“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

coollogo_com-4645433

Tanya: Orang shufy kadang menjatuhkan dakwah salafiyyah bahwa dai-dainya sering selisih dan sampai tantang-tantang, bagaimana kasih jawaban buat mereka?.

Jawab: Alhamdulillah para Ahlussunnah sejati tidak akan tergiur dan tertipu dengan mereka, perselisihan di tengah-tengah umat ini adalah sudah merupakan perkara yang tidak bisa dipungkiri, umat Islam diuji dengan masalah ini, dan setiap perkara yang diperselisihkan maka semuanya dikembalikan kepada Alloh Ta’ala (Al-Qur’an) dan Rosul-Nya (As-Sunnah), orang-orang yang berada di atas kebatilan atau melindungi kebatilan dengan kedustaan dan tipu daya maka Alloh akan tampakan keadaan mereka dan Dia akan menjauhkan mereka dari hidayah:

(إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ)

“Sesungguhnya Alloh akan menghukumi di antara mereka terhadap apa yang mereka perselisihkan padanya, sesungguhnya Alloh tidak akan memberi hidayah kepada orang yang dia adalah berdusta lagi suka mengkufuri (ni’mat)”.

Orang yang menjadikan perselisihan yang terjadi, sebagai alasan untuk menjatuhkan dan merendahkan da’wah Ahlissunnah wal Jama’ah maka sesungguhnya dia telah menipu umat dan dia telah menikam para salaf yang pernah berselisih, Ali bin Abi Tholib dan Mu’awiyyah serta beberapa shohabat -semoga Alloh meridhoi mereka- telah berselisih dan bahkan bisa dikatakan perselisihan ketika itu besar dan dahsyat hingga terjadi pertumpahan darah, barang siapa mencela dan menghina serta merendahkan kedua shahabat yang mulia tersebut dan para shohabat yang bersama mereka maka sungguh dia adalah shohibu hawa atau musuh Ahlissunnah.

Para penuntut ilmu dari kalangan Ahlissunnah memahami bahwa perselisihan akan terus terjadi, dengan itu pijakan mereka adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah, Alloh Ta’ala berkata:

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا)

“Wahai orang-orang yang beriman taatilah Alloh dan taatilah Ar-Rosul dan pemerintah di antara kalian, dan jika kalian berselisih terhadap suatu perkara maka kembalikanlah kepada Alloh (Al-Qur’an) dan Ar-Rosul (As-Sunnah), itu adalah lebih baik dan lebih bagus akibatnya”.

Dijawab oleh:
Abu Ahmad Al-Limboriy ‘Afallohu ‘anhu (19/1/1436).

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: