“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Jangan Bersembunyi
Wahai Orang Yang Sunyi
بسم الله الرحمن الرحيم، الحمد لله، وأشهد أن لا إله إلا الله، وأشهد أن محمدا عبد الله ورسوله، أما بعد:
maka sesungguhnya telah kami dapati sebagian para pencinta da’wah atau para simpatisan da’wah bahkan para da’i yang memiliki semangat tinggi dalam menebar da’wah, namun ada dari mereka yang lemah dalam berprinsip ketika sedang memikul da’wah, terkadang mereka tidak berani menampakan secara terang-terangan nama mereka dalam menyampaikan da’wah.
Ini adalah suatu kelemahan mereka dan penyelisihan terhadap perwujudan prinsip-prinsip al-haq dalam berda’wah, hal ini terjadi karena dua faktor:

FAKTOR PERTAMA:
 
Adanya rayuan syaithon yang dibisikan ke dalam hati mereka: “Jangan kalian munculkan terang-terangan siapa nama kalian, sembunyikanlah supaya kalian lebih ikhlas dan terbebas dari riya (ingin dilihat) dan sum’a (ingin didengar)”.
Bisikan seperti ini terkadang membuat orang tertipu, padahal hakekatnya dia terseret ke dalam perbuatan syaithon, yaitu menyembunyikan diri dalam menyampaikan al-haq, sebagaimana hal ini dijelaskan di dalam hadits dari Abu Huroiroh, ketika beliau mendapati orang yang tidak dikenal mencuri harta zakat, maka beliau menangkapnya, dan kisah hal ini diriwayatkan oleh Asy-Syaikhon, pada penutup kisahnya, orang yang tidak dikenal itu kemudian menyampaikan al-haq kepada Abu Huroiroh, ketika beliau sampaikan kepada Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam tentang al-haq itu, maka Nabi berkata kepadanya:
صدق وهو كذوب
“Dia telah benar, dan dia itu adalah paling pendusta”.
 
FAKTOR KEDUA:
 
Mereka berjiwa penakut sehingga tidak memunculkan nama-nama mereka, dan ini adalah penyelisihan yang sangat jelas terhadap wasiat Nabi Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam:
 
وقد أمر رسول الله صلى الله عليه وسلم أبا ذر رضي الله عنه أن لا يخاف في الله لومة لائم“. 
“Dan sungguh Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam telah memerintahkan Abu Dzarr Rodhiyallohu ‘Anhu untuk tidak takut karena Alloh terhadap para pencela”. Ma’na ucapan ini sebagaimana telah diriwayatkan oleh Ahmad di dalam “Musnad”nya.
Hendaknya mereka menjadikan diri-diri mereka sebagai pemberani dalam menyeruakan al-haq, dan janganlah mereka mengkhianati dan menyelisihi al-haq yang mereka serukan. Terkadang sebagian mereka menyerukan untuk terang-terangan dan menyebutkan adab dalam menerima al-haq adalah menyebutkan sumber dan asalnya namun pada waktu yang lain sering menyelisihi hal demikian itu:
 
لم تقولون ما لا تفعلون“.
 
“Kenapa kalian mengatakan terhadap apa yang kalian tidak melakukan(nya)”.
Barang siapa melakukan atau menyebarkan suatu da’wah baik berupa menulis atau menterjemahkan kemudian tidak memperjelas namanya maka sungguh dia telah mencontoh perbuatan syaithon semoga Alloh melindungi kita dari godaan-godaanya, dan dia juga telah mengikuti metode para hizbiyyin semisal Luqman bin Muhammad Ba’abduh, Muhammad As-Sarbiniy, Muhammad Afifuddin As-Sidawiy, Askariy, Usamah Faishol Mahri, Qomar Su’aidi, dan jaringan mereka, karena pada awalnya mereka takut menampakan pemikiran mereka dan makar mereka terhadap Darul Hadits Dammaj  namun ketika sudah ketahuan bahwa mereka membuat makar, merekapun menampakan diri-diri mereka, karena sudah terlanjur cemplung maka mereka semuanya sekalian cemplungkan diri-diri mereka.
 
Ditulis oleh: Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy.
Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: