“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Doa yang Mencukupi

Betapa banyak kesalahan dan ketergelinciran yang ada pada diri kita, yang kita sengaja maupun tidak, yang kita tahu maupun tidak, dan dengan Rahmat Allah yang luas, tidak ada bagi kita selain mentauladani Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam.

Dan terdapat dalam Shahih Muslim, Dari Abu Musa semoga Allah meridhoinya, dari Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bahwa Beliau berdoa dengan doa ini:

اللهُمَّ اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي وَجَهْلِي ، وَإِسْرَافِي فِي أَمْرِي، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، اللهُمَّ اغْفِرْ لِي جِدِّي وَهَزْلِي، وَخَطَئِي وَعَمْدِي، وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِي، اللهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

 “Ya Allah, ampunilah kesalahan dan kebodohanku,

Dan berlebihan ku dalam urusanku,

 dan apa yang Engkau lebih tahu tentang nya daripadaku.

 Ya Allah, ampunilah apa yang ku perbuat, yang sungguh-sungguh maupun yang tidak,

 yang tak sengaja dan yang ku sengaja, dan semua itu ada dariku.

 Ya Allah, ampunilah aku yang berlalu maupun yang akan ku lakukan,

 apa yang aku sembunyikan dan apa ku tampakkan, dan apa yang engkau lebih tahu tentang nya dari ku,

 Engkau adalah Maha Mendahulukan, dan Engkau Maha mengakhirkan, dan Engkau Maha kuasa atas segala sesuatu.”

 

Berkata Imam An-Nawawi semoga Allah merahmati nya: Ucapan beliau Shallallahu Alaihi Wa Sallam :

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي وَجَهْلِي وَإِسْرَافِي إِلَى قَوْلِهِ وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِي

“Ya Allah, ampunilah kesalahan dan kebodohanku, dan sikap ku yang berlebihan -sampai perkataan nya- dan semua itu ada pada ku.

Yaitu saya mempunyai sifat-sifat yang seperti ini, maka ampunilah untukku.

Ada yang mengatakan :

“Beliau mengucapkan nya sebagai rasa tawadhu’/rendah hati, dan dan beliau menganggap ketidak sempurnaan pada diri nya sebagai dosa-dosa.”

 

Ada lagi yang mengartikan :

“Yang Beliau maksud kan adalah perkara yang terlalaikan.”

 

Ada juga yang menafsirkan :

“Ini adalah dalam perkara yang sebelum masa ke-nabian.”

Dan bagaimana pun juga maka beliau Shallallahu Alaihi Wa Sallam telah diampuni dosa nya yang lalu dan yang akan datang, dan beliau berdoa dengan ini dan yang lainnya, sebagai rasa rendah hati, karena doa merupakan ibadah.

Berkata ahli bahasa “Al Israaf” adalah melampaui batas.

 

Dan ucapan beliau Shallallahu Alaihi Wa Sallam :

“Engkau adalah Maha Mendahulukan, dan Engkau Maha mengakhirkan”; yaitu mendahulukan siapa yang dia kehendaki dari makhluk nya kepada Rahmat dan Taufiq-Nya.

*******

Ditulis oleh: Asy-Syaikh Abu Muhammad Abdul-Hamid Al-Hajuriy Hafidzahullah (14 Dzul-Hijjah 1436 H)

Diterjemahkan oleh: Abu Adam Abdusy-Syakur Al-Baliy Hafidzahullah (15 Dzul-Hijjah 1436H)

NASKAH ASLI

 

((دعاء جامع))

ما أكثر الزلل والخطأ الذين نقع في بعمد او سهو بعلم او جهل ومع أوسع مغفرة الله فما علينا الا الاقتداء برسول الله صلى الله عليه وسلم

في صحيح مسلم عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ كَانَ يَدْعُو بِهَذَا الدُّعَاءِ: «اللهُمَّ اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي وَجَهْلِي، وَإِسْرَافِي فِي أَمْرِي، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، اللهُمَّ اغْفِرْ لِي جِدِّي وَهَزْلِي، وَخَطَئِي وَعَمْدِي، وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِي، اللهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ»

قال النووي رحمه الله: قَوْلُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي وَجَهْلِي وَإِسْرَافِي إِلَى قَوْلِهِ وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِي أَيْ أَنَا مُتَّصِفٌ بِهَذِهِ الْأَشْيَاءِ اغْفِرْهَا إلى قِيلَ قَالَهُ تَوَاضُعًا وَعَدَّ عَلَى نَفْسِهِ فَوَاتَ الْكَمَالِ ذُنُوبًا وَقِيلَ أَرَادَ مَا كَانَ عَنْ سَهْوٍ وَقِيلَ مَا كَانَ قَبْلَ النُّبُوَّةِ وَعَلَى كُلِّ حَالٍ فَهُوَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَغْفُورٌ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ فَدَعَا بِهَذَا وَغَيْرِهِ تَوَاضُعًا لِأَنَّ الدُّعَاءَ عِبَادَةٌ قَالَ أَهْلُ اللُّغَةِ الْإِسْرَافُ مُجَاوَزَةُ الْحَدِّ قَوْلُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ) يُقَدِّمُ مَنْ يَشَاءُ مِنْ خَلْقِهِ إلى رحمته بتوفيقه.

أبو محمد الحجوري ١٤ الحجة ١٤٣٦

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: