“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Adab dan Doa Buang Air Besar dan Buang Air Kecil

Ditulis oleh: Ummu Hammam Karimah bintu Anwar Al-Jawiy Al-Indunisiy (Hafidzahallah)

Dzul-Hijjah 1436 H – Markiz As-Sunnah Kaliwungu, Banjarnegara, Indonesia

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

1. Berdoa Sebelum Masuk Kamar Mandi

Sebagaimana dalam hadits Anas Radhiallahu Anhu yang diriwayatkan oleh jama’ah:

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان إذا دخل الكنيف، قال: اللهم إني أعوذبك من الخبث والخبائث

Yang artinya: Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wasallam apabila hendak masuk kekamar mandi beliau berdoa:

اللهم إني أعوذبك من الخبث والخبائث

“Allaahumma innii auudzhubika minal khubutsi wal khabaaits”

“Yaa Allah aku berlindung kepadamu dari syaitan-syaitan laki-laki dan perempuan”

(HR. Jama’ah)

2. Mendahulukan Kaki Kiri Dari Kaki Kanan Saat Masuk Kamar Mandi

Sebagaimana dalam Hadits ‘Aisyah Radhiallahu Anha, beliau berkata:

كان النبي صلى الله عليه وسلم يعجبه التيمن في تنعله وترجله وطهور وفي شأنه كله

Yang artinya: Nabi Shallallaahu Alaihi Wasallam menyukai mendahulukan yang kanan didalam memakai sandal, menyisir rambut dan dalam bersuci serta didalam segala perkaranya.  

(HR. Bukhari 168 – Muslim 268)

Datang Hadits ‘Aisyah juga, didalam Sunan Abu Dawud, beliau berkata:

كانت يد رسول الله صلى الله عليه وسلم اليمنى لطهور وطعامه، كانت يدي يسرى لخلائه وما كان من أذى

Yang artinya: “Tangan Rasullah Shallallaahu Alaihi Wasallam yang kanan untuk bersuci, dan makan, dan tangan yang kiri untuk urusan kamar mandi dan apa yang kotor.”

(HR. Abu Dawud dalam Sunannya (33), hadits ini dishohihkan oleh Syaikh Albani didalam “IRWA” (1/131)

3. Tidak Boleh Membawa Sesuatu Yang Berisi Dzikir-Dzikir Karena Akan Menyebabkan Penghinaann Terhadap Dzikir-Dzikir Tersebut

Allah berfirman didalam Kitab-Nya:

ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى الْقُلُوبِ

Artinya: “Demikianlah (perintah Allah) untuk mengagungkan syiar-syiar Allah, maka itu timbul dari ketaqwaan hati”

Yang di maksud dengan syiar-syiar Allah adalah perintah-perintah Allah, sebagaimana ditafsirkan oleh Ibnu Katsir Rahimahullah didalam tafsirya, misal haji, menyembelih binatang Qurban, memuliakan Al-Qur’an dan melafadzkan dzikir-dzikir serta memuliakan kitab-kitab yang berisi ilmu agama, dan lain-lain.

4. Tidak Menghadap Kiblat dan Tidak Pula Membelakanginya saat Membuang Air Besar atau Air Kecil

نهانا رسول الله صلى الله عليه وسلم أن يستنجي أحدنا بيمينه أو يستقبل القبلة ونهى عن روث والعظم. وقال :  ))لا يستنجي أحدكم بدون ثلاثة أحجار((

Sebagaimana disebutkan dalam hadits Salman Al-Farisiy, dia berkata: Nabi Shallallaahu Alaihi Wasallam telah melarang salah seorang dari kita membuang kotoran dengan tangan kanan, dan melarang kita menghadap kiblat saat kita buang air besar atau air kecil serta melarang kita membuang kotoran dengan kotorang yang mengering  yang mengering dan dengan tulang kemudian berkata: Tidaklah salah seorang dari kalian membersihkan kotoran dengan batu kurang dari tiga.  

(HR. Muslim 262)

إذا جلس أحدكم على حاجته فلا يستقبل القبلة ولايستدبرها

Datang pula hadits Abu Hurairah Radhiallahu Anhu bersabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang artinya: Apabila salah seorang diantara kalian duduk untuk membuang hajatnya (buang air besar atau kecil) maka janganlah menghadap kiblat dan jangan pula membelakinya.

(HR. Muslim 265)

5. Tidak Membuang Kotoran Dengan Tangan Kanan

Sebagaimana dalam hadits Salman Al-Farisiy yang sudah disebutkan diatas bahwa, bahwasanya Nabi Shallallaahu Alaihi Wasallam melarang kita membuang kotoran dengan tangan kanan.

Datang hadits dari Abu Qotadah didalam Shahih Muslim, dia berkata, bersabda Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wasallam:

لا يمسكن أحدكم ذكره بيمينه وهو يبول،” لايتمسح “من الخلاء بيمينه

Yang artinya: “Janganlah salah seorang dari kalian memegang kemaluannya dengan tangan kanannya kalau sedang kencing dan janganlah mengusap (membersihkan) air besar dengan tangan kanannya dan janganlah bernafas dibejana (digelas saat diminum).

(HR. Muslim 267)

Faedah: Larangan membuang kotoran dengan tangan kanan karena memuliakannya dan menjaga tangan kanan agar tidak terkena kotoran (bisa dilihat Syarh Shahih Muslim)

 

6. Tidak Menyentuh Kemaluan Dengan Tangan Kanan

Sebagimana diterangkan dalam hadits Abu Qotadah diatas.

Berkata Al-Imam Nawawi Rahimahullah Syarh Shahih Muslim: Adapun memegang kemaluan dengan tangan kanan maka hukumnya makruh.

7. Tidak Membuang atau Membersihkan Kotoran Dengan Tulang Atau Kotoran Yang Kering

Sebagaimana diterangkan dalam hadits Salman Al-Farisiy diatas, bahwasanya Nabi Shallallaahu Alaihi Wasallam melarang kita untuk membersihkan kotoran (air besar / kecil) dengan tulang atau kotoran yang kering.

Diterangkan pula dalam hadits Ibnu Mas’ud Radhiallahu Anhu, dia berkata:

أتى النبي صلى الله عليه وسلم الغائط فأمرني أن آتيه بثلاثة أحجار فوجدت حجرين والتمست الثالث،فلم أجده ،فأخذت روثة فأتيته بها ،فأخذ الحجرين  وألقى الروثة وقال ؛ هذا ركس

8. Memakai Batu Paling Sedikit Tiga

Barangsiapa yang membuang kotoran dengan batu yang mungkin dikarenakan tidak mendapatkan air atau susah air, atau sebab yang lainnya, maka untuk membersihkannya denga batu paling sedikit tiga, sebagaimana diterangkan dalam hadits Salman Al-Farisiy dan Abu Mas’ud Radhiallahu anhuma diatas.

Faedah:

  1. Bisa menggantikan batu, segala sesuatu yang padat, suci dan bisa menghilangkan kotoran, serta tidak mempunyai kehormatan, serta bukan bagian dari anggota tubuh binatang.
  2. Kalau tidak menggunakan air, maka bisa menggunakan batu atau kain, atau tissue atau yang lainnya.

Tidak disyaratkan 3 itu dari satu jenis, boleh untuk memberaihkannya dengan 2 batu dan satu tissue atau kain.

 

9. Menjauh Dari Pandangan Manusia

Sebagaimana di terangkan di dalam Hadist Mughiroh ibn Syu’bah Radhiallahu Anhu dia berkata :

كنت مع النبي صلى الله عليه وسلم_في سفر ،فقال :((يا مغيرة خذ الإداوة )) فأخذتها ،فانطلق رسول الله صلى الله عليه وسلم حتى توارى عني فقضى حاجته

Yang Artinya: Aku bersama Nabi Shallallaahu Alaihi Wasallam berkata: “Wahai Muhgiroh ambillah ember” maka aku mengambilnya, kemudian Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wasallam pergi  sampai menjauh dariku kemudian menunaikan hajatnya (buang air).

(HR. Bukhari (185) Muslim (274))

Diterangkan pula dalam hadits Abdurrahman ibn Abi Qurood, dia berkata:

خرجت مع النبي صلى الله عليه وسلم حاجا, فرأيته خرج من الخلاء, فأتبعته بالإداوة أوالقدح وجلست له بالطريق, وكان إذا حاجته أبعد

Yang artinya: Aku keluara bersama Nabi Shallallaahu Alaihi Wasallam untuk haji, aku melihat keluar untuk buang air bear, maka aku mengikutinya dengan membawa ember atau bejana (yang berisi air), kemudian aku duduk dijalan, Dulu Nabi Shallallaahu Alaihi Wasallam  kalau menunaikan hajatnya beliau menjauh.

(HR. Ahmad 443)

10. Bersembunyi (Ditempat yang Tertutup) Saat Buang Hajat

Sebagaimana diterangkan dalam hadits Abdullah ibn Ja’far Radhiallahu Anhu, dia berkata:

أردفني رسول الله صلى الله عليه وسلم ذات يوم خلفه, فأسر إلى حديثا, أحدث أحد من الناس, وكان أحب ما استتر به رسول الله صلى الله عليه وسلم لحاجته هدف أو جائش نحل

Yang artinya: Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wasallam memboncengkan aku dibelakangnya pada suatu hari, Kemudian dia merahasiakan kepadaku suatu hadits yang aku tidak boleh menceritakan kepada seseorang dari manusia, apa yang Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wasallam paling cintai untuk menutupi manakala membuang hajat adalah bukit atau kebun kurma.

(HR. Muslim 342)

Diterangkan pula dalam hadits Ummu Hani bintu Abi Thalib Radhiallahu Anha dia berkata:

ذهبت إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم عام الفتح, فوجدته يغتسل وفاطمة ابنته تستره بثوب

Yang artinya: Aku pergi ke Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wasallam pada hari kemenangan, maka aku dapati beliau sedang mandi, dan Fathimah anak beliau menutupinya dengan baju.

11. Merenggangkan Antara Dua Kaki Pada Saat Membuang Hajat

Sebagaimana diterangkan oleh Hasan Al-Bashriy Rahimahullah, beliau berkata:

حدثني من رأى النبي صلى الله عليه وسلم بال قاعدا فتفاج حتى ظننا أن وركة سينفك

Yang artinya: Telah memberitahukan kepadaku orang yang melihat Nabi Shallallaahu Alaihi Wasallam Kencing, dengan duduk , maka beliau merenggakan kakinya sampai sampai kami menyangka pahanya akan terlepas.

(HR. Ibnu Abi Syaibah di musnadnya (1/12), dan hadits disebutkan dalam Jami’ Ash-Shahih oleh Syaikh Muqbil Rahimahullah)

12. Tidak Berdzikir Kepada Allah Saat Membuang Hajat

أن رجلا مر واو رسو ل الله صلى الله عليه وسلم يبول فسلم (أي الرجل) فلم يرد عليه

Yang artinya: Seseorang melewati Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wasallam yang mana beliau sedang kencing, orang tersebut mengusapkan salam ,maka Rosulullah Shallallaahu Alaihi Wasallam tidak membalas salamnya.

Berkata Al-Imam Nawawiy Rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim:

Dibenci bagi orang yang sedang membuang hajat berdzikir kepada Allah deng sesuatu dri dzikir dzikir ,mereka berkata:

Orang yang sedang berhajat tidak boleh bertasbih

mengucapkan:  سبحان الله

Tidak boleh bertahlil

mengucapkan: لاإله إلا الله

Dan tidak menjawab salam dan tidak pula mendoakan orang yang bersin ,dan tidak mengucapkan الحمدلله apabila dia bersin, tidak menirukan muadzin .

Mereka berkata: Begitu juga tidak berdzikir dan dzikir-dzikir tersebut saat berhubungan suami dan istri, apabila seseorang bersin pada saat dia bersetubuh maka dia mengucapkan الحمدلله di hatinya. dan tidak menggerakkan lisannya.

Selesai…

Download E-Book Risalah:

Adab Dan Doa Buang Air Besar dan Buang Air Kecil Ebook

Disalin ulang oleh: Ummu Ja’far Jasmine Umar As-Samarangiy

Jum’at, 25 Dzul-Hijjah 1436

Cilacap – Indonesia

Adab Dan Doa Buang Air Besar dan Buang Air Kecil

Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: