“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Syiah - Memagari Negeri dari Syiah

Oleh: Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Indonesiy Al-Qudsiy

Ada berita bahwasanya sebagian pemuka muslimin meminta pada pemerintah suatu Negara Muslimin untuk melarang aliran Syi’ah Rofidhoh karena amat jauhnya kesesatan mereka dari agama Allah. Maka si pemuka Rofidhoh berkata: “Di negara ini orang Kristen, Buddha dan Hindu saja dibiarkan dengan agama mereka, kenapa kami dilarang?” Maka si pemuka muslimin tak sanggup memberikan jawaban yang kuat. Adapun ahli bid’ah dari kaum muslimin, maka mereka tidak boleh dibiarkan melakukan bid’ah-bid’ah tadi karena hal itu adalah kemungkaran di bumi Allah, dan Alloh mewajibkan kita semua, terutama pemerintah untuk memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah yang munkar.

Saya dengan memohon taufiq dari Allah menjawab: Sesungguhnya orang Yahudi, Nashara (Kristen) dan Majusi itu diizinkan untuk tetap memeluk agama mereka di negara muslimin karena orang-orang kafir tadi telah membayar jizyah (upeti) kepada pemerintah muslimin. Itupun mereka dilarang mengumandangkan syiar-syiar agama mereka secara terang-terangan dan dilarang melakukan perkara-perkara yang bisa menyebabkan rusaknya agama Alloh yang dipeluk kaum muslimin.

Di dalam kitab “Majmu’ul Fatawa” (11/hal. 471), dalam kisah perdebatan antara Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahulloh dengan para pembesar sekte Bathoihiyyah, setelah mereka kalah besar dalam perdebatan besar itu, sebagian dari mereka berkata di hadapan wakil Sultan dan para pejabat kerajaan: “Orang-orang Yahudi dan Nashara (Kristen) dibiarkan, kenapa kami tidak dibiarkan?”

Maka Syaikhul Islam rohimahulloh menjawab: “Yahudi dan Nashara (Kristen) dibiarkan untuk menjalankan agama mereka, tersembunyi di dalam rumah mereka, dengan imbalan jizyah (upeti). Sementara mubtadi’ tidak boleh dibiarkan dengan kebid’ahan mereka.” Maka merekapun terbungkam dengan jawaban tadi.

Syaikhul Islam rohimahulloh melanjutkan: “Dan hakikat dari perkara ini adalah: bahwasanya barangsiapa menampakkan kemungkaran di negeri Islam, dia tidak boleh dibiarkan. Maka barangsiapa mengajak kepada kebid’ahan dan menampilkannya, dia tidak boleh dibiarkan. Demikian pula orang yang menampilkan kejahatan itu tidak boleh dibiarkan. Demikian pula ahli dzimmah (orang kafir yang membayar upeti) itu tidak boleh dibiarkan menampilkan kemungkaran-kemungkaran agama mereka. Dan yang selain mereka, jika dia itu muslim, maka dia wajib memegang kewajiban-kewajiban Islam dan meninggalkan keharoman-keharomannya. Tapi jika dia itu bukan muslim dan bukan pula ahli dzimmah, maka bisa jadi dia itu murtad atau musyrik ataupun zindiq yang jelas kezindiqannya.” Selesai penukilan dari “Majmu’ul Fatawa.”

Bagaimana Syiah Rofidhoh tidak dilarang?

Apakah kita menunggu mereka betul-betul berkembang di negara kita, lalu merusak agama anak-anak kita dan menginjak-injak Al Qur’an sebagaimana ana lihat itu di Yaman, atau mereka melumurinya dengan kotoran manusia sebagaimana ana lihat potretnya?

Ataukah kita menunggu mereka menghancurkan masjid-masjid muslimin sebagaimana mereka telah menghancurkan lebih dari dua puluh masjid di Yaman?

Ataukah kita menunggu sampai mereka betul-betul punya kekuatan lalu menyerukan untuk berpindah kiblat dari Ka’bah Makkah menuju Karbala Irak, sebagaimana seruan pemimpin Iraq sekarang ini, si Malikiy?

Di manakah kecemburuan kita untuk agama Allah?

Ya Alloh, saksikanlah bahwasanya saya telah menyampaikan nasihat.

والحمد لله رب العالمين.

Comments on: "Memagari Negara Indonesia dari Aliran Syiah" (4)

  1. abu ilzam as sitabaty said:

    bismillah
    akh, afwan, sudah di sampaikan ke abu fairuz pertanyaan ana mengenai isis yang menyatakan telah menegakkan khilafah islamiyyah?

    Suka

  2. abu ilzam as sitabaty said:

    bismillah . . . Akh, ini sebagai amasukan bagi akh abu fairuz terkait khilafah islamiyyah ‘isis’
    al-mustaqbal.net/inilah-aqidah-khilafah-islamiyah/

    Suka

  3. Mohon Maaf Pa Admin / Pa Ustad, RALAT YG BARU SAJA tadi, (Yg Disent Hari Ini, 11/12/14) Jumlahnya BUKAN Satu Juta Sembilan Ratus RIBU Orang, TAPI SATU JUTA SEMBILAN RATUS ORANG. TIDAK PAKE RIBU.

    Mohon maaf Ustad / Pa Admin, Tadi Ketikannya Ga Dikoreksi tapi Langsung dikirim

    Mohon Balasan Dari Ustad Ke Email say. Syukron

    Suka

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: