“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Berlomba-lomba dengan Dunia

عن عبد الله بن عمرو بن العاص، عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال: «إذا فتحت عليكم فارس والروم، أي قوم أنتم؟» قال عبد الرحمن بن عوف: نقول كما أمرنا الله، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «أو غير ذلك، تتنافسون، ثم تتحاسدون، ثم تتدابرون، ثم تتباغضون، أو نحو ذلك، ثم تنطلقون في مساكين المهاجرين، فتجعلون بعضهم على رقاب بعض»

Dari Abdullah bin Amru bin Al Ash  dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: 

“Apabila Persia dan Romawi ditaklukkan untuk kalian, jadi kaum apa kalian?”

Abdurrahman bin Auf menjawab:  Kami akan mengatakan yang diperintahkan oleh Allah kepada kami.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda:
“Atau sebaliknya?,  kalian berlomba-lomba, kemudian saling menghasut, lalu saling memutuskan hubungan, Kemudian saling membenci, atau seperti itulah,  kemudian kalian menuju orang miskin nya kaum muhajirin dan kalian jadikan sebagian mereka pimpinan atas yang lainnya.”

Di riwayatkan oleh Imam Muslim dalam “shahih” nya.

*******

Dan dalam hadits tersebut, terdapat penjelasan tentang bahayanya berlomba lomba dalam perkara dunia, dan akibat dari hal tersebut Adalah saling hasad, dan memfitnah.

Kita mohon kepada Allah keselamatan.

*******

قال النووي رحمه الله: قال العلماء التنافس إلى الشيء المسابقة إليه وكراهة أخذ غيرك إياه وهو أول درجات الحسد وأما الحسد فهو تمني زوال النعمة عن صاحبها والتدابر: التقاطع وقد بقي مع التدابر شيء من المودة أو لايكون مودة ولابغض.

Berkata imam An Nawawi semoga allah merahmati nya: Berkata ahlul ilmi :

Berlomba lomba demi sesuatu, adalah saling berpacu untuknya.

Dan tidak suka kalau yang lain mendapatkannya.

Dan inilah awal mula HASAD.

Adapun HASAD adalah : Mengharap lenyapnya ni’mat dari yang punya.

Dan saling berpaling sama dengan memutuskan hubungan.

Terkadang walaupun saling berpaling, masih ada sedikit rasa sayang, atau tidak ada rasa kasih sayang dan tidak pula rasa benci.

Adapun saling membenci, maka tingkatan nya setelah ini (diatas tingkatan saling berpaling dan memutuskan hubungan), oleh karena nya dalam hadits di susun seperti itu .

kemudian mereka pergi kepada yang miskin dari kalangan Muhajirin, yaitu orang yang lemah, dan mereka pun menjadikan sebagian mereka pimpinan atas yang lain.

Dan beginilah mereka menafsirkan nya.

Ditulis oleh: Abu Muhammad Abdul-Hamid  Al-Hajuriy

Makkah Al-Mukarramah 21 Dzul-Hijjah 1436 H

Diterjemahkan oleh: Abu Adam Abdusy Syakur Al-Baliy

 

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: