“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

antara aqidah dan niatPertanyaan dari Malaysia. Penanya berkata:
Afwan saya ada pertanyaan: Seseorang itu kalau dibunuh, terus adakah kita lihat aqidahnya atau kita bilang niatnya?
Afiduna Jazakallahukhaira..

Jawaban:

بسم الله الرحمن الرحيم

Dilihat kedua-duanya, ketika seseorang beraqidah semisal aqidah khowarij ya’ni menghalalkan darah kaum muslimin dan dia berniat untuk membunuh seorang muslim dan orang yang akan dia bunuh beraqidah pula semisal aqidahnya ya’ni menghalalkan pula darah orang yang mau membunuhnya, hingga keduanya berniat untuk saling membunuh, maka keadaan kedua orang ini seperti yang dikatakan oleh Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam:

إذا التقى المسلمان بسيفيهما، فالقاتل والمقتول في النار

“Jika bertemu (bertikai) dua orang muslim dengan pedang keduanya, maka yang membunuh dan yang dibunuh di dalam neraka”.
Maka Abu Bakroh Nafi’ Ibnul Al-Harits Ats-Tsaqofiy bertanya:

يا رسول الله هذا القاتل فما بال المقتول

“Wahai Rosululloh ini yang membunuh, maka bagaimana dengan yang dibunuh?”.
Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam menjawab:

إنه كان حريصا على قتل صاحبه

“Sesungguhnya dia bersemangat untuk membunuh saudaranya”.

Adapun kalau dia tidak beraqidah dengan aqidah khowarij ya’ni dia tidak menghalalkan darah saudaranya seorang muslim, lalu dia dibunuh karena mempertahankan kehormatan dirinya atau membela hartanya maka dia mati di atas kebaikan, ketika seseorang bertanya kepada Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam tentang orang yang berniat membunuhnya karena dia membela hartanya maka beliau berkata:

أنت في الجنة

“Kamu di dalam Jannah (surga)”.
Orang tersebut mencari kejelasan lagi, ketika dia mempertahankan hartanya dengan melawan serangan orang yang mau merampas hartanya, ternyata orang yang merampas hartanya itu yang terbunuh, maka Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam katakan:

فهو في النار

“Dia di dalam neraka”.
Orang dinyatakan ke dalam neraka ini karena menghalalkan harta seorang muslim dan sekaligus darahnya karena dia berkeinginan untuk membunuhnya, Wallohu A’lam.

Dijawab oleh: Abu Ahmad Muhammad Al-Limboriy ‘Afallohu ‘anhu.

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: