“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

BEDA TAQLID DENGAN ORANG YANG SALAFIY

Tanya: Assalamualaikum….Barokallohufiik. Afwan mau tanya apa yang dimaksud dengan taglid?. Mohon penjelasannya mengenai taglid dan bagaimana seseorang itu dapat dikatakan salafiyah. Jazaakumullahukhoir.

Jawab: Wa’alaikumussalam Warohmatullohi Wabarokatuh.

Abu Abdirrohman Muqbil bin Hadi Al-Wadi’iy juga Kholifahnya Rohmatullohu ‘Alaihima berkata:

فالتقليد الذي هو اتباع من ليس بحجة بدون حجة

“Taqlid (membeo) adalah pengikutan terhadap orang yang dia bukan hujjah, dengan tanpa hujjah”.

Syaikhuna Abu Abdirrohman Yahya bin Ali Al-Hajuriy ‘Afallohu ‘anhu berkata:  

أما إذا اتبع الحجة فلم يكن تابعًا للرجل إنما تابع للدليل

“Adapun jika dia mengikuti hujjah (ya’ni Al-Qur’an dan As-Sunnah) maka tidaklah keberadaannya sebagai pengikutan kepada seseorang, akan tetapi dia mengikuti dalil”.

Al-‘Imrithiy Rohimahulloh telah menyebutkan ma’na taqlid, beliau berkata:

تقليدنا قبول قول القائل
من غير ذكر حجة للسائل

“Taqlidnya kita adalah menerima perkataan orang yang berkata, dengan tanpa menyebutkan hujjah (dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah) kepada orang yang bertanya”.

Adapun seseorang dikatakan sebagai salafiy maka kami katakan:

الرجل لا يعد سلفيا حتى يتبع كتاب الله تعالى وسنة رسوله صلى الله عليه وسلم، لقول الله تعالى: ﴿اتَّبِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ وَلا تَتَّبِعُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ﴾;.

“Seseorang tidaklah terhitung sebagai salafiy sampai dia mengikuti Kitab Alloh Ta’ala dan Sunnah Rosul-Nya Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam, dengan dalil perkataan Alloh Ta’ala:
“Ikutilah apa-apa yang telah diturunkan kepada kalian dari Robb kalian, dan janganlah kalian mengikuti dari selain-Nya, dari para tokoh-tokoh (wali-wali), sangat sedikitlah kalian mengambil pelajaran darinya”.

Dan kami katakan pula:

وكذلك العامي الذي لا يحسن الاستنباط، فلا يعد سلفيا حتى يسأل من يثق بعلمه ودينه وتقواه
لقول الله عز وجل: ﴿فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ﴾;

“Dan demikian pula orang yang awam (yang bukan penuntut ilmu), yang dia tidak bisa mengambil suatu kesimpulan hukum, maka dia tidak terhitung sebagai salafiy sampai dia bertanya kepada orang yang dipercaya keilmuannya, agamanya, dan ketaqwaannya, dengan dalil perkataan Alloh ‘Azza wa Jalla: “Bertanyalah kalian kepada ahlul ilmi jika kalian tidak mengetahui”.

Dijawab oleh:
Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy ‘Afallohu ‘anhu (6/1/1436).

Comments on: "Beda Orang Yang Taqlid Dengan Orang Yang Salafiy" (1)

  1. abushafiyah said:

    Reblogged this on bharykhusna.

    Suka

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: