“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Pertanyaan: Apakah boleh kabar dari Ahlusunnah di tabayuni?. Baarokallooh fiikum.

Jawab: Boleh, Rosululloh ﷺ ketika lupa dalam sholatnya maka Dzul Yadaian setelah sholat langsung mengingatkan beliau, kemudian beliau berkata:

صدق ذو اليدين؟!! فقالوا: صدق.

?”Apakah benar Dzul Yadain”

:Mereka (yang ikut sholat bersama Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam) mengatakan

“Dia telah benar”

Bila demikian keberadaannya maka tentu lebih layak lagi diperjelas tentang keberadaan khobar dari setiap orang bila diragukan keadaannya, terutama yang berkaitan dengan masalah jarh (kritikan berupa celaan) dan ta’dil (rekomendasian), terkadang orang kalau sudah merasa sebagai sunniy dia pun bermudah-mudahan menyebarkan tazkiyyah, dan hal ini sering ramai di tengah-tengah kita menyebutkan si fulan telah mendapatkan tazkiyah dari syaikh fulan, syaikh fulan menyatakan: “Dia sunniy, sekalipun salah ijtihad dalam satu masalah”, yang lain lagi menyebutkan: “Dia walaupun belum mujtahid tapi sudah ditazkiyah oleh ulama untuk berijtihad”, yang lain lagi menyebutkan syaikh fulan menyebutkan: “Biarkan dia memegang dakwah Salafiyyah”, yang lain lagi menyebutkan: “Dia pemegang da’wah salafiyyah”, yang lain lagi menyebutkan: “Dia pemimpin da’wah salafiyyah”,  masing-masing mengutip sesuai ma’na yang mereka inginkan dengan tanpa pembuktian tentang keutuhan dari tazkiyyah tersebut, tazkiyyah yang termaktub dalam tulisan semisal “Thobaqot” saja masih banyak kritikan karena ketidak sesuaian dengan hakekatnya lalu bagaimana dengan penukilan secara lisan?, yang satunya menyampaikan secara ma’na dari   pemahamannya, dan yang lain lagi memahami sesuai yang dia tangkap dari pembicaraan, hasil atau kesimpulan dari merekapun berbeda-beda

(فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الْأَبْصَارِ)

.”Maka ambillah pelajaran wahai orang-orang yang memiliki pandangan”
Berapa banyak orang membawa tazkiyyah namun hasil yang mereka pegang hanyalah kesia-sian dan bahan tertawaan

Dijawab oleh : Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy hafidzahulloh
(Sungai Ayak, 11/10/1436).

*****

Pertanyaan: Apakah boleh kabar dari ahlusunnah  di tabayuni? Baarokallooh fiikum.

Jawab: Khobar bisa di ambil, kecuali kalau ada perselisihan antara sesama ahlussunnah maka tidak mengapa untuk tabayyun sebagaimana ini terjadi dari kalangan ahlil hadits, antara guru dan murid ketika seorang murid belajar mengambil hadis kepada gurunya sebanyak 40 hadis lebih tatkala si murid mlihat sifat gurunya pernah berbohong satu kali maka seorang murid tadi langsung meninggalkan gurunya dan belajar ke guru yang lain. Atau yang terjadi di zaman kita ini antara syekh Yahya dan dan syekh Robi’ terjadi perselisihan maka boleh untuk tabayyun selama tidak keluar dari al kitab dan sunnah sebab yang mendasari seseorang untuk di ambil perkataannya harus orang yang faqih dan jujur ketika berucap dan mereka adalah termasuk dari golongan ahlissunnah mereka mengambil berita dan menukilkannya sangat berhati-hati dan mereka sangat berbeda dengan ahli bid’ah.
Karena ahli bid’ah itu walaupun mereka menukilkan berita benar tapi para salaf melarang untuk duduk-duduk bersama mereka sebab bisa terperangkap dalam syubhat-syubhat mereka.

Dijawab oleh: Abu Iyyad Said bin Muhammad Al-Limboriy

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: