“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Kokohlah diatas AS-Sunnah

بسم الله الرحمن الرحيم، الحمد لله رب العالمين، وبعد:

Nasehat ini kami tuliskan untuk siapa saja yang telah melakukan tamayyuz serta tarbiyyah dan tashfiyyah supaya berhati-hati dari masuknya ahlul ahwa’ untuk melakukan penipuan.

Dari sejak zaman Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam hingga hari kita ini, bila ada di sana seseorang telah berlepas diri dari orang-orang zholim dan menyendiri maka akan datang kepadanya orang-orang yang memiliki kepentingan.

Dahulu ketika beberapa da’i telah berlepas diri dari tokoh-tokoh yang memiliki ketergantungan kepada jam’iyyah Ihyaut Turots maka datanglah Muhammad Afifuddin As-Sidawiy ke tempat mereka, dengan tujuan untuk menjalin ukhuwah demi memperkuat da’wah, dibalik itu mereka tidak menyadari kalau Muhammad Afifudin memiliki tujuan, dan terbukti beberapa hari kemudian datang para muridnya ke tempat para da’i itu dengan membawa rekaman guna mendapatkan tambahan dukungan dalam rangka membantah tokoh-tokoh yang bergantung kepada jam’iyyah Ihyaut Turots, yang mereka namai dengan Sururiyyun.

Dengan itu kemudian mereka berhasil menyeret seorang da’i, yang tadinya bisa beradaptasi, bisa hidup dari jerih payah sendiri, sabar di atas kefaqiran, kerja di sawah namun ketika tertipu dengan ulah Muhammad Afifudin dan menyaksikan pondok pesantren Al-Bayyinah Sedayu yang mewah bangunannya, diapun mulai berpikir bagaimana bisa seperti itu, diapun mulai mendirikan jam’iyyah yang mirip dengan jam’iyyah Al-Bayyinah dan bahkan tidak tanggung-tanggung, membuat sekretariat serta memajang pamflet nama jam’iyyahnya, tidak hanya sekedar itu, bahkan berani membuat pembahasan tentang hukum jam’iyyah, sungguh benar perkataan Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam:

فوالله لا الفقر أخشى عليكم ولكن أخشى عليكم أن تبسط عليكم الدنيا….

ً”Demi Alloh bukanlah kefaqiran yang aku takutkan kepada kalian, akan tetapi yang aku takutkan atas kalian adalah akan dibukakan bagi kalian dunia….”.

Syaikhuna Abu Hatim Sa’id Da’as Al-Yafi’iy Rohimahulloh berkata:

فما أكثر المتساقطين من طلاب العلم بسبب عدم التجرد والإنصاف، وتلونهم بالأهواء….”.

“Betapa banyak orang-orang berjatuhan dari kalangan para penuntut ilmu, karena sebab tidak terkontrol dan tidak bisa adil. Dan keserasian mereka dengan hawa nafsu”.

Begitulah hakekat orang yang istiqomah di atas al-haq mesti akan didatangi oleh orang-orang yang berkepentingan, baik yang datang dari para pemuja jam’iyyah atau tokoh-tokoh ma’had biarawati atau yang semisal mereka, tujuan mereka adalah sama yaitu mencari penguat, pendukung dan pembela dengan mengatasnamakan da’wah dan ukhuwwah.

Semoga Alloh merohmati dan meridhoi Ka’ab bin Malik, yang mana beliau dalam keadaan menghadapi ujian besar berupa hajr (tidak disalamin dan tidak pula diajak bicara) dari para shohabatnya, bersamaan dengan itu datang penawaran dari raja Ghossan untuk memberikan suatu jabatan kepadanya di kerajaan Ghossan dengan meninggalkan para shohabatnya yang sedang menghajrnya, namun karena kekokohannya di atas al-haq, penawaran itupun dia rendahkan, beliau berkata:

وهذه أيضا من البلاء

“Dan ini juga termasuk ujian”.

Oleh karena itu kami nasehatkan kepada siapa saja yang sudah mengenal al-haq untuk waspada dari para ahlul ahwa’ yang menampakan nilai-nilai terpuji, yang pada hakikatnya menyembunyikan misi dan visi yang rusak demi mendapatkan dukungan dalam menda’wahkan ke-muhdatsat-annya dan penyelisihannya terhadap al-haq.

Bersabarlah wahai ahlul haq di atas al-haq yang telah antum ketahui, hati-hatilah dari orang ingin menyusup supaya menebarkan benih-benih kesesatan dan propagandanya atas nama da’wah:

ولا تتبع أهواءهم عما جاءك من الحق، لكل جعلنا منكم شرعة ومنهاجا

“Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka, terhadap apa-apa yang telah datang kepadamu dari al-haq, bagi setiap kalian telah Kami buatkan syari’at (peraturan) dan manhaj (pijakan)”.

ولا تتبع سبيل المفسدين

“Dan janganlah kamu mengikuti jalan para perusak”.

Ditulis oleh: Abu Ahmad Muhammad Al-Limboriy (28 Syawwal 1435).

Comments on: "Kokohlah Diatas As-Sunnah Hingga Masuk Jannah" (2)

  1. mujahid said:

    bismillah, ana membuka web isnad.net dan tidak aktif lagi, apakah ini berarti ash habul hadits ini sebagai penggantinya, alhamdulillah web ini selalu up to date dengan kabar terbaru di dalamnya, semoga Alloh membalas dengan segala kebaikan dan menambahkan ilmu agama ini bagi para ustadz yg mengisi artikel di web ini, serta memanjangkan umur semuanya

    Suka

    • semoga isnad net aktif kembali, alhamdulillah, web ini berjalan dengan pertolongan Allah semata, amiin, amiin, amiin atas doanya, dan semoga allah membalas kebaikanmu. baarokallahu fiik.

      Suka

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: