“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

sahwi

TANYA: Assalamu alaikum…  Bagaimana tentang sujud sahwi. Sujud setelah salam yang bagaimana. Dan sujud sebelum salam yang bagaimana?. (Pertanyaan dari Riau).

Jawab:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Sujud sahwi ada dua tempat yaitu sebelum salam dan sesudah salam.

Sujud sahwi dilakukan sebelum salam ketika orang yang sholat ragu pada sholatnya, berapa roka’atkah yang dia lakukan?, kurang roka’atnya ataukah lebih?, ini berdasarkan hadits Abu Sa’id Al-Khudriy bahwa Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata: 

إذا شك أحدكم في صلاته، فلم يدر كم صلى أثلاثا أم أربعا؟، فليطرح الشك وليبن على ما استيقن، ثم يسجد سجدتين قبل أن يسلم

“Jika ragu salah seorang di antara kalian di dalam sholatnya, dan dia tidak mengetahui berapa roka’at sholat yang telah dia lakukan, tiga atau empat?, maka hendaknya dia meninggalkan keraguan dan membangun (meneruskan) atas apa yang meyakinkan, kemudian sujud dengan dua kali sujud sebelum dia salam”. Diriwayatkan oleh Muslim.

Dan semisal ini pula diriwayatkan di dalam “Ash-Shohihain” dari hadits Abdillah bin Mas’ud bahwa An-Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam:

سجد سجدتين، ثم سلم

“Beliau sujud dengan dua sujud kemudian salam”.

Ini menunjukan kalau sujud sahwinya sebelum salam.

Kalau orang yang sholat lupa berapa roka’atkah sholat yang dia lakukan kemudian setelah sholat dia ingat atau setelah sholat ada yang mengingatkannya maka dia sujud sahwi setelah salam, kalau dia kurang dalam roka’atnya maka dia sempurnakan baru kemudian dia salam lalu sujud sahwi, sebagaimana dalam riwayat Al-Bukhoriy:

فليتم ثم يسلم ثم يسجد

“Maka hendaknya dia sempurnakan, lalu salam kemudian sujud”.

Dan ini diperjelas dengan hadits Abu Huroiroh yang diriwayatkan oleh Al-Bukhoriy dan Muslim tentang kisah Dzul Yadain yang berkata kepada An-Nabi Shollallahu ‘Alaihi wa Sallam:

يا رسول الله، أنسيت أم قصرت الصلاة؟

“Wahai Rosulullah, apakah engkau lupa ataukah engkau menqoshar sholat?”.

Beliau menjawab:

لم أنس ولم تقصر

“Tidak lupa dan tidak pula diqoshar”.

Dzul Yadain berkata:

بلى، قد نسيت

“Tentu, engkau telah lupa”.

Abu Huroiroh mengatakan:

فصلى ركعتين ثم سلم، ثم كبر ثم سجد……

“Maka beliau (Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam) sholat dua roka’at (menyempurnakan) lalu salam, kemudian bertakbir lalu sujud…..

Kalau yang ditanyakan tentang bagaimana bentuk sujudnya maka telah dijelaskan di dalam hadits Abu Huroiroh di dalam “Ash-Shohihain” dengan lafazh Al-Bukhoriy:

كبر، ثم سجد مثل سجوده أو أطول….

“Bertakbir, lalu sujud semisal sujudnya (dalam sholat tersebut) atau lebih panjang”.

Dan sujud di sini adalah dua kali sujud, sebagaimana disebutkan di dalam hadits Abdulloh bin Buhainah yang diriwayatkan oleh Asy-Syaikhon dan Ashhabussunan:

كبر وهو جالس وسجد سجدتين

“Bertakbir dan beliau (Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam) duduk dan sujud dengan dua kali sujud”.

Wallohu A’lam.

Dijawab oleh:
Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy Hafizhohulloh (14/6/1436)

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: