“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Bahaya Hadits Palsu dan LemahDownload PDF 1.MB

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد

Alhamdulillah Was Shalaatu Was Salaamu Alaa Rasuulillah, dan setelah ini..

Banyak nya hadits-hadits yang tersebar di WhatsApp, Facebook dan yang lainnya baik yang lemah atau yang palsu, ini adalah bahaya yang besar.

Berkata Imam Muslim dalam muqaddimah “shahih”nya:

“Ketahui lah, semoga allah memberimu Taufiq, bahwa kewajiban atas setiap orang agar tahu perbedaan riwayat yang shahih dan yang lemah.   Dan perawi yang di terima riwayatnya dan yang terkena celaan. Dan agar tidak meriwayatkan hadits kecuali yang tahu akan keshahihan sumbernya, dan tersingkap status perawinya. Dan menjauhi riwayat dari orang-orang yang tercela dan yang membangkang dari ahli bid’ah.”

Allah Ta’ala berfirman

يا أيها الذين آمنوا إن جاءكم فاسق بنبأ فتبينوا أن تصيبوا قوما بجهالة فتصبحوا على ما فعلتم نادمين

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” QS: Al-Hujurat: 6

Dan Perkataan Allah Ta’ala:

ممن ترضون من الشهداء

dari saksi-saksi yang kalian ridhai. QS: Al Baqarah: 282

Dan perkataan Allah Azza Wajalla:

وأشهدوا ذوي عدل منكم

dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kalian.  QS: Ath Thalaq: 2.

Maka ayat-ayat yag kita sebutkan menunjukkan bahwa berita dari orang fasiq gugur, tidak di terima.

Dan persaksian orang yang tidak bagus akhlaknya juga di tolak.

Walaupun berita itu beda dengan persaksian dari sebagian sisi, tapi persamaannya lebih banyak.

Ketahuilah,… jika berita orang fasiq tidak di terima oleh orang yang berilmu, sama juga persaksian mereka.

Dan dari hadits ada yang menunjukkan penolakan atas riwayat orang yang diingkari berita nya, sama dengan ayat Al-Quran yang menolak berita dari orang fasiq.

Yaitu hadits yang masyhur dari Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wa Sallam :

من حدث عني بحديث يرى أنه كذب، فهو أحد الكاذبين

“Barang siapa yang menyampaikan sebuah hadits dari ku, di ketahui dia adalah berdusta, maka dia adalah salah seorang Pendusta”.

Dari Al Mughirah, dia berkata: Saya Mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:

إن كذبا علي ليس ككذب على أحد، فمن كذب علي متعمدا، فليتبوأ مقعده من النار

“Berdusta atas nama saya, tidak lah seperti berdusta atas nama seseorang. Barang siapa yang sengaja berdusta atas nama saya, maka dia menyiapkan tempat duduknya di neraka”.

Dan datang dari Abu Hurairah bahwa ia berkata: bersabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam :

كفى بالمرء كذبا أن يحدث بكل ما سمع

“Cukuplah seorang itu di katakan berdusta, jika menyampaikan semua apa yang dia dengar”.

Dari Abu Utsman An Nahdi, ia berkata:  

Berkata Umar bin Khattab semoga allah meridhoinya :

بحسب المرء من الكذب أن يحدث بكل ما سمع

“Seorang itu di katakan berdusta, dengan dia menceritakan semua yang di dengar.”

Dan ia berkata: Berkata Malik :

اعلم أنه ليس يسلم رجل حدث بكل ما سمع، ولا يكون إماما أبدا وهو يحدث بكل ما سمع

“Ketahuilah tidak akan selamat orang yang menceritakan semua yang dia dengar, dan tidak bisa menjadi pemimpin jika keadaan dia selalu menyampaikan yang dia dengar.”

Disebutkan kan dari Abdullah bin Mas’ud, bahwa dia berkata :

بحسب المرء من الكذب أن يحدث بكل ما سمع

“Sudah cukup orang itu di sebut berbohong, dengan cerita dia terhadap apa saja yang di dengar.”

Dan disebut kan dari Abu Hurairah, dari Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wa Sallam, bahwa Beliau bersabda :

سيكون في آخر أمتي أناس يحدثونكم ما لم تسمعوا أنتم، ولا آباؤكم، فإياكم وإياهم

“Akan ada pada generasi akhir ummat ku, sekelompok manusia yang cerita kepada kalian, yang tidak pernah kalian dengar, maupun bapak-bapak kalian, maka waspada lah terhadap mereka.”

Sampai akhir yang beliau sebutkan dalam Muqaddimah tersebut..

Maka hati-hati jika engkau berucap dan menukil, semua yang sampai pada mu,…..

Jangan kau sebarkan, kecuali yang engkau ketahui sesuai dengan syariat.

Dan niat yang bagus tidak cukup untuk menukil hadits yang palsu, kecuali untuk menjelaskan kelemahan nya.

Ditulis oleh:

Asy-Syaikh Abu Muhammad Abdul Hamid Al-Hajuriy Hafidzahullah

Makkah, (Semoga Allah menjaganya) 3 Dzul Hijjah 1436 H

Diterjemahkan oleh:

Abu Adam Abdusy-Syakur Al-Baliy Hafidzahullah

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: