“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

faedah
4ef3f5a5aeb1f261a64b81fd6013fdbbe7094453da39a3ee5e6b4b0d3255bfef95601890afd80709da39a3ee5e6b4b0d3255bfef95601890afd807095fe6fec1e57498166d6155a3515a89e6

Hari 193 Rabu , 3 Syawal  1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy  dari  Al-Akh Abul Mundzir Ar-Rada’iy hafidzahullah mengirimkan potret-potret matahari terbit dan berkata : “Barangkali Lailatul Qodr terjadi pada malam 29 Ramadhon.”

IMG-20140730-WA0001

Hari 192 Selasa , 2 Syawal  1435 H

puasa bulan syawal

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy  dari Abul Mundzir Salim Ar-Roda’iy memberikan  faidah : Rasululloh Shalallahu’alaihi wasallam bersabda :”Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian mengiringinya dengan puasa enam hari dibulan syawal, maka seolah-olah dia berpuasa sepanjang masa.” HR.Muslim 

Para ulama bilang: puasa sehari minimal pahalanya 10 kali lipat. Jika sebulan tambah 6 hari, jadinya bagaikan minimal 360 hari. Tahun hijriyyah adalah 354 hari. Maka orang yang puasa Romadhon dengan 6 hari Syawwal bagaikan puasa minimal satu tahun. Bagaimana jika kualitas puasanya amat bagus hingga pahalanya 700 kali lipat atau lebih?

Hari 191 Senin , 1 Syawal  1435 H

Taqaballahu minna waminkum 2Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy  memberikan  faidah didalam tanya jawab : 

Tanya : Al Afwu Minkum,Bila telah masuk Hari Raya idul Fithri, Seorang mengucapkan “Taqqoballahu wamina wa minkum dan meminta maaf”, Apakah itu termasuk Bid’ah/Muhtads?? Jazaakumullohu Khairan…Jawab : Itu bukan muhdats. “Dulu para shohabat Nabi shollallohu’alaihiwasallam jika saling berjumpa di hari Id sebagiannya berkata pada sebagian yang lain: “Semoga Alloh menerima dari kami dan kalian.” (Dishohihkan oleh Al Imam Al Albaniy). Ini kiriman Syaikh Muhammad As Siwariy pada ana.

 أرسل إليّ أحونا علي اليافعي حفظه الله: باب التهنئة بالعيد عن جبير بن نفير قال: كان اصحاب رسول الله صلى الله عليه وعلى آله وسلم إذا التقوا يوم العيد يقول بعضهم لبعض: تقبل الله منا ومنكم. قال السيوطي سنده حسن واقره المحقق العلامة الحجوري وجاء آثر آخر عن محمد بن زياد الالهاني قال: رأيت ابا أمامة الباهلي يقول في العيد لأصحابه: تقبل الله منا ومنكم. حسن الإسناد وسُئل الإمام مالك عن هذا فقال: ما زال الأمر عندنا كذلك. سنده صحيح من رسالة وصول الاماني بأصول التهاني للحافظ السيوطي رحمه الله بتحقيق العلامة الحجوري حفظه الله

Akhunal fadhil Abu Umar Ali Al Yafi’iy hafizhohulloh mengirimkan pada ana: Bab Ucapan Selamat Pada Hari Raya : dari Jubair bin Nufair yang berkata: dulu para Shohabat Rosululloh shollallohu’alaihiwasallam jika saling berjumpa pada hari ‘Id sebagiannya berkata pada sebagian yang lain: “Semoga Alloh menerima dari kami dan dari kalian.” Suyuthiy berkata: “Sanadnya hasan.” Dan disetujui oleh Al ‘Allamah Al Muhaqqiq Yahya Al Hajuriy. Dan datang atsar lain dari Muhammad bin Ziyad Al Alhaniy yang berkata: “Aku melihat Abu Umamah Al Bahiliy berkata pada hari ‘Id pada para sahabat beliau: “Semoga Alloh menerima dari kami dan dari kalian.” Sanadnya hasan. Dan Al Imam Malik ditanya tentang ini, maka beliau menjawab: “Senantiasa amalan itu di kalangan kami berlangsung begitu.” Sanadnya shohih. Ini diambil dari risalah “Wushulul Amani Bi Ushulit Tahaniy” karya Al Hafizh As Suyuthiy rohimahulloh dg tahqiq Syaikhuna Al ‘Allamah Al Hajuriy hafizhohulloh. Selesai.

Hari 188 Jum’at, 28 Ramadhan 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy dari Syaikhuna Muhammad As Siwariy hafizhohulloh mengirimi faidah:

 ‏قال أبو الدرداء رضى الله عنه : “إياكم ودعوة اليتيم  ودعوة المظلوم فإنها تسري بالليل والناس نيام “ صفة الصفوة 1/301

Abud Darda rodhiyallohu’anh berkata: “Hindarilah oleh kalian doa anak yatim dan doa orang yang terzholimi, karena doa mereka tadi berjalan di waktu malam dalam keadaan orang-orang tidur.” (“Shifatush Shofwah”/1/hal. 301).

Hari 187 Kamis, 27 Ramadhan 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan bahwa Syaikh Abdurroqib Al Kaukabaniy qunut nazilah untuk muslimin Palestina secara khusus dan muslimin yang lain secara umum.

Hari 184 Senin, 24 Ramadhan 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy dari Al Akh Abu Umar Ali Al Yafi’iy mengirimkan pada ana ucapan Al Imam Ibnu Rojab rohimahulloh: “Dan ketahuilah bahwasanya seorang mukmin pada bulan Romadhon itu berkumpul padanya dua jihad: jihad di siang hari dengan puasa, dan jihad di malam hari dengan sholat malam. Maka barangsiapa mengumpulkan dua jihad ini dan menunaikan hak-hak keduanya serta bersabar atas keduanya, dia akan dipenuhi pahalanya tanpa batas.” (“Lathoiful Ma’arif”/hal. 306).

حال المؤمن في رمضان قال الإمام ابن رجب رحمه الله: ((و اعلم أنَّ المؤمن يجتمع له في شهر رمضان جهادان لنفسه:

جهاد بالنهار على الصيام، وجهاد بالليل على القيام، فمن جمع بين هذين الجهادين و وفَّى بحقوقهما و صبر عليهما وفَّى أجره بغير حساب)). [لطائف المعارف 306]

Hari 183 Ahad, 23 Ramadhan 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy menyampaikan kabar kepada kami dari Al Akh Salim Ar Roda’iy mengirimkan pada saya gambar masjid di Riyadh yang mana Asy Syaikh Yahya di situ menjadi imam sholat tarowih malam Ahad tadi.

masjid di Riyadh 2  masjid di Riyadh

Abu Fairuz  Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy Al-Jawy memberikan faedah ilmiyyah  dari  Al akh Abdurrouf Al Libiy hafizhohulloh mengirimkan nasihat Al ‘Allamah Sholih Al Fauzan hafizhohulloh: “Barangsiapa berpegang dengan sunnah, dia akan mendapati penentangan, capek, penghinaan, ejekan dan ancaman dari orang-orang. syarhus sunnahAkan tetapi dia harus bersabar, tidak melemah dalam memegang kebenaran.” (“Syarh Syarhis Sunnah Al Barbahariy”) 

Abu Fairuz  Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy Al-Jawy memberikan faedah ilmiyyah  dari Al Akh Abu Umar Ali Yafi’iy hafidzhohulloh mengirimkan nasehat yang mulia :”Apa perbedaan antara yang diinginkan oleh Allah pada bulan Ramadhon dengan perkara yang diinginkan oleh jaringan-jaringan penyelenggara antena parabola ?

Jawabannya ada pada ayat ini : 

والله يريد أن يتوب عليكم ويريد الذين يتبعون الشهوات أن تميلوا ميلا عظيما 

“Dan Allah menginginkan untuk memberikan taufiq pada kalian untuk bertaubat dan menerima toubat kalian, sementra orang-orang yang mengikuti syahwat-syahwat menginginkan agar kalian menyimpang dengan penyimpangan yang besar.” (QS>An-Nisa:27)

 

Hari 182 Sabtu, 22 Ramadhan 1435 H

nasehat syaikh yahyaAbu Fairuz  Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy Al-Jawy memberikan faedah ilmiyyah  Kiriman dari al Akh Abu Abdillah Ziyad Al Mulaikiy hafizhohulloh: Syaikhuna Al ‘Allamah Yahya Al Hajuriy hafizhohulloh berkata: “Tidaklah kaum Muslimin memetik buah dari memberontak kepada para penguasa kecuali kecelakaan-kecelakaan.”

Hari 179 Rabu, 19 Ramadhan 1435 H

Abu Fairuz  Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy Al-Jawy memberikan faedah ilmiyyah  dari Al Akh Ali Al Yafi’iy hafizhohulloh mengirimkan nasihat:

أخلا قك تقربك من الناس أو تبعدك عنهم ! والأهم أنها تقربك من نبيك وحبيبك في الجنة أو تبعدك !! فاخترك ماشئت 

“Akhlaqmu itu mendekatkan dirimu kepada orang-orang atau menjauhkanmu dari mereka. Dan yang terpenting adalah bahwasanya akhlaqmu itu mendekatkan dirimu pada Nabimu dan kesayanganmu di dalam Jannah atau justru menjauhkanmu. Maka pilihlah apa yang engkau inginkan.”

PNG FAEDAHNabi Muhammad shollallohu’alaihiwasallam adalah Kholil (kekasih) Alloh dan juga kekasih kita. Al Imam Adz Dzahabiy rohimahulloh berkata: “Demi Alloh, kerusakan telah merata, kebid’ahan telah berkuasa, sunnah-sunnah telah tersembunyi, sedikit sekali orang yang mengumandangkan kebenaran, bahkan jika seorang alim bicara dengan jujur dan ikhlas niscaya ditentang oleh sejumlah ulama di zamannya, mereka membencinya dan menganggapnya bodoh. Maka tiada upaya dan tiada daya kecuali dg pertolongan Alloh.” (“Siyar A’lamin Nubala”/14/hal. 166). 

Hari 178 Selasa, 18 Ramadhan 1435 H

hanging_lamp_png_1_by_paradise234-d5mfqvqAbu Fairuz  Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy Al-Jawy memberikan faedah ilmiyyah : 

Al Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh berkata tentang cara mengobati panasnya musibah:

ومن علاجها أن يعلم أن الذي ابتلاه بها أحكم الحاكمين وأرحم الراحمين وأنه سبحانه لم يرسل إليه البلاء ليهلكه به ولا ليعذبه به ولا ليجتاحه, وإنما افتقده به ليمتحن صبره ورضاه عنه وإيمانه, وليسمع تضرعه وابتهاله وليراه طريحا ببابه لائذا بجنابه مكسور القلب بين يديه رافعا قصص الشكوى إليه.

“Dan termasuk dari obat panasnya musibah adalah: hendaknya sang hamba mengetahui bahwasanya Dzat Yang mengujinya dengan musibah tadi itu adalah Hakim Yang paling penuh hikmah dan Penyayang Yang paling penyayang, dan bahwasanya Dia Yang mahasuci itu tidak mengutus bencana kepadanya untuk membinasakannya atau untuk menyiksanya atau untuk memusnahkannya dengan bencana tadi. Hanya saja Dia ingin mendapati hamba tadi dengan bencana tadi untuk menguji kesabarannya dan keridhoannya serta keimanannya, dan untuk mendengar perundukan dirinya dan ibadahnya, dan untuk melihatnya terpuruk di depan pintu-Nya dan berlindung pada sisi keagungan-Nya dalam kondisi patah hati di hadapan-Nya sambil menaikkan kisah-kisah keluhannya kepada-Nya.” (“Zadul Ma’ad”/4/hal. 173).

Abu Sholeh Mushlih bin Syahid Al-Madiuniy menyampaikan faedah ilmiyyah dari soal beberapa ikhwah :

islam patternTanya : Bagaimanakah hukum bagi seorang ikhwah mencuci muka dengan berbagai macam sabun misal Biore, pond’s dan lain lain ? Karena ada larangannya dan ada yang membolehkan nya..  Mohon penjelasannya… جزاك الله خيرا… Jawab : Kalau produ-produk tersebut sifatnya sekedar mencuci dan membersihkan kulit muka saja, maka tidak ada yang melarangnya. Hukum asalnya boleh. Akan tetapi jika sifatnya bisa merubah warna kulit secara permanen bukan sementara, maka tidak boleh, karena ini termasuk larangan merubah-rubah ciptaan Alloh. Demikian juga jika berdampak negatif bagi kesehatan kulit seperti iritasi, alergi dan kemudhorotan lainnya, maka ini dilarang. Ini beberapa kesimpulan dari fatwa ulama yang ada.  Wallohu a’lam. Coba lihat artikel di alamat ini, mungkin bermanfaat:  https://ashhabulhadits.wordpress.com/2013/07/20/hukum-make-up-dan-pewarnaan-kulit/ Tanya : Apakah  jika kita setiap mau masuk masjidil haram harus thowab ?. Jawab : Setiap kita memasuki masjidil harom tidak diwajibkan untuk melakukan thowaf, akan tetapi mustahab. Jika ia telah thowaf, maka hal itu cukup dijadikan sebagai tahiyatul masjid, karena Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam tidak melakukan sholat tahiyatul masjid setelah thowaf. Jadi tidak diperintahkan lagi sholat dua rokaat tahiyatul masjid. Itulah maksud perkataan sebagian fuqoha’ bahwa tahiyatnya masjidil harom itu thowaf. Adapun seseorang memasuki masjidil harom dan tidak ingin melakukan thowaf, tetapi ingin menghadiri majelis ilmu atau menunggu ditegakkannya sholat, maka hendaknya ia melakukan sholat dua rokaat sebagai tahiyatul masjid, sebagaimana dalam hadits Abu Qotadah,  muttafaqun’alaih: إذا ﺩﺧﻞ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﻓﻼ ﻳﺠﻠﺲ ﺣﺘﻰ ﻳﺼﻠﻲ ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ “Jika seseorang memasuki masjid, maka janganlah duduk sampai ia melakukan sholat dua rokaat.”Hal ini berlaku untuk semua masjid, termasuk masjidil harom. Inilah apa yang diterangkan oleh Syaikh Ibnu Utsaimin rohimahulloh dalam fatawa beliau. Wallohu a’lam.

Hari 177 Senin, 17 Ramadhan 1435 H

faedahAbu Fairuz  Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy Al-Jawy memberikan faedah ilmiyyah

 فاصبر إن العاقبة للمتقين

“Maka bersabarlah, Sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang yang bertaqwa.”

إنه من يتق ويصبر فإن الله لا يضيع أجر المحسنين

“Sesungguhnya barangsiapa bertaqwa dan bersabar, maka sesungguhnya Alloh tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang  berbuat kebaikan.”

Ar Robi’ bin Anas rohimahulloh berkata: “Alamat rasa cinta kepada Alloh adalah: banyaknya dzikir kepada-Nya, karena sesungguhnya engkau itu tidak mencintai sesuatu kecuali engkau banyak menyebutnya.” (Dinukilkan oleh Ibnul Qoyyim dlm “Madarijus Salikin.”/2/hal. 163).

gif Nasehat syaikh Hasan Ar-Roimi untuk ikhwan salafi

Hari 176 Ahad, 16 Ramadhan 1435 H

makkah png    IMG-20140713-WA0000 Abu Fairuz  Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy menyampaikan khabar kepada kami bahwa Asy-Syaikh Yahya Al-Hajuriy Hafidzahulloh sudah berangkat umroh sore tadi. Malam ini Asy-Syaikh Abu Amr Al-Hajuriy hafidzahulloh memegang dars umum.

Hari 175 Sabtu , 15 Ramadhan 1435 H

Abu Fairuz  Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy menyampaikan faedah dari Akh Muhammad Al ‘Umariy mengirimkan pada kami ucapan Syaikhina Yahya Al Hajuriy hafizhohumalloh: “Demi Alloh, jika aku tahu jariku menjadi pekerja untuk selain Alloh niscaya aku akan memotongnya (insyaAlloh).”

Hari 174 Jum’at , 14 Ramadhan 1435 H

Abu Sholih Muslih bin Syahid Al-Madiuniy menyampaikan kabar  penting dari suatu persoalan kepada kita :

penting 2Syaikhuna Yahya hafidhohulloh mengkritik keberadaan TN tersebut sebagai bentuk pendidikan nisa’ (wanita) yang terlalu meluas (tawassu’), tidak pernah dilakukan oleh para salaf, sehingga Syaikh tidak menyetujuinya dan menasehatkan untuk meninggalkannya. Meskipun demikian, beliau tidak sampai menghukumi orang yang masih bersikeras mempertahankan TN tersebut sebagai mufsid,  mubtadi’ atau shohib hawa. Ketika terjadi pro-kontra di kalangan ikhwah mengenai masalah ini dan berkelanjutan, maka Syaikh Yahya menasehatkan kepada seluruh ikhwah setelah keluarnya dari Dammaj, ketika akh Abu Mas’ud -jazahullohu khoiron- menemuai beliau:”Pesan Syaikh Yahya ketika ana masuk dengan syaikh Hasan bin Qosim: “Ikhwan di Indonesia jaga ukhuwah, jangan mengungkit masalah khilaf yang telah lalu. Abu Hazim ‘indahu khoir wa dakwah wa kadzalika Abu Turob ‘indahu khoir wa dakwah.” (Abu Hazim,  padanya ada kebaikan dan dakwah. Demikian juga Abu Turob, padanya ada kebaikan dan dakwah).

1435 HJuga beliau menasehati ikhwan Indonesia yang masih di Yaman untuk jaga ukhuwah, jangan ada khilaf (jangan saling mengintiqod (mengkririk keras). Jikalau ada masalah, supaya diselesaikan baik-baik. Sudah cukup bagi kita dikeluarkan dari Dammaj. Kita sibukkan diri kita dengan ilmu. Syaikh Yahya memuji dakwah salafiyah di Indonesia dan beliau tidak ingin dakwah di sana terpecah belah hanya karena khilaf di antara ikhwah. Ini khulashoh (ringkasan) nasehat Syaikh Yahya.

ﻭﻓﻘﻨﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺇﻳﺎﻛﻢ ﺟﻤﻴﻌﺎ ﻟﻤﺎ ﻳﺤﺒﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻳﺮﺿﺎﻩ

Semoga Alloh memberikan taufiqNya kepada kita semua kepada apa yang dicintai dan diridhoiNya.

Hari 173 Kamis , 13 Ramadhan 1435 H

Abu Sholih Muslih bin Syahid Al-Madiuniy menyampaikan faedah,  jawaban  ilmiyyah dari soal beberapa ikhwah : 

8a31140a421930509afd4ccca5f7b7cdd580f1af0ffd5ce2832fbd8160fc6fde2592ab66f37890afda39a3ee5e6b4b0d3255bfef95601890afd8070942e868f63639eae0d88c6169fa9fe1c3Soal : Bismillaah, Assalamu’alaykum.. Mohon kami diberi  faidah penjelasan tentang rukhsoh bagi ibu hamil dan menyusui, sekaligus beberapa pendapat dari kalangan ulama dan manakah yang paling shahih. Mohon pencerahannya. Jazakallahukhairon

Jawab : Wa’alaikumussalam warohmatulloh. Masalah puasa ibu hamil dan menyusui, maka di dalamnya terdapat beberapa pendapat:

Pertama; keduanya berbuka (tidak berpuasa), tidak mengqodho’ dan memberi makan orang miskin untuk setiap harinya (fidyah). Kedua; keduanya berbuka, wajib mengqodho’ dan tidak membayar fidyah. Ketiga; jika khawatir akan kesehatan dirinya atau dirinya dan anaknya, maka ia berbuka, mengqodho’ dan tidak membayar fidyah. Jika khawatir akan kesehatan anaknya saja, maka ia berbuka, mengqodho’ dan membayar fidyah. Keempat; ibu hamil berbuka, mengqodho’ dan tidak fidyah, sedangkan ibu menyusui berbuka, mengqodho’ dan membayar fidyah.nmn Kelima; keduanya berbuka, tidak mengqodho’ dan tidak fidyah. Pendapat yang paling shohih adalah pendapat kedua, bahwa keduanya berbuka, mengqodho’ dan tidak membayar fidyah. Dalilnya adalah hadits Anas bin Malik Al Ka’biy dalam Sunan Abu Dawud dan selainnya, bahwasanya Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إن الله عز وجل وضع عن المسافر الصوم وشطر الصلاة وعن الحبلى والمرضع الصوم

“Sesungguhnya Alloh ‘azza wa jalla meletakkan kewajiban berpuasa dan separoh rokaat sholat atas musafir dan meletakkan kewajiban berpuasa atas ibu hamil dan menyusui.” (dihasankan oleh Imam Al Wadi’iy dalam Al Jami’us Shohih) Maksud dari meletakkan kewajiban berpuasa tersebut adalah kewajiban berpuasa pada waktunya bagi ibu hamil dan menyusui semuanya secara mutlak, tidak memandang apakah ia khawatir atas dirinya dan anaknya ataukah tidak. Kebolehan berbuka tersebut disebabkan udzur yang sementara menghampirinya, sehingga hukumnya seperti orang sakit dan musafir yang wajib mengqodho’ di hari lain dan tidak membayar fidyah. Pendapat ini dishohihkan oleh Syaikh Ibnu Bazz, Ibnu Utsaimin dan Al Wadi’iy rohimahumulloh. Wallohu ta’ala a’lam.

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsiy menyampaikan faedah  dari Al Akh Abu Musa Ali Al Yafi’iy hafizhohulloh mengirimkan hadits Abi Huroiroh rodhiyallohu’anh bahwasanya Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam bertanya: “Tahukah kalian siapa itu orang yang bangkrut?” Mereka menjawab: “Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tak punya uang dan barang-barang.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari Kiamat dengan amalan sholat, puasa dan zakat. Dan dia datang dalam keadaan telah mencaci orang ini, menuduh zina orang tua, memakan harta orang ini, dan menumpahkan darah orang itu, serta memukul orang ini. Maka orang ini diberi sebagian dari kebaikannya, dan orang yang itu diberikan sebagian dari kebaikannya. Jika kebaikannya habis sebelum tanggungannya tertunaikan diambillah sebagian dari kesalahan-kesalahan mereka lalu dipikulkan kepadanya, lalu dia dilemparkan ke dalam Neraka.” (HR. Muslim). Dari Akhunal mifdhol Abu Musa Ali Al Yafi’iy hafizhohulloh mengirimkan pada beliau mutiara nasihat: “Sesungguhnya kematian itu punya sakarot (rasa sakit yang membikin mabuk), dan kuburan itu punya kegelapan, dan Neraka itu punya zafrot (desisan dan hawa panas membakar). Maka beramallah engkau sebelum dikatakan: “Dia telah mati.”

Hari 172 Rabu , 12 Ramadhan 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsiy menyampaikan faedah:

Dari Anas: dari Abu Musa Al Asy’ariy: dari Rosululloh yang berkata bahwasanya Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

مثل المؤمن الذي يقرأ القرآن كمثل الأترجة ريحها طيب وطعمها طيب ومثل المؤمن الذي لا يقرأ القرآن كمثل التمرة لا ريح لها وطعمها حلو ومثل المنافق الذي يقرأ القرآن مثل الريحانة ريحها طيب وطعمها مر ومثل المنافق الذي لا يقرأ القرآن كمثل الحنظلة ليس لها ريح وطعمها مر

“Permisalan mukmin yang membaca Al Qur’an adalah bagaikan buah Uthrujah : aromanya harum dan rasanya lezat. Dan permisalan mukmin yang tidak membaca Al Qur’an adalah bagaikan buah Kurma: tak punya aroma tapi rasanya manis. Dan permisalan munafiq yang membaca Al Qur’an adalah bagaikan bunga Roihanah: aromanya harum tapi rasanya pahit. Dan permisalan munafiq yang tidak membaca Al Qur’an adalah bagaikan buah Hanzholah: tak punya aroma, dan rasanya pahit.” (HR. Al Bukhoriy (5427) dan Muslim (797)).

Hari 172 Rabu , 12 Ramadhan 1435 H

Abu Sholih Muslih bin Syahid Al-Madiuniy menyampaikan faedah,  jawaban  ilmiyyah dari soal beberapa ikhwah : 

8a31140a421930509afd4ccca5f7b7cdd580f1af0ffd5ce2832fbd8160fc6fde2592ab66f37890afda39a3ee5e6b4b0d3255bfef95601890afd8070942e868f63639eae0d88c6169fa9fe1c3Soal :  Bismillaah bolehkah seorang da’i salafiy menjual buku sesat dan buku salafiy dengan alasan karena terlilit utang yang banyak,apakah kesempitan ekonomi seperti ini di beri udzur bagi seorang dai yang memiliki ilmu bahwa buku sesat tersebut bahaya bagi aqidah kaum muslimin? Jawab : Seorang muslim tidak diperbolehkan menjual buku sesat yang dapat merusak agama kaum muslimin, karena hal itu termasuk ikut andil dalam menyebarkan kesesatan di muka bumi dan tolong-menolong dalam kemungkaran. Masih banyak usaha lain yang halal untuk mencukupi kebutuhan hidup dan membayar hutang-hutangnya tanpa harus terjatuh ke dalam penyelisihan syariat. Semoga Alloh ta’ala memberikan taufiq-Nya pada kita semua kepada perkara yg diridhoiNya dan menghindarkan kita dari perkara yg dimurkaiNya.

Soal : Pengobatan al fasdhu (mengeluarkn darah kotor dengan cara membelah simpul-simpul pembuluh darah vena) apakah ada sunnahnya? 02e2d8c46fbf1e699d6f60ceea60781c76a9fa53a01bb4506776ec13c40b145c1b77f66aedd81338da39a3ee5e6b4b0d3255bfef95601890afd80709dd7a7f9992890ef0f91d62d682fc20fe

Jawab :  Pengobatan al fashd tersebut pernah dilakukan pada zaman Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam. Dalam shohih Muslim dari hadits Jabir rodhiyallohu ‘anhu, beliau berkata:

بعث رسول الله صلى الله عليه وسلم إلى أبي بن كعب طبيبا فقطع منه عرقا ثم كواه عليه

“Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam mengutud seorang tabib kepada Ubai bin Ka’ab. Lalu tabib itu memotong atau membelah sebuah pembuluh darah, kemudian menghentikannya dengan besi panas.” Pengobatan ini boleh dilakukan jika diperlukan untuk itu. Wallohu a’lam.

Soal : Apa hukum gelang kaki dan bagaimana hukum memakainya(yang terbuat dari emas) ?

Jawab :  Mengenai perhiasan wanita yang melingkar dari emas, baik berupa cincin, gelang tangan dan kaki, kalung, anting dan sebagainya, maka hukumnya boleh menurut pendapat yang kuat (jumhur ulama). Dahulu para shohabiyah memakai perhiasan-perhiasan tersebut dan bershodaqoh dengannya ketika diseru oleh Rosululloh untuk bersedekah pada hari ‘id. Akan tetapi perlu diperhatikan, bahwa tidak boleh jika memakainya untuk menghentakkan kakinya ketika berjalan supaya terdengar suara gelang kakinya yang tersembunyi oleh orang lain yang bukan mahromnya (ajnabi), karena dapat menimbulkan fitnah. Firman Alloh:

ولا يضربن بأرجلهن ليعلم ما يخفين من زينتهن

“Janganlah seorang wanita menghentakkan kakinya ketika berjalan supaya terdengar dan diketahui dari perhiasan kakinya yg tersembunyi.” (Qs. An Nuur: 31) Wallohu a’lam.

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy, memberi faedah dari soal-jawab. Seorang bertanya : sholat sunnah dimalam pernikahan apakah ada  haditsnya ? Atau cuma riwayat dari sebagian sahabat ? Jawab : Hadits yang sampai ke Rosululloh shollallohu’alaihiwasallam lemah. Cuma amalan beberapa Salaf. Inilah yang nampak dari pembahasan. Dan inilah jawaban Syaikh Abu Amr Al Hajuriy hafizhohulloh. Dan beliau berkata: “Yang jadi hujjah adalah sunnah Nabi shollallohu’alaihiwasallam.”

Hari 172 Ahad, 9 Ramadhan 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy, mengirimkan faedah dari Asy-Syaikh Muhammad As-Siwariy Hafidzahullah : islam pattern

‏قال ابن القيم رحمه الله : القرآن هو الشفاء التام من جميع الأدواء القلبية والبدنية، وأدواء الدنيا والآخرة،. زاد المعاد322/4

Asy Syaikh Muhammad As Siwariy hafizhohulloh mengirimkan faedah : Al Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh berkata: “Al Qur’an itulah obat yang sempurna untuk seluruh penyakit hati dan badan, dan seluruh penyakit dunia dan akhirat (“Zadul Ma’ad”/4/hal. 322).u

Hari 171 Sabtu, 8 Ramadhan 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy, mengirimkan faedah dari Asy-Syaikh Muhammad As-Siwariy hanging_lamp_png_1_by_paradise234-d5mfqvqHafidzahullah 

قال ابن رجب رحمه الله لما سُلسل الشيطان في شهر رمضان وخمدت نيران الشهوات بالصيام  انعزل سلطان الهوى.. فلم يبقى للعاصي عذر  لطائف المعارف162

Asy Syaikh Muhammad As Siwariy mengirimkan faidah: Al Imam Ibnu Rojab rohimahulloh berkata: “Manakala setan telah dirantai, pada bulan Romadhon, dan api syahwat telah padam dengan puasa, kekuasaan hawa nafsu telah copot, maka tidak tersisa udzur untuk orang yang berbuat maksiat.” (“Lathoiful Ma’arif”/hal. 162).

Hari 170 Jum’at, 7 Ramadhan 1435 H

Abu Sholih Muslih bin Syahid Al Madiuny Al-Jawy, mengirimkan kepada kita lantunan al-qur’an pada sholat tarawih di Masjid Al-Fath  surat al anfal 41 sampai selesai oleh syaikh Yahya bin Ali Al Hajuri Hafidzahullah. Klik gambar untuk mendengar atau mendownload !

Bacaan qur'an pada sholat tarawih syaikh yahya gif 2

Hari 169 Kamis, 6 Ramadhan 1435 H

Abu Sholih Muslih bin Syahid Al Madiuny Al-Jawy, memberikan faidah berupa tanya-jawab.

ccc1Penanya : Apakah ada keutamaan memberi makan sahur ?

Jawab : Kalau dalil khusus tentang itu tidak ada, wallohu a’lam. Akan tetapi itu termasuk amalan sholeh dan shodaqoh yang besar pahalanya kalau dia ikhlash mengharap wajah Alloh dan negeri akhirat, karena itu bisa memperkuat seseorang dalam puasanya dan dalam sahur itu terdapat barokah sebagaimana dalam hadits: تسحروا فإن في السحور بركة “Makanlah sahur, karena di dalamnya terdapat barokah.” (hadits Anas, muttafaqun ‘alaihi)

Penanya : Ada Ikhwan yang ingin tholabatul ilmi dengan membawa keluarganya di markiz syaikh yahya di shon’a,,, apakah mereka nanti harus menyewa apartemen atau cukup menyewa rumah di sekitar markiz? Si penanya membutuhkan informasi yang lengkap mengenai apa saja yang harus dipersiapkan ketika tholabul ilmi di Shon’a, demikian rohimakumulloh

Jawab : Masalah ikhwah yang mau tholabul ilmi di markaz syaikh Yahya, harus diketahui asalnya belajar dimana di Indonesia. Ini nanti akan ditanyakan oleh syaikh. Jadi harus dikenal kesalafiyahannya dari rekomendasi ustadznya tersebut. Itu yang diminta oleh syaikh.

Masalah tempat tinggal, kalau di Shon’a harus menyewa rumah atau apartemen. Biayanya lumayan mahal, sekitar 45 ribu real yaman per bulan (sekitar 2 jutaan/bulan).

Penanya : Bagaimana sholat tarawih para wanita, apakah mereka ikut jamaah para laki-laki di Masjid ?.

Jawab : Para wanita dibolehkan mengikuti sholat tarawih di masjid bersama laki-laki dengan syarat-syarat:

1. Mengenakan hijabnya secara sempurna ketika ke masjid.

2. Tidak memakai wangi-wangian.

3. Seijin suaminya dan diantar-jemput oleh mahramnya.

4. Demikian pula tidak boleh meninggalkan pekerjaannya yg lebih penting yaitu urusan yg berkaitan dengan rumah tangganya.

5. Meskipun demikian, sholat wanita di rumahnya lebih afdhol dan utama daripada di masjid. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ﻻ ﺗَﻤْﻨَﻌُﻮﺍ ﻧِﺴَﺎﺀَﻛُﻢْ ﺍﻟْﻤَﺴَﺎﺟِﺪَ ﻭَﺑُﻴُﻮﺗُﻬُﻦَّ ﺧَﻴْﺮٌ ﻟَﻬُﻦَّ

“Janganlah kalian larang para wanita kalian dari menghadiri masjid-masjid dan rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka.” (HR. Abu Dawud, Shohihul Jami’: 7458)Wallohu ta’ala a’lam.

Penanya : Ya Abaa Sholeh, imam sholat tarawih dimasjid al fath, apakah syaikh yahya ?

Sholat tarowih dilaksanakan sebanyak 13 rokaat mulai sekitar jam 12.30 dini hari. Dua rokaat ringan sebagai pembuka dan empat rokaat taraweh diimami oleh Syaikh Abu Ishaq Al Qoisiy. Empat rokaat taraweh selanjutnya dan tiga rokaat witir diimami oleh Syaikh Yahya.

Penanya : Al Afwu, 2 rakaat pembuka yang dilaksanakan disana , dinamakan sholat sunah apa ? Apa dalil dari sholat tersebut ? Mengingat kami baru mendapatkan faidah ini. Baarakallahufikum.

Jawab : Dua rokaat pendek untuk membuka qiyamullail sebelum delapan rokaat yang panjang bacaannya termasuk dalam rangkaian sholat tarawih atau qiyamullail juga. Ini merupakan salah satu tata cara qiyamullail yang tsabit dalam Sunnah. Dalilnya datang dari beberapa sahabat: hadits Zaid bin Kholid AlJuhaniy riwayat Muslim, Ibnu Abbas riwayat Abu Dawud, Aisyah riwayat Muslim dan Thohawi. Sumber: Sholat Tarowih, oleh Syaikh AlAlbaniy rohimahulloh.

islam patternPenanya : Bagaimana Hukum kita membaca surah Al Kahfi pada Hari Jum’at? Karena ada dalil : “Siapa yang membaca al-Kahfi pada hari jum’at, maka ia mendapatkan pancaran cahaya di antara 2 jum’at yang dilaluinya.” [Al-Hakim mngatakn hadits ini hasan shahih]

“Siapa yang membaca surat al-Kahfi sebagaimana ia diturunkan, maka ia menjadi cahaya baginya pada hari kiamat.” [Al-Baihaqi III/249]

“Siapa yang menghafal 10 ayat pertama dari surat Al-Kahfi, maka ia terlindungi dari Dajjal.” [di riwayatkan oleh Muslim no 809, Abu Dawud no 4323, an-Nasai dalam al-Kubraa VI/236, at-Tirmidzi no 2886].. Kami ingin dapat Faedah dan Ilmunya. Baarokallahu Fiikum…

Jawab : Hadits membaca surat Al Kahfi tersebut adalah hadits Abu Sa’id, datang dengan dua jalan: marfu’ (disandarkan kepada Nabi) dan mauquf (dari perkataan Abu Sa’id rodhiyallohu ‘anhu). Yang marfu’ dho’if, sedangkan yang mauquf shohih. Meskipun demikian, ia mempunyai hukum marfu’, karena tidaklah keutamaan yang sifatnya perkara ghaib tersebut didapatkan oleh Abu Sa’id, kecuali dari Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam. Jadi silahkan untuk membacanya di hari Jum’at, untuk mendapatkan keutamaan tersebut. Sumber : Irwa” nomor 626 oleh Syaikh Al-Albaniy rahimahulloh. Adapun Hadits menghapal 10 ayat pertama surat AlKahfi dari hadits Abu Darda’ di shohih Muslim. Ini termasuk upaya agar terhindar dari fitnah dajjal di akhir zaman nanti.

Penanya : Apa benar jadwal sholat wajib dzuhur dan subuh tertaut jauh dengan masuknya waktu sholat, yaitu dikumandangkan adzan sebelum masuk waktu.

Jawab : memang seringnya adzan shubuh mendahului waktunya sekitar 10 sampai seperempat jam dari waktunya. Kalau dhuhur kurang dari itu. Ini karena mereka memakai jadwal waktu sholat dengan memakai hisab yg seringnya keliru. Dinasehatkan dalam penentuan waktu sholat dengan menggubakan ru’yah, melihat matahari sebagaimana yg dituntunkan dalam syariat dan meninggalkan menyandarkan waktu sholat dengan sekedar hisab. (Fatwa Sy Yahya) Sumber: Irwa’, nomor 626 oleh Syaikh Al Albaniy rohimahulloh.

Hari 168 Rabu, 5 Ramadhan 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy memberikan faidah berupa muraja’ah nahwu.

مراجعة نحوية: قال الحافظ ابن حجر رحمه الله: إن الإضافة قسمان: معنوية ولفظية. فالمعنوية إما مقدرة بمِن كخاتم حديد, أو باللام كغلام زيد, أو بفي كضرب اليوم, معناه: ضرب في اليوم. وأما اللفظية فهي صفة مضافة إلى معمولها كضارب زيد وحسن الوجه. (“فتح الباري”/10/ص١9-20/دار مصر).

Adapun yang bersifat lafzhiyyah, maka dia itu suatu sifat yang disandarkan kepada objek amalannya, seperti: ضارب زيد “Pemukul si Zaid” Dan : حسن الوجه“Yang bagus wajahnya.” (Selesai dari “Fathul Bari”/10/hal. 19-20/Dar Mishr). Mengulang pelajaran nahwu: Al Hafizh Ibnu Hajar rohimahulloh berkata: “Sesungguhnya idhofah itu ada dua macam: maknawiyyah (yang kembali kepada makna) dan lafzhiyyah (yang kembali kepada lafazh). Maka yang maknawiyyah itu bisa jadi ditetapkan mengandung makna MIN (dari), seperti: خاتم حديد “Cincin (dari) besi.” Atau ditetapkan mengandung makna LAM (milik/untuk), seperti: غلام زيد “Pembantu (milik) Zaid.”Atau ditetapkan mengandung makna FI (di), seperti : ضرب اليوم “Pukulan hari ini. ” Makna adalah: pukulan pada hari ini “.

Hari 168 Rabu, 5 Ramadhan 1435 H

Dari Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Jawiy, Ana bertanya ke Syaikh Abdurroqib Al Kaukabaniy hafizhohulloh: “Tentang orang yg ikut sholat jama’ah, ternyata imamnya membaca terlalu panjang. Maka bolehkah dia memisahkan diri dan menyempurnakan sholatnya sendirian? Atau apakah itu tercela? Dan apakah saat memisahkan diri itu dia mengucapkan salam ataukah tidak?” Beliau hafizhohulloh menjawab: “Jika imamnya membaca terlalu panjang, orang tadi tidak tercela jika memisahkan diri, karena dalam hadits Jabir tentang kisah shohabiy yang memisahkan diri dari sholatnya Mu’adz tidak dicela oleh Rosululloh shollallohu’alaihiwasallam. Dalam riwayat lain ada tambahan bahwa dia mengucapkan salam, lalu memisahkan diri. Tapi riwayat ini syadz, menyendiri dengannya Muhammad bin ‘Abbad. Maka riwayat tadi keliru. Maka yang benar adalah tidak mengucapkan salam, tapi berpisah dan langsung menyempurnakan sholatnya. Justru jika dia bersalam berarti sholatnya berakhir dalam keadaan belum lengkap.”

 
Hari 167 Selasa, 4 Ramadhan 1435 H

Dari Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Jawy , dari Al Allamah Yahya bin Ali Al Hajuriy hafizhohulloh berkata: “Demi Alloh, wahai saudara-saudaraku, aku katakan: aku berangan-angan untuk tidak berjumpa dengan hari yang di situ aku tak bisa mengucapkan kalimat kebenaran, karena sungguh hal itu terasa berat di dalam jiwa.”

Kiriman dari akh Ali Al Yafi’iy hafizhohulloh.(Dalam dars keseratus empat belas dari kitab “Al Jami’ush Shohih”/kitabut tafsir, di awal Robi’ul Awwal 1433 H)

Dars syaikh Yahya

Hari 165 Sabtu, 1 Ramadhan 1435 H

Dari Abu sholeh muslih bin Syahid Al madiuniy di shon’a , berkata : “Sudah terlihat hilal satu romadhon di yaman, jadi besok mulai puasa”.

Dari Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy di shon’a, berkata : “InsyaAlloh hilal di Hudaidah Yaman sudah terlihat. Malam ini masjid-masjid Ahlussunnah mulai tarowih. Barokallohufikum.”

Jadi hari ini adalah , Sabtu 1 Ramadhan 1435 H

Ramadhan

BACA TULISAN SEBELUMNYA DI LINK BAWAH INI !

ashhabul hadits

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: