“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Tanya Jawab 15 syaban

  • Apakah Anak sepersusuan berhak mendapatkan warisan (pertanyaan dari cirebon)
  • Bagaimana hukum membaca Al qur’an dengan nada kejawen seperti orang nyanyi wayang? Jazakallahu khoiro (Pertanyaan dari Depok)
  • Bismilah..bagaimana bila suami dan anak ana masih berbuat maksiat dan berbuat kebid’ahan. Ana (istri) telah nasehatkan pada mereka dengan cara lembut tapi tidak berhasil, apakah boleh ana sebagai ibu menasehati mereka dengan cara kasar misal menampar mereka, karena mereka telah berbuat kebidahan.. Mohon nasehat ustadz. Jazaakumullohu Khoiro. (Pertanyaan dari Cianjur)
  • Bismillahirrohmaanirrohiim. ana ada pertanyaan,apa hukum menggunakan nama kunyah lebih dari satu,sedangkan ia mempunyai anak baru satu. (Pertanyaan dari Kroya)
  • Saya memiliki seorang anak yang berusia 2 tahun dari suami siri saya, suami saya sedang berusaha untuk meminta izin dari istri pertamanya karena alasan anak dari saya memerlukan akte lahir yang sah, tapi sudah hampir setahun istrinya tidak memberi izin malah dia akan mengancam (memiliki sifat yang kasar) sampai suami saya sekarang tidak memberi nafkah dan menengok anak saya. Apa pernikahan ini wajib dilaksanakan tanpa persetujuan istri pertamanya? (Pertanyaan dari Jakarta)
  • Ustadz Abu Ahmad, bagaimana hukum orang yang melihat sesuatu yang takjub/mengagetkan atau sesuatu yang sekiranya tidak disukai lalu mereka mengucapkan Laillahaillah muhammad rasulullah atau Allahu akbar atau astaghfirullah atau mengucapkan Ya Allah ,seperti yang kadang sebagian orang awam mengucapkan itu,karena disini ada sebagian ikhwan/akhwat dari keluarga ana ada yang mengucapkan itu . (Pertanyaan dari Bresbes)
  • Bismillah. Ustadz..bolehkah seseorang melakukan umroh,setelah ia selesai umroh untuk beberapa hari berikutnya iapun keluar ketanah im untuk umrohkan bapaknya yg telah meninggal. Jadi satu kali perjalanan ia umroh 2x yakni dirinya dan ayahnya bolehkah begitu ? Mohon penjelasannya… (Pertanyaan dari Papua)

Jawaban:

Download: Tanya-Jawab 13 Sya’ban 1436.Mp3

Dijawab oleh: Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: