“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Kesabaran dalam Ujianبسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن واله ، أما بعد

Alhamdulillah, Alloh subhanahu wa ta’ala telah memberikan anugerah dan kenikmatan kepada kita berupa jalan yang lurus, yaitu jalannya para salafush-sholeh. Alloh telah menjadikan kita termasuk orang-orang yang mempelajari Al-Quran dan sunnah Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, menghafal, memahami dan berusaha mengamalkannya dalam kehidupan kita di dunia ini. Selain itu juga, dengan mempelajari aqidah shohihah, tafsir, fiqh dan ilmu-ilmu syar’i lainnya, menyeru umat kepadanya dan membelanya serta senantiasa melazimi masjid-masjid sunnah, tempat yang paling dicintai oleh Alloh di muka bumi ini.

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda sebagaimana dalam hadits Abu Huroiroh rodhiyalohu ‘anhu riwayat Musim:

أحب البلاد إلى الله مساجدها، وأبغض البلاد إلى الله أسواقها

“Negeri yang paling dicintai oleh Alloh adalah masjid-masjidnya dan yang paling dibenci oleh Alloh adalah pasar-pasarnya.”

Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

سبعة يظلهم الله في ظله، يوم لا ظل إلا ظله: الإمام العادل، وشاب نشأ في عبادة ربه، ورجل قلبه معلق في المساجد…

“Tujuh golongan manusia yang akandinaungi oleh Alloh dengan nauangan-Nya di hari yang tiada naungan lagi kecuali naungan-Nya: seorang pemimpin yang adil, seorang pemuda yang tumbuh dengan beribadah kepada Robbnya, seorang yang hatinya terkait dengan masjid-masjid…” (sampai akhir hadits Abu Huroiroh, riwayat Bukhori dan Muslim)

Sementara kebanyakan manusia berada di jalan-jalan yang berdeda-beda dan berliku-liku, bergelimang dengan syubuhat dan syahawat, sibuk dengan urusan-urusan dunia mereka, bahkan sampai saling bermusuhan, saling bunuh-membunuh dan berperang hanya dalam rangka memperebutkan pangkat, jabatan dan harta dunia yang hina.

Ini semua merupakan kenikmatan yang besar bagi kita -wahai Ahlussunnah- yang mengharuskan kita untuk mengingat serta mensyukurinya dan senantiasa kita berdoa kepada Alloh agar menjaga kebaikan serta nikmat-Nya ini agar tidak sirna. Senantiasa berdoa memohon kepada-Nya agar meneguhkan diri-diri kita di atas al-haq, nikmat yang agung inibdi tengah-tengah manusia.

Ketahuilah, bahwa termasuk jalan terbaik dan paling dicintai yang mengantarkan seorang muslim kepada Alloh ta’ala dan jannah-Nya adalah tholabul ilmi, menuntut ilmu syar’iy dengan menghafal Al-Quran, hadits-hadits Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dan bersabar dalam mengamalkannya serta memeganginya dengan kuat. Ini adalah jalannya para Nabi dan inilah yang diwariskan oleh mereka kepada kita. Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:  

ومن سلك طريقا يلتمس فيه علما، سهل الله له به طريقا إلى الجنة

“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, niscaya Alloh akan memudahkannya jalan menuju jannah.” (HR. Muslim dari hadits Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu)  

Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam juga bersabda dalam hadits Abu Darda’ rodhiyallohu ‘anhu riwayat Abu Dawud:  

وإن العلماء ورثة الأنبياء، وإن الأنبياء لم يورثوا دينارا، ولا درهما ولكن ورثوا العلم، فمن أخذه أخذ بحظ وافر

“Sungguh ulama itu pewaris para Nabi. Sungguh para Nabi itu tidaklah mewariskan harta benda (dinar dan dirham), akan tetapi mewariskan ilmu. Siapa yang mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak.” (hadits shohih)  

Alloh ta’ala menyerukan kepada Nabi-Nya Musa ‘alaihis salam:

وكتبنا له في الألواح من كل شيء موعظة وتفصيلا لكل شيء فخذها بقوة وأمر قومك يأخذوا بأحسنها

“Kami telah menuliskan untuk Musa dalam Taurot segala sesuatu yang ia perlukan dalam agamanya, hukum-hukum dan nasehat-nasehat serta perincian halal dan harom, perintah dan larangan, kisah-kisah, keyakinan serta berita-berita gaib. Maka Alloh berseru kepadanya: “Ambillah dan pegangilah (Taurot itu) dengan kuat dan sungguh-sungguh. Perintahkan kaummu untuk mengamalkan apa yang disyariatkan Alloh di dalamnya.” (Tafsir QS. Al-A’rof: 145) 

Setelah ia memegangi dan mengamalkannya dengan baik, maka ia menunjukkannya kepada manusia dan mengajak mereka kepada jalan itu. Ini adalah pahala yang besar. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من دعا إلى هدى، كان له من الأجر مثل أجور من تبعه، لا ينقص ذلك من أجورهم شيئا

“Siapa yang menyeru kepada hidayah (petunjuk agama yang haq), maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tidak mengurangi pahala mereka sedikitpun.” (HR. Muslim dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu)

Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

فوالله لأن يهدى بك رجل واحد خير لك من حمر النعم

“Demi Alloh, kalaulah ada seseorang yang mendapatkan hidayah lantaran seruanmu, maka itu lebih baik bagimu daripada onta merah (harta termahal).” (HR. Bukhori dan Muslim dari Sahl bin Sa’d rodhiyallohu ‘anhu)

Ketahuilah dan sadarilah, bahwa orang-orang yang memegangi Kitab dan Sunnah serta menempuh jalan yang benar itu mesti akan ditimpa bala’ dan berbagai petaka serta ujian, baik berupa kefakiran, kesulitan hidup, penyakit-penyakit, gangguan-gangguan serta makar-makar, karena itu adalah jalan menuju jannah. Sedangkan jannah itu tertutupi dengan hal-hal yang tidak disukai jiwa. Waroqoh bin Naufal berkata kepada Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam awal beliau diangkat menjadi Nabi:

نعم، لم يأت رجل بما جئت به إلا أوذي، وإن يدركني يومك حيا أنصرك نصرا مؤزرا

“Ya, tidaklah seseorang itu datang dengan apa yang engkau bawa berupa ajaran tauhid, melainkan akan diganggu dan disakiti. Jika aku masih hidup dan menemui harimu nanti, maka aku akan menolongmu dengan pertolongan yang sungguh-sungguh.” (HR. Bukhori) 

Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

حفت الجنة بالمكاره، وحفت النار بالشهوات

“Jannah itu tertutupi dengan hal-hal yang tidak disukai dan neraka itu ditutupi dengan berbagai syahwat.” (HR. Muslim dari Anas bin Malik rodhiyallohu ‘anhu)

Itu semua merupakan bentuk ujian dari Alloh ta’ala atas seorang hamba, bukan dalam rangka membinasakan hamba itu, tetapi agar diketahui dari seorang hamba itu akan kesabaran dan ketabahannya dalam menghadapi itu semua. Juga Alloh ta’ala akan membuktikan siapa yang terbaik amalannya di dunia ini. Firman Alloh ta’ala:

تبارك الذي بيده الملك وهو على كل شيء قدير * الذي خلق الموت والحياة ليبلوكم أيكم أحسن عملا وهو العزيز الغفور

“Telah banyak kebaikan Alloh dan kemurahan-Nya atas seluruh makhluk-Nya. Yang di tangan-Nyalah kerajaan dan kekuasaan dunia dan akherat. Perintah dan hukum-Nya berlaku pada keduanya dan Dia mahakuasa atas segala sesuatu. Dialah yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian -wahai manusia-, siapa yang terbaik dan terikhlas amalannya? Dia adalah Al-‘Aziz, yang tidak terkalahkan oleh siapapun, lagi Al-Ghofur, maha mengampuni siapa yang bertaubat dari hamba-Nya.” (Tafsir QS. Al-Mulk: 1-2) 

أم حسبتم أن تدخلوا الجنة ولما يعلم الله الذين جاهدوا منكم ويعلم الصابرين

“Wahai para sahabat Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam, apakah kalian mengira akan masuk jannah, sedangkan kalian belumlah diuji dengan peperangan dan kegentingan?! Tidaklah kalian akan memasukinya, sebelum kalian diuji dan Alloh maha mengetahui dengan sebenarnya siapa yang berjihad di jalan-Nya dan bersabar dalam menghadapi musuh-musuhnya.” (Tafsir QS. Ali-Imron: 142)

Memang, itu semua harus kita hadapi dan ini merupakan sunnatulloh di alam ini. Wajib atas kita untuk menghadapinya dengan penuh kesabaran dan ketabahan serta rasa ridho, menerima segala cobaan. Tidak dengan sikap tasakkhut, tidak ridho akan takdir Alloh serta berkeluh kesah dan terjatuh kepada kemaksiatan bahkan kekufuran karenanya. Firman Alloh ta’ala:  

ومن الناس من يعبد الله على حرف فإن أصابه خير اطمأن به وإن أصابته فتنة انقلب على وجهه خسر الدنيا والآخرة ذلك هو الخسران المبين

“Diantara manusia itu ada yang memasuki Islam dengan kelemahan dan keraguan, sehingga ia beribadah kepada Alloh dengan kebimbangan dan keengganan, seperti seseorang yang berdiri di tepi gunung atau dinding tidak teguh dalam pendiriannya. Ia menambatkan agamanya dengan dunia. Jika ia hidup senang, sehat dan tercukupi, maka ia akan terus dalam ibadahnya. Jika tertimpa ujian atau cobaan dengan kesusahan dan sesuatu yang tidak disukainya, maka akan merasa sial terhadap agamanya, sehingga meninggalkannya dan tidak istiqomah lagi dalam memegangi agamanya. Maka ia pun menjadi merugi baik dunia maupun akheratnya, karena kekafirannya itu tidaklah bisa merubah apa yang telah ditakdirkan untuknya di dunia, sedangkan di akherat nanti, ia akan dimasukkan ke dalam neraka. Ini adalah kerugian yang nyata.” (Tafsir QS. Al-Hajj: 11)  

Akan tetapi bagi seorang muslim, ujian dan cobaan itu dengan kesabarannya dalam menghadapinya, akan menyebabkan dihapuskannya dosa-dosa dan menjadi sebab terangkatnya derajat dirinya di sisi Alloh ta’ala. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam ditanya:

يا رسول الله، أي الناس أشد بلاء؟ قال:الأنبياء ثم الأمثل فالأمثل، فيبتلى الرجل على حسب دينه، فإن كان دينه صلبا اشتد بلاؤه، وإن كان في دينه رقة ابتلي على حسب دينه، فما يبرح البلاء بالعبد حتى يتركه يمشي على الأرض ما عليه خطيئة

“Wahai Rosululloh, siapa yang paling berat ujiannya? Beliau menjawab: “Para Nabi, kemudian yang seperti mereka dan yang seperti mereka. Maka seseorang itu diuji sesuai dengan kadar agamanya. Jika agamanya kuat, maka akan berat cobaannya dan jika agamanya ringan atau lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kadar agamanya. Senantiasa ujian dan cobaan itu menimpa seorang hamba sampai ia berjalan di atas bumi ini dalam keadaan tidak mempunyai kesalahan.” (HSR. Tirmidzi dari hadits Sa’ad rodhiyallohu ‘anhu)  

Dalam hadits Aisyah rodhiyallohu ‘anha riwayat Bukhori dan Muslim, Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ما من مصيبة يصاب بها المسلم، إلا كفر بها عنه حتى الشوكة يشاكها

“Tidaklah suatu musibah itu menimpa seorang muslim, melainkan akan menghapus dosa-dosanya, sampai-sampai sebuah duri yang menusuknya.”

Juga hendaknya kita senantiasa terus tegar dan tsabat dalam memegangi sunnah disertai dengan kembali kepada Alloh dengan penuh ketundukan kepada-Nya, banyak berdoa, istighfar serta bertawakkal hanya kepada-Nya semata tidak kepada selain-Nya. Karena musibah dan perkara yang tidak disenangi itu semua juga disebabkan dosa-dosa dan kesalahan kita semua. Alloh ta’ala berfirman:

وما أصابكم من مصيبة فبما كسبت أيديكم ويعفو عن كثير

“Apa yang menimpa kalian -wahai manusia-dari suatu musibah, baik pada agama maupun dunia kalian itu adalah akibat dari perbuatan dosa kalian sendiri dan Robb kalian mengampuni banyak dari dosa-dosa dan kejelekan-kejelekan itu, sehingga kalian tidak diadzab lagi.” (Tafsir QS. Asy-Syuro: 30)

Ketahuilah, jika kita bersama Alloh, yakin akan pertolongan Alloh ta’ala, maka berbagai musibah itu pasti akan berlalu dan bersamaan dengan kesulitan itu akan datang kemudahan serta jalan keluar. Ini adalah janji Robb kita dan Dia tidaklah mengkhianati janji-Nya. Alloh ta’ala berfirman: 

فإن مع العسر يسرا * إن مع العسر يسرا

“Maka janganlah gangguan musuh-musuhmu itu membuat engkau bimbang dari menyebarkan risalah Robbmu. Sesungguhnya bersamaan dengan kesempitan itu ada jalan keluar. Sungguh, bersamaan dengan kesempitan itu ada jalan keluar.” (Tafsir QS. Asy-Syarh: 5-6)

Dalam hadits Ibnu ‘Abbas rodhiyallohu ‘anhu, bahwasanya Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

واعلم أن في الصبر على ما تكره خيرا كثيرا، وأن النصر مع الصبر، وأن الفرج مع الكرب، وأن مع العسر يسرا

“Ketahuilah, bahwasanya pada kesabaran terhadap segala yang tidak engkau sukai itu terdapat kebaikan yang banyak. Sungguh, pertolongan itu bersama dengan kesabaran dan jalan keluar itu bersama dengan kesusahan. Bersamaan dengan kesulitan itu ada kemudahan.” (HR. Ahmad, hadits shohih; lihat Ash-Shohihah, no. 2382 dan Tahqiq Musnad Ahmad: 5/19)

Jika kita menghadapinya dengan penuh kesabaran, tetap teguh di atas al-haq, istighfar, khudhu’ (tunduk), tadhorru’ (memohon dan merendahkan diri), bertawakkal dankembali kepada Alloh tidak kepada selain-Nya, berdoa kepada-Nya semata dengan menengadahkan kedua tangan kepada-Nya, niscaya Alloh akan mengabulkan doa kita dan mengangkat bala’ tersebut karena terampuninya dosa-dosa kita dan menggantikannya dengan kenikmatan yang tiada tara, baik di dunia maupun akherat kelak, cepat ataupun lambat. Alloh ta’ala berfirman:

وإذا سألك عبادي عني فإني قريب أجيب دعوة الداع إذا دعان فليستجيبوا لي وليؤمنوا بي لعلهم يرشدون

“Jika hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang-Ku -wahai Nabi-, maka jawablah: “Sesungguhnya Aku ini dekat dengan mereka. Aku mengabulkan doa seseorang jika ia berdoa kepada-Ku. Maka taatilah perintah-Ku dan jauhilah larangan-Ku serta berimanlah kepada-Ku, sehingga mereka mendapatkan petunjuk kepada kebaikan agama dan dunia mereka.” (Tafsir QS. Al-Baqoroh: 186) 

أمن يجيب المضطر إذا دعاه ويكشف السوء ويجعلكم خلفاء الأرض أإله مع الله قليلا ما تذكرون

“Apakah mengibadahi sekutu-sekutu Alloh itu lebih baik daripada dzat yang mengabulkan doa orang yang kesusahan ketika ia berdoa, menyingkap kejelekan yang turun padanya serta menjadikan kalian sebagai pengganti para pemimpin sebelum kalian di muka bumi ini?! Apakah ada sekutu Alloh yang memberikan kepada kalian berbagai kenikmatan ini?! Sedikit sekali kalian memikirkannya, sehingga kalian sekutukan Alloh dalam peribadahan dengan selain-Nya.” (Tafsir QS. An-Naml: 62)

Hendaknya kita senantiasa berprasangka baik terhadap Alloh ta’ala dan banyak mengingat-Nya dengan memperbanyak dzikir, karena dengan husnudzon kita kepada Alloh, maka Dia akan mendatangkan kebaikan kepada kita dan dengan banyak mengingat Alloh, maka hati kita menjadi tenang dan tuma’ninah. Dalam sebuah hadits qudsi, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إن الله يقول: أنا عند ظن عبدي بي وأنا معه إذا دعاني

“Sesungguhnya Alloh ta’ala berkata: “Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku dan Aku bersamanya jika ia berdoa kepada-Ku.” (HR. Muslim dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu)

Alloh ta’ala berfirman:

الذين آمنوا وتطمئن قلوبهم بذكر الله ألا بذكر الله تطمئن القلوب

“Dialah Alloh yang memberikan petunjuk kepada orang-orang yang tenang hatinya dengan bertauhid kepada Alloh dan mengingat-Nya. Ketahuilah, bahwa dengan ketaatan kepada Alloh dan mengingat-Nya, maka hati itu menjadi tenang.” (Tafsir QS. Ar-Ro’du: 28)

Oleh karena itu -wahai Ahlussunnah-, bersabarlah, bertaubatlah dan bertawakkallah hanya kepada Alloh semata, sibukkan kalian dengan menuntut ilmu dan beramal sholeh, sampai datangnya pertolongan Alloh dan jalan keluar dari-Nya. Sesungguhnya pertolongan dan jalan keluar itu dekat…

ومن يتق الله يجعل له مخرجا * ويرزقه من حيث لا يحتسب ومن يتوكل على الله فهو حسبه إن الله بالغ أمره قد جعل الله لكل شيء قدرا

“Siapa yang takut kepada Alloh dan mengerjakan apa yang diperintahkan atasnya serta menjauhi larangan-Nya, niscaya Alloh akan memberikan kepadanya jalan keluar dari segala kesempitan dan memudahkannya untuk mendapatkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka dan dikiranya. Siapa yang bertawakkal hanya kepada Alloh, maka Dia akan mencukupi segala kebutuhan yang diinginkan. Sesungguhnya Alloh telah menyempurnakan perkaranya, tidak ada yang tertinggal sedikitpun dan tidak ada yang memberatkan-Nya. Sungguh Alloh telah menetapkan akhir dari segala sesuatu dan takdir yang tidak akan luput.” (Tafsir QS. Ath-Tholaq: 2-3)

 أم حسبتم أن تدخلوا الجنة ولما يأتكم مثل الذين خلوا من قبلكم مستهم البأساء والضراء وزلزلوا حتى يقول الرسول والذين آمنوا معه متى نصر الله ألا إن نصر الله قريب

“Apakah kalian mengira -wahai kaum mukminin- bahwa kalian akan masuk jannah, sedangkan kalian belum tertimpa cobaan seperti apa yang menimpa kaum mukminin sebelum kalian, berupa kefakiran, penyakit, rasa takut dan gentar serta tergoncang dengan berbagai ketakutan, sampai-sampai Rosul dan kaum mukminin yang bersamanya ketika itu -karena ingin segera mendapatkan pertolongan- mengatakan: “Kapan datangnya pertolongan Alloh itu?” Ketahuilah, sungguh pertolongan Alloh bagi kaum mukminin itu dekat…” (Tafsir QS. Al-Baqoroh: 214)

Wabillahit taufiq wal hidayah walhamdulillah Robbil ‘alamin………

Ikhtisar Muhadhoroh Syaikhuna Muhammad bin Hizam hafidhohulloh

Malam Sabtu, 25 Jumadal Akhiroh 1435H

di Masjid Jami’ As-Sunnah Madinah Sakaniyah Sa’wan Shon’a

Ditulis: Abu Sholeh Mushlih bin Syahid Al-Madiuniywaffaqohulloh

(Masjid Jami’ As-Sunnah Madinah Sakaniyah Sa’wan – Shan’a) 

Comments on: "Kesabaran Dalam Menghadapi Cobaan" (6)

  1. Reblogged this on Wasithiyah and commented:
    Bismillahirrohmaanirrohim

    Suka

  2. Abu Irbadh said:

    semoga dimudahkan untuk mengamalkan kesabaran…

    Suka

  3. Tanya Saja said:

    Ada yang bertanya seperti ini :

    Assalamu’alaikum Warohmatulloh

    ‘afwan ana mau bertanya
    Ada seorang akhwat anggap saja fulanah. bliau berusia 23 tahun bermanhaj salaf, tapi ortunya amat membenci langkah yang fulanah ambil fulanah sering di fitnah teroris , LDII bahkan syiah. slain itu jilbab fulanah juga di gunting“. fulanah pernah mencoba menjelaskan bahwa ia tidak seperti yang di tuduhkan tetapi qodarulloh ortunya tidak memercayai fulanah.
    sekarang fulanah berniat menikah namun ortu fulanah mengancam apabila menikah dengan ikhwan salaf … ikhwan tersebut akan di usir, dan bila fulanah nekad fulanah juga akan di usir dan di buang sebagai anak. dan ortunya mengancam akan mendatangi tempat fulanah taklim dan mengamuk disna. fulanah sudah hampir 3 tahun tidak taklim karena takut ortunya akan melukai teman” taklimnya.

    jalan apa yang harus diambil oleh fulanah ? apakah tetap menikah atau tidak ?

    Suka

    • Dari Abu Sholeh Mushlih bin Syahid Al Madiuniy :

      Sementara, ini yang bisa disampaikan. Insyaalloh mencukupi. Sebenarnya kami telah mengirimkan soal ini ke masyayikh di markiz al fath lewat salah seorang ikhwah, tapi sampai sekarang belum datang jawabannya. Insyaalloh, nanti klo dah ada, bisa ditambahkan. Wallohul Musta’an.

      Bismillah. Dinasehatkan kepadanya untuk bersabar dalam menghadapi kesulitan hidupnya. Sesungguhnya Alloh bersama orang-orang yang bersabar. Dinasehatkan kepadanya untuk memperbanyak ibadah, bermunajat, mengadu dan berdoa kepada Alloh ta’ala untuk memberikan jalan keluarnya, di waktu-waktu mustajabah seperti dalam qiyamullail dan waktu lainnya. Merendahkan diri dan menangis di hadapan-Nya, mendoakan orang tuanya agar diberikan hidayah oleh Alloh dan terus berbuat baik kepada orang tuanya, sehingga menjadi luluh hatinya, lapang dadanya dan sadar terhadap apa yang terbaik bagi anaknya.

      Dinasehatkan kepadanya pula untuk memperbanyak puasa sunnah, karena Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

      ومن لم يستطع فعليه بالصوم فإنه له وجاء

      “Siapa yang belum bisa menikah, maka hendaklah memperbanyak puasa. Sesungguhnya puasa itu sebagai pemutus kejelekan syahwatnya.” Muttafaqun ‘alaih dari hadits Ibnu Mas’ud rodhiyallohu ‘anhu.

      Dinasehatkan kepadanya pula untuk terus menuntut ilmu, meskipun hanya melalui artikel ilmiyah yang sampai kepadanya dan berusaha untuk bisa berkomunikasi dengan akhowat lainnya semampunya, agar tetap istiqomah dan tidak futur meskipun tetap tinggal di rumahnya.

      Yakinilah, bahwa Alloh ta’ala tidaklah memberikan cobaan atas hamba-Nya, melainkan sesuai dengan kemampuannya. Semoga hal itu bisa menghapuskan dosa-dosanya dan menaikkan derajatnya di sisi Alloh ta’ala. Yakinilah, bahwa Alloh tidaklah akan menyia-nyiakan amalan hamba-Nya yang beriman. Yakinilah, bahwa pertolongan Alloh itu dekat… Wallohul Musta’an.

      Suka

  4. terimakasih buat refrensinya gan :)) wassalamuallaykum.

    Suka

    • syahrun said:

      terimakasih atas tulisannya yang bermanfaat. kami harapkan tetap sabar menghadapi kekeliruan kaum muslimin dan bersabar menahan lisan dari mencela sesama muslim dan menyebarkannya di dunia maya. bersikap adil dalam menghukum orang lain, berharap bisa bertemu langsung dan silaturahim dengan kaum muslimin yang telah dicela dan hindari sifat pengecut. sebenarnya sudah banyak kesalahan dan dosa kita, namun Allah subuhana wata’la masih berkenan menutupinya

      Suka

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: