“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

plTANYA: Bismillah…, yang ana tanyakan adalah  hukum makanan makanan acara bid’ah? Dan hukum kalau kita datang setelah acara bid’ah tersebut selesai… afwan tolong disampaikan ke abu Ahmad? Jazakallahukhoir.

JAWAB: Hukum makanan bid’ah semisal tahlilan atau yang sejenisnya telah kami jawab pada pembahasan yang berjudul “Pertanyaan dari Limboro Tentang Pembahasan Tahlilan Orang Lihoko”.(Klik gambar untuk baca atau download PDF)

Dan telah datang pula suatu atsar dari Ali bin Abi Tholib Rodhiyallohu ‘Anhu ketika terjadi perluasaan kekuasaan, beliau keluar ke suatu negri dan diberikan makanan dari acara hari raya yang bukan dari Islam maka beliau tidak mau memakannya.

Kita nasehatkan ketika anda akan datang ziaroh agar memilih hari lain, jangan pada hari diadakan kebid’ahan tersebut, sehingga tidak disajikan makanan dari acara bid’ah dan supaya tidak menimbulkan sangkaan orang yang tidak tahu: bahwa anda meramaikan acara bid’ah. 

Wabillahit Taufiq.

Dijawab oleh:

Abu Ahmad Muhammad Al-Limboriy Ghofarohulloh (24/5/1436).

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: