“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

AD-DAYYAN

Ditulis Oleh Al Faqir Ilalloh:

Abu Fairuz Abdurrohman bin Sukaya Al Jawiy Al Indonesiy
Semoga Alloh membimbingnya

بسم الله الرحمن الرحيم
Pengantar Penulis

الحمد لله رب العالمين وأشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم على محمد وعلى آله أجمعين أما بعد

Telah datang surat pada tanggal 8 Jumadal Ula 1436 H yang secara ringkas sebagai berikut:
السلام عليكم Apakah Anda Abu Fairuz? Saya bernama …., saya adalah salafiy dari wilayah … di So’dah. Para masyayikh dan pelajar telah pergi dari kami. Maka tinggallah untuk kami pelayanan lewat surat untuk kami bisa bertanya dan meminta penerangan. Dan kami mohon pada Alloh agar menyirnakan rofidhoh yang telah menyebabkan dijauhkannya kebaikan dari kami. Dan kami mohon pada Alloh agar mengembalikan kepada kami kebaikan tadi.

Pertanyaan: apakah “Ad Dayyan” (Yang Maha Memberikan balasan) itu termasuk dari nama Alloh?

Jawaban dengan memohon pertolongan pada Alloh: iya benar, Ad Dayyan adalah termasuk dari nama Alloh ta’ala. Al Imam Al Bukhoriy rohimahulloh berkata dalam “Shohih” beliau sebelum nomor (7481): dan disebutkan dari Jabir, dari Abdulloh bin Unais yang berkata: Aku mendengar Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

يحشر الله العباد، فيناديهم بصوت يسمعه من بعد كما يسمعه من قرب: أنا الملك، أنا الديان

“Alloh akan menggiring para hamba, lalu Alloh menyeru mereka dengan suara yang didengar oleh orang yang jauh jaraknya sebagaimana didengar oleh orang yang dekat: “Aku adalah Al Malik, Aku adalah Ad Dayyan.”

Dan hadits ini diriwayatkan oleh Al Imam Ahmad dalam Misnad beliau (16042) dan Ibnu Abi Syaibah dalam Musnad beliau (851):

Keduanya berkata: haddatsana Yazid bin Harun, berkata: akhbarona Hammam bin Yahya, ‘anil Qosim bin Abdil Wahid Al Makkiy, ‘an Abdillah bin Muhammad bin ‘Aqil, bahwasanya dia mendengar Jabir bin Abdillah berkata: “Sampai kepadaku hadits dari seseorang yang didengarnya dari Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam. Maka aku membeli seekor unta, kemudian aku kencangkan bekal perjalananku di atasnya, kemudian aku mengadakan perjalanan selama sebulan menuju tempat tinggalnya, hingga aku tiba di Syam. Tiba-tiba aku sudah tiba di rumah Abdulloh bin Unais. Maka aku berkata pada penjaga pintu: katakana padanya bahwasanya Jabir ada di depan pintu. Unais bertanya: Anak dari Abdulloh? Aku menjawab: Iya. Maka beliau keluar sampai menginjak bajunya sendiri (karena tergesa-gesa), dan beliau memelukku. Maka aku berkata pada beliau: Sampai kepadaku hadits darimu bahwasanya engkau mendengarnya dari Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam tentang qishosh (pembalas yang setimpal), maka aku khawatir engkau mati atau aku yang mati sebelum aku mendengarnya. Beliau berkata:

سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: ” يحشر الناس يوم القيامة – أو قال: العباد – عراة غرلا بهما ” قال: قلنا: وما بهما؟ قال: ” ليس معهم شيء، ثم يناديهم بصوت يسمعه من بعد كما يسمعه من قرب: أنا الملك، أنا الديان، ولا ينبغي لأحد من أهل النار، أن يدخل النار، وله عند أحد من أهل الجنة حق، حتى أقصه منه، ولا ينبغي لأحد من أهل الجنة أن يدخل الجنة، ولأحد من أهل النار عنده حق، حتى أقصه منه، حتى اللطمة ” قال: قلنا: كيف وإنا إنما نأتي الله عز وجل عراة غرلا بهما؟ قال: ” بالحسنات والسيئات

Aku mendengar Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam bersabda: “Manusia akan digiring pada Hari kiamat –atau bersabda: Hari Kembali- dalam keadaan ‘uroh (telanjang baju), ghurl (tidak bersunat) dan buhm (tidak membawa apa-apa).” Kami bertanya: “Apa itu buhm?” Beliau menjawab: “tidak membawa apa-apa.” Lalu Alloh menyeru mereka dengan suara yang didengar oleh orang yang jauh jaraknya sebagaimana didengar oleh orang yang dekat: “Aku adalah Al Malik, Aku adalah Ad Dayyan. Dan tidak boleh ada seorangpun dari penduduk Neraka masuk ke dalam Neraka dalam kondisi dia punya hak terhadap seorang dari penduduk Jannah, sampai Aku membalaskan untuknya. Dan tidak boleh ada seorangpun dari penduduk Jannah masuk ke dalam Jannah dalam kondisi seseorang dari penduduk Neraka punya hak terhadap dirinya, sampai Aku membalaskan untuknya, sampai bahkan berupa tamparan.” Kami bertanya: “Bagaimana sementara kita mendatangi Alloh ‘Azza Wajalla dalam kondisi ‘uroh (telanjang baju), ghurl (tidak bersunat) dan buhm (tidak membawa apa-apa)?” Beliau menjawab: “Dengan kebaikan dan kejelekan.”

Di dalam sanadnya ada Al Qosim bin Abdil Wahid Al Makkiy. Dan dia adalah Ibnu Aiman, haditsnya masih mungkin untuk dihasankan. Ibnu Abi Hatim menukilkan dari ayahnya: “Haditsnya boleh ditulis.” Aku bertanya: “Bisa dipakai untuk hujjah?” Beliau menjawab: “Yang bisa dipakai untuk hujjah adalah hadits Sufyan dan Syu’bah.” Dia disebutkan oleh Ibnu Hibban dalam “Ats Tsiqot”. (rujuk “Tahdzibut Tahdzib”/8/hal. 325).

Dan Abdulloh bin Muhammad bin ‘Uqoil, haditsnya lembek menurut pendapat yang kuat.
Dan sanad tadi ada pendukungnya, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al Imam Ath Thobroniy rohimahulloh dalam “Musnadusy Syamiyyin” no. (156) yang berkata: haddatsana Al Hasan bin Jarir Ash Shuriy: haddatsana ‘Utsman bin Sa’id Ash Shoidawiy: haddatsana Sulaiman bin Sholih: haddatsana Abdurrohman bin Tsabit bin Tsauban, ‘anil Hajjaj bin Dinar, ‘an Muhammad ibnul Munkadir, ‘an Jabir bin Abdillah, dengan hadits tadi.
Al Hasan bin Jarir Ash Shuriy adalah Abu Ali Az Zanbaqiy Ab Bazzaz, imam, muhaddits. (rujuk “Siyar A’lamin Nubala”/10/hal. 467).

‘Utsman bin Sa’id Ash Shoidawiy, yang meriwayatkan darinya lebih dari dua oang, tapi saya belum menemukan ada ulama terpandang yang mentsiqohkannya. Sulaiman bin Sholih, seperti orang sebelumnya juga.
Abdurrohman bin Tsabit bin Tsauban, dia lemah menurut pendapat terkuat. (rujuk “Siyar A’lamin Nubala”/7/hal. 18).
Al Hajjaj bin Dinar, kata Ibnul Mubarok: tsiqot. Kata Ahmad: La ba’sa bih. Kata Ibnu Ma’in: Shoduq, La ba’sa bih. (rujuk “Tahdzibut Tahdzib”/2/hal. 201). Maka sanad kedua ini lemah. Akan tetapi dia dengan sanad yang pertama menjadi hasan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahulloh berkata: “Hadits ini telah diriwayatkan oleh Al Imam Ahmad dan yang lainnya, dan digunakan oleh Al Bukhoriy sebagai pendukung di dalam “Shohih” beliau. Dan hadits ini masuk dalam jenis hadits At Tirmidziy yang shohih atau hasan.” (“Majmu’ul Fatawa”/18/hal. 188).
Al Imam Adz Dzahabiy rohimahulloh setelah menyebutkan hadits itu berkata: “Hadits ini terjaga dari Jabir bin Abdillah. Yang meriwayatkan dari beliau adalah Abdulloh bin Muhammad bin Uqoil dan Muhammad ibnul Munkadirs, dan Abul Jarud Al ‘Abdiy. Dan dia punya sanad-sanad yang saling membenarkan.“ (“Al ‘Arsy”/2/hal. 120-121).

Al ‘Allamah Muhammad bin Ahmad As Safariniy rohimahulloh berkata: “Hadits ini diriwayatkan oleh Al Imam Ahmad dengan sanad hasan. (“Lawami’ul Anwaril Bahiyyah”/2/hal. 173).
Hadits ini juga dihasankan oleh Syaikh kami Al ‘Allamah Yahya bin Ali Al Hajuriy hafizhohulloh di kitab “Al Mabadiul Mufidah” (hal. 56).
Yang benar adalah bahwasanya hadits tadi hasan dengan dukungan sanad yang lain.
Dan nama Alloh “Ad Dayyan” telah ditetapkan oleh Muhammad bin Sholih Al Qohthoniy Al Mu’afiriy Al Andalusiy Al Malikiy rohimahulloh yang mana beliau berkata dalam “Nuniyyah Al Qohthoniy” (hal. 19): “Dan demikian pula pada Hari Kiamat Robb kita menyeru dengan jelas sehingga manusia dan jin mendengar suara-Nya, bahwasanya: “Wahai para hamba-Ku, diamlah untuk-Ku dan dengarkanlah fiman Al Ilah Al Malik Ad Dayyan.” Selesai.

Demikian pula Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahulloh menetapkannya dengan berkata: “ … semoga Sholawat dari Alloh tercurah pada beliau, dan pada keluarga beliau, para Shohabat beliau dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, dengan sholawat yang diridhoi oleh Al Malik Ad Dayyan. Dan semoga keselamatan yang sebenar-benarnya tercurah dan diiringi dengan keridhoan.” (“Majmu’ul Fatawa”/1/hal. 4).

Dan ditetapkan pula oleh Al Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh yang mana beliau berkata dalam “Al Kafiyatusy Syafiyah” (hal. 141): “Dan demikian pula pada Hari Kembalinya mereka, Alloh menyeru para makhluk dengan suara, sehingga manusia dan jin mendengar suara-Nya, bahwasanya: “Aku adalah Ad Dayyan, Aku akan mengambil hak orang yang terzholimi dari hamba yang zholim dan berbuat kriminal.” Selesai.

Beliau juga berkata: “… maka Sang Penyeru dengan kalimat tadi adalah Alloh ‘Azza Wajalla yang berfirman: “Aku adalah Al Malik, Aku adalah Ad Dayyan.” (“Ijtima’ul Juyusyil Islamiyyah”/2/hal. 240).
Dan Al Imam Muhammad ibnul Wazir Al Yamaniy rohimahulloh juga menetapkan nama “Ad Dayyan” untuk Alloh dalam kitab beliau “Itsarul Haqq” (1/hal. 163).

Nama ini juga telah ditetapkan oleh Al ‘Allamah Muhammad bin Ahmad As Safariniy rohimahulloh yang berkata: “Al Qur’an sebagaimana Ad Dayyan telah menantang para ahli kefasihan dan sastra, para orator, para pemilik ketrampilan, keahlian, kecerdasan. Maka mereka mengakui tidak sanggup untuk mendatangkan semisal dengan surat yang paling pendek di dalam Al Qur’an. (“Lawami’ul Anwaril Bahiyyah”/2/hal. 171).

Nama ini juga telah ditetapkan oleh Al Imam Ibnu ‘Utsaimin rohimahulloh yan berkata: “Aku memuji Alloh atas sifat-sifat-Nya yang sempurna dan bagus, dan aku bersyukur kepada-Nya atas kenikmatan-kenikmatan-Nya yang banyak. Dan dengan syukur bertambahlah pemberian dan karunia. Dan aku bersaksi bahwasanya tia sesembahan yang benar tiada sekutu bagi-Nya, Al Malik Ad Dayyan.” (“Majmu’ Fatawa Wa Rosail Al ‘Utsaimin”/20/hal. 197).

Dan nama ini juga ditetapkan oleh Hadits Syaikh kami Al ‘Allamah Yahya bin Ali Al Hajuriy hafizhohulloh di kitab “Al Mabadiul Mufidah” (hal. 56) di nomor (109) dari nama-nama Alloh: “Ad Dayyan”. Lalu beliau menyebutkan hadits di atas.

والله تعالى أعلم، والحمد لله رب العالمين

 

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: