“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

seks sesaat sebelum istri menstruasi

Tanya: Apa hukum kalau kita jima’ (seks) sesaat sebelum istri kita haid (menstruasi)?, Maksud saya begini, saat sebelum jima’, tak ada darah yang keluar, ternyata pas sudah selesai jima’ ada bercak-bercak warna coklat tua dari dalam kemaluan istri, tapi darahnya belum keluar atau belum mengalir gitu, kalau kayak begitu apa hukumnya?.

Jawab:  Istrimu lebih tahu tentang keadaannya, ia mengetahui sesuai adat atau kebiasaannya haid, kalau ia sudah merasakan haidnya akan datang maka jangan ia mengambil kesempatan di sela-sela waktu singkat antara suci dan haidnya dengan memberikan pelayanan kepadamu, dan kamu juga harus pandai-pandai melihat keadaannya.

Adapun kalau keadaannya seperti yang kamu dapati yaitu adanya darah setelah jima’ maka kamu tidak teranggap menjima’i istri dalam keadaan haid, karena haid itu sendiri diketahui dengan keluarnya darah, jadi kalau ia berada dalam keadaan suci dan belum keluar darah maka ia masih dihukumi suci, setelah kamu menjima’inya lalu keluar darah maka di saat keluarnya itulah ia teranggap sudah masuk haidnya.

Wallohu A’lam.

Tanya: Terus apa hukumnya kalau kita jima’ pas istri kita sudah selesai haid tapi belum mandi wajib?.

Jawab: Sebaiknya kamu bersabar sampai ia mandi, sehingga lebih bersih pada dirinya, dan termasuk adab sebelum berjima’ adalah memperbagus diri dan menghiasinya, kalau menjima’inya dalam keadaan belum mandi maka akan didapati padanya sesuatu yang tidak sedap, dan mandi itu sendiri adalah penyempurna kesuciannya dan penghilang kotoran-kotoran selama haid, Alloh Ta’ala berkata:

(وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ).

“Mereka bertanya kepadamu tentang haid, katakanlah: Dia adalah kotoran maka jauhilah oleh kalian para wanita yang haid, dan janganlah kalian mendekati para wanita tersebut sampai mereka suci, dan jika mereka telah suci maka datangilah mereka dari arah yang telah Alloh perintahkan kepada kalian. Sesungguhnya Alloh mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang bersuci”.

Dijawab oleh:

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy

di (Limboro, Seram Barat, Indonesia 6/11/1436 H).

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: