“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Melabuhkan kain dibawah matakaki

Tanya: Assalamualaikum. Ana ada persoalan kalau ada sesiapa yang boleh membantu memberi jawabannya Adakah wanita menutup kakinya dengan memakai stoking/socks atau melabuhkan kainnya? Ana pernah terbaca satu artikel, sebetulnya adalah melabuhkan kainnya hingga memutup kakinya, bukannya hanya memakai stoking. Mohon bantu akan kekeliruan ana ini. Jazakilahu khoir

Jawab: Wa’alaikumussalam warohmatullohi wa barokatuh. Wanita menutup kakinya dengan memanjangkan kain jilbabnya hingga menutupi kakinya. Hal ini sebagaimana ditunjukkan oleh hadits Ibnu Umar rodhiyallohu ‘anhu, bahwasanya Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

(من جر ثوبه خيلاء لم ينظر الله إليه يوم القيامة)، فقالت أم سلمة: فكيف يصنع النساء بذيولهن؟ قال: (يرخين شبرا)، فقالت: إذن تنكشف أقدامهن، قال: (فيرخينه ذراعا لا يزدن عليه) أخرجه الترمذي.

“Siapa yang memanjangkan pakaiannya melebihi mata kaki menyombongkan diri, maka Alloh tidak akan melihatnya pada hari kiamat.” Ummu Salamah bertanya: “Apa yang dilakukan para wanita dengan bagian bawah bajunya?” Beliau menjawab: “Hendaklah memanjangkannya sejengkal (yaitu dari atas mata kaki atau setengah betisnya).” Ummu Salamah bertanya lagi: “Kalau begitu, maka kaki-kaki mereka akan tersingkap?” Beliau berkata: “Panjangkan sampai sehasta dan jangan lebih dari itu!” (HR. Tirmidzi dan selainnya, dishohihkan oleh Al Albaniy dalam Ash Shohihah: 1864)

Setelah memanjangkan kainnya sebagaimana dalam hadits di atas, dibolehkan juga memakai kaos kaki (socks) di dalamnya jika diperlukan, misalnya supaya tidak kedinginan atau tidak terlihat langsung kulitnya jika masih saja tersingkap ketika diterpa angin yang kencang.

Adapun jika wanita memendekkan kainnya di atas mata kaki dan mencukupkan diri dengan kaos kaki untuk menutup kedua kakinya, maka hal ini tidaklah tepat, dikarenakan hal-hal berikut ini:

PERTAMA

Hal itu tidak memenuhi syarat pakaian muslimah yang harus longgar dan tidak sempit atau ketat (seperti kaos kaki, dsb) sehingga membentuk lekuk tubuh jika terlihat dari luar (termasuk kaki).

Usamah bin Zaid rodhiyallohu ‘anhu berkata: “Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam memberiku sebuah baju tebal model Qibthi (Mesir), hadiah dari Dihyah Al Kalbi. Maka aku berikan kepada istriku. Beliau bertanya: “Mengapa baju Qibthi itu tidak kau pakai?” Kujawab: “Aku telah berikan kepada istriku.” Maka beliau berkata:

مرها فلتجعل تحتها غلالة، فإني أخاف أن تصف حجم عظامها

“Suruh dia memakai baju dalaman baju tambahan sebelum memakai baju Qibthi tsb). Aku khawatir nanti akan terlihat bentuk kakinya.” (HR. Ahmad dan selainnya, dihasankan oleh Al Albaniy dalam Jilbab, hal. 131)

Tujuan beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam memerintahkan hal itu adalah supaya tidak terlihat bentuk kakinya dikarenakan baju Qibthi itu kurang longgar.

KEDUA

Memendekkan baju wanita di atas mata kaki termasuk menyerupai gamis atau pakaian laki-laki dan ini dilarang dalam syariat.

Dari Ibnu Abbas rodhiyallohu ‘anhuma, beliau berkata:

لعن رسول الله صلى الله عليه وسلم المتشبهين من الرجال بالنساء والمتشبهات من النساء بالرجال

“Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam melaknat para laki-laki yang menyerupai wanita dan melaknat para wanita yang menyerupai laki-laki. (HR. Bukhori)

Ancaman laknat ini menunjukkan bahwa perbuatan itu termasuk dosa besar.

Pakaian laki-laki panjangnya sampai setengah betis atau di atas mata kaki. Sedangkan pakaian wanita adalah longgar dan panjangnya ditambah sehasta dari panjang pakaian laki-laki untuk menutupi kedua kaki mereka.

Wallohu ta’ala a’lam bish showab.

Sumber: Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah Fii Al Kitab wa As Sunnah, karya Imam Al Albaniy rohimahullohu ta’ala.

Dijawab oleh: Abu Sholeh Muslih bin Syahid Al-Madiuniy

Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: