“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

keutamaan 2

Sesungguhnya keutamaan tentang Hijab banyak, kedudukannya besar dan mulia bagi individu dan masyarakat, dan hijab menjadikan perempuan mempunyai kedudukan yang tinggi, mulia dan kewibawaan yang besar, serta tempat yang terpuji.

Dan menjadikannya suri tauladan yang baik, permata yang mahal, permata indah yang terjaga dari gangguan orang orang yang bodoh dan aman dari tipu daya orang orang yang jelek.

Oleh karena itu Allah Ta’ala Mewajibkan Hijab serta memuliakan ibu-ibu Kaum Mukminin dengannya serta anak-anak Nabi yang terpercaya, yang mereka mempunyai iman dan keyakinan.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.”  QS: Al Ahzab : 59

Dan keutamaan Hijab, manfaat dan kedudukannya tidak terbatas pada risalah ini, karena kami pada suatu yang diringkas dan disegerakan, mengingatkan kepada Wanita Muslimah yang Allah Subhanahu Wata’ala memuliakan dan cintanya dari nikmat Hijab Syar’i yang menunjukkan tentang butuh dan pentingnya hal tersebut. Dengan menyebutkan nikmat Allah  Ta’ala, Maka kami katakan dengan Taufiq Allah:

Hijab 1

Dan Allah  Ta’ala telah menjadikan fitroh kepada hambanya untuk menutup aurat, oleh karena itu ketika bapak kami Adam dan Ibu kami Hawa memakan buah dari pohon, yang membuat kelihatan aurot mereka, maka keduanya bersegera untuk menutupnya.

Allah Ta’ala berfirman:

فَدَلَّاهُمَا بِغُرُورٍ ۚ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ الْجَنَّةِ ۖ وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَن تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُل لَّكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُّبِينٌ

Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?” QS: Al A’raf : 22

Dan semangat jiwa yang baik adalah untuk menutup aurat yang itu termasuk dari tanda tanda kekuasaan Allah Ta’ala. Dan itu termasuk apa yang Allah Ta’ala. Perintahkan kepada hambanya. Allah ta’ala berkata:

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. QS: Al A’raf 26

Dan meremehkan Hijab Syar’i dan membuka aurat serta tidak menjaganya adalah meniadakan fitroh yang bersih, bahkan ini termasuk dari perilaku jiwa yang jelek.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا ۗ إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaithan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya `auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menj
adikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.
QS: Al A’raf : 27

 Hijab 2

Allah Ta’ala  berfirman:

تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ ۚ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. QS: An Nisa’: 13

وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ

Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan. QS: Al- Nur 52

وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. QS: Al Ahzab: 71

وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ وَمَن يَتَوَلَّ يُعَذِّبْهُ عَذَابًا أَلِيمًا

Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya; niscaya Allah akan memasukannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan barang siapa yang berpaling niscaya akan diadzab-Nya dengan adzab yang pedih. QS: Al-Fath: 17

Hijab 3

Dan termasuk dari sifat sifat wanita yang bertaqwa adalah: Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” QS: Al Ahzab: 59

Dan Meremehkan Hijab Syar’i adalah tanda dari lemahnya iman, serta tidak sempurnanya iman dan kuatnya, bahkan itu termasuk dari sifat jahiliyyah. Allah ta’ala berkata:

وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ

“Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu”. QS: Al-Ahzab: 33

Hijab 4 

Dan meremehkan Hijab Syar’i adalah tanda sedikit rasa malu, sebab keraguan. Dan dalam Shahih Al-Bukhori (no 6120) dari Abu Mas’ud Radhiallaahu Anhu berkata: Bersabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.:

إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ الأُولَى إِذَا لَمْ تَسْتَحِي فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ ‏”‏‏.‏

“Sesungguhnya apa yang di temui dari perkataan nabi terdahulu, apabila engkau tidak malu, maka lakukanlah apa yang engkau kehendaki.”

Hijab 5

Allah Ta’ala berfirman:

إِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِن وَرَاءِ حِجَابٍ ۚ ذَٰلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ

“Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari  belakang tabir.Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka” QS: Al Ahzab: 53

Dan meremehkan Hijab Syar’i sebab terhalangnya dari pembersihan hati yang sempurna, bahkan itu sebab sebab rusaknya hati.

Hijab 6

Allah  Ta’ala berfirman:

ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ

“Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang”. QS: Al-Ahzab: 59

Dan dari sini kita mengetahui bahwasannya sebab terbesar perlindungan bagi wanita  adalah wajibnya memakai Hijab. Dan meremehkan dari Hijab Syar’i adalah sebab terhalangnya perempuan dari penjagaan yang kokoh tersebut dan keamanan yang besar dan Allah Ta’ala telah berfirman:

يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِّنَ النِّسَاءِ ۚ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَّعْرُوفًا

“Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.” QS: Al-Ahzab: 32

Apabila orang-orang yang jahat menginginkan sesuatu dari perempuan dengan sebab suaranya yang lembut, maka bagaimana kalau dia melihatnya berhias tanpa memakai Hijab??.

Hijab 7

Dan hal tersebut menunjukkan tentang selamatnya dia dari jalan jalan kejelekan, perantara  kerusakan yang penyeru Tabarruj (berhias).

Dan senjata yang menunjukkan tentang kuatnya perempuan dalam menghadapi musuh-musuh Islam.

Dan meremehkan Hijab akan memalingkan perintah manusia ke kepala perempuan yang hal itu menunjukkan tentang lemahnya dia, serta tidak ada kemauan terhadap apa yang membuat baik baginya.

Dan itu termasuk tanda lemahnya dia dalam menghadapi penyeru kejelekan dan perantara kerusakan.

Hijab 8

Pada Shahih Muslim (2128) dari Abi Hurairah Radhiallahu Anhu Berkata Besabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.:

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا ‏”‏

“Dua jenis dari penduduk neraka yang tidak petnah aku melihat keduanya: Kaum yang bersamanya cambuk seperti ekor sapi, yang dibuatnya untuk memukul manusia. Dan wanita yang berpakaian telanjang, berlenggak lenggok, yang kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak masuk surga, tidak pula mencium baunya, dan baunya itu bisa dicium dari perjalanan dari sini sampai sana.”

Dan dalam Musnad Imam Ahmad (4/197) dari Amr bin Ash Ra. Dia berkata:

بينما نحن مع النبي صلى الله عليه وسلم فقال : ((انظروا هل ترون شيئا))؟ فقلنا : نرى غربانا غراب أعصم أحمر المنقار والرجلين. فقال رسول الله : ((لا يدخلون الجنة من النساء إلا من كان منهن مثل هذا الغراب في الغربان))

Ketika kami bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam beliau berkata : Lihatlah, apakah kalian melihat sesuatu??” Maka kami katakan: Kami melihat sekumpulan gagak yang diantaranya gagak tersebut putih kedua sayapnya yang merah paruhnya dan kedua kakinya.”  Dan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Tidak akan masuk surga dari kalangan wanita  kecuali mereka yang seperti gagak dalam sekelompok gagak-gagak tersebut.”

Dan itu adalah sebab dari maksiat serta meremehkan tentang Hijab. Adalah yang putih kedua sayapnya, atau putih kedua kakinya. (An-Nihayah)

Hijab 9

Dan meremehkan Hijab Syar’i menunjukkan tentang kelalaian dalam mendidik anak perempuan, peremehan yang berbahaya dan kelalaian yang parah.

Dalam Shohih Bukhori (750) Muslim (142) dari Ma’qil bin Yassar Radhiallahu Anhu. Berkata: Bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.:

مَا مِنْ أَمِيرٍ يَلِي أَمْرَ الْمُسْلِمِينَ ثُمَّ لاَ يَجْهَدُ لَهُمْ وَيَنْصَحُ إِلاَّ لَمْ يَدْخُلْ مَعَهُمُ الْجَنَّةَ ‏”

“Dan tidaklah seorang hamba yang Allah berikan dia kekuasaan, kemudian dia tidak menunaikan nasehat kecuali dia tidak akan mencium bau surga.”

Dan dalam Shohih Bukhory (5200) Muslim (1829) dari Abdullah bin Umar berkata: Bersabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

أَلاَ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ‏”

“Semuanya adalah pemimpin, dan setiap yang memimpin akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya. Dan seorang lelaki adalah pememimpin dari kelarganya, dan ditanya tentang kepemimpinannya, dan Perempuan di dalam rumah suaminya adalah pemimpin, dan akan di tanya tentang kepemimpinannya.” Dan anak perempuan termasuk dari kepemimpinan nya.”

Hijab 10 

Dan meremehkan Hijab Syar’i menunjukkan tentang tidak pedulinya tentang kehormatan yang mahal. Dan pemilik Sunan dari Said bin Zaid Ra. Berkata : Bersabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

من قتل دون عرضه فهو شهيد

“Barang siapa dibunuh karena membela kehormatannya, maka dia syahid”

Hijab 11 

Dan meremehkan Hijab Syar’i adalah sebab terhalangnya dari suri tauladan yang baik, bahkan menjadi wanita yang berhias menjadi contoh yang jelek bagi anak-anak perempuannya dan saudara perempuannya.

Dan mengajak kepada keadaannya tersebut kepada kejelekan tanpa dia inginkan atau tidak di inginkan.

Allah Ta’ala. Berkata:

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَن تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka adzab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui. QS: An Nur: 19

Hijab 12

Oleh karena itu Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam berkata kepada seorang pelamar:

فاظفرت بذات الدين تربت بيدك

“…maka capailah dari sisi agama, maka hendaknya dengan hal tersebut.” Al Bukhori (5090) Muslim (1466) dari hadits Abu Hurairah Radhiallahu Anhu.

Hijab 13

Dalam Al Bukhori (5096) Muslim (2741) dari Usamah bin Zaid Radhiallahu Anhu. Dia berkata: bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam:

ما تركت بعدي فتنة أضر على الرجال من النساء

“Tidakklah aku tinggalkan fitnah setelahku yang lebih berbahaya bagi laki laki dari pada wanita”

Dan Shohih Muslim (2742) dari Abu Said Al-Khudriy berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إتقوا الدنيا، واتقوا النساء، فإن أول فتنة بني إسرائيل كانت في النساء

“Hati hatilah dari dunia, dan hati hati dari wanita, karena awal fitnah dari Bani Israel terjadi dari wanita.”

Dan meremehkan Hijab Syar’i termasuk dari sebab rusaknya masyarakat dan jalan yang menghantarkan jatuh dalam perbuatan keji dan kemungkaran.

Dan dalam Al-Bukhory (6612) Muslim (2657) dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu. Berkata: bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.:

كتب على بني أدم نصبه من الزنا مدرك ذلك لا محالة، فالعينان زينهما النظر، والأذنان زيناهما الإستماع، واللسان زناه الكلام، واليد زناها البطش، والرجل زناها الخطا، والقلب يهوى ويتمنى، ويصدق ذلك الفرج ويكذبه

“Telah dituliskan kepada Bani adam bagiannya dari zina yang ia dapati hal itu, kedua mata zinanya dengan melihat, kedua telinga zinanya dengan mendengar, lisan zinanya dengan berbicara, tangan zinanya dengan bertindak, kaki berzinnya dengan berjalan, hati berzina dengan hawa nafsu yang membayangkan, membenarkan dan mendustakan adalah kemaluan.”.

Penutup serta penjagaan adalah membantu terbesar untuk menjaga kehormatan.

Maka sungguh mulianya keutamaan Hijab Syar’i dan butuh seorang muslimah terhadapnya.

Maka alangkah besar nasib buruk dan kerugian bagi barang siapa yang meremehkan pada hal ini.

Adapun Syarat-Syarat yang terdapat pada dalil dalil adalah:

  1. Harus menutup seluruh tubuhnya secara sempurna.
  2. Harus tertutup tidak tipis.
  3. Harus lebar tidak boleh sempit.
  4. Tidak boleh busana yang asalnya adalah hiasan.
  5. Tidak boleh berpakaian syuhroh (berbusana yang menyelisihi syareat.).
  6. Tidak memakai wewangian.
  7. Tidak menyerupai pakaian laki-laki .
  8. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir 
Ditulis oleh: Asy-Syaikh Abu Abdirrahman Abdullah ibn Ahmad Al-Iryaniy Hafidzahullah
 
Kami mendapatkan lembaran Risalah ini langsung dari Syaikh Abdullah Al-Iryaniy saat beliau berada di Masjid ASHHABULHADITS untuk disebar luaskan kepada kaum Muslimin.
 
Dan didalam risalah tersebut tidak disebutkan penerjemahnya.
 
Cianjur, Ramadhan 1430 H 
Disalin ulang oleh: Ummu Ja’far Jasmine bint Umar Al-Jawiy (08/07/2011)
Download Risalah Hijab dalam bentuk PDF:
KEUTAMAAN HIJAB

Comments on: "Keutamaan Hijab Dalam Syareat Islam" (1)

  1. […] Ditulis oleh: Asy-Syaikh Abu Abdirrahman Abdullah ibn Ahmad Al-Iryaniy Hafidzahullah Kami mendapatkan lembaran Risalah ini langsung dari Syaikh Abdullah Al-Iryaniy saat beliau berada di Masjid ASHHABULHADITS untuk disebar luaskan kepada kaum Muslimin. Dan didalam risalah tersebut tidak disebutkan penerjemahnya. Cianjur, Ramadhan 1430 H Disalin ulang oleh: Ummu Ja’far Jasmine bint Umar Al-Jawiy (08/07/2011) Download Risalah Hijab dalam bentuk PDF: https://goo.gl/hs6jeo  sumber:https://ashhabulhadits.wordpress.com/2015/10/01/keutamaan-hijab/ […]

    Suka

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: