“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

BUAH CINTA

DENGAN KECINTAAN DAN PEMBELAAN
TENTU MEMBUAHKAN KEBERSAMAAN
iconui
بسم الله الرحمن الرحيم. الحمد لله، وأشهد أن لا إله إلا الله، وأشهد أن محمدا عبد الله ورسوله، أما بعد:
Telah diriwayatkan di dalam suatu hadits bahwa ada seorang Arob badui (perkampungan) datang kepada Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam yang sedang berkhutbah, lalu dia bertanya:

يا رسول الله متى الساعة؟
“Wahai Rosulullah kapan hari kiamat?”. Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam balik bertanya kepadanya:
ما أعددت لها؟
“Apa yang kamu persiapkan untuknya?”. diapun menjawab:
حب الله ورسوله
“Kecintaan kepada Alloh dan Rosul-Nya”. Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata:
أنتمع من أحببت
“Kamu bersama dengan orang yang kamu cintai”.
Dengan hadits ini membuat Anas bin Malik Rodhiyallohu ‘Anhu berkata: “Aku mencintai Abu Bakr dan Umar walaupun aku tidak beramal seperti amalan keduanya, semoga dengan kecintaanku kepada keduanya menjadikanku bersama mereka”.
Raja Najasyiy Rodhiyallohu ‘anhu adalah seorang raja di negri Etopia (Habasyah), beliau hidup sezaman dengan Rosululloh, dengan kedudukannya sebagai seorang raja beliau tidak bisa langsung datang duduk bersama Rosululloh, namun kecintaannya kepada Rosululloh selalu menyertainya, terbukti jelas kecintaannya yaitu membela para shohabat Nabi ketika mereka hijroh ke negaranya, beliau menaungi mereka dan melindungi mereka, yang pada akhirnya beliau mendapatkan kebaikan dan nama beliau harum di dalam sejarah Islam.
Keadaan Raja Najasyiy Rodhiyallohu ‘anhu ini sangat pantas untuk diambil pelajaran, semoga orang-orang yang memiliki kedudukan atau yang memiliki jabatan atau siapa saja yang memiliki pengaruh di kalangan umat bisa berlaku sebagaimana Raja Najasyiy yang mulia itu, beliau mencintai Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam dan mencintai para shohabatnya serta membantu, membela dan melindungi mereka, dengan sebab itu beliau meraih kebahagian hakiki, kebahagian di dunia berupa jabatan sebagai raja dan di akhirat beliau terhitung sebagai orang yang beriman dan dikumpulkan dengan orang-orang yang beliau cintai, baik mereka dari kalangan para Nabi, shiddiqin, sholihin dan para syuhada’.
Ditulis oleh Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy.
Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: