“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

ULANG TAHUN

Ustadz… bolehkah makanan dari syukuran Ulang Tahun anak tetangga dimakan?.

Jawaban: Sebaiknya ditinggalkan makanan tersebut, sehingga manusia tidak lagi mengatakan: “Acaranya dilarang sementara makanannya dimakan”.

Dan makanan tersebut adalah syubhat yang seharusnya dijauhi, Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

«إن الحلال بين وإن الحرام بين، وبينهما أمور مشتبهات، فمن اتقى الشبهات فقد استبرأ لدينه وعرضه، ومن وقع في الشبهات وقع في الحرام»

“Sesungguhnya yang halal telah jelas dan sesungguhnya yang harom telah jelas pula, diantara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubuhat (tersamar-samarkan), barang siapa menjauhi perkara syubuhat maka dia telah menjaga agama dan kehormatannya, dan barang siapa terjatuh ke dalam perkara syubhat maka dia terjatuh ke dalam keharoman”.

Dan istilah atau penamaan “syukuran” itu berbeda-beda pada setiap adat kebiasaan, sebagian adat suatu suku menganggap syukuran adalah acara makan-makan yang tidak ada padanya kesyirikan dan kebid’ahan, acara seperti ini boleh dihadiri dan boleh dimakan makanan-makanannya. Dan pada suku yang lainnya menganggap syukuran itu adalah acara pengadaan sesajian yang disajikan kepada arwah para leluhur, dan ini diikutkan dengan tahlilan, maka makanan dari acara ini tidak boleh untuk dimakan.

Adapun pada syukuran yang ditanyakan di sini maka dia adalah syukuran hari ulang tahun yang dia merupakan acara bid’ah dan ma’siat, tidak boleh menghadirinya dan tidak boleh pula bekerja sama pada acaranya dan tidak boleh pula menjualkan makanan apapun pada acara tersebut:

(وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ)

“Dan janganlah kalian bekerja sama di atas perbuatan dosa dan permusuhan”.

Sebaiknya tidak menerima makanan atau minuman yang diberikan dari acara tersebut, karena bila diterima maka mereka yang memberi akan bertambah senang sehingga dengan itu mendorong dan memotivasi mereka untuk mengulangi memberi pada kesempatan berikutnya, supaya tidak masuk dalam pemberian peluang atau kesempatan dalam bekerja sama pada perkara terlarang tersebut maka hendaknya dijelaskan dengan baik bahwasanya kita tidak menyukai makanan-makanan dari acara tersebut sebagaimana ketidak sukaan kita terhadap acara tersebut.

Dijawab oleh: Ustadz Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy

(Limboro-Huamual, 26/12/1436).

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: