“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Puasa Sunnah

Khutbah AL-JUM’AHEdisi: 7/4/Dzulhijjah/1436

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ.
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ﴾.
﴿يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً﴾.
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً﴾.
أَمَّا بَعْدُ:
فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ.
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَنِي وَرَحِمَكُمُ اللهُ

Alhamdulillah dua bulan yang lalu masih kita dapati bulan Romadhon, pada bulan tersebut kita diberi kemudahan dalam melaksanakan salah satu diantara kewajiban-kewajiban kita yaitu puasa Romadhon, dengan berlalunya zaman kita pun meninggalkan bulan tersebut, namun bukan berarti kita tidak lagi mendapatkan amalan berupa puasa.

Alloh Subhanahu wa Ta’ala dengan kemudahan dari-Nya memberikan peluang yang banyak kepada kita untuk mendapatkan keutamaan yang banyak dari amalan berupa puasa, pada bulan yang mulia ini Alloh Ta’ala telah menetapkan satu hari yang memiliki keutamaan yang besar, Al-Imam Muslim di dalam kitab “Shohih”nya meriwayatkan dari hadits Abi Qotadah Al-Anshoriy Rodhiyallohu ‘Anhu bahwa Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata tentang puasa tanggal 9 Dzulhijjah atau yang dikatakan dengan puasa Arofah:

صِيَامُ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ

“Puasa Arofah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang”.

Di samping puasa ini masih banyak lagi puasa-puasa sunnah yang perlu untuk kita lakukan di awal-awal bulan Dzulhijjah dengan keumuman perkataan Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhoriy dari hadits Abdillah bin ‘Abbas Rodhiyallohu ‘Anhuma:

مَا مِنْ أيَّامٍ العَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هذِهِ الأَيَّام

“Tidak ada dari hari-hari yang amalan sholih padanya lebih dicintai Alloh dari pada hari-hari ini”.

Ya’ni sepuluh hari yang pertama dari awal-awal Dzulhijjah, maka para shohabat bertanya:

يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَلاَ الجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ؟

“Wahai Rosululloh, dan tidak pula jihad di jalan Alloh?”.

Beliau menjawab:

وَلاَ الجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ، إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيءٍ

“Dan tidak pula jihad di jalan Alloh, kecuali seseorang keluar dengan jiwa raganya dan hartanya lalu tidak kembali dari demikian itu sedikitpun”.

مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَنِي وَرَحِمَكُمُ اللهُ

Kami sebutkan bahwa masih banyak lagi puasa-puasa sunnah yang perlu untuk dilakukan di awal-awal bulan Dzulhijjah supaya diketahui bahwa tidaklah benar bila berpuasa padanya dengan puasa yang bukan sunnah, karena penyebutan dalam hadits tersebut dengan lafazh:

العَمَلُ الصَّالِحُ

“Amal sholih (amal kebaikan)”.

Yaitu amalan yang mengikuti sunnah, sebagaimana diperjelas pada perkataan Alloh Ta’ala:

{فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا}

“Maka barang siapa yang keberadaannya mengharapkan perjumpaan dengan Robbnya maka hendaknya dia beramal sholih dan tidak menyekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Robbnya”.

Yaitu hendaknya mengikuti sunnah dan selalu ikhlas.

مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَنِي وَرَحِمَكُمُ اللهُ

Bila kita melihat kepada sunnah-sunnah Nabi kita Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam dalam pelaksanaan puasa ini maka kita akan dapati ada beberapa macam puasa yang bisa kita amalkan di awal-awal bulan Dzulhijjah ini, yaitu puasa senin dan kamis, puasa Dawud atau mengqodho puasa Romadhon atau puasa nazar yaitu ketika seseorang bernazar untuk puasa maka hendaknya dia lakukan pada hari-hari ini sehingga memperoleh keutamaan yang besar.

Dan kami akan menyebutkan dalil-dalil dari puasa-puasa tersebut sebagai penjelas kalau itu adalah amalan-amalan sunnah, Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata tentang puasa senin dan kamis:

تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَومَ الإثْنَيْنِ وَالخَمِيسِ، فَأُحِبُّ أنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأنَا صَائِمٌ

“Diangkat amalan-amalan pada hari senin dan kamis, aku senang diangkat amalanku dan aku adalah berpuasa”.

Diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim dan At-Tirmidziy dari hadits Abi Huroiroh, dan ini adalah lafazh At-Tirmidziy.
Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata tentang puasa Dawud:

وَأَحَبُّ الصِّيَامِ إِلَى اللهِ صِيَامُ دَاوُدَ وَكَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا

“Dan paling disenangi puasa oleh Alloh adalah puasa Dawud, dan keberadaannya adalah beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari”. Diriwayatkan oleh Asy-Syaikhon dari hadits Abdillah bin ‘Amr Rodhiyallohu ‘Anhuma.

KHUTBAH KEDUA:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْمُرْسَلِينَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ:

Bila kita melihat kepada sebagian pendapat dari pendapat-pendapat yang berkaitan dengan puasa sepuluh hari di awal-awal Dzulhijjah maka kita akan mendapati bahwa ada dari para ulama berpendapat tentang dianjurkannya berpuasa sepuluh hari di awal-awal bulan tersebut, mereka berdalil dengan hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhoriy dari hadits Abdillah bin ‘Abbas Rodhiyallohu ‘Anhuma yang baru kami sebutkan tadi.

Dan pendapat ini tidaklah tepat, karena pada hari yang ke sepuluh jatuhnya pada ‘Idul Adhha dan hari ini dilarang puasa padanya, Asy-Syaikhon meriwayatkan di dalam “Ash-Shohihain” dari hadits Abi Sa’id Al-Khudriy Rodhiyallohu ‘Anhu:

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ صِيَامِ يَوْمَيْنِ يَوْمِ الْفِطْرِ وَيَوْمِ النَّحْرِ

“Sungguh Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam telah melarang dari puasa pada dua hari yaitu hari fithr (‘Idul fithr) dan hari nahr (‘Idul Adhha)”.

Dengan itu maka hendaknya kita memilih untuk melakukan puasa yang jelas dalilnya sehingga lebih sesuai dengan yang diinginkan oleh Alloh Ta’ala:

{لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا}

“Supaya Dia menguji kalian siapa diantara kalian yang paling benar amalannya?”.

Al-Imam Al-Baihaqiy Rohimahulloh meriwayatkan tentang perkataan Al-Imam Fudhoil bin ‘Iyyadh Rohimahulloh:

إِنَّ اللهَ تَعالَى لاَ يَقْبَلُ مِنَ العَمَلِ إلاَّ مَا كَانَ خَالِصًا وَلاَ يَقْبَلُهُ إِذَا كَانَ خَالِصًا لَهُ إِلاَّ عَلَى السُّنَّةِ.

“Sungguh Alloh Ta’ala tidak menerima dari suatu amalan kecuali keberadaan amalan tersebut adalah ikhlas, dan Dia tidak menerimanya jika keberadaannya adalah ikhlas untuk-Nya kecuali di atas sunnah”.

Semoga Alloh Ta’ala menjadikan kita termasuk dari hamba-hamba-Nya yang beramal di atas dasar keikhlasan dan pengikutan terhadap sunnah Rosul-Nya Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam sehingga amalan kita diterima oleh-Nya.

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Abu Ahmad

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: