“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Sebab Kehancuran - Khutbah Jumat

Edisi:10/2/Muharrom/1437 

KHUTBAH PERTAMA

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً

أَمَّا بَعْدُ:

فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ.

مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَنِي وَرَحِمَكُمُ اللهُ

Sesungguhnya Alloh Subhanahu wa Ta’ala tidak akan menurunkan azab dan bala’ kepada suatu umat melainkan dengan beberapa sebab, diantara sebabnya adalah para pembesar dari umat tersebut melakukan kezholiman, Alloh Ta’ala berkata:

{وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا}

“Dan jika Kami menginginkan untuk membinasakan suatu negri maka Kami perintahkan kepada para pembesar mereka (untuk melakukan suatu ketaatan kepada Alloh) namun mereka melakukan suatu kefasiqkan di dalam negri tersebut, maka sudah selayaknya berlaku terhadapnya perkataan (keputusan Kami), kemudian Kami hancurkan negri tersebut sehancur-hancurnya”. 

Bila kita melihat kepada suatu negri datang padanya bala’ sama saja itu berupa banjir besar, gempa atau tsunami maka lihatlah apakah para pembesar dari negri tersebut ikut terkena padanya ataukah tidak?!.

Jangan bertanya kalau anda sekalian mendapati suatu kampung atau mendengarkan bahwa kampung tersebut terkena bala’ dan yang terkena adalah  para pembesar mereka, sama saja kepala kampung atau pun tokoh adat mereka, bila seperti ini keadaannya maka itu adalah tanda kebinasaan sebagaimana Alloh Ta’ala telah membinasakan umat terdahulu.

Alloh Ta’ala membinasakan pembesar umat dari kaum Nabiulloh Musa ‘Alaihishsholatu Wassalam yaitu Qorun, Alloh Ta’ala membinasakannya dan juga membinasakan orang-orang yang bersamanya disebabkan karena mereka berbuat kezholiman dengan menentang dan memusuhi da’wah yang diserukan oleh Nabiulloh Musa ‘Alaihishsholatu Wassalam, Alloh Ta’ala berkata:

{إِنَّ قَارُونَ كَانَ مِنْ قَوْمِ مُوسَى فَبَغَى عَلَيْهِمْ وَآتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُ قَوْمُهُ لَا تَفْرَحْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْفَرِحِينَ}

“Sesungguhnya Qorun adalah termasuk dari kaum Musa lalu dia berbuat zholim terhadap mereka, dan Kami telah memberikan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kalian terlalu bangga; sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri”.

Dengan kebanggaan yang dia miliki dan kecongkakannya serta penentangannya terhadap da’wah Nabiulloh Musa ‘Alaihishsholatu Wassalam maka Alloh ‘Azza wa Jalla membinasakannya, Alloh Ta’ala berkata:

{فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الْأَرْضَ فَمَا كَانَ لَهُ مِنْ فِئَةٍ يَنْصُرُونَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُنْتَصِرِينَ}

“Maka Kami menenggelamkan Qorun dan rumahnya ke dalam bumi, tidak ada baginya suatu golongan pun yang menolongnya terhadap azab Alloh, dan tidaklah dia termasuk dari orang-orang (yang dapat) membela (dirinya)”.

مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَنِي وَرَحِمَكُمُ اللهُ

Diantara sebab dibinasakannya pula suatu umat adalah adanya tindak kezholiman kepada para penyeru kebaikan, ketika mereka dizholimi oleh umat tersebut maka mereka pun berdoa dengan doa kejelekan dan kebinasaan atas umat tersebut, hal ini sebagaimana telah terjadi kepada Nabiulloh Nuh ‘Alaihishsholatu Wassalam, ketika kaumnya menzholimi dan durhaka kepada beliau maka beliau mendoakan kejelekan atas mereka, Alloh Ta’ala berkata:

{وَقَالَ نُوحٌ رَبِّ لَا تَذَرْ عَلَى الْأَرْضِ مِنَ الْكَافِرِينَ دَيَّارًا . إِنَّكَ إِنْ تَذَرْهُمْ يُضِلُّوا عِبَادَكَ وَلَا يَلِدُوا إِلَّا فَاجِرًا كَفَّارًا}

“Dan Nuh berkata: “Ya Robbku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan anak kecuali yang berbuat ma’siat lagi sangat kafir”.

Dengan sebab doa tersebut Alloh ‘Azza wa Jalla binasakan umat tersebut, Alloh Ta’ala tenggelamkan mereka ke dalam banjir besar, Alloh Ta’ala berkata:

{حَتَّى إِذَا جَاءَ أَمْرُنَا وَفَارَ التَّنُّورُ قُلْنَا احْمِلْ فِيهَا مِنْ كُلٍّ زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلَّا مَنْ سَبَقَ عَلَيْهِ الْقَوْلُ وَمَنْ آمَنَ وَمَا آمَنَ مَعَهُ إِلَّا قَلِيلٌ}

“Hingga apabila perintah Kami datang dan permukaan bumi telah memancarkan air, Kami katakan: “Muatkanlah ke dalam kapal itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman”, dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit”.

Alloh Ta’ala juga berkata:

{قَالَ لَا عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِلَّا مَنْ رَحِمَ}

“Nuh berkata: “Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Alloh kecuali Alloh (saja) yang Maha Penyayang”. Dan diperjelas lagi:

{وَقِيلَ يَا أَرْضُ ابْلَعِي مَاءَكِ وَيَا سَمَاءُ أَقْلِعِي وَغِيضَ الْمَاءُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُودِيِّ وَقِيلَ بُعْدًا لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ}

“Dan dikatakanlah: “Wahai bumi telanlah airmu, dan wahai langit hentikanlah (hujanmu) ” dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan kapal itupun berlabuh di atas bukit Judi. Dan dikatakan: “Kebinasaanlah bagi kaum yang zholim”.

Juga Musa ‘Alaihishsholatu Wassalam berdoa dengan doa kejelekan kepada Fir’aun sebagaimana Alloh Ta’ala katakan di dalam Al-Qur’an:

{وَقَالَ مُوسَى رَبَّنَا إِنَّكَ آتَيْتَ فِرْعَوْنَ وَمَلَأَهُ زِينَةً وَأَمْوَالًا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا رَبَّنَا لِيُضِلُّوا عَنْ سَبِيلِكَ رَبَّنَا اطْمِسْ عَلَى أَمْوَالِهِمْ وَاشْدُدْ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُوا حَتَّى يَرَوُا الْعَذَابَ الْأَلِيمَ}

“Dan Musa berkata: “Wahai Robb kami, sesungguhnya Engkau telah memberikan kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia. Wahai Robb kami akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Mu. Wahai Robb kami, binasakanlah harta-harta mereka, dan kunci matilah hati mereka, lalu mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih”.

Dengan sebab doa Musa dan adiknya Harun ‘Alaihimassalam tersebut Fir’aun pun binasa dengan ditenggelamkan ke dalam air laut dengan pukulan dan benturan badai yang besar, dia pun mati dalam keadaan hina dengan mendapatkan azab yang pedih, Alloh Ta’ala berkata tentangnya:

{قَالَ قَدْ أُجِيبَتْ دَعْوَتُكُمَا فَاسْتَقِيمَا وَلَا تَتَّبِعَانِّ سَبِيلَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ . وَجَاوَزْنَا بِبَنِي إِسْرَائِيلَ الْبَحْرَ فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُودُهُ بَغْيًا وَعَدْوًا حَتَّى إِذَا أَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قَالَ آمَنْتُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا الَّذِي آمَنَتْ بِهِ بَنُو إِسْرَائِيلَ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ . آلْآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ}

“Alloh berkata: “Sungguh telah dikabulkan doa kalian berdua, sebab itu tetaplah kalian berdua pada jalan yang lurus dan janganlah sekali-kali kalian berdua mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui”. Dan Kami memungkinkan Bani Isroil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga ketika Fir’aun itu telah hampir tenggelam dia pun berkata: “Saya beriman bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Yang telah diimani oleh Bani Isroil, dan saya termasuk orang-orang yang berislam (berserah diri kepada Alloh)”. “Apakah sekarang (baru kamu beriman), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan”.

Demikianlah akibat dari berbuat zholim, dan tidaklah Alloh Ta’ala membiarkan seorang pun yang berbuat zholim melainkan Alloh Ta’ala membalas kezholimannya, Alloh Ta’ala berkata:

{وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا}

“Dan diletakkanlah Al-Kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang berbuat dosa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak pula yang besar melainkan tercatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan tertulis. dan Robbmu tidak menzholimi seorang pun”.

 

KHUTBAH KEDUA:

 

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ. أَمَّا بَعْدُ:

Kita semua mungkin telah mendengar tentang dua kerajaan besar yaitu Persia dan Romawi, salah satu dari dua kerajaan tersebut telah Alloh binasakan dengan sebab doa Nabi kita Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam atas mereka, hal demikian disebabkan karena kecongkakan mereka dari mengikuti da’wah beliau Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam, ditambah lagi sobekan raja mereka terhadap surat beliau Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam yang berisikan ajakan untuk memeluk Islam.

Diriwayatkan di dalam “Ash-Shohih” dari hadits ‘Ubaidillah bin Abdillah bin ‘Utbah bin Mas’ud bahwasanya Abdulloh bin ‘Abbas mengkhabarkan kepadanya:

“أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ بِكِتَابِهِ رَجُلًا وَأَمَرَهُ أَنْ يَدْفَعَهُ إِلَى عَظِيمِ الْبَحْرَيْنِ فَدَفَعَهُ عَظِيمُ الْبَحْرَيْنِ إِلَى كِسْرَى فَلَمَّا قَرَأَهُ مَزَّقَهُ”

“Bahwasanya Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam mengutus dengan suratnya kepada seseorang dan memerintahkannya untuk disampaikan kepada pembesar di Bahroin, lalu pembesar Bahroin menyampaikannya ke Kisro (raja Persia), maka tatkala membacanya dia pun menyobek-nyobeknya”.

Al-Imam Ibnul Musayyab Rohimahulloh mengatakan:

فَدَعَا عَلَيْهِمْ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُمَزَّقُوا كُلَّ مُمَزَّقٍ

“Maka Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam mendoakan atas mereka supaya disobek-sobek mereka dengan segala bentuk sobekan”.

مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَنِي وَرَحِمَكُمُ اللهُ

Dari apa yang kami sebutkan memberikan kejelasan dan keterangan kepada kita bahwa suatu umat atau sekelompok manusia bisa binasa dengan izin Alloh Subhanahu wa Ta’ala karena sebab doa seseorang, lebih-lebih kalau yang berdoa adalah dari kalangan orang-orang yang menyerukan kepada pengikutan kepada sunnah-sunnah Rosulillah Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam, yang mereka beramal berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah, dan Alloh Ta’ala lebih mengabulkan doa mereka disaat mereka sedang memperjuangkan Al-Qur’an dan As-Sunnah lalu mereka dizholimi, Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ مُسْتَجَابَةٌ

“Dan takutlah kamu terhadap doa orang yang dizholimi karena sesungguhnya doa orang yang dizholimi adalah dikabulkan”.

Dalam suatu riwayat dengan lafazh:

وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللهِ حِجَابٌ

“Dan takutlah kamu terhadap doa orang yang dizholimi karena sesungguhnya tidak ada di antaranya dan di antara Alloh penghalang”.

Orang biasa saja bila dizholimi maka doanya terkabulkan lalu bagaimana dengan orang-orang yang memperjuangkan Al-Qur’an dan As-Sunnah kemudian mereka dizholimi karena sebab mengamalkan keduanya, maka tentu doa mereka lebih dikabulkan, karena Alloh Ta’ala telah berkata sebagaimana di dalam hadits Qudsiy:

مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ

“Barang siapa memusuhi wali-Ku maka sungguh Aku telah mengumumkan padanya dengan peperangan”.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Ditulis oleh:

Abu Ahmad Muhammad ibn Salim Al-Limboriy

ASHHABULHADITS Publishing

Download E-Book

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: