“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Lari dari vonis

بسم الله الرحمن الرحيم

Sudah merupakan kebiasaan dari ahlul batil adalah berupaya menutupi kebatilannya dengan mencari dukungan dari manusia, baik dengan berbuat dusta atau dengan membolak-balikan fakta, sebagaimana yang dilakukan oleh kaum musyrikin Quroisy ketika mendatangi raja Najasyiy, mereka berupaya membersihkan agama mereka dari vonis kaum muslimin tentang kafir dan sesatnya mereka.

Metode yang hina dan rendah ini banyak pula diikuti oleh sebagian dari umat ini, supaya lolos dari vonis “mubtadi”, “hizbiy”, “dhol”, “fasiq” dan vonis lainnya, mereka terus mencari pendukung dan penguat, baik dengan mencari “muka” di depan orang yang dianggap berilmu atau kepada siapa saja yang memiliki pengaruh.

Berbeda dengan orang yang mengerti dan mengakui al-haq serta menerimanya, bila dia divonis dengan vonis batil, dia tetap berada pada pendiriannya, terus pada aktivitasnya, bersabar dan tidak menyibukan dirinya ke sana dan kemari, menghubungi di sana dan di sini supaya mendapat dukungan.

Mereka yang tetap bersikeras di atas kebatilannya dan senantiasa mencari dukungan maka mereka tidak menyadari kalau perbuatan seperti ini akan berkesudahan dengan kejelekan, cukup sebagai pelajaran apa yang dilakukan oleh jaringan Abdurrohman Al-Adniy dan Muhammad Al-Imam, mencari dukungan ulama di Saudi, Ubaid Al-Jabiriy termasuk target utama mereka dalam mencari dukungan, hingga pernah didatangkan ke Yaman.

Muhammad Al-Imam tidak henti-hentinya mencari pembenaran terhadap keyakinannya bahwa Abdul Malik Al-Hutsiy dan Rofidhoh adalah saudara-saudaranya seagama, orang semisal Ubaid Al-Jabiriy yang diinginkan dukungannya ternyata kini dia (Ubaid Al-Jabiriy) malah menvonisnya sebagai “mubtadi’, dhol, ikhwaniy”.

Seseorang walaupun berusaha menutup rapat kebatilannya hingga tidak ada yang mampu menvonisnya, namun nantinya akan Alloh tampakan:

واصبر حتى يحكم الله وهو خير الحاكمين

“Dan bersabarlah kamu sampai Alloh menghakimi, dan Dia adalah sebaik-baik Yang Menghakimi”.

Masalah bid’ah dan penyelisihan terhadap al-haq bukan masalah ringan dan remeh, anggaplah seseorang bisa lolos dari vonis orang lain, karena kuatnya dia dalam mengemas kebatilannya atau banyaknya pendukung, namun di sisi Alloh dia akan mengalami proses:

ووضع الكتاب فترى المجرمين مشفقين مما فيه ويقولون يا ويلتنا مال هذا الكتاب لا يغادر صغيرة ولا كبيرة إلا أحصاها ووجدوا ما عملوا حاضرا

“Dan diletakanlah tulisan, maka kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa-apa yang tertulis di dalamnya, lalu mereka berkata: “Aduhai celaka kami, tidaklah pada kitab ini terluputkan dari yang kecil tidak pula yang besar melainkan tercatat padanya, mereka mendapati apa saja yang mereka kerjakan ada (tertulis)”.

Dijawab oleh:
Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy ‘Afallohu ‘anhu (26 Dzulqo’dah 1435).

Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: