“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Sebab Ditempatkannya Bala dan Adzab

Download E-Book (PDF)

Khutbah AL-JUM’AH – Edisi: 9/25/12/1436

Khutbah Pertama:

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

وَأَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَتَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ: فإنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَديِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحَدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلةٍ

ﻣَﻌَﺎﺷِﺮَ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ رَحِمَنِي وَﺭَﺣِﻤَﻜُﻢُ اللَّهُ

Sesungguhnya Alloh Subhanahu wa Ta’ala menciptakan segala sesuatu dengan tujuan dan hikmah serta memiliki sebab, Alloh ‘Azza wa Jalla menciptakan manusia supaya menjadi kholifah di muka bumi, Alloh ‘Azza wa Jalla berkata:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ  قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ  قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

“Dan ketika Robbmu berkata kepada para malaikat: Sesungguhnya Aku akan menjadikan kholifah di muka bumi. Mereka (para malaikat) berkata: Apakah Engkau akan menjadikan kholifah di muka bumi yang akan melakukan kerusakan dan pertumpahan darah di dalamnya, sedangkan kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan mensucikan-Mu. Dia berkata: Aku lebih mengetahui terhadap apa yang kalian tidak ketahui”.

Dan Alloh Ta’ala telah jadikan suatu sebab sehingga bapak kita Adam ‘Alaihishsholatu Wassalam diturunkan ke muka bumi, Alloh Ta’ala berkata:

وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ * فَأَزَلَّهُمَا الشَّيْطَانُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ ۖ وَقُلْنَا اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ

“Dan Kami katakan: Wahai Adam tinggallah kamu dan istrimu di Jannah (Surga) dan makanlah dari makan-makanannya sesuai yang kalian berdua sukai dan janganlah kalian mendekati pohon ini sehingga kalian berdua tidak termasuk dari orang-orang yang zholim, lalu syaithon mentergenlincirkan keduanya dari Jannah dan keluar dari apa yang mereka berada padanya. Dan Kami katakan: Keluarlah kalian, sebagian kalian adalah musuh terhadap sebagian yang lainnya. Dan bagi kalian di bumi adalah tempat tinggal dan kesenangan sampai pada waktu yang ditentukan”.

Demikianlah salah satu sebab dijadikannya kita sebagai penghuni bumi ini, sungguh benar apa yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Abul ‘Abbas Ahmad Al-Harroniy Rohimahulloh:

لَيْسَ شَيْءٌ فِي الدُنْيَا وَلَا فِي الأَخرَةِ إِلَّا بِالسَبَبِ

“Tidaklah sesuatu terjadi baik di dunia maupun di akhirat kecuali dengan sebab”.

ﻣَﻌَﺎﺷِﺮَ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ رَحِمَنِي وَﺭَﺣِﻤَﻜُﻢُ اللَّه

Pada dalil yang kami sebutkan tersebut menerangkan kepada kita tentang sebab dikeluarkannya bapak kita Adam dan ibu kita Hawa dari Jannah, ini adalah musibah yang menimpa keduanya, maka dengan itu hendaknya kita pikirkan pula apa yang menyebabkan umat setelah keduanya mendapatkan bala’?.

Alloh Ta’ala telah memberikan kelebihan dan kejayaan kepada bangsa ‘Ad di zaman mereka yang tidak ada bangsa lainnya yang menyaingi mereka, namun ketika mereka melakukan kezholiman dan penentangan terhadap kebenaran maka Alloh ‘Azza wa Jalla dengan keadilan-Nya mengazab mereka, Alloh Ta’ala berkata:

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ * إِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِ * الَّتِي لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِي الْبِلَادِ

“Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Robbmu memperlakukan bangsa ‘Ad?, yaitu penduduk Iram yang memiliki bangunan-bangunan pencakar langit, yang belum pernah diciptakan sebelumnya di suatu negeri”.

Begitu pula bangsa Tsamud telah Alloh Ta’ala binasakan, padahal sebelumnya mereka adalah bangsa yang kuat, Alloh Ta’ala berkata:

وَثَمُودَ الَّذِينَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِ

“Dan bangsa Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah”.

Alloh Ta’ala binasakan mereka semuanya, sebagaimana Alloh perjelas:

وَثَمُودَ فَمَا أَبْقَىٰ

“Dan bangsa Tsamud tidak ada yang tersisa”.

Alloh Ta’ala juga telah memberikan kemegahan dan kemewahan kepada kerajaan Fir’aun hingga sungai mengalir di bawah istananya namun ketika dia dan bala tentaranya berbuat kezholiman maka Alloh Ta’ala binasakan mereka, Alloh Ta’ala berkata:

وَفِرْعَوْنَ ذِي الْأَوْتَادِ * الَّذِينَ طَغَوْا فِي الْبِلَادِ * فَأَكْثَرُوا فِيهَا الْفَسَادَ * فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍ

“Dan Fir’aun yang memiliki bala tentara yang banyak, yang mereka berbuat sewenang-wenang di muka bumi, mereka memperbanyak padanya kerusakan, maka dengan sebab itu Alloh timpakan kepada mereka cemeti azab”.

 

ﻣَﻌَﺎﺷِﺮَ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ رَحِمَنِي وَﺭَﺣِﻤَﻜُﻢُ اللَّه

Demikianlah diantara sebab Alloh Ta’ala mengazab mereka, dan ini tidak hanya berlaku atas mereka, namun siapa saja yang melakukan kezholiman pasti akan mendapatkan bagian darinya, sama saja kezholiman tersebut berupa kesyirikan yang merupakan kezholiman terbesar atau pun segala kema’siatan dan kebid’ahan dalam agama, Alloh Ta’ala berkata:

فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

“Maka masing-masing mereka Kami siksa dengan sebab dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Alloh sekali-kali tidak akan menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri”.

Dan keterangan seperti ini diperjelas dalam suatu hadits yang bagus ma’na dan kandungannya:

لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا إِلَّا فَشَتْ فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ فِي أَسْلَافِهِمْ

“Tidaklah kekejian dilakukan pada suatu kaum secara terang terangan melainkan akan tersebar diantara mereka wabah penyakit tho’un dan penyakit-penyakit yang belum pernah ada pada orang-orang sebelum mereka”.

Dengan sebab perbuatan keji maka Alloh Ta’ala membinasakan umat terdahulu, kaum Luth dibinasakan karena mereka melakukan kekejian yang belum pernah dilakukan oleh umat sebelum mereka, Alloh Ta’ala berkata:

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ * إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ

“Dan Luth ketika berkata kepada kaumnya: Mengapa kalian melakukan kekejian yang belum mendahului kalian salah seorang pun dari jin dan manusia pada perbuatan tersebut. Sungguh kalian benar-benar telah menyetubuhi para lelaki dengan penuh syahwat bukan para wanita, bahkan kalian itu adalah kaum yang melampui batas”.

Dengan sebab kemaksiatan mereka serta kerusakan aqidah dan akhlaq mereka maka Alloh binasakan mereka, Alloh Ta’ala berkata:

فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ

“Maka tatkala datang perintah Kami maka Kami menjadikan (negri mereka) yang di atasnya menjadi di bawah, lalu Kami hujankan di atas mereka dengan batu-batu dari tanah yang membakar bertubi-tubi”.

Demikianlah diantara penyebab datangnya bala’ dan azab dari Alloh Ta’ala.

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي ولَكُم، إِنّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْم.

Khutbah Kedua:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا.

وَأَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ  اللَّهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيًا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ؛

Alloh Ta’ala berkata:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan-tangan manusia, supaya Alloh merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (kepada kebenaran)”.

Dengan sebab kejelekan dan kerusakan mereka maka Alloh Ta’ala binasakan mereka sebagai pelajaran untuk umat setelah mereka, sebagaimana Alloh ‘Azza wa Jalla perjelas pada kelanjutan ayat tersebut:

قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلُ ۚ كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُشْرِكِينَ

“Katakanlah (wahai Ar-Rosul): Berjalanlah kalian ke muka bumi lalu lihatlah oleh kalian bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelumnya, dahulu kebanyakan mereka adalah orang-orang yang  musyrik”.

Dengan sebab perbuatan mereka melakukan kesyirikan di darat dan di laut serta melakukan pengrusakan di muka bumi maka Alloh Ta’ala turunkan bala’ atas mereka, supaya mereka bertaubat dan kembali kepada kebenaran, Alloh Ta’ala berkata:

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

“Dan tidaklah menimpa kalian dari suatu musibah melainkan karena disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Alloh memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahan kalian)”.

ﻣَﻌَﺎﺷِﺮَ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ رَحِمَنِي وَﺭَﺣِﻤَﻜُﻢُ اللَّه

Sesungguhnya tidak ada solusi bagi umat supaya terselamatkan dari bala’ dan azab Alloh melainkan hanya dengan kembali kepada al-haq (kebenaran), mencintai ahlul haq, dan senantiasa bertaubat serta bersitghfar, Alloh Ta’ala berkata:

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Dan tidaklah Alloh mengazab mereka sedangkan kamu berada pada mereka, dan tidaklah Alloh mengazab mereka sedangkan mereka beristighfar”.

Ketika syari’at yang dibawa oleh Nabi kita Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam terus dihidupkan di tengah umat maka bala’ akan terangkat, namun bila syari’at tersebut atau sunnah-sunnah Nabi kita Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam dimusuhi dan dihalangi pengamalannnya maka disitulah bala’ dan azab akan ditimpakan, Alloh Ta’ala berkata:

فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Maka hendaklah orang-orang yang menyelisihi perintahnya takut ditimpakan kepada mereka suatu fitnah atau ditimpakan kepada mereka azab yang pedih”.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ.

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى.

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي اْلأُمُوْرِ، وَنَسْأَلُكَ عَزِيْمَةَ الرُّشْدِ، وَنَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي اْلأُمُوْرِكُلَّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ اْلآخِرَةِ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

******

Ditulis oleh:

Al-Ustadz Abu Ahmad Muhammad ibn Salim Al-Limboriy

Iklan

Comments on: "Khutbah Jum’at Edisi 9 – Sebab Ditimpakannya Bala dan Adzab" (2)

  1. maaf Pak Ustad, sy awam, ga ngerti, trkait khutbah di atas, di Suriah itu dulunya kan banyak ulama, bahkan banyak Santri Muslim yang belajar di sana, tapi kenapa Allaah Ta’ala biarkan Rafidi menghancurkan negeri tsb. Dosa apa gerangan ya Ustad… Mohon penjelasannya Ustad. trmkash bnyk sblumnya.

    Suka

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: