“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Keteguhan Ketaatan Dalam Agama Islam

Sebuah faedah dari Syaikh Abu Muhammad Abdul Hamid bin Yahya Al Hajuriy hafidzahullah

Pertanyaan: Terlihat adanya suatu kelesuan dan kebosanan pada barisan pemuda yang taat dan berpegang teguh dengan sunnah. Kami ingin Anda menjelaskan sebab-sebab yang menjadikan para pemuda senantiasa kuat dalam ketaatan.

Jawab:  Keteguhan atau ketaatan para pemuda terhadap agamanya merupakan sesuatu yang menggembirakan -wa lillahil hamd- dan tidak ada kelemahan di dalamnya, akan tetapi hal itu -walhamdulillah- terus bertambah baik. Akan tetapi syaithon mendatangi seorang yang taat, lalu menghalanginya dari amalan kebaikan dan mendorongnya kepada kejelekan serta membujuk dirinya bahwa Alloh akan mengampuninya dan sebagainya.

Wajib atas manusia untuk memurnikan tujuan dan mengikhlaskan niat untuk Alloh ‘azza wa jalla. Siapa yang ingin meraih derajat yang tinggi, maka hendaknya ia bangun malam, begadang dengan amalan ibadah.

Di sana ada sebab-sebab yang menjadikan seseorang itu tetap giat dalam ketaatan:

Sebab pertama: Menginginkan wajah Alloh dan kediaman di akherat. Setiap ia melihat kelesuan pada dirinya, maka perbaruilah tekad itu sampai bisa terus giat kembali.

Sebab kedua: Bersemangat untuk berteman dengan saudara-saudaranya yang giat dan semangat di atas ketaatan kepada Alloh. Sesungguhnya teman yang sholeh itu, sebagaimana yang disifati oleh Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam:

كحامل المسك: إما أن يحذيك، وإما أن تبتاع منه، وإما أن تجد منه رائحة طيب

“Bagaikan penjual misk. Ia bisa memberimu atau engkau membeli darinya atau engkau dapatkan aroma yang wangi darinya.”

Sebab ketiga: ketika berpegang dengan agama, hendaknya tidak melebihi batas dari yang semestinya. Hal itu karena jika ia berlebihan dan terlalu membebani dirinya dengan sesuatu yang tidak wajib, maka ia akan merasa lelah dan bosan. Akan tetapi jika berpegang sesuai dengan batasannya dan berjalan di atas kelaziman syariat, maka kebanyakannya tidak merasa bosan disertai dengan melakukan sebab-sebab lainnya.

Sebab keempat: hendaknya tidak berkeluh kesah, sehingga menghalanginya dari melakukan ketaatan kepada Alloh ketika melihat perkara-perkara mungkar yang terjadi di masyarakatnya. Sungguh Alloh ‘azza wa jalla mengatakan kepada Rosul-Nya shollallohu ‘alaihi wa sallam:

فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ عَلَى آثَارِهِمْ إِنْ لَمْ يُؤْمِنُوا

“Sepertinya kesedihan dan kegundahan melemahkan dirimu -wahai Rosul- setelah kaummu berpaling meninggalkanmu ketika mereka tidak beriman terhadap Al Quran dan mengamalkannya.” (QS. Al Kahfi: 6)

Firman Alloh juga:

فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِين

“Berterang-teranglah dalam berdakwah kepada kebenaran sebagaimana yang diperintahkan oleh Alloh. Janganlah engkau hiraukan orang-orang musyrikin itu. Sungguh Alloh telah melepaskan dirimu dari apa yang mereka katakan.” (QS. Al Hijr: 94)

Maka manusia itu, jika telah memperbaiki hubungan dirinya dengan Alloh Robbnya, maka janganlah ia membinasakan dirinya lantaran perbuatan orang lain. Hendaknya ia terus berdakwah menyeru umat kepada Alloh dan memohon hidayah untuk mereka serta menyadari dan mengetahui bahwa ia tidaklah akan menanggung perhitungan amalan mereka sedikitpun dan sebaliknya, mereka tidaklah akan menanggung perhitungan amalannya sedikitpun.

Inilah empat sebab yang sekarang bisa saya sebutkan. Bisa jadi di sana ada sebab-sebab lainnya sebagai penguat dan peneguh ketaatan yang ada pada seseorang.

Sebab kelima: memohon keteguhan kepada Alloh. Maka hendaklah ia selalu memohon kepada Alloh untuk memberikan keteguhan dan pertolongan kepadanya.

Sumber: Silsilah Liqo’at Al Bab Al Maftuh (pertemuan ke-8)

Diterjemahkan oleh: Abu Sholeh Muslih ibn Syahid Al-Madiuniy Al-Indonesiy (Hafidzahullah)
Naskah Asli:

السؤال : يلاحظ في صفوف الشباب الملتزم الضعف والملل، فنريد أن تبين الأسباب التي تجعل الشباب يكون في قوة بعد الالتزام؟

الجواب: الالتزام الذي طرأ على الشباب، لا شك أنه يَسُرُّ -ولله الحمد- وليس فيه ضعف، بل هو -والحمد لله- في تقدم، لكن الشيطان قد يأتي للإنسان الملتزم، فيثبطه عن فعل الخير، أو يدفعه لفعل الشر، ويغريه بأن الله يغفر له وما أشبه ذلك، والواجب على الإنسان أن يخلص القصد، والنية لله عز وجل. ومن طلب العلى سهر الليالي وهناك أسباب تجعل الشاب نشيطاً:

 السبب الأول: أن يقصد وجه الله، والدار الآخرة، فإنه كلما رأى الفتور على نفسه جدد العزيمة، حتى يستمر على نشاطه

السبب الثاني: أن يحرص على مصاحبة الإخوان الذين ينشطونه على طاعة الله؛ فإن الجليس الصالح كما وصفه النبي -صلى الله عليه وسلم- : «كحامل المسك: إما أن يحذيك، وإما أن تبتاع منه، وإما أن تجد منه رائحة طيبة»

السبب الثالث: ألا يكون عند الالتزام مندفعاً أكثر مما ينبغي؛ لأنه إذا اندفع أكثر مما ينبغي، وحمل نفسه ما لا يجب تعب ومل، ولكن إذا التزم بانتظام ومشى على ما تقتضيه الشريعة، فإن الغالب أنه لا يمل مع فعل بقية الأسباب.

السبب الرابع: ألا يتضجر تضجراً يصده عن طاعة الله، مما يشاهده في مجتمعه، فإن الله -عز وجل- قال للرسول -صلى الله عليه وسلم-: ﴿فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ عَلَى آثَارِهِمْ إِنْ لَمْ يُؤْمِنُوا﴾ … [الكهف:6] أي: مهلك نفسك على آثارهم، وقال: ﴿فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ﴾ [الحجر:94]، فالإنسان إذا أصلح نفسه فيما بينه وبين ربه، فلا يهلكَنَّ بفعل غيره؛ يدعو إلى الله، ويسأل الله لهم الهداية، ويعلم أنه ما من حسابهم عليه شيء ومن حسابه عليهم من شيء.

فهذه أربعة أسباب تحضرني الآن، وربما يكون هناك أسباب أخرى، لتقويته وتثبيته على ما هو عليه من الالتزام.

السبب الخامس: سؤال الله الثبات؛ فيسأل الله دائماً أن يثبته وأن يعينه .  المصدر: سلسلة لقاءات الباب المفتوح > لقاء الباب المفتوح [8]

***

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: