“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Seruan Untuk Mentauhidkan Allah 2Download PDF 1,18MB

Khutbah AL-JUM’AH
Edisi: 4/6/Dzuqo’dah/1436

Khutbah Pertama

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
.إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
 .وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
.يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ 
.يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا 
.يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا
أَمَّا بَعْدُ؛
فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِيْ النَّارِ.
أَيُّهَا النَّاسُ هَدَانَا اللَّهُ وَإِيَّاكُم

Alloh Ta’ala berkata di dalam Al-Qur’an:

{يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ}

“Wahai Ahlul Kitab kemarilah kalian (untuk berpegang teguh) kepada satu kalimat yang tidak ada perselisihan antara kami dengan kalian, untuk kita tidak menyembah melainkan hanya kepada Alloh, dan kita tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, kita tidak menjadikan sebagian kita dengan sebagian yang lain sebagai sesembahan-sesembahan selain Alloh, jika kalian berpaling maka saksikanlah oleh kalian bahwasnaya kami adalah orang-orang muslim (yang mempasrahkan diri kami kepada Alloh)”.

Alloh Ta’ala juga berkata:

{تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ مِنْ إِمْلَاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ وَلَا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ}

“Kemarilah kalian supaya aku bacakan (kepada kalian) apa-apa yang telah diharomkan oleh Robb kalian atas kalian yaitu supaya kalian tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, dan kepada kedua orang tua, kalian berbuat baiklah, janganlah kalian membunuh anak-anak kalian karena takut kemiskinan, Kamilah yang memberikan rezki kepada kalian dan kepada mereka (anak-anak kalian), janganlah kalian mendekati perbuatan-perbuatan keji, baik yang nampak darinya ataupun yang tersembunyi, dan janganlah kalian membunuh jiwa yang Alloh telah mengharomkan (untuk membunuhnya) kecuali dengan cara yang benar, demikian itu adalah wasiat (perintah Alloh) untuk kalian supaya kalian memahaminya”.

Pada ayat tersebut Alloh Ta’ala menyebutkan tentang Ahlul Kitab yang mereka adalah orang-orang yang pernah Alloh turunkan kepada mereka Al-Kitab, diantara mereka Yahudi dan Nashoro, bila mereka beriman maka tentu itu adalah kebaikan bagi mereka.

…….أَيُّهَا النَّاسُ هَدَانَا اللَّهُ وَإِيَّاكُم

Diantara keimanan yang harus diketahui oleh setiap orang adalah pengagungan terhadap Alloh Ta’ala, yaitu seseorang mengimani bahwasanya Alloh adalah Maha Suci dan Maha Kuasa atas segala sesuatu, jika Alloh menginginkan terhadap sesuatu untuk terjadi maka Dia hanya dengan mengatakan “jadilah” maka sesuatu tersebut langsung jadi, Alloh Ta’ala menjelaskan:

{وَإِذَا قَضَى أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ}

“Dan jika Dia (Alloh) memutuskan suatu perkara maka sesungguhnya Dia hanya mengatakan “Jadilah maka dia akan jadi”.

Jika Alloh menginginkan seseorang lahir hanya dengan satu tangan maka akan terjadi, atau lahir dalam keadaan buta maka akan jadi, jika Dia menginginkan seseorang berubah menjadi kera atau babi maka akan jadi, begitu pula bila Dia menginginkan seorang wanita melahirkan seorang anak tanpa adanya hubungan kelamin dengan seorang lelaki maka akan jadi, hal ini sebagaimana telah terjadi kepada Ibu Nabi Isa’ yaitu Maryam atau dikenal di kalangan Bani Isroil dengan Mariyah, dia adalah wanita yang mulia, suci dan sangat jauh dari kema’siatan dan perbuatan dosa, dia menjauhi pergaulan bebas bersama para wanita, lebih-lebih pergaulan dengan para lelaki maka tentu dia sangat menjauhinya, dia berdiam diri di kamarnya dan tekun beribadah kepada Alloh Ta’ala, Alloh berkata tentangnya:

{وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًا قَالَ يَا مَرْيَمُ أَنَّى لَكِ هَذَا قَالَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ}

“Dan Zakariya memeliharanya, setiap kali Zakariya masuk di mihrob (kamar tempat ibadahnya) maka dia dapati rezki (makanan lezat), Zakariya berkata: Wahai Maryam dari mana rezki ini? Dia menjawab: Dia dari sisi Alloh, sesungguhnya Alloh memberi rezki kepada siapa yang dia kehendaki dengan tanpa perhitungan”.

Maka tidakkah kalian wahai manusia untuk menjadi seperti dia yang menjaga kehormatan dirinya?! Yang menjauhi perbuatan dosa dan ma’siat?!

Alloh Ta’ala menjadikannya sebagai wanita pilihan dikarenakan dia menjaga kehormatan dan kesucian dirinya, tekun beribadah kepada Alloh Ta’ala, Alloh Ta’ala berkata tentangnya:

{وَإِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفَاكِ عَلَى نِسَاءِ الْعَالَمِينَ . يَا مَرْيَمُ اقْنُتِي لِرَبِّكِ وَاسْجُدِي وَارْكَعِي مَعَ الرَّاكِعِينَ}

“Dan ketika Malaikat berkata: Wahai Maryam, sesungguhnya Alloh memilihmu dan mensucikanmu serta mengistimewakanmu atas wanita-wanita alam semesta, wahai Maryam berdirilah kepada Robbmu (untuk sholat) dan sujudlah serta ruku’lah bersama orang-orang yang ruku'”.

Dia mendirikan sholat di mihrob (kamar ibadahnya), dia berdiri, ruku’ dan sujud kepada Alloh Ta’ala sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang yang menegakan sholat.

Dengan ketaatan yang dia lakukan tersebut maka Alloh Ta’ala menginginkan untuk memberinya kabar gembira dengan diciptakannya seorang anak, Alloh Ta’ala berkata tentangnya:

{إِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ}

“Ketika Malaikat berkata: Wahai Maryam, sesungguhnya Alloh memberikan kabar gembira kepadamu dengan suatu kalimat dari-Nya yang namanya adalah ‘Isa bin Maryam”.

Karena diluar kebiasaan manusia maka Maryam berkata:

{أَنَّى يَكُونُ لِي غُلَامٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ وَلَمْ أَكُ بَغِيًّا}

“Apakah saya akan memiliki seorang anak sedangkan aku tidak disentuh (dijima’i) oleh seorangpun dan bukan pula aku seorang pelacur?!”.

Maka malaikat menjawab:

{قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ }

“Robbmu (Alloh) berkata: Itu adalah (perkara) mudah”.

Alloh Ta’ala menjadikan Isa dengan tanpa bapak adalah perkara yang sangat mudah dan gampang bagi-Nya, Alloh Ta’ala berkata:

{إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ}

“Sesungguhnya permisalan Isa di sisi Alloh seperti permisalan Adam, yang Dia menciptakannya dari tanah, kemudian berkata kepadanya “jadilah maka diapun jadi”.

Merupakan suatu kesyirikan, kekafiran dan dosa yang paling terbesar bagi seseorang bila Nabi Adam dan Nabi Isa dia katakan sebagai anak Alloh Ta’ala, karena Alloh Ta’ala telah berkata:

{قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ . اللَّهُ الصَّمَدُ . لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ . وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ}

“Katakanlah: Dia Alloh adalah Al-Ahad (Maha Satu), Alloh adalah Ash-Shomad (Yang Maha bergantung segala sesuatu kepada-Nya), Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakan, dan tidak ada satupun yang setara dengan (Nya)”.

KHUTBAH KEDUA

إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ. أَمَّا بَعْدُ؛

Tidaklah Alloh mengutus seorang nabi di muka bumi melainkan untuk menunjuki umatnya ke jalan yang lurus, menyeru mereka untuk berbuat kebaikan dan mencegah mereka dari kejelekan, Alloh Ta’ala berkata:

{كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ}

“Kalian adalah umat yang terbaik, yang dilahirkan untuk manusia, supaya kalian menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran dan supaya kalian beriman kepada Alloh, dan kalaulah Ahlul Kitab beriman maka tentu itu lebih baik bagi mereka, sebagian mereka beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang berbuat kekejian”.

Kebanyakan dari Ahlul Kitab tidak beriman, ini diketahui dengan berpalingnya mereka dari Nabi kita Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam, ketika Nabi kita Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam menyerukan untuk mentauhidkan Alloh maka mereka menyelisihinya dengan mengadakan tandingan-tandingan bagi Alloh, sebagaimana yang Alloh Ta’ala terangkan di dalam Al-Qur’an:

(وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ۖ ذَٰلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ ۖ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ ۚ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ ۚ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ . اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَٰهًا وَاحِدًا ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ)

“Dan berkata orang-orang Yahudi: “Uzair adalah anak Alloh”, dan berkata orang-orang Nashoro: “Al-Masih adalah anak Alloh”, demikian perkataan dengan lisan-lisan mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir terdahulu, Alloh membinasakan mereka, bagaimana mereka sampai berpaling?. Mereka menjadikan orang-orang alim mereka dan para rohib mereka serta Isa bin Maryam sebagai tandingan-tandingan selain Alloh, tidaklah mereka diperintah melainkan supaya mereka hanya beribadah kepada Alloh semata, tidak ada sesembahan dengan benar kecuali Dia, Maha Suci Dia terhadap apa yang mereka persekutukan”.

…….أَيُّهَا النَّاسُ هَدَانَا اللَّهُ وَإِيَّاكُم

Demikianlah penyelisihan Ahlul Kitab kepada da’wah Ar-Rosul Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam, dan telah banyak pula kita dapati pada umat yang mengaku sebagai pemeluk agama Islam, mereka masih memiliki keyakinan semisal dengan keyakinan Ahlul Kitab, menjadikan pembesar-pembesar mereka sebagai tandingan bagi Alloh dalam beribadah, ada dari mereka menjadikan Amirul Mu’minin Ali sebagai tandingan bagi Alloh, ada pula yang menjadikan Asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jailaniy sebagai tandingan bagi Alloh dan bahkan sampai ada yang menjadikan tokoh-tokoh mereka sebagai tandingan-tandingan bagi Alloh, alasan mereka sama dengan orang-orang musyrik terdahulu:

(لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ)

“Supaya mereka mendekatkan kami kepada Alloh dengan sedekat-dekatnya”.

Dan kita telah dilarang oleh Alloh Ta’ala untuk menyerupai mereka, Alloh Ta’ala berkata:

(وَلَا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ)

“Dan janganlah keberadaan kalian termasuk dari orang-orang musyrik”.

Semoga Alloh Ta’ala mengokohkan kita di atas agama-Nya dan menjadikan kita termasuk dari orang-orang yang mempasrahkan diri hanya kepada-Nya.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
.وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحبِهِ وَسَلَّمَ
.سُبحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمدِكَ، أَشهَدُ أَن لاَ إِلَهَ إِلَّا أَنتَ، أَستَغفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيكَ

 

Comments on: "Khutbah Al-Jum’ah: Edisi 4" (2)

  1. Wan Perwira said:

    السلام عليكم
    Untuk ayat – ayat suci AlQuran, sekiranya boleh disertai nama surah dan nombor ayat, ia lebih membantu.

    Suka

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: