“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

faedah
Hari 168 Rabu, 5 Ramadhan  1435 H

Dari Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Jawiy, Ana bertanya ke Syaikh Abdurroqib Al Kaukabaniy hafizhohulloh: “Tentang orang yg ikut sholat jama’ah, ternyata imamnya membaca terlalu panjang. Maka bolehkah dia memisahkan diri dan menyempurnakan sholatnya sendirian? Atau apakah itu tercela? Dan apakah saat memisahkan diri itu dia mengucapkan salam ataukah tidak?”
Beliau hafizhohulloh menjawab: “Jika imamnya membaca terlalu panjang, orang tadi tidak tercela jika memisahkan diri, karena dalam hadits Jabir tentang kisah shohabiy yang memisahkan diri dari sholatnya Mu’adz tidak dicela oleh Rosululloh shollallohu’alaihiwasallam. Dalam riwayat lain ada tambahan bahwa dia mengucapkan salam, lalu memisahkan diri. Tapi riwayat ini syadz, menyendiri dengannya Muhammad bin ‘Abbad. Maka riwayat tadi keliru. Maka yang benar adalah tidak mengucapkan salam, tapi berpisah dan langsung menyempurnakan sholatnya. Justru jika dia bersalam berarti sholatnya berakhir dalam keadaan belum lengkap.”

Hari 167 Selasa, 4 Ramadhan  1435 H

Dari  Abu Fairuz  Abdurrahman bin Soekojo Al-Jawy , dari  Al Allamah Yahya bin Ali Al Hajuriy hafizhohulloh berkata: “Demi Alloh, wahai saudara-saudaraku, aku katakan: aku berangan-angan untuk tidak berjumpa dengan hari yang di situ aku tak bisa mengucapkan kalimat kebenaran, karena sungguh hal itu terasa berat di dalam jiwa.”

 Kiriman dari akh Ali Al Yafi’iy hafizhohulloh.(Dalam dars keseratus empat belas dari kitab “Al Jami’ush Shohih”/kitabut tafsir, di awal Robi’ul Awwal 1433 H)

Dars syaikh Yahya

Hari 165 Sabtu, 1 Ramadhan  1435 H

Dari Abu sholeh muslih  bin Syahid Al madiuniy di shon’a , berkata : “Sudah terlihat hilal satu romadhon di yaman, jadi besok mulai puasa”.

Dari Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo  Al-Qudsy di shon’a, berkata : “InsyaAlloh hilal di Hudaidah Yaman sudah  terlihat. Malam  ini masjid-masjid Ahlussunnah mulai tarowih. Barokallohufikum.”

Jadi hari ini adalah , Sabtu 1 Ramadhan 1435 H

Ramadhan

Hari 161 Selasa, 26 Sya’ban 1435 H
Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Indonesiy Al-Jawiy memberikan faedah:

Ada soal: Assalamualaikum.bismillah. afwan ustadz,minta nasehatnya siapa yang harus ana pilih, apakah orang tua yang kurang adil terhadap keluarga ana, sampai istri ana tidak mau lagi ketemu denganya, apa istri yang taat suami dan ke 3 anak-anak. satu sisi ana tidak mau berdosa kepada orang tua ana,dan ana pun tidak mau kehilangan keluarga.saat ini istri tetap minta cerai. karena keegoisan kedua orang tua ana. mohon nasehatnya.. Jawaban: Wa’alaikumussalamwarohmatullohiwabarokatuh. Ana tidak tau apa latar belakangnya, dan apa yang telah dilakukan masing-masing pihak. Pandai-pandailah mensiasati semua mereka dann akhlaq Nabi shollallohu’alaihiwasallam. Tidak perlu memilih salah satu. Pilih semua dan sebarkan nasihat dengan bijaksana dan jangan mudah terpengaruh dengan tuntutan mereka. Jadilah pemimpin yang kuat. Waffaqokalloh.

Abu Sholeh Muslih bin Syahid Al-Indonesiy Al-Madiuniy memberikan faedah:

Teka-Teki Fiqih 3

Kita ketahui bersama bahwa seorang muslim yang ingin bersuci (berwudhu atau mandi junub) dan tidak menemukan air atau tidak bisa menggunakan air, maka ia bertayammum dengan memakai tanah sebagai pengganti air.  Akan tetapi sekarang sebaliknya, ada suatu keadaan bahwa seseorang itu menggunakan air sebagai pengganti tanah…  Bagaimana hal ini bisa terjadi…?

Jawabannya: Jika seseorang meninggal di atas kapal laut dan daratan masih jauh sekali jaraknya. Dikhawatirkan si mayit tersebut akan berubah atau membusuk, maka disyariatkan untuk segera memandikan, mengkafani dan menyolatinya. Lalu di ikatkan dengan suatu pemberat dan diturunkan atau ditenggelamkan di lautan untuk penguburannya sebagai pengganti penguburan di tanah daratan.  Berkaitan dengan hal ini, seorang penyair mengatakan: 

ومن مات في بحر قد عز دفنه *** ففي البحر يلقى وهو بالترب بدلا

“Siapa yang meninggal di lautan tidak mungkin dikuburkan, maka di lautan itulah diturunkan sebagai pengganti tanah daratan.” (Ad-Durorul Bahiyyah, hal. 8)

Hari 161 Selasa, 26 Sya’ban 1435 H

Abu Sholeh Muslih bin Syahid  Al-Madiuniy Al-Indonesiy memberikan faedah:

TEKA TEKI FIQH 2

Seseorang melakukan sholat idul fitri dan idul adhha dalam sehari (yaitu keduanya dilakukan dalam sehari itu). Kedua sholat itu ia lakukan pada waktunya dan bukan qodho’…  Bagaimana itu bisa terjadi ya…?

Jawabannya:  Hal itu pada zaman keluarnya dajjal (di akhir zaman), yaitu pada hari pertama yang lamanya seperti setahun. Dalam shohih Muslim dari hadits Nawwas bin Sam’an rodhiyallohu ‘anhu yg panjang tentang keluarnya dajjal, di dalamnya:

   قلنا يا رسول الله وما لبثه في الأرض؟ قال (أربعون يوما:  يوم كسنة ويوم كشهر ويوم كجمعة وسائر أيامه كأيامكم) قلنا يا رسول الله فذلك اليوم الذي كسنة أتكفينا فيه صلاة يوم؟ قال (لا، اقدروا له قدره).

Kami bertanya kepada Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam: “Wahai Rosululloh, berapa lama tinggalnya di bumi?” Beliau menjawab:

“Empatpuluh hari, sehari (pertama) lamanya seperti setahun, hari berikutnya seperti sebulan, hari berikutnya seperti sejum’at (sepekan) dan hari-hari sisanya seperti hari-hari kalian ini.” Kami bertanya:”Wahai Rosululloh, pada hari yang lamanya seperti setahun itu, apakah cukup bagi kita untuk melakukan sholat sehari (yaitu lima waktu saja pada hari itu sebagaimana hari-hari biasa)?” Beliau menjawab: “Tidak, akan tetapi perkirakanlah waktunya sesuai kadarnya (yaitu perkirakan waktu-waktu sholatnya sebagaimana dalam setahun).” Sehingga pada hari yang lamanya seperti setahun itu, kita amalkan sebagaimana amalan setahun penuh, termasuk sholat-sholat Jum’at dan id. Sehingga dalam sehari itu kita melakukan dua sholat id, idul fitri dan adhha, juga sekian kali sholat jum’at dan selainnya dari amalan ibadah selama setahun. [Ad-Durorul Bahiyyah lil ‘Uroifiy, hal. 6]

Hari 160 Senin, 25 Sya’ban 1435 H

Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al-Qudsy Al-Jawy memberikan faedah dari soal tanya-jawab :

Penanya : Ana pernah menjual atau menawarkan barang kepada ikhwah dengan harga yang telah disepakati, hanya saja barangnya (diluar kota)belum diserahkan, karena menunggu kurir (yang membawa paket) datang, seiring waktu maka barang tiba, dan ana pun bertemu yang memesan barang (pembeli) di masjid.

Pertanyaan :

1.Apakah HARAM menyerahkan barang dagangan kepada pembeli didalam masjid, yang sebelumnya sudah sepakat harga, waktu pembayaran diluar masjid (baik tunai / tempo) sebelum penyerahan barang tersebut?karena ketika kami tanyakan, jual beli tersebut termasuk yang di HARAM kan.

2. Jika boleh penyerahan barang tersebut (Tidak haram) , saat itu ada orang diwaktu penyerahan barang mendoakan (sebagaimana hadits nabi tentang doa orang yang berjualan di dalam masjid). Mohon DALIL nya jika itu haram / boleh.  JazakaAllahukhoiron

Jawaban : Jawaban dengan taufiq dari Alloh: Ana sudah tanya syaikh Abu Amr tentang  itu maka beliau menjawab: “Jika transaksinya di luar masjid, tapi penyerahan barangnya sebentar saja di dalam masjid, maka tidak apa-apa, sebagaimana hadits kisah Ka’ab bin Malik yang bertemu Ibnu Abi Hadrod di dalam masjid, maka beliau menagih hutang padanya, lalu terjadi perdebatan, lalu Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam menyuruh Ka’ab bin Malik memberikan keringanan dengan  menggugurkan setengah  hutangnya, dan memerintahkan Ibnu Abi Hadrod untuk membayar yang tersisa. Nabi shollallohu’alaihi wasallam tidak  melarang mereka mengurus hutang piutang di masjid, dan tidak mendoakan mereka dengan ketidaksuksesan. Adapun jika transaksi akadnya dilakukan di dalam masjid, maka dia terkena hadits larangan.

Soal : apakah jika imam  sujud sahwi hanya sekali, apakah makmum perlu bertasbih lalu imam sujud sahwi lagi?

Jawab : Jawaban dengan taufiq dari Alloh: Ana bertanya pada Syaikh Abu Amr tentang imam yang sujud sahwinya baru sekali lalu salam, beliau menjawab: “Iya, imamnya harus diingatkan agar menambahkan sujud satu lagi.”

Yang lain berlatanya : Dzikir apa yang dibaca dalam sujud ketika sujud syahwi ?

Jawab : Syaikh Yahya menjawab: “Tiada dalil yang menyebutkan dzikir khusus untuk sujud sahwi, maka boleh dia kembali pada dzikir yang disyariatkan untuk dibaca dalam sholat.”

Hari 159 Ahad, 23 Sya’ban 1435 H

Abu Muhammad Fu’ad Hasan bin Mukiyi  Al-Jawy memberikan faedah: Hukum puasa setelah pertengahan Sya’ban! 

Pendapat pertama: Syafi’iyyah berpendapat tentang tidak bolehnya puasa setelah pertengahan dari bulan Sya’ban,  larangan tersebut dimulai dari hari ke16,  berdalih dengan hadits Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :  

إذا انتصف شعبان فلا تصوموا 

“Apabila telah datang waktu pertengahan bulan Sya’ban,  maka janganlah kalian berpuasa.” HR. Abu Dawud (no.2337),  berkata Ahmad bin Hanbal,  Ibnu Ma’in,  Abu Zur’ah, Abdurrahman bin Mahdi dan selainnya : ini adalah mungkar. 

Pendapat kedua: bolehnya melakukan puasa sunnah setelah pertengahan Sya’ban,  dalilnya adalah hadits A’isyah radhiallahu anha berkata : tidaklah aku melihat Nabi menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali di bulan Ramadhan,  dan aku tidak melihat beliau lebih banyak berpuasa daripada di bulan Sya’ban. Hr. albukhari (no.1969) muslim (no.1156). Hadits Ummi Salamah radhiallahu anha : tidaklah aku melihat Nabi shallahu alaihi wa sallam puasa dua bulan berturut-turut kecuali pada bulan Sya’ban dan Ramadhan. Hr. Attirmidzi (no.736) dengan sanad shohih.  Yang Rojih insya Allah adalah bolehnya puasa sunnah setelah pertengahan Sya’ban,  WaAllahu a’lam.  [rujukan : “Fathul Bari” 4/129, “Miskul Khitam” 2/403. ]

Hari 159 Ahad, 23 Sya’ban 1435 H

Abu Sholeh Muslih bin Syahid  Al-Madiuniy Al-Indonesiy memberikan faedah:  

TEKA-TEKI FIQIH 1

Merupakan perkara yang disyariatkan, bahwa posisi makmum ketika sholat jamaah adalah di belakang imamnya. Tidak dibenarkan dan tidak sah jika makmum berdiri di depan atau sejajar dengan imamnya ketika itu.  Akan tetapi ada makmum yang sholat berjamaah berhadap-hadapan dengan imamnya dan dikatakan bahwa sholatnya sah..!  Bagaimana bisa demikian…?

Jawabannya:  Hal itu jika makmum tersebut melakukan sholat di masjidil harom di Mekkah. Posisinya dengan imam di sekeliling ka’bah. Imam berdiri di salah satu sisi ka’bah dan makmum tersebut di sisi lain yang berlawanan. Sedangkan ka’bah berada di tengah-tengah di antara keduanya. Sehingga keduanya, yaitu imam dan makmum saling berhadapan…  Barokallohu fikum.  Sumber: (Ad-Durorul Bahiyyah fil Alghosil Fiqhiyyah, hal. 7)

Hari 158 Sabtu, 22 Sya’ban 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Indonesiy memberikan faedah: 

قال علي ابن المديني: ودعت أحمد بن حنبل فقلت له: توصيني بشيء ؟ قال:نعم اجعل التقوى زادك وانصب الآخرة أمامك  مناقب الإمام أحمد-٢٧٣

Dari asy Syaikh As Siwariy: Ali Ibnul Madiniy berkata: Aku pernah melepas kepergian Ahmad bin Hanbal, lalu aku berkata padanya: “Apakah engkau mau memberiku wasiat?” Beliau menjawab: “Iya. Jadikanlah taqwa sebagai bekalmu, dan pancangkanlah akhirat di hadapanmu.” (“Manaqibul Imam Ahmad”/hal. 273/Ibnul Jauziy).

Hari 157 Jum’at, 21 Sya’ban 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Indonesiy memberikan faedah: 

 قال ابن القيم‏ فمن طلب العلم ليُحيي به الإسلام فهو من الصّدّيقين ، ودرجتهُ بعدَ درجةِ النبوّة  مفتاح دار السعادة 1/396

Dari asy Syaikh As Siwariy: Al Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh berkata: ” Maka barangsiapa mencari ilmu utk menghidupkan Islam, maka dia termasuk dari kalangan shiddiqin, dan derajatnya setelah derajat kenabian.” (“Miftah Daris Sa’adah”/1/hal. 396)

Hari 156 Kamis, 21 Sya’ban 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Indonesiy memberikan faedah: 

وتلك الأيام نداولها:  قال الأصمعي: “سمعت يحيى بن خالد يقول: الدنيا دول، والمال عارية، ولنا بمن قبلنا أسوة، وفي لمن بعدنا عبرة“! السير ٦٠/٩

Syaikh Muhammad As Siwariy menuliskan ucapan dari Al Ashmu’iy: aku mendengar Yahya bin Kholid berkata: “Dunia itu terus berputar, dan harta itu sekedar pinjaman. Kita punya teladan dari orang yang sebelum kita. Dan kita sendiri akan menjadi pelajaran untuk orang yang setelah kita.” (“Siyar A’lamin Nubala”/9/hal. 60).

Hari 154 Selasa, 19 Sya’ban 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Indonesiy menyampaikan kabar: Berita aneh-aneh : Senin siang saat kami (Ana, Ali Baitiy, Rosyid dan lain-lain) makan siang di rumah Syaikh Yahya karena mendaftari kitab-kitab yang hendak dibeli untuk Maktabah Ammah, sambil makan siang, Abu Dahdah cerita pada syaikh Yahya dan kami semua bahwa beliau baca koran hari Ahad: Pasukan pengawal Republik (pro Abdu Robbih Manshur) mengepung Masjid Ali Abdulloh Sholih. Lalu datanglah pasukan qobilah Ali Abdulloh dan mengepung pasukan pengawal republik. Lalu datanglah pasukan bala bantuan republik dan mengepung pasukan qobilah Ali. Terbentuk 3 lingkaran kepung mengepung. Syaikh Ali Al Baitiy membacakan pada kami berita perang besar di Amron hari ini. Para pemuda qobilah bergabung dengan tentara pemerintah baku hantam dengan hutsiyyun. Masyarakat yang belum mengungsi dicekam ketakutan karena banyaknya dentuman bom. Sekarang ada wakil-wakil dari hizb Mu’tamar untuk membicarakan perdamaian antar dua pihak. Lima puluh hutsiyyun mampus di gunung Dhoin di Amron. Belasan tentara luka-luka. 

Syaikh Al Utsaimin -Mutiara KataAbu Fairuz Abdurrahman bin Seokojo Al-Qudsiy Al-Indonesiy memberikan faedah dari Akh Sholih Al Humathiy dari anggota Majmu’ah “Minhajussunnah wal Atsar” dan Seorang anggota Majmu’ah “At Tadzkir Bi Atsar wa Aqwalis Salaf” yang tidak mau disebut namanya menyampaikan nasihat Al Imam Ibnu ‘Utsaimin rohimahulloh: “Bersungguh-sungguhlah untuk engkau bersahabat dengan orang-orang dari pembawa kebaikan, mereka membimbingmu jika engkau tersesat, dan menunjukimu jika engkau salah jalan, mengingatkanmu jika engkau lupa, dan mengajarimu jika engkau tidak tahu.” (“Syarhul Bukhoriy”/1/hal. 62).

Hari 152 Ahad, 17 Sya’ban 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Seokojo Al-Qudsiy Al-Indonesiy memberikan faedah :Sungai Madu  Sungai Madu di Goa Hadramaout

المكان.. حضرموت وادي دوعــن..!! تم العثور على غار في احد جبال حضرموت.. يفيض بانهار من عسل مصفى!! واوحى ربك الى النحل.. ان اتخذي من الجبال بيوتا..”. ما شاء الله.. سبحان الله العظيم.. يرزق من يشاء بغير حساب..!!

النحل اولاً, ثم العسل ثانيا, سبحان الله

Berita dari seorang anggota majmu’ah Minhajussunnah Wal Atsar: di Wadi Dau’an Hadhomaut, di suatu gunung, ditemukan sebuah gua, di dalamnya ada sungai madu, dan sungai lebah. Rizqi dari Alloh.

قال الله تعالى: وكأيّ من آية في السموات والأرض يمرون عليها وهم عنها معرضون.

Allah ta’ala berfirman: “Dan alangkah banyaknya ayat di langit dan di bumi mereka lewati dalam keadaan mereka berpaling darinya.”

قال الله تعالى: سنريهم آياتنا في الآفاق وفي أنفسهم حتى يتبين لهم أنه الحق.

Allah ta’ala berfirman: “Kami akan memperlihatkan pada mereka ayat-ayat Kami di ufuk-ufuk dan di dalam diri-diri mereka sampai jelas bagi mereka bahwasanya dia (Al Qur’an) itu benar.”

Abu Fairuz Abdurrahman bin Seokojo Al-Qudsiy Al-Indonesiy memberikan faedah:

قال ابن تيمية : فتدبر طرق العلم والعمل ليتميز لك طريق أهل السنة والإيمان من طريق أهل البدعة والنفاق . الفتاوى ٢٥/٢

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahulloh berkata: “Maka pelajarilah jalur-jalur ilmu dan amal, agar menjadi terbedakanlah bagimu jalan Ahlussunnah wal Iman dari jalan ahli bid’ah wan nifaq.” (“Majmu’ul Fatawa”/2/hal. 25).0.30 wib

Hari 151 Sabtu, 16 Sya’ban 1435 H

Abu Sa’id Muhammad bin Abdullah Al-Jazairy memberikan faedah:

بسم الله الرحمن الرحيم

قال الله تعالى : { وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ } – سورة الأحقاف ١٥

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. QS: Al-Ahqaf : 15

٣٣٢وعن أبي سُفْيان صخْر بنِ حربٍ رضي الله عنه في حدِيثِهِ الطَّويل في قصَّةِ هِرقْل أَنَّ هِرقْلَ قال لأَبي سفْيان : فَماذَا يأْمُرُكُمْ بِهِ ؟ يَعْني النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قال : قلت : يقولُ : « اعْبُدُوا اللهَ وَحدَهُ، ولا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا، واتْرُكُوا ما يقُولُ آباؤُكمْ »، ويأْمُرُنَا بالصَّلاةِ، والصِّدْقِ، والعفَافِ، والصِّلَةِ. متفقٌ عليه

332 – Dari Abu Sufyan bin Harb Sakhr رضي الله عنهdalam haditsnya yang panjang tentang kisahnya dengan Heraclius, bahwa Heraclius bertanya kepada Abu Sufyan: “Apa yang dia perintahkan kepada kamu?” –maksudnya Nabi  صلى الله عليه وسلمmaka dia menjawab: “Saya Katakan: Nabi itu menyatakan: “Sembahlah Allah semata da janganlah  menyekutukan-Nya sedikitpun, dan tinggalkanlah apa-apa yang dikatakan oleh bapak-bapakmu. Di memerintah kami shalat, jujur, hidup secara bersih dan silaturahim. (HR. Bukhari – Muslim

٣٢٥وعن أَسْمَاءَ بنْتِ أبي بكْرٍ الصِّدِّيقِ رضي الله عنهما قالت : قَدِمتْ عليَّ أُمِّي وهِي مُشركة في عهْدِ رسول الله صلى الله عليه وسلم فَاسْتَفتَيْتُ رسول الله صلى الله عليه وسلم قلتُ : قَدِمتْ عَليَّ أُمِّى وَهِى راغبةٌ، أَفأَصِلُ أُمِّي ؟ قال : « نَعمْ صِلي أُمَّكِ » متفق عليه

325 – Dari Asma bint Abu Bakar Ash-Siddiq  رضي الله عنهماdia berkata: Ibu saya datang kepada saya, sedangkan dia itu wanita Musyrik pada masa Rasulullah  صلى الله عليه وسلم, maka saya meminta fatwa kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم, Saya katakan: “Ibu saya mendatangi saya, sedangkan dia itu menginginkan sesuatu dari saya maka apakah saya (boleh) menyambung ibuku?” Beliau menjawab: “Ya sambunglah ibumu.” (HR. Bukhari – Muslim)

كتبه : أبو سعيد محمد بن عبد الله الجزائري

Ditulis Oleh : Abu Said Muhammad bin Abdullah Al-Jazairy

Diterjemahkan Oleh: Abu Jasmine Umar bin Ali Al-Palembangiy

Sumber : كتاب : رياض الصالحين / ٤٠ – باب بر الوالدين وصلة الأرحام

Hari 147 Selasa, 12 Sya’ban 1435 H

Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al-Qudsiy  memberikan faedah dari akh Muhammad As Siwari:

 ‏قال شيخ الإسلام ولا تقع فتنةإلا من ترك ما أمر الله به فإنه سبحانه أمر بالحق وأمر بالصبرفالفتنة إما من ترك الحق وإمامن ترك الصبرالإستقامة٥٧

 Syaikhul Islam rohimahulloh berkata: “Dan tidaklah terjadi fitnah kecuali karena meninggalkan perintah Alloh, karena sesungguhnya Alloh Yang Mahasuci memerintahkan kepada kebenaran dan memerintahkan kepada kesabaran. Maka fitnah itu terjadi bisa jadi karena meninggalkan kebenaran, bisa jadi karena meninggalkan kesabaran.” (Kitab “Al Istiqomah”/hal. 57/faidah dari akh Muhammad As Siwari).

Hari 14Senin, 11 Sya’ban 1435 H

Abu Sa’id Muhammad bin Abdullah Al-Jazairy memberikan faedah: 

بسم الله الرحمن الرحيم

  قال الله تعالى : { إِنَّمَا مَثَلُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الْأَرْضِ مِمَّا يَأْكُلُ النَّاسُ وَالْأَنْعَامُ حَتَّىٰ إِذَا أَخَذَتِ الْأَرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ وَظَنَّ أَهْلُهَا أَنَّهُمْ قَادِرُونَ عَلَيْهَا أَتَاهَا أَمْرُنَا لَيْلًا أَوْ نَهَارًا فَجَعَلْنَاهَا حَصِيدًا كَأَن لَّمْ تَغْنَ بِالْأَمْسِ ۚ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ } – سورة يونس ٢٤

Allah تعالى berfirman : (Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula)  perhiasannya, dan pemilik permiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit,seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berfikir. } – Yunus 24

٤٥٨وعن أبي سعيدٍ الخدريِّ رضيَ الله عنه قالَ : جَلَسَ رسول الله صلى الله عليه وسلم عَلى المِنْبَرِ، وَجَلسْنَا حَوْلَهُ. فقال : « إِنَّ مِمَّا أَخَافُ عَلَيْكُم مِنْ بَعْدِي مَا يُفْتَحُ عَلَيْكُمْ مِن زَهْرَةِ الدُّنيَا وَزيَنتهَا » متفقٌ عليه

458 – Abou Saïd El Khoudri رضيَ الله عنه rapporte ceci : le Messager d’Allah صلى الله عليه وسلم s’assit sur le minbar (la chaire), et nous nous assîmes autour de lui. Il dit : « Ce que je crains pour vous après ma mort, c’est que les portes de l’embellissement et de la splendeur de la vie présente vous soient ouvertes » Ayant reçu le consensus.

458 – Dari Abu Sa’id Al-Khudri  رضي الله عنه, dia berkata: “Rasulullah صلى الله عليه وسلم pernah duduk di atas mimbar dan kami duduk (melingkar) di sekitar beliau, lalu beliau bersabda: “Sesungguhnya diantara yang aku khawatirkan atas kamu sepeninggalku adalah apa yang akan dibukakan untukmu dari gemerlapnya dunia dan perhiasannya.” (Hadits Muttafaqun Alaih)

٤٥٩عنه أَنَّ رسولَ الله صلى الله عليه وسلم، قال : « إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنَّ الله تَعالى مُسْتَخْلِفكُم فِيهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْملُونَ فاتَّقُوا الدُّنْيَا واتَّقُوا النِّسَاءِ » رواه مسلم

459 – D’après lui aussi, le Messager d’Allah صلى الله عليه وسلم a dit : « La vie présente est agréable et verdoyante, et Allah تعالى vous y établira, pour voir comment vous allez agir. Prenez garde aux tentations de la vie présente, et prenez garde aux tentations des femmes ». Rapporté par Mouslim.

459 – Dari Abu Sa’id Al-Khudri bahwasannya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “Sesungguhnya dunia ini manis dan mempesona, sedangkan Allah menugaskan kamu di dalamnya, maka Dia hendak melihat bagaimana kamu berbuat. Karena itu takutlah terhadap (fitnah/godaan dunia dan takutlah terhadap (fitnah) wanita.” (HR: Muslim)

٤٦٠وعن أَنسٍ رضيَ الله عنه أَنَّ النبيَّ صلى الله عليه وسلم قال : « اللَّهُمَّ لا عَيْشَ إِلاَّ عَيْشُ الآخِرَةِ » متفقٌ عليه

460 – D’après Anas رضيَ الله عنه, le Prophète صلى الله عليه وسلم a dit : « Ô Allah ! Il n’y a de (véritable) vie que celle de l’au-delà ». Ayant reçu le consensus.

460 – Dari Anas رضي الله عنه, bahwasannya Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda: “Ya Allah, tidak ada kehidupan kecuali kehidupan akhirat.” (HR. Bukhari – Muslim)

كتبه:أبو سعيد محمد بن عبد الله الجزائري

Écrit par/ Ditulis Oleh: Abu Said Muhammad bin Abdullah Al-Jazairy

Diterjemahkan Oleh: Abu Jasmine Umar bin Ali Al-Palimbangiy

Sumber : Riyadhus shalihin Bab Zuhud Dengan Dunia

Hari 14Ahad, 10 Sya’ban 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsiy dari Akh AdilAl-Haddiy menulis kabar pada kami bahwa sekarang terjadi perang sengit lagi diseluruh pos di Propinsi Amron antara Rafidhoh dan tentara pemerintah. Genjata senjata dilanggar.  10 sya’ban 9:34 wib

Hari 145 Ahad, 10 Sya’ban 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsiy memberikan faedah: Syaikh Yahya dan rombongan dulu menginapnya di Hotel Burjus Sa’ah, bisa melihat Ka’bah. Alangkah besarnya dibandingkan dengan Ka’bah. Allahu Akbar.

Ka'bah dan Burjus Sa'ah

Faedah dari Abu Yahya Al-Yamaniy Hafidzahullah:

faedah

Al Imam Ahmad rohimahulloh berkata: “Aku wasiatkan pada kalian dan diriku sendiri untuk bertaqwa pada Alloh Yang Mahaagung, dan setia pada sunnah. Sungguh kalian telah tahu apa yang menimpa orang yang menyelisihi sunnah.” (“Ath Thobaqotul Hanabilah”/1/hal. 342).

Faidah dari akh Muhammad As Siwariy hafizhohulloh

قال ابن حجر -رحمه الله- صاحب الصدق مع الله ، لا تضره الفتن ، والله يجعل لأوليائه عند ابتلائهم مخارج.  (فتح الباري ٦/٤٨٣) .

Ibnu Hajar rohimahulloh berkata: “Pemilik kejujuran itu bersama Alloh, fitnah-fitnah tdk membahayakannya. Dan Alloh menjadikan untuk para wali-Nya jalan keluar ketika Dia menguji mereka.” (“Fathul Bari”/6/hal. 483).

Hari 140 Selasa, 5 Sya’ban 1435 H

hutsiAbu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsiy memberikan kabar: Berita terbaru dari akh Ali Al Murri: perang terdahsyat di Amron antara Hutsiyyun dan tentara pemerintah di area penjara markizi. Pesawat tempur mengebom front Hutsiyyun. Ratusan Hutsi mampus. Wilayah ini sekitar 10 km dari kota Amron.Tentara berhasil merebut kembali pos Silathoh dan memperkuat pertahanan.  Lebih dari 90 mayat Hutsi bergelimpangan di gunung Dhoin, Amron. 01:23 wib

Hari 136 Jum’at, 29 Rajab 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsiy memberikan faedah : Abu Jauza rahimahullah berkata: “Aku lebih senag bertetangga dengan monyet dan babi dalam satu rumah daripada bertetangga dengan satu ahli hawa.” (Al Ibanatul Kubra/476)

Qaala Abul Jauza'png

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo  Al-Qudsy memberikan faedah: Al-Akh Ali Al-Yafi’i mengirimkan penggalan firman Allah: “Barangsiapa bermal sholih dari kalangan lelaki atau wanita dalam keadaan dia itu mukmin, pastilah Kami akan memberinya kehidupan yang bagus.” anigif permata

Hari 135 Kamis, 29 Rajab 1435 H
Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo  Al-Qudsy memberikan faedah: Makna Dzikir Pagi Ini: Maha Suci Allah sebanyak bilangan Makhluq-Nya, Maha Suci Allah sebanyak keridhoan diri-Nya, Maha suci Allah seberat bobot ‘arsy-Nya, Maha Suci Allah sebanyak tinta kalimat-kalimat-Nya.” (HR. Muslim dari Juwairiyah Radhiallahu ‘Anha)??????
Hari 134 Rabu, 29 Rajab 1435 H
Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo  Al-Qudsy memberikan faedah dari kitab Shohih Muslim : Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Orang-orang yang menunggalkan  telah lebih dulu bergerak.”Para Shohabat bertanya :”Siapakah orang-orang yang menunggalkan itu ?”Beliau menjawab :”Para lelaki dan wanita yang banyak mengingat Allah.”
Hari 133 Selasa, 28 Rajab 1435 H
Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo  Al-Qudsy memberikan faedah soal tanya jawab gadis kecil lewat audio rekaman
AISYAH SUNNIYYAH
Hari 125 Senin, 20 Rajab 1435 H
Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo  Al-Qudsy memberikan faedah dari soal tanya jawab.
Ada ummahat bertanya, masa idah istri jika suami meninggal. apa boleh pada masa idah ia keluar rumah untuk beli makan? ia punya anak laki-laki remaja 16 tahun. apa ia boleh pergi taklim ditempat yang jauh di masa idahnya dengan diantar anaknya itu? Syaikh AbdulWahhab Asy Syamiriy hafizhohulloh menjawab: iddah wanita yang ditinggal mati suaminya adalah empat bulan sepuluh hari. Selama masa itu si wanita tidak boleh keluar rumah. Tak boleh ke masjid dengan alasan belajar meski bersama anak lelakinya. Tak boleh ke warung dan sebagainya untuk  membeli makan, tapi mahromnyalah yang membelikan. Jika tidak ada yang membelikan, boleh dia keluar untuk beli sendiri karena darurat.
Apa beda bantolun dan sarawilah?? Dan apa hukum memakai antara keduanya ketika sholat? Kerana ada ikhwan malaysia mengatakan boleh aja pakai sarawilah saja ketika sholat. Berdasarkan hadits Abi Hurairah. Jawab : Sarowil yang lebar dan tidak membentuk aurot itu telah dikenal di zaman Nabi صلى الله عليه وسلم . Dan boleh sholat dengannya. Pantalon itu sejenis celana juga tapi punya gaya khusus dari negara kristen sehingga difatwakan oleh Syaikh Yahya dan lain-lain sebagai tasyabbuh bil kuffar. Seringnya sempit membentuk aurot sehingga tidak sah untuk sholat dengan hanya memakai itu.
Hari 120 Rabu, 15 Rajab 1435 H
Akhuna Saifuddin Al-Kendaliy Al-Jawiy memberikan faedah  kepada kita dengan sebuah kisah Nyata yang terjadi di Shan’a Yaman  yang beliau dengar dari akhuna Solah Libby:

JAM IYYAH BATAKO

JAM’IYYAH BATAKO

Kisah ini dimulai dari belahan dunia ini, negeri antah berantah yang konon dinamakan Sudan. Suatu ketika beberapa ikhwah dari Salafiyyin berinisiatif untuk membangun masjid, demi mendapatkan ridho Allah, juga untuk mempermudah penyebaran ajaran Islam yang benar, sesuai dengan pemahaman Salafus Sholeh. Kesepakatanpun telah terpenuhi… Pembangunanpun sudah dimulai… Hingga pada suatu hari, datanglah beberapa gelintir orang, yang mengatas namakan dari jam’iyah ternama dikawasannya. Merakapun bersumbar untuk menyumbang 1000 batako demi kepentingan pembangunan masjid yang asri dan indah.. Bahkan merekapun mengatakan kalau pemberian itu bakalan tanpa syarat atau sejenisnya. Akhirnya para ikhwahpun menyetujui.Setelah beberapa hari datanglah batako yang mereka janjikan, akan tetapi ada sebagian ikhwah yang tidak tenang dengan orang-orang itu, maka dia menasehatkan untuk tidak memakai batako itu. “Taruh aja di samping masjid..” sarannya. Dan Ikhwah salafiy yang lainpun sependapat denganya, apalagi setelah mendengarkan panjang lebar penjelasan ikhwah itu… Hari demi haripun berlalu.. Tahun demi tahunpun berlalu.. Abad demi abadpun berlalu.. Semuanya berlalu dengan cepat….. Hingga terdengar tiupan sangsakala.. Dan gunung-gunung pada beterbangan… Wah afwan… Terlalu jauh terlampui zamannya.. Jadi…beberapa bulan kemudian, setelah masjid sudah layak untuk dihuni. Dan para mustafid disitu mulai menyebarkan da’wah yang murni serta jauh dari hizbiyat. Tidak heran ketika terdengar kemungkaran dari “Jam’iyat Batako”. Maka mereka mulai memperingatkan umat atas bahayanya jam’iyat ini di dalam kancah dunia Islam. Tak lama kemudian datanglah perwakilan dari jam’iyah ini untuk menegur mereka: “Apa-apaan ini..” cetus salah satu dari mereka, dengan muka seram: “Kalian sudah kami bantu bikin masjid, malah sekarang ngomongin kami..” “jelek jelekan kami lagi!!!” imbuhnya masih dengan muka bengis: “Kalau kalian masih teruskan…, maka kalian harus lepaskan lagi batako yang telah kalian pasang” dengan nada penuh ancaman. Seorang ikhwah menanggapi dengan enteng “oh, cuma mau minta batako ternyata..” dengan mencibirkan mulut: “Kalo mau, ambil aja di samping masjid tuh!.” tambahnya: “Dijamin masih sama dengan keadaan semula sejak ditaruh..”. Dikisahkan oleh: Saifuddin Al-Jawiy di Darul Hadits Al-Fath Sana’a.

Hari 119 Selasa, 14 Rajab 1435 H
Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsiy memberikan Faedah:
Ada Soal: seorang penyumbang mengirimkan uang 6000 reyal saudi ke pengurus pembangunan masjid untuk biaya tegel dan karpet. Ternyata seorang pengurus pembangunan meminta dana tadi tanpa sepengetahuan si penyumbang, dengan alasan untuk melunasi utang pembangunan masjid yang dia pikul. Apa hal itu boleh dia lakukan?
Asy Syaikh Al Qodhi AbdulWahhab Asy Syamiriy hafidhohulloh menjawab: Hal itu tidak boleh dia lakukan sampai dia minta idzin pada si penyumbang, karena si penyumbang telah menetapkan untuk apa uang tadi. Lagipula jika uang tadi dipakai untuk urusan lain, bisa jadi hal itu membikin kecewa si penyumbang jika ketahuan di kemudian hari. Selesai.
Hari 104 Senin, 28 Jumadits Tsani 1435 H
Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limbori  mengirimkan rekaman Muhadharah Syaikh Yahya Al-Hajuriy di Masjid Al-Fath Shan’, dan Syaikh Abdul Basith Hafidzahumallah : Muhadhoroh syaikh Yahyamakna ja'ala fil islam
ahlussunah mengenal jannah
Hari 102 Sabtu, 26 Jumadits Tsani 1435 H
Abu Zakariyya Harits bin Anwar Al-Jabaliy mengirimkan rekaman Muhadharah Khutbah Jum’at Syaikh Yahya Al-Hajuriy di Masjid Al-Fath Shan’a: ???????????? Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy Afallohu’anhu mengirimkan Muhadharah Ilmiyyah: 
Dosa-Dosa Besar Oleh: Syaikh Abdul Hamid Al-Hajuriy HafidzahullahSyaikh Abdul Hamid
Rihlah Menuntut Ilmu Oleh: Syaikh Muhammad bin Mani’ Al-Ansiy HafidzahullahSyaikh Muhammad bin Mani

Iklan

Comments on: "Mendulang Faedah-Faedah Ilmiyyah dari Bumi Hijrah (Bagian 2)" (10)

  1. Bismillah,
    ustadz.. Ana minta penjelasan ttg zakat uang, ana masih ragu ttg disyariatkannya zakat uang, krn tdk ada dalil nash yg memerintahkannya,dalil yg ana ketahui hanyalah qiyas dg dinar atw dirham, padahal kata imam asysyafi’i qiyas adl spt bangkai,, jazakumullohu khoiron

    nb: tanyakan pd abu fairuz atw ustadz2 yg lain

    Suka

  2. Ana benar2 menunggu jawabannya, krn tmpat ana jauh dr ma’had

    Suka

    • Na’am InsyaAllah ana akan sampaikan pertanyaan akhy atau ukhty kepada ahlul ilmi (Abu Fairuz), namun ahsan, sebelumnya ana minta tolong untuk disertakan nama penanya lengkap dan dari mana asalnya. Jazakallahukhair. atas perhatiannya. Ana tunggu dikolom komentar ini, atau langsung ke alamat email ashhabulhadits. Barakallahufiik.

      Suka

  3. عبد الرحمن said:

    Bismillah,

    Sekiranya berkenan tolong disampaikan Nasihat Abu Fairuz kepada Salafiyyin Tsabitin dalam web ini sebagaimana telah ditampilkan di alamat : http://aloloom.net/vb/showthread.php?t=23271

    Jazaakallohu Khoir

    Suka

  4. atty rohayati said:

    Ilmu yg bermanfaat. Insyaalloh. Barokallohufik

    Suka

  5. terimkasih pak ustadz ats postingnnya sangat bermnfaat buat saya

    Suka

  6. alhamhamdulillah, terimakasih atas share ilmunya. saya jadi terinspirasi untuk ikut menghidupkan referensi hadits. ini ada beberapa hadits yang terkait dengan al Qur’an, baik sebagai asbabunnuzul, maupun sebagai penjelasan http://asbabunnuzulquran.blogspot.com/p/daftar-isi.html

    Suka

  7. izin share ya ustadz 😉
    terimakash ..

    Suka

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: