“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

NASEHAT DAN PENJELASAN DARI DUA ORANG SYAIKH AHLISSUNNAH WAL JAMA'AH DI NEGRI YAMAN

بسم الله الرحمن الرحيم، وبه نستعين، وبعد:

Berikut ini kami hadirkan di hadapan anda dua nasehat dan penjelasan dari dua orang syaikh Ahlissunnah wal Jama’ah:

Yang pertama: “Nasehat untuk Berakhlaq seperti Akhlaq Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam dan para shohabatnya“. Yang ini berbentuk khutbah Jum’at di markiz As-Sunnah Sa’wan Sana’a, yang di sampaikan oleh Asy-Syaikh Abu Abdirrohman Fath bin Abdil Hafizh Al-Qodasiy ‘Afallohu ‘anhu.

Yang kedua: “Nasehat tentang Penyimpangan dan Kejahatan Firqoh Hizbiyyah Jadidah“. Yang ini berbentuk muhadhoroh (ceramah umum) di kota Ibb Yaman, yang disampaikan oleh Asy-Syaikh Abu Abdillah Thoriq Al-Ba’daniy ‘Afallohu ‘anhu.

Asy-Syaikh Abu Abdirrohman Fath bin Abdil Hafizh Al-Qodasiy 'Afallohu 'anhu.

Asy-Syaikh Abu Abdillah Thoriq Al-Ba'daniy 'Afallohu 'anhu.

Asy-Syaikh Abu Abdirrohman Fath bin Abdil Hafizh Al-Qodasiy ‘Afallohu ‘anhu menjelaskan tentang akhlaq Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam dan para shohabatnya, yang mana Alloh Ta’ala telah sebutkan sifat dan akhlaq mereka di dalam Al-Qur’an:

{لِلْفُقَرَاءِ الْمُهَاجِرِينَ الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَأَمْوَالِهِمْ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا وَيَنْصُرُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ . وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ} [الحشر: 8-9].

“Bagi orang-orang faqir Muhajirin yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencarikarunia dari Alloh dan keridhoan-Nya dan mereka menolong Alloh dan Rosul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar (keimanan mereka). Dan orang-orang yang telah menempati kota (Madinah) dan yang beriman (ya’ni kaum Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (kaum Muhajirin), mereka (kaum Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (kaum Muhajirin). dan mereka (kaum Anshor) tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (kaum Muhajirin); dan mereka mengutamakan (kaum Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang orang yang beruntung”. (Al-Hasyr: 8-9).

Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam dan para shohabatnya yang datang ke Madinah dalam keadaan berhijroh, maka para shohabat dari penduduk Madinahmenerima mereka dan memuliakan serta saling berkasih sayang dan tolong menolong.

Kami (Abu Ahmad Muhammad Al-Limboriy) katakan: “Tidak ada seorangpun dari para shohabat penduduk Madinah yang tidak menyambut mereka, bahkan mereka bergembira dengan kedatangan saudara-saudara mereka ke negri mereka, mereka ridho dan saling meridhoi, berbeda dengan orang-orang Yahudi dan kaum munafiq maka sungguh mereka jengkel, marah dan benci hingga mereka membuat berbagai macam makar dan kejahatan.

Tindakan orang-orang Yahudi dan kaum munafiq itu dicontoh dan diikuti oleh “Firqoh Hizbiyyah Jadidah” yang dipelopori oleh Ashhabus Sittah (Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Washobiy, Muhammad Al-Imam, Ash-Shoumaliy, Al-Buro’iy, Adz-Dzamariy dan Al-‘Adniy).

Mereka berikut jaringan mereka, ketika da’wah Ahlissunnah wal Jama’ah semakin semarak dan markiz Darul Hadits Dammaj ketika itu semakin bertambah ma’mur dengan ilmu dan amal sholih, maka mereka berusaha bagaimana melenyapkan kebaikan-kebaikan itu, hingga “Firqoh Hibiyyah” mereka bisa langgeng dan berkuasa di Dammaj?.

  Ketika mereka tidak mampu melakukan tipu daya dengan memprovokasi masyarakat Dammaj dalam pengusiran dan penglengseran terhadap Asy-Syaikh An-Nashihul Amin Yahya Al-Hajuriy ‘Afallahu ‘anhu, maka mereka mendatangi masyayikh di Saudi Arobia, hingga mereka mampu mempengaruhi Ubaid Al-Jabiriy, Abdulloh Al-Bukhoriy, Doktor Muhammad Hadi Al-Madkholiy dan  bahkan mampu mempengaruhi Prof. DR. Robi’ bin Hadiy Al-Madkholiy. Hingga semua mereka sependapat untuk melengserkan Asy-Syaikh An-Nashihul Amin Yahya Al-Hajuriy ‘Afallahu ‘anhu dari Dammaj, berbagai macam upaya mereka coba, namun tak kunjung berhasil.

Ketika kaum Hutsiy mengetahui bahwa ternyata Asy-Syaikh An-Nashihul Amin Yahya Al-Hajuriy ‘Afallahu ‘anhu banyak yang memusuhinya maka mereka bangkit melakukan upaya pengusiran dengan kekuatan persenjataan kemiliteran, pada hishor mereka terhadap Dammaj yang terakhir, tidak terdengar lagi dari Prof. DR Robi’ Al-Madkholiy dan yang bersamanya menyerukan jihad dalam rangka membela Ahlussunnah di Dammaj yang terzholimi, mayoritas mereka berubah keyakinan mereka, sebelumnya mereka menganggap Hutsah-Rofidhoh sebagai orang-orang kafir, kemudian mereka cabut dan menganggap bahwa Hutsah-Rofidhoh adalah kaum muslimin.

Prof. DR.Robi’ Al-Madkholiy kemudian menuliskan buku tentang tidak kafirnya orang yang tidak melaksanakan amalan-amalan jawarih (seperti ibadah sholat lima waktu dan amalan-amalan yang wajib lainnya) selama dia masih bersyahadat atau istilahnya “selama masih mentauhidkan Alloh”, kaum Hutsah-Rofidhoh bergembira karena mereka mendapatkan banyak dukungan, dari pihak mereka (sesama Hutsiy) mendapatkan dukungan persenjataan dan tambahan bala tentara dan dari “Firqoh Hizbiyyah Jadidah” mereka mendapatkan dukungan “upaya pengusiran Asy-Syaikh An-Nashihul Amin dan seluruh Ahlissunnah dari Dammaj”, dan juga dukungan berupa bantahan dan penyebaran malzamah-malzamah tentang tuduhan-tuduhan dusta terhadap Asy-Syaikh An-Nashihul Amin dan seluruh Ahlissunnah yang bersama beliau, mereka juga mendapatkan dukungan doa kehancuran dan kebinasaan atas Asy-Syaikh An-Nashihul Amin dan seluruh Ahlissunnah yang bersama beliau.

  Ketika Hutsah-Rofidhoh telah merasa berhasil mengusir Asy-Syaikh An-Nashihul Amin dan seluruh Ahlissunnah dari bumi Dammaj hingga mereka semua berhijroh ke Madinah Sakaniyyah Sa’wan Sana’a maka bangkit bersegara para pengikut Prof. DR. Robi’ Al-Madkholiy bersama jaringan mereka baik yang di Saudi yang dipelopori oleh DR. Muhammad Hadi Al-Madkholiy dan jaringannya, juga di Yaman yang dipelopori oleh Ashhabus Sittah dan jaringan mereka, juga yang di Indonesia tidak mau ketinggalan ikut menyebarkan kedustaan-kedustaan dan kejahatan, yang dipelopori oleh Luqman bin Muhammad Ba’abduh, Muhammad Afifuddin As-Sidawiy, Muhammad As-Sarbiniy, Qomar Su’aidi dan jaringan mereka, mulai dari para penulis di majalah Asy-Syari’ah hingga para agen-agen majalah mereka ikut bermain, seakan-akan mereka sedang di atas jihad, tidak hanya sekedar se”akan-akan di atas jihad” bahkan mereka menganggap itu adalah bagian dari jihad yang paling besar karena anggapan mereka bahwa Asy-Syaikh An-Nashihul Amin dan seluruh Ahlissunnah yang bersama beliau adalah musuh:

{قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا . الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا} [الكهف: 103-104]

“Katakanlah: “Apakah akan Kami akan beritahukan kepada kalian tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”, yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatan mereka di kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya”. (Al-Kahfi: 103-104).

Dan lebih jelas tentang kedustaan, kejahatan dan kesesatan “Firqoh Hizbiyyah Jadidah” ini maka sudah mencukupi bagi anda untuk mendengarkan “Nasehat tentang Penyimpangan dan Kejahatan Firqoh Hizbiyyah Jadidah“. Yang ini berbentuk muhadhoroh (ceramah umum) di kota Ibb Yaman, yang disampaikan oleh Asy-Syaikh Abu Abdillah Thoriq Al-Ba’daniy ‘Afallohu ‘anhu.

Disampaikan oleh: ABU AHMAD MUHAMMAD BIN SALIM AL-LIMBORIY  ‘AFALLOHU ‘ANHU

Iklan

Comments on: "Nasehat dan Penjelasan Dari Dua Orang Syaikh AhlisSunnah Wal Jama’ah di Negeri Yaman" (14)

  1. Al Palembangi said:

    Alhamdulillah sudah semakin banyak salafiyyun di Sumatera Selatan khususnya kota Palembang yang mengetahui kesesatan Luqman Ba’abduh dan jaringannya, seiring banyaknya bukti-bukti nyata penyimpangan-penyimpangan kibar dirinya yang terkuak di Internet, apalagi sebagian penimpangan-penyimpangannya itu di publikasikan sendiri sesama kubu mereka di Internet. Luqman vs Dzulqarnain. Semoga Allah melindungi kaum Muslimin dari makar orang-orang yang berpemahaman seperti Yahudi dan Munafik. Allahumustaan

    Suka

  2. Bismillah,
    Tolong sampaikan kepada Abu Ahmad: kalau tidak berkeberatan rekaman audio muhadhoroh “Nasehat tentang Penyimpangan dan Kejahatan Firqoh Hizbiyyah Jadidah“. diterjemahakan ke dalam Bahasa Indonesia dalam bentuk tulisan atau Audio

    Suka

    • Na’am, Bismillah. Kami sampaikan kepada ikhwah tsabitin di Indonesia yang sekiranya bisa menyumbangkan terjemahan yang baik, Tafadhdhol untuk menyumbangkannya disini (dipost comment) atau melalui email. InsyaAllah akan kami posting. Yang demikian lebih bermafaat untuk ikhwah semua. InsyaAllah. Adapun kami dan yang mengirimkan tulisan atau audio disini sering tidak memiliki waktu yang luang (Adanya berbagai kesibukan). Barakallahufikum.

      Suka

  3. abu 'iffah said:

    Alhamdulillah makin jelas siapa saja yang menyimpang dari manhaj salaf. jazakallahu khoiron, tulisan2 di blog ini telah banyak menyingkap siapa saja yang masuk dalam firqoh hizbiyah

    Suka

    • Abu Muhammad said:

      Bismilah kalau boleh tahu akhi apa judul kitab yg ditulis oleh Syeikh Rab’i yg salah satu isinya “tidak kafirnya orang yang tidak melaksanakan amalan-amalan jawarih (seperti ibadah sholat lima waktu dan amalan-amalan yang wajib lainnya) selama dia masih bersyahadat atau istilahnya “selama masih mentauhidkan Alloh”
      Mohon infonya barakallahufikum

      Suka

  4. Abu Muhammad said:

    File pdf nya ada dimana akh ? ana ingin download

    Suka

  5. Bismillah,,ana ingin mengetahui ttng pembahasan zakat uang,, tolong sampaikan kpd abu ahmad allimbori. Ana dah berkali-kali tanya kpd ihwan2 tp g ad yg brani jawab; apakah zakat uang itu disyariatkan atw tdk.?? Krn mereka yg menyatakan disyariatkan tdk punya dalil kecuali qiyas(dg emas atw perak) sedangkan imam syafi’i menyatakan qiyas adl bangkai, jazakumullohu khoir..

    Suka

  6. alhamdulillah..

    Suka

  7. alhamdulillah

    Suka

  8. alhamdulillah bermanfaat

    Suka

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: