“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Keutamaan Mendengar dan Membaca 1

Khutbah AL-JUM’AH

Edisi: 8/17/12/1436

Keutamaan Membaca dan Mendengar

KHUTBAH PERTAMA

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.

وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

أَمَّا بَعْدُ؛

فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِيْ النَّارِ.

ﻣَﻌَﺎﺷِﺮﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ رَحِمَنِي وَﺭَﺣِﻤَﻜُﻢُ اللَّهُ

Sesungguhnya Alloh Ta’ala telah berkata di dalam Al-Qur’an:

(اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ * خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ * اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ * الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ * عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ)

“Bacalah dengan menyebut nama Robbmu yang telah menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Robbmu yang Al-Akrom (Maha Mulia), yang Dia telah mengajarkan dengan pena. Dia mengajarkan seseorang terhadap apa yang dia tidak ketahui”.

Pada ayat ini Alloh Ta’ala memerintahkan Rosul-Nya Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam untuk membaca, dan perintah membaca terulang dua kali, ini menunjukan tentang pentingnya membaca yang langsung malaikat Jibril ‘Alaihissalam diutus oleh Alloh kepada Rosul-Nya dengan perintah ini. Kemudian penyebutan dengan suatu sarana penting yaitu pena, dengannya seseorang bisa mengikat ilmu hingga tidak lepas darinya dan tidak pula terlupakan, Alloh Ta’ala sebutkan tentang pengajaran dari-Nya kepada para malaikat-Nya juga kepada bapak kita Adam ‘Alaihissalam sebagaimana Alloh Ta’ala terangkan di dalam Al-Qur’an:

وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَٰؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ * قَالُوا سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ * قَالَ يَا آدَمُ أَنْبِئْهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ ۖ فَلَمَّا أَنْبَأَهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنْتُمْ تَكْتُمُونَ

“Dan Dia telah mengajarkan kepada Adam nama-nama semuanya, kemudian memaparkannya kepada para malaikat, Dia berkata: Kabarkanlah kalian kepada-Ku terhadap nama-nama itu semuanya jika kalian adalah benar. Mereka berkata: Maha suci Engkau tidak ada ilmu bagi kami kecuali terhadap apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami, sesungguhnya Engkau adalah Al-‘Alim (Maha Berilmu) lagi Al-Hakim (Maha Bijaksana). Dia berkata: Wahai Adam Kabarkanlah kepada mereka tentang nama-nama semua itu, maka tatkala dia telah mengabarkan kepada mereka nama-nama semuanya Dia berkata: Bukankah Aku telah katakan kepada kalian: Sesungguhnya Aku adalah lebih tahu tentang perkara ghoib di langit-langit dan di bumi, dan Aku mengetahui apa yang kalian tampakan dan apa yang kalian sembunyikan”.

Pada dua dalil tersebut menunjukan bahwa awal mula diturunkannya Al-Qur’an diawali dengan perintah untuk belajar, diawali dengan perintah membaca, didengarkan langsung oleh Nabi kita Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam dari lisan Jibril ‘Alaihissalam. Begitu pula awal diciptakannya bapak kita Adam ‘Alaihissalam diawali dengan pengajaran, diajarkan kepada beliau tentang nama segala sesuatu kemudian beliau mengabarkannya kepada para malaikat.

ﻣَﻌَﺎﺷِﺮَ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ رَحِمَنِي وَﺭَﺣِﻤَﻜُﻢُ اللَّهُ

Sesungguhnya membaca atau juga mendengarkan bimbingan dan pengajaran Islam termasuk salah satu sebab seseorang mendapatkan hidayah, tidaklah ratu negri Saba’ memeluk agama Islam yang dida’wahkan oleh Nabiulloh Sulaiman ‘Alaihissalam melainkan dengan sebab membaca, ketika surat beliau yang berisikan seruan kepada Islam sampai kepadanya maka ia pun membacanya:

قَالَتْ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ إِنِّي أُلْقِيَ إِلَيَّ كِتَابٌ كَرِيمٌ * إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ * أَلَّا تَعْلُوا عَلَيَّ وَأْتُونِي مُسْلِمِينَ

“Ia berkata: Wahai para mentri sesungguhnya telah diberikan suatu tulisan yang mulia, bahwasanya dia dari Sulaiman dan padanya berisikan “Dengan nama Alloh yang Ar-Rohman (Maha Pengasih) lagi Ar-Rohim (Maha Penyayang). Dan janganlah kalian merasa congkak kepadaku dan datanglah kalian kepadaku dalam keadaan berislam”.

Dan tidak pula para jin di zaman kerasulan memeluk agama Islam melainkan karena sebab mendengarkan Al-Qur’an ketika dibacakan, Alloh Ta’ala berkata:

قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا * يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ ۖ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا

“Katakanlah (wahai Ar-Rosul): Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya sekelompok jin telah mendengarkan, mereka mengatakan: Sesungguhnya kami mendengarkan Al-Qur’an yang menakjubkan, dia menunjukan kepada jalan yang lurus maka kami beriman dengannya, dan kami tidak akan menyekutukan Robb kami dengan sesuatu apapun”.

ﻣَﻌَﺎﺷِﺮَ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ رَحِمَنِي وَﺭَﺣِﻤَﻜُﻢُ اللَّهُ

Maka dengan itu kami mengajak anda sekalian untuk memperbanyak membaca tulisan atau buku-buku Islamiy yang ditulis berdasarkan dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman salaf (para pendahulu yang shohih) atau mendengarkan pengajian yang disampaikan oleh para da’i yang berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah karena dua jalan ini merupakan pembuka bagi seseorang untuk mendapatkan hidayah dan taufiq dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala.

Barang siapa menempuh metode membaca dan mendengarkan ini maka sungguh dia telah menempuh jalan kepada kebenaran, berapa banyak dari umat Islam yang dahulunya ada dari mereka yang kafir namun ketika mereka menempuh metode membaca dan mendengarkan maka mereka pun mendapatkan hidayah dengan memilih untuk memeluk agama Islam, Alloh Ta’ala berkata:

فَمَنْ أَسْلَمَ فَأُولَٰئِكَ تَحَرَّوْا رَشَدًا

“Barang siapa yang berislam maka sungguh dia telah memilih jalan yang lurus”.

1Begitu pula Kholilulloh Ibrohim ‘Alaihissalam pada awalnya beliau membaca keberadaan alam semesta dengan cara melakukan pengamatan, Alloh Ta’ala berkata:

وَكَذَٰلِكَ نُرِي إِبْرَاهِيمَ مَلَكُوتَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلِيَكُونَ مِنَ الْمُوقِنِينَ

“Dan demikianlah Kami memperlihatkan kepada Ibrohim kekuasaan langit-langit dan bumi supaya dia termasuk dari orang-orang yang yaqin”.

Ketika beliau sudah melakukan pengamatan baik kepada bintang-bintang, bulan dan matahari maupun yang lainnya dari kekuasaan-kekuasaan Alloh maka beliau langsung yaqin tentang Alloh dan kekuasaan-kekuasaan-Nya, Alloh ‘Azza wa Jalla berkata tentang perkataannya:

إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا ۖ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Yang menciptakan langit-langit dan bumi dengan penuh pasrah kepada agama yang lurus, dan aku tidak termasuk dari orang-orang musyrik”.

Demikianlah keberadaan orang-orang yang membuka mata mereka untuk membaca dan melihat kepada kekuasaan dan ayat-ayat Alloh, demikian pula orang-orang yang membuka pendengaran mereka untuk mendengarkan ayat-ayat Alloh yang dibacakan kepada mereka maka mereka mendapatkan petunjuk ke jalan yang lurus.

Adapun orang-orang yang tidak membuka mata untuk melihat kekuasaan dan ayat-ayat Alloh serta tidak membuka telinga untuk mendengarkannya maka mereka tidak akan mendapatkan petunjuk dan bahkan mereka akan bertambah di atas kesesatan dan kebutaan di dalam hati, Alloh ‘Azza wa Jalla berkata:

أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ

“Tidakkah mereka berjalan di muka bumi supaya keberadaan hati bagi mereka untuk memikirkan dengannya atau telinga supaya mereka mendengarkan dengannya, karena sesungguhnya bukanlah mata yang buta akan tetapi hati yang buta, yang ada di dalam dada”.

Orang-orang yang tidak menggunakan mata mereka untuk melihat kekuasaan Alloh dan ayat-ayat-Nya, juga hatinya tidak mau menggunakannya untuk memikirkan, merenungi dan memahami ayat-ayat Alloh dan kekuasaan-Nya maka tempat kembali mereka adalah neraka jahannam, Alloh Ta’ala berkata:

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

“Dan sungguh benar-benar Kami telah menjadikan penghuni neraka jahannam adalah kebanyakannya dari jin dan manusia, bagi mereka hati namun tidak mempergunakannya untuk memahami dengannya, bagi mereka mata namun tidak mempergunakannya untuk melihat dengannya dan bagi mereka telinga namun tidak mempergunakannya untuk mendengarkan dengannya. Mereka itu seperti binatang ternak bahkan mereka lebih sesat, mereka itu adalah orang-orang yang lalai”.

ﻣَﻌَﺎﺷِﺮَ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ رَحِمَنِي وَﺭَﺣِﻤَﻜُﻢُ اللَّه

Alloh Ta’ala menciptakan bagi kita mata dan telinga supaya kita menggunakannya, jika kita menggunakannya pada kebaikan maka kita diberi pahala dengannya namun kalau kita menyalah gunakannya maka kita akan dimintai pertanggung jawaban oleh Alloh Ta’ala sebagaimana Alloh ‘Azza wa Jalla perjelas di dalam Al-Qur’an:

إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya itu akan dimintai pertanggung jawabannya”.

KHUTBAH KEDUA

إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ. أَمَّا بَعْدُ؛

Orang-orang yang tidak menggunakan penglihatan dan pendengaran mereka terhadap ayat-ayat Alloh sama saja mereka tidak mau membaca atau tidak mau mendengarkannya maka bagi mereka adalah penderitaan dan kesengsaraan hidup di dunia dan di akhirat, Alloh ‘Azza wa Jalla berkata:

وَمَنْ كَانَ فِي هَٰذِهِ أَعْمَىٰ فَهُوَ فِي الْآخِرَةِ أَعْمَىٰ وَأَضَلُّ سَبِيلًا

“Dan barang siapa yang keberadaannya di dunia ini adalah buta maka dia di akhirat juga buta, dan dia paling sesat jalannya”.

Yang dimaksud kebutaan di dalam ayat ini adalah tidak mau membuka mata untuk membaca, memandang dan mencermati kekuasaan dan ayat-ayat Alloh sebagaimana Alloh Ta’ala perjelas di dalam Al-Qur’an:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ * قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَىٰ وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا * قَالَ كَذَٰلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا ۖ وَكَذَٰلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَىٰ * وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي مَنْ أَسْرَفَ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِآيَاتِ رَبِّهِ ۚ وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَشَدُّ وَأَبْقَىٰ

“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku (Al-Qur’an) maka sungguh baginya penghidupan yang sempit dan Kami membangkitkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. Dia berkata: Wahai Robbku kenapa Engkau membangkitkanku dalam keadaan buta dan sungguh dahulunya aku adalah melihat?, Alloh berkata: Demikianlah telah datang ayat-ayat Kami lalu kamu melupakannya dan demikianlah pada hari ini kamu dilupakan. Demikianlah Kami membalas orang yang melampui batas dan dia tidak beriman kepada ayat-ayat Robbnya. Dan sungguh azab akhirat adalah lebih bahaya dan lebih kekal”.

ﻣَﻌَﺎﺷِﺮَ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ رَحِمَنِي وَﺭَﺣِﻤَﻜُﻢُ اللَّهُ

Demikianlah ancaman bagi siapa saja yang tidak mau menggunakan penglihatannya untuk melihat dan mencermati kekuasaan dan ayat-ayat Alloh ‘Azza wa Jalla, begitu pula yang memiliki pendengaran kalau dia tidak mau menggunakannya untuk mendengarkan ayat-ayat Alloh maka dia akan mendapatkan ancaman yang serupa. Tidak hanya orang-orang yang seperti itu sifatnya namun orang yang mengingkari ayat-ayat Alloh ‘Azza wa Jalla juga mendapatkan ancaman seperti itu atau bahkan lebih, Subhanahu wa Ta’ala berkata:

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا صُمٌّ وَبُكْمٌ فِي الظُّلُمَاتِ

“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah buta dan tuli dalam kegelapan-kegelapan”.

Prilaku yang kami sebutkan sama saja tidak mau membaca ayat-ayat Alloh, tidak mau melihat kekuasaan Alloh serta tidak mau mendengarkannya maka sifat ini bukanlah prilaku orang-orang baik, bukan sifat para nabi dan rosul dan bahkan bukan sifat orang-orang yang bertaqwa.

Semoga Alloh Ta’ala menjadikan kita termasuk dari orang-orang yang bertaqwa dan senantiasa mengikuti bimbingan Alloh dan Rosul-Nya.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحبِهِ وَسَلَّمَ.

سُبحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمدِكَ، أَشهَدُ أَن لاَ إِلَهَ إِلَّا أَنتَ، أَستَغفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيكَ.

Ditulis oleh:

Ustadz Abu Ahmad Muhammad ibn Salim Al-Limboriy

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: