“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

بسم الله الرحمن الرحيم

Dari seorang hamba Alloh yang menyeru kepada kebaikan (Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy).
Teruntuk Para Penguasa.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

(يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمْ بُرْهَانٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُورًا مُبِينًا)

nasehat dari rakyat biasa untuk para penguasa“Wahai manusia, sungguh telah datang kepada kalian penjelasan dari Robb kalian, dan Kami (Robb kalian) telah menurunkan kepada kalian cahaya yang terang”.

Diantara penjelasan yang telah Alloh Ta’ala sampaikan kepada kita adalah Dia menyebutkan di dalam Al-Qur’an tentang ayat-ayat-Nya berupa suatu kejadian pada zaman dahulu supaya yang hidup di zaman ini bisa mengambil pelajaran dari kejadian tersebut, Alloh Ta’ala berkata:

(وَهَٰذَا صِرَاطُ رَبِّكَ مُسْتَقِيمًا ۗ قَدْ فَصَّلْنَا الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَذَّكَّرُونَ)

“Dan ini adalah jalan Robbmu yang lurus, sungguh Kami telah menjelaskan ayat-ayat (Kami) kepada kaum yang mau mengambil peringatan”.

Pada kesempatan ini kami akan menyampaikan satu ayat dari Al-Qur’an disertai sedikit penjelasan untuk para penguasa, baik penguasa tertinggi (presiden) maupun bawahan-bawahannya hingga kepala-kepala dusun beserta bawahan-bawahan mereka (kepala RT/RW), sebagai bentuk dari pengamalan terhadap perkataan Rosululloh Abul Qosim Muhammad bin Abdillah ‘Alaihishsholatu Wassalam: 

«الدين النصحية»

“Agama adalah nasehat”.

Para shohabat bertanya:

لمن؟

“Untuk siapa?”.

Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam menjawab:

«لله، ولكتابه، ولرسوله، ولأئمة المسلمين وعامتهم»

“Untuk Alloh, kitab-Nya, rosul-Nya dan para pemimpin kaum muslimin dan masyarakat mereka”.

Adapun satu ayat yang akan kami sampaikan di sini maka dia adalah perkataan Alloh Ta’ala:

(الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ)

“Orang-orang yang apabila Kami telah mengokohkan kedudukan mereka di muka bumi maka mereka menegakan sholat, mengeluarkan zakat dan mereka memerintahkan kepada kebaikan serta mencegah dari kemungkaran, dan hanya kepada Alloh-lah kembali segala urusan”.

Bila para penguasa bersyukur kepada Alloh Ta’ala dengan bentuk syukur mereka adalah melaksanakan empat perkara yang disebutkan dalam ayat tersebut maka Alloh Subhanahu wa Ta’ala akan menambahkan kebaikan kepada mereka dan dikokohkan kedudukan mereka, Alloh Ta’ala berkata:

(وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ)

“Dan Robb kalian mengumumkan: Jika kalian bersyukur maka sungguh Aku akan tambahkan (ni’mat-Ku) kepada kalian, dan jika kalian kufur (mengingkari ni’mat-Ku) maka sesungguhnya siksaan-Ku adalah benar-benar pedih”.

Para penguasa tentu menginginkan untuk terus menjabat pada kedudukannya dan menginginkan untuk terangkat nama baiknya, namun dua perkara ini tidak akan terwujud melainkan dengan mengambil pelajaran dari penguasa yang sholih terdahulu lalu melakukan semisal apa yang telah mereka lakukan.

Berikut ini pertanyaan yang patut untuk dipikirkan jawabannya oleh para penguasa:

* Apa yang menyebabkan Kaisar (Kisro) raja Persia dan kerajaannya runtuh?.

* Kenapa Ashhamah An-Najasiy Rodhiyallohu ‘anhu dikokohkan jabatannya sebagai raja di negri Habasyah (Etopia) hingga meninggal dunia dalam keadaan beragama Islam?.

Bila para penguasa menghina, menekan dan menghalangi da’wah yang diserukan oleh Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam atau yang diserukan oleh pengikut setia beliau maka keadaan para penguasa tersebut akan bernasib seperti Kisro (raja Persia), ketika da’wah Rosulillah Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam sampai kepadanya maka dia menghalangi dengan mengerahkan kekuatannya, dan ketika surat Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam sampai kepadanya, diapun merobek-robeknya, hingga Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam mendoakan kebinasaan kepadanya, lalu dia binasa dan binasa pula kerajaannya (Persia).

Adapun Ashhamah An-Najasiy raja Etopia, ketika para muhajirin dari Makkah datang ke negri beliau maka beliau melindungi mereka, memberikan kebebasan kepada mereka untuk beribadah kepada Alloh. Ketika para muhajirin pindah ke Madinah maka beliau hanya seorang diri yang memeluk agama Islam, bersamaan dengan itu masyarakat Etopia tetap mengakuinya sebagai penguasa mereka, hingga beliau meninggal dunia dalam keadaan beragama Islam, ketika meninggal dunia maka Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepada para shohabatnya:

«مات اليوم أخ لكم، صلوا على أخيكم أصحمة النجاشي»

“Telah mati pada hari ini saudara kalian, sholatlah kalian atas saudara kalian Ashhamah An-Najasyiy”.

Demikianlah keadaan penguasa yang sholih, kebaikannya dengan melindungi, menaungi para shohabat Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam yang berhijroh ke negrinya dan memberikan kebebasan beribadah kepada Alloh sebagai sebab beliau didoakan dan dikenang sepanjang masa oleh umat Islam.

Dan diantara penguasa yang sholih adalah Dzulqornain Rodhiyallohu ‘anhu, beliau memberikan kebebasan rakyatnya untuk beribadah kepada Alloh, dan melindungi mereka dari kezholiman dan kejahatan para pembuat kerusakan di muka bumi, Alloh Ta’ala berkata:

(قَالُوا يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا عَلَىٰ أَنْ تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا * قَالَ مَا مَكَّنِّي فِيهِ رَبِّي خَيْرٌ فَأَعِينُونِي بِقُوَّةٍ أَجْعَلْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ رَدْمًا)

“Mereka (rakyatnya) berkata: Wahai Dzulqornain sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj adalah para perusak di muka bumi, maukah kami akan memberikan kepadamu bayaran supaya engkau membuat benteng di antara kami dengan mereka?, beliau menjawab: Apa-apa yang telah Robbku kokohkan padanya adalah lebih baik, maka bantulah aku dengan kekuatan (tenaga) supaya aku menjadikan antara kalian dengan mereka suatu benteng (pemisah)”.

Demikianlah keberadaan penguasa yang adil dan bijak, rakyatnya pun segan dan penuh pemuliaan kepadanya, rakyatnya dalam berbicara kepadanya dengan penuh kesopanan dengan menawarkan bayaran untuknya, namun karena beliau mengerti akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai penguasa beliaupun menyebutkan ni’mat Alloh padanya, hingga kemudian beliau bangkit untuk membangun benteng dengan bantuan tenaga dari rakyatnya, dengan itu kemaslahatan bersama pun berjalan dengan baik, rakyatnya dengan bebas beribadah kepada Robb mereka, mudah
menjalankan aktivitas keseharian mereka dan beliaupun bertambah kokoh kedudukannya sebagai penguasa, sungguh benar perkataan Alloh Ta’ala:

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ)

“Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian menolong Alloh maka Dia akan menolong kalian dan Dia akan mengokohkan kedudukan kalian”.

Semoga Alloh memberikan hidayah kepada para penguasa dan menjadikan mereka mencintai kebaikan dan para pelaku kebaikan.

سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا أنت، أستغفرك وأتوب إليك.

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: