“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

q3

TANYA: Ustadz ana mau tanya.. ada seorang guru besar pada UIN Alaudin Makassar mengatakan bahwa Al-Qur’an perlu revisi dan sebagainya, dia ini pegiat syiah dan JIL. Bagaimana pandangan Islam tentang orang seperti ini? Apa orang sepert ini boleh dipenggal kepalanya atau di perangi atau bagaimana. Jazakallah khaira. (Pertanyaan dari Makassar).

JAWAB: Orang yang menghina Al-Qur’an atau menganggap Al-Qur’an kurang dan perlu direvisi hukum asalnya orang ini adalah boleh dibunuh -sebagaimana telah kami jelaskan pada jawaban kami sebelum memulai pada salah satu pelajaran “Kitab Tauhid”-, karena orang tersebut telah kafir, Alloh Ta’ala berkata: 

(وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمَ)

“Dan jika kamu bertanya kepada mereka, maka tentu mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”, katakanlah: Apakah kepada Alloh, ayat-ayat-Nya dan rosul-Nya kalian perolok-olok, janganlah kalian meminta maaf karena sungguh kalian telah kafir setelah kalian beriman”.

Jika kita melihat kepada sebab diturunkan ayat tersebut maka kita akan mengetahui bahwa mereka mengolok-olok Ar-Rosul dan para shohabatnya, disifati dengan sifat-sifat yang jelek, dengan itu seorang shohabat yang mendengar percakapan mereka langsung menghukumi bahwa mereka itu adalah munafiqun, lalu dilaporkan kepada Ar-Rosul tentang keberadaan mereka, dan Ar-Rosul tidak menjatuhkan hukuman mati kepada mereka karena akan menimbulkan fitnah, sebagaimana yang telah kami jelaskan pada jawaban kami sebelum memulai pelajaran “Kitab Tauhid” bahwa Ar-Rosul tidak mengizinkan Umar dan Kholid Rodhiyallohu ‘Anhuma untuk memenggal kepada Dzul Khuwaisiroh:

حتى لا يقول الناس أن محمدا صلى الله عليه وسلم يقتل أصحابه

“Sampai tidak mengatakan manusia bahwa Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam membunuh para shohabatnya”.

Dengan itu tidaklah dibunuh orang tersebut, dan ini menjadi salah satu penghalang atau pencegah dari membunuh mereka, dan rincian jawabannya bisa didengarkan kembali pada jawaban kami sebelum kami memulai pelajaran “Kitab Tauhid”.Wallohu A’lam wa Ahkam.

Dijawab oleh:
Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy Hafizhohulloh di Durrah Salalah-Oman pada (17/6/1436).16:21

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: