“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

ramadhon 2TANYA: Ustadz berikan penjelasan kepada kami bagaimana hukum menggunakan nama kunyah. Disyari’atkannya dan tuntunan memilih nama-namanya. Jazakumullahukhoiro.

JAWAB: Nama kuniyah adalah nama yang diawali dengan “abu” bagi pria, dan “ummu” bagi wanita.

Penggunaan kuniyyah ini tidak hanya bagi mereka yang memiliki anak, namun yang belum memiliki anak atau bahkan anak kecil sekalipun boleh menggunakan kuniyah, penggunaan kuniyah ini boleh dari nama anak sendiri atau pun nama yang bukan nama anak sendiri. 

Menggunakan kuniyah ini merupakan sunnah dari sunnah-sunnah Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam, beliau menggunakan kuniyah Abul Qosim, nama putra pertama beliau dari istrinya Khodijah adalah Qosim Rodhiyallohu ‘Anhu, beliau adalah saudara kandung Fathimah Rodhiyallohu ‘Anha.

Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam menghimbau untuk menggunakan kuniyah dengan ketentuan tidak sama dengan kuniyahnya semasa hidupnya, beliau berkata:  

سموا باسمي، ولا تكنوا بكنيتي

“Namailah kalian dengan namaku dan janganlah kalian berkuniyah dengan kuniyahku”.

Ummul Mu’minin Aisyah bintu Abi Bakr Ash-Shiddiq kuniyahnya adalah Ummu Abdillah, dalam keadaan ia tidak memiliki putra, begitu pula Umar Ibnul Khoththob Rodhiyallohu ‘Anhu memiliki anak-anak diantaranya Abdulloh namun beliau menggunakan kuniyah Abu Hafsh.
Dan Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam banyak memberikan kuniyah kepada para shohabatnya, baik itu sesuai dengan nama anak mereka atau dengan bentuk pemberian julukan, Al-Mughiroh bin Syu’bah Rodhiyallohu ‘Anhu berkuniyah dengan Abu Isa, beliau berkata:

إن رسول الله صلى الله عليه وسلم كناني

“Sesungguhnya Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam telah memberikan kuniyah (Abu Isa) kepadaku”.

Juga Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam memberikan kuniyah kepada Ali bin Abi Tholib dengan kuniyah Abu Turob, padahal beliau memiliki anak-anak diantaranya Hasan dan Husain, juga Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam memberikan kuniyah kepada shohabatnya Abdurrohman dengan Abu Huroiroh.

Dengan keterangan tersebut boleh bagi seseorang berkuniyah dengan kuniyah selain dari nama-nama Islam. Asalkan tidak masuk pada kuniyah yang dilarang seperti Abu Setan, Abu Hantu atau Abu Salib dan yang semisalnya.

Boleh bagi seseorang menggunakan kuniyah dari nama bahasa daerah misalnya Abu Intan, Abu Silat atau Abu Jaka atau yang semisalnya, namun yang lebih utama adalah menggunakan kuniyah seperti kuniyah para salafush sholih (pendahulu kita yang sholih).

Kuniyah ini adalah termasuk simbol pemuliaan, bila seseorang menyeru orang lain dengan menggunakan kuniyah maka ini menunjukan pemuliaan baginya, bahkan ketika seseorang memanggil orang lain dengan panggilan menyebut namanya langsung maka ini teranggap kurang beradab dan tidak sopan, lebih-lebih memanggil orang tua dengannya.
Menggunakan kuniyah ini adalah adat kebiasaaan yang dicocoki oleh Islam, Alhamdulillah kebiasaan ini masih kami dapati di Limboro, termasuk pemuliaan dan penghargaan kepada orang tua bila dipanggil dengan kuniyahnya, biasa masyarakat kalau memanggil Abu Harmin maka mereka panggil dengan Ama Harmi, ama berma’na Abu, dan Ummu Harmin dipanggil dengan Ina Harmi, ina berma’na Ummu

Dijawab oleh : Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: