloh dan Rosul-Nya Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam yang harus dan wajib untuk kita ikuti.

Berbagai macam perkara bagi kita, semuanya telah ada petunjuknya di dalam pedoman hidup kita yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-Shohihah.

Supaya seseorang selamat di dunia dan di akhiratnya maka hendaknya dia mengikuti petunjuk  Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-Shohihah, supaya seseorang bisa hidup bahagia dan sejahtera serta harmonis di dalam rumah tangganya maka hendaknya dia mengikuti bimbingan keduanya, sekadar contoh kami akan menyebutkan permasalahan sebelum menikah, supaya mendapatkan pasangan hidup yang cocok dan harmonis maka diberikanlah petunjuk dengan melaksanakan sholat istikhoroh, dari Jabir Rodhiyallohu ‘Anhu, beliau berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا الِاسْتِخَارَةَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنْ الْقُرْآنِ يَقُولُ إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالْأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلْ

“Dahulu Rosulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam, mengajari kami istikhoroh pada perkara-perkara semuanya sebagaimana beliau mengajarkan kami suatu surat dari Al-Qur’an, beliau berkata: “Jika salah seorang di antara kalian bertekad dalam suatu urusan, maka hendaknya dia sholat dua roka’at yang bukan sholat wajib, kemudian dia berdoa:

(اللَّهُمَّ إنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلا أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلا أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلامُ الْغُيُوبِ، اللَّهُمَّ إنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ (وَيُسَمِّي حَاجَتَهُ) خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ، فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ، اللَّهُمَّ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ (وَيُسَمِّي حَاجَتَهُ) شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ، فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ، ثُمَّ رَضِّنِي بِهِ

“Ya Alloh sesungguhnya aku memohon pilihan kepada Engkau dengan ilmu-Mu, dan aku memohon kekuasaan-Mu dengan kodrat-Mu. Dan aku memohon kepada-Mu dari keutamaan-Mu yang agung, karena sesungguhnya Engkau mentaqdirkan sedangkan aku tidak kuasa, dan Engkau mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkau adalah Al-‘Allam (Maha Mengetahui) tentang perkara yang ghoib. Ya Alloh Engkau telah mengetahui bila urusan ini (disebutkan tekadnya) adalah lebih baik untuk diriku, agamaku, dan kehidupanku, serta (lebih baik pula) akibatnya sekarang dan yang akan datang maka takdirkanlah dan mudahkanlah urusan ini bagiku, kemudian berkahilah aku dalam urusan ini. Dan Engkau telah mengetahui bila urusan ini (disebutkan tekadnya) adalah lebih buruk untuk diriku, agamaku, dan kehidupanku, serta (lebih buruk pula) akibatnya sekarang dan yang akan datang maka jauhkanlah urusan ini dariku, dan jauhkanlah aku dari urusan ini, dan takdirkanlah kebaikan untukku di mana pun, kemudian jadikanlah aku ridho menerimanya”. Diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhoriy (1166).

Demikianlah diantara bimbingan Alloh Ta’ala dan petunjuk Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam dalam mencari kepuasan hidup dan dalam mencari penentuan kebaikan, kebahagian dan kesejahteraan serta keharmonisan dalam berumah tangga. Ini berbeda dengan orang yang menyelisihi bimbingan dan petunjuk tersebut, dia berpaling darinya dengan memilih petunjuk para dukun, paranormal dan tukang sihir. Ada dari mereka ketika mencari kebahagian dan kesejahteraan dalam berumah tangga dengan cara mempersembahkan sesajian kepada arwah dan jin atau dengan bertapa atau juga dengan berqurban untuk selain Alloh dan yang lainnya dari perbuatan kesyirikan serta berbagai kebid’ahan dilakukan dengan tujuan tersebut, padahal bukanlah demikian yang mereka dapatkan melainkan kesempitan hidup, penderitaan, kesengsaraan dan petaka serta azab dunia akhirat mereka rasakan, Alloh Ta’ala berkata:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى * قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَىٰ وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا * قَالَ كَذَٰلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا ۖ وَكَذَٰلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَىٰ

“Dan barang siapa berpaling dari mengingat (petunjuk Al-Qur’an)-Ku maka baginya penghidupan yang sempit dan Kami membangkitkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta, dia berkata: Wahai Robbku kenapa Engkau membangkitkanku dalam keadaan buta dan sungguh keberadaanku dahulu adalah melihat?!, Alloh berkata: Demikianlah telah datang kepadamu ayat-ayat-Ku lalu kamu melupakannya maka demikian pula pada hari ini kamu dilupakan”. QS: Thoha: 124-126

 

*******

PENUTUP

Demikian tulisan ringkas ini kami tulis, semoga Alloh Ta’ala menjadikannya bermanfaat untuk kami, keluarga kami dan siapa saja yang mencintai kami karena Alloh.

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Ditulis oleh:

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy Al-Huamualiy As-Seramiy

-Jammalahulloh wa Ayyadah-

di Dar Abil Abbas Harmin Limboro, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat pada hari Jum’at

(2 Muharrom 1436).

Panduan Praktis Suami Istri Yang Harmonis

Iklan

Comments on: "Panduan Praktis Untuk Menjadi Pasangan Suami Istri Yang Harmonis" (2)

  1. Abu Yahya said:

    Bismillah.. akhi klw bisa tulisan ” Panduan Praktis Untuk Menjadi
    Pasangan Suami Istri Yang
    Harmonis” d jadikan file pdf. agar bisa d download.
    jazakallohu khoiron

    Suka

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: