“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Tanya: Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ana ada pertanyaan tentang hukum memberikan pakaian bekas kepada orang yang membutuhkan.Dalam sebuah kajian ana pernah mendengar asatidz yang bilang kalau pakaian bekas sebaiknya tidak diberikan kepada orang lain. Karena ana selama ini hampir setiap tahun memberikan pakaian bekas yang masih layak pakai pada saudara yang datang ke rumah meminta pakaian bekas. Apakah hukumnya?. Mohon penjelasan dalilnya. Barakallahu fiikum wa Jazaakumullahu khairan katsir. (Pertanyaan dari Jakarta).

HUKUM MEMBERIKAN PAKAIAN BEKASJawab: Wa’alaikumussalam Warohmatullohi Wabarokatuh.
Tidak hanya sekedar boleh, bahkan yang memberikan pakaian bekas -yang masih layak pakai- kepada orang yang membutuhkannya adalah termasuk amalan kebaikan dan dia termasuk dari sebab meraih keberuntungan bagi pelakunya, Alloh Ta’ala berkata: 

(وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ۩)

“Dan berbuatlah oleh kalian suatu kebaikan, semoga kalian beruntung”.

Adapun dalil menunjukan kebolehan memberikan pakaian bekas -yang masih layak pakai- maka dia adalah hadits Ali bin Abi Tholib yang diriwayatkan oleh Muslim, bahwasanya Ali Rodhiyallohu ‘anhu berkata:

أهديت لرسول الله صلى الله عليه وسلم حلة سيراء، فبعث بها إلي، فلبستها

“Dihadiahkan kepada Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam pakaian sutra, lalu beliau kirimkan kepadaku, maka akupun memakainya”.

Dari ucapan Ali ini telah nampak bagi kita bahwa beliau telah mengenakan pakaian tersebut, setelah beliau kenakan maka Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam mengetahui, Ali berkata:

فعرفت الغضب في وجهه

“Maka aku mengetahui kemarahan wajahnya”.

Setelah itu Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

إني لم أبعث بها إليك لتلبسها، إنما بعثت بها إليك لتشققها خمرا بين النساء

“Sesungguhnya aku tidaklah mengutus dengannya kepadamu supaya kamu memakainya, hanya saja aku kirimkan dengannya kepadamu supaya kamu pakaikan dengannya sebagai pakaian dalam di antara para wanita”.

Semoga Alloh menerima amal kebaikan kami dan anda.

Dijawab oleh:
Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy ‘Afallohu ‘anhu (4/2/1435).

PERBEDAAN ANTARA AL-‘AMMIY DAN ANTARA AL-UMMIY

السؤال: ما هو الفرق بين العامي والأمي؟.

Tanya: Apa perbedaan antara al-‘ammiy dan al-ummiy?.

الجواب: العامي هو ليس من أهل العلم ولا من طلبة العلم.

Jawab: Al-Ammiy dia adalah bukan dari ahlul ilmi dan bukan pula dari para penuntut ilmu.

وأما الأمي فهو من لا يقرأ ولا يكتب، لقول الله تعالى: (هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ).

Dan adapun al-ummiy maka dia adalah orang yang tidak bisa membaca dan tidak bisa pula menulis, dengan dalil perkataan Alloh Ta’ala: “Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang rosul dari kalangan mereka, yang rosul tersebut membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Al-Qur’an dan As-Sunnah dan keberadaan mereka sebelum itu benar-benar di dalam kesesatan yang jelas”.

وقد يكون الأمي من طلبة العلم.

Dan terkadang keberadaan al-ummiy termasuk dari para penuntut ilmu”.

(أبو أحمد الأندونيسي).
(Dijawab oleh: Abu Ahmad Al-Andonisiy)

Comments on: "Hukum Memberikan Pakaian Bekas" (2)

  1. Boleh jadi yang dimaksudkan bekas adalah yang sudah tidak layak dipakai lagi, atau yang sudah kita picingkan. Maka ini tidak boleh dilakukan (diberikan).
    Perlu diperhatikan bahwa meminta dan memberi itu berbeda.
    Jika hendak memberi maka Allah memerintahkan :
    Surah Al-Baqarah, 267:
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنفِقُوا مِن طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ الْأَرْضِ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنفِقُونَ وَلَسْتُم بِآخِذِيهِ إِلَّا أَن تُغْمِضُوا فِيهِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

    Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kalian. Dan janganlah kalian memilih yang buruk-buruk lalu kalian menafkahkan daripadanya, padahal kalian sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

    Dan jika saudara kita meminta sesuatu yang dia butuhkan dan bermanfaat baginya, maka kenapa tidak untuk kita memberikan bantuan kepadanya. Dan itu adalah perbuatan terpuji dan termasuk amal sholeh. Adapun ternyata yang diminta adalah barang bekas, maka sampaikan kepadanya, udzurmu, dan hendaknya engkau berpesan padanya, agar barang2 bekas itu dipergunakan dengan selayaknya, tidak disalah gunakan untuk kejelekan .

    (وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ۩)

    “Dan berbuatlah oleh kalian suatu kebaikan, semoga kalian beruntung”.
    Allahua’lam.

    Suka

  2. Saya setuju boleh,,,, kenapa gak boleh ya….. he mf awam

    Suka

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: