“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

91ead448936259b021c296c7ae7a557527f98c47fe03205046e2ea7ccc9b99ad9849cfc16f69c987230ed49718dda943d4bd50e6ab171190fe03205046e2ea7ccc9b99ad9849cfc1Hari 95 Sabtu, 19 Jumadits Tsani 1435 H

Abu Zakariyya Harits bin Anwar Al-Jabaliy memberikan Rekaman Khutbah Jum’at dan rekaman Muhadhoroh  Sheikh  Abu Abdirrohman Yahya bin Ali  Al-Hajuriy lainnya :

Sheikh Yahya, Jumat
Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy memberikan Kaedah Ilmiyyah:
Pertanyaan: Apakah boleh berkata tentang orang yang sudah mati: “Al-Marhum?”.
Jawaban:
بسم الله الرحمن الرحيم، وبه نستعين، وبعد:
Sesungguhnya kami telah mendengarkan ucapan-ucapan yang terlafazhkan dari lisan-lisan saudara-saudari kita terhadap orang yang sudah meninggal dunia, mereka mengucapkan lafazh-lafazh karena sudah dianggap sebagai suatu kebiasaan, dan bahkan diantara mereka menganggapnya sebagai kebaikan, diantara lafazh-lafazh itu adalah “al-marhum”, “telah kembali ke rahmat Alloh”, “telah tenang di kuburnya”, atau lafazh-lafazh semisal itu.
Bila lafazh-lafazh itu diucapkan kepada orang yang meninggal dunia maka ini adalah bentuk dari pemastian bahwa yang meninggal itu adalah telah dirahmati, telah dan telah…, padahal kita tidak mengetahui dia sudah dirahmati ataukah tidak?, dia masuk Jannah (surga) ataukah masuk neraka?, sudah tenang ataukah menderita?.
Kita doakan untuk yang meninggal dengan doa: Rohimahulloh (semoga Alloh merohmatinya), Ghofarollohu lah (semoga Alloh mengampuninya).
Tentang keberadaan orang yang sudah mati kita tidak mengetahuinya karena dia termasuk perkara ghoib, dan Alloh semata yang mengetahui, Dia berkata:
فلا تزكوا أنفسكم هو أعلم بمن التقى“.
“Maka janganlah kalian merekomendasikan (menjamin) diri-diri kalian, Dia yang lebih mengetahui terhadap siapa yang bertaqwa”.
Orang-orang yang mengucapkan lafazh seperti itu tidaklah menambah kebaikan untuk yang meninggal dunia bahkan orang yang mengucapkan itu terjatuh ke dalam kesalahan dan pengikutan kepada orang-orang Kristen, bila ada yang mati dari umat mereka maka mereka mengatakan: “Telah kembali ke rumah bapak di Surga”, atau biasa Kristen Ambon bilang: “Telah pulang ke rumah Kakek di Surga”.
Maka tidak sepantasnya bagi setiap muslim untuk meniru dan mengikuti perbuatan mereka.
Kemudian termasuk dari kewajiban orang yang hidup untuk saudara-saudarinya kaum mu’minin adalah didoakan dan dimintakan ampun, ini yang bermanfaat baginya dengan mendapatkan pahala karena telah berdoa, dan yang meninggal juga mendapatkan bagian dari doanya, Alloh Ta’ala berkata:
واستغفر لذنبك وللمؤمنين والمؤمنات“.
“Dan minta ampunlah kamu terhadap dosa-dosamu dan terhadap orang-orang yang beriman laki-laki dan wanita”.
Hari 90 Senin, 14 Jumadits Tsani 1435 H
Abu Iyyad Sa’id bin Muhammad Al-Limboriy Afallohu’anhu memberikan FAIDAH ILMIYYAH
Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata:“Keberuntungan paling besar di dunia ini adalah kamu menyibukkan dirimu di sepanjang waktu dengan perkara-perkara yang lebih utama dan lebih bermanfaat untukmu kelak di hari akherat. Bagaimana mungkin dianggap berakal, seseorang yang menjual surga demi mendapatkan kesenangan sesaat? Orang yang benar-benar mengerti hakikat hidup ini akan keluar dari alam dunia dalam keadaan belum bisa menuntaskan dua urusan; menangisi dirinya sendiri -akibat menuruti hawa nafsu tanpa kendali- dan menunaikan kewajiban untuk memuji Rabbnya. Apabila kamu merasa takut kepada makhluk maka kamu akan merasa gelisah karena keberadaannya dan menghindar darinya. Adapun Rabb (Allah) ta’ala, apabila kamu takut kepada-Nya niscaya kamu akan merasa tentram karena dekat dengan-Nya dan berusaha untuk terus mendekatkan diri kepada- Nya.” (lihat al-Fawa’id , hal. 34).
icon 12
Al-Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata :“Wahai manusia, sesungguhnya aku tengah menasihati kalian, dan bukan berarti aku orang yang terbaik di antara kalian, bukan pula orang yang paling shalih di antara kalian. Sungguh, akupun telah banyak melampaui batas terhadap diriku. Aku tidak sanggup mengekangnya dengan sempurna, tidak pula membawanya sesuai dengan kewajiban dalammenaati Rabb-nya. Andaikata seorang muslim tidak memberi nasihat kepada saudaranya kecuali setelah dirinya menjadi orang yang sempurna, niscaya tidak akan ada para pemberi nasihat. Akan menjadi sedikit jumlah orang yangmau memberi peringatan dan tidak akan ada orang-orang yang berdakwah di jalan Allah ‘Azza wa Jalla, tidak ada yang mengajak untuk taat kepada-Nya, tidak pula melarang dari memaksiati-Nya. Namun dengan berkumpulnya ulama dan kaum mukminin, sebagian memperingatkan kepada sebagian yang lain, niscaya hati-hati orang-orang yang bertakwa akan hidup dan mendapat peringatan dari kelalaian serta aman dari lupa dan kekhilafan. Maka terus meneruslah berada pada majelis- majelis dzikir (majelis ilmu), semoga Allah ‘Azza wa Jalla mengampuni kalian. Bisa jadi ada satu kata yang terdengar dan kata itu merendahkan diri kita namun sangat bermanfaat bagi kita. Bertaqwalah kalian semua kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan sebenar-benarnya taqwa danjanganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim.”
icon 12
Pada suatu hari beliau rahimahullah pergi menemui murid-muridnya dan mereka tengah berkumpul, maka beliau rahimahullah berkata: “Demi Allah ‘Azza wa Jalla, sungguh! Andai saja salah seorang dari kalian mendapati salah seorang dari generasi pertama umat ini sebagaimana yang telah aku dapati, serta melihat salah seorang dari Salafus Shalih sebagaimana yang telah aku lihat, niscaya di pagi hari dia dalam keadaan bersedih hati danpada sore harinya dalam keadaan berduka. Dia pasti mengetahui bahwa orang yang bersungguh-sungguh dari kalangan kalian hanya serupa dengan orang yang bermain-main di antara mereka. Dan seseorang yang rajin dari kalangan kalian hanya serupa dengan orang yang suka meninggalkan di antara mereka. Seandainya aku ridha terhadap diriku sendiri pastilah aku akan memperingatkan kalian dengannya, akan tetapi Allah ‘Azza wa Jalla Maha Tahu bahwa aku tidak senang terhadapnya, oleh karena itu aku membencinya.” (Mawai’zh lilImam Al-Hasan Al-Bashri, hal.185-187).
Hari 83 Senin, 7 Jumadits Tsani 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsiy memberikan Link Audio Muhadharah Ilmiyyah bersama Masyaikh Ahlussunnah Wal-Jama’ah kepada kita. Silahkan klik untuk mendengar audionya, semoga kita mendapatkan faedahnya :

  • Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-AlBaniy Rahimahullah
  • Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin Rahimahullah
  • Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz Bin Baaz Rahimahullah
  • Asy-Syaikh Muqbil Bin Hadiy Al-Wadi’iy Rahimahullah
  • Asy-Syaikh ‘Abdulloh bin Hamid Hafidzahullah
  • Asy-Syaikh Sholeh Al Fauzan Hafidzahullah
  • Asy-Syaikh Sholih As-Suhaimiy Hafidzahullah
  • Asy-Sayaikh Muhammad bin Hadi Al-Madkholiy Hafidzahullah
  • Asy-Syaikh Al-Fadhil Al Fauzan Hafidzahullah
  • Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz Alusy-Syaikh Hafidzahullah
  • Asy-Syaikh Ahmad Bin Yahya An-Najmiy Rahimahullah
ﺍﻟﺘﻠﻔﺰﻳﻮﻥ ﺷﻴﻄﺎﻥ ﺭﺟﻴﻢ ﻓﻲ ﺑﻴﻮﺕ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ، ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﺪ ﻧﺎﺻﺮ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﺍﻷﻟﺒﺎﻧﻲ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ
ﻣﻦ ﻣﺎﺕ ﻭﻗﺪ ﺧﻠّﻒ ﻓﻲ ﺑﻴﺘﻪ ﺷﻴﺌﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﺷﻮﺵ ﻓﺎﻧﻪ ﻗﺪ ﻣﺎﺕ ﻭﻫﻮ ﻏﺎﺵﻟﺮﻋﻴﺘﻪ،ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺑﻦ ﻋﺜﻴﻤﻴﻦ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ
ﻫﻞ ﺃﻓﻼﻡ ﺍﻟﻜﺮﺗﻮﻥ ﺍﻹﺳﻼﻣﻴﺔ ﺍﻟﺘﻲ ﺗﻌﺮﺽ ﺑﺎﻟﻔﻴﺪﻳﻮ ﺃﻭ ﺍﻟﻜﻤﺒﻴﻮﺗﺮ ﺟﺎﺋﺰﺓﺷﺮﻋًﺎ ؟••ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﻴﻦ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ
ﺣﻜﻢ ﺍﻗﺘﻨﺎﺀ ﺍﻟﺘﻠﻔﺰﻳﻮﻥ؟ ﺍﻟﺒﻌﺾ ﻳﻘﻮﻝ ﻳﻘﺘﻨﻴﻪ ﻣﻦ ﺃﺟﻞ ﺳﻤﺎﻉ ﺍﻷﺧﺒﺎﺭ ؟ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺑﻦ ﻋﺜﻴﻤﻴﻦ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ
ﺣﻜﻢ ﻣﺸﺎﻫﺪﺓ ﺍﻟﺘﻠﻔﺰﻳﻮﻥ ﻭ ﺍﻟﻔﻴﺪﻳﻮ، ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻌﺰﻳﺰ ﺑﻦ ﺑﺎﺯ ﺭﺣﻤﻪ 
ﻣﺎ ﺣﻜﻢ ﺍﻗﺘﻨﺎﺀ ﺍﻟﺘﻠﻔﺎﺯ ﻭﺍﻟﻨﻈﺮ ﺇﻟﻴﻪ ﻷﺟﻞ ﻣﻌﺮﻓﺔ ﺍﻷﺧﺒﺎﺭ؟ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﻘﺒﻞ ﺑﻦﻫﺎﺩﻱﺍﻟﻮﺍﺩﻋﻲ ﺭﺣﻤﻪ 
ﺑﻌﺾ ﺍﻷﺯﻫﺮﻳﻴﻦ ﺃﺣﻠﻮﺍ ﺍﻟﺘﻠﻔﺎﺯ ﻭﻗﺎﻟﻮﺍ ﻫﻲ ﻭﺳﻴﻠﺔ ﻋﺼﺮﻳﺔ ، ، ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﻘﺒﻞﺭﺣﻤﻪﺍﻟﻠﻪ، ﻭ ﺛﻨﺎﺅﻩ ﻋﻠﻰ ﺭﺳﺎﻟﺔ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﺣﻤﻴﺪ ﻓﻲ ﺣﻜﻢ 
ﺍﻟﺘﻠﻔﺎﺯ ﻭ ﺣﻜﻤﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﺸﺮﻳﻌﺔ ﺍﻻﺳﻼﻣﻴﺔ، ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﺣﻤﻴﺪ 
ﻳﻘﻮﻝ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﺍﻟﺘﻠﻔﺰﻳﻮﻥ ﺟﻬﺎﺯﺍ ً ﻓﻤﺎ ﺩﺧﻞ ﻓﻴﻪ ﻣﻦ ﻣﺤﺮﻡ ﻓﻬﻮ ﺣﺮﺍﻡ ﺑﻪ ﻭﻣﺎﺩﺧﻞﻓﻴﻪ ﻣﻦ ﺣﻼﻝ ﻓﻬﻮ ﺣﻼﻝ ﺑﻪ ؟ ﺍﻟﻌﻼﻣﺔ ﻣﻘﺒﻞ ﺍﻟﻮﺍﺩﻋﻲ ﺭﺣﻤﻪ 
ﺣﻜﻢ ﻭﺟﻮﺩ ﺍﻟﺘﻠﻔﺎﺯ ﻭ ﺍﻟﺪﺵ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻨﺰﻝ ﻭ ﺃﻳﻀﺎ ﺃﺻﺒﺢ ﻭﺟﻮﺩﻩ ﺣﺘﻰ ﻓﻲﺍﻟﺴﻴﺎﺭﺍﺕﻭ ﺍﻟﻤﻜﺎﺗﺐ ؟ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺻﺎﻟﺢ ﺍﻟﻔﻮﺯﺍﻥ ﺣﻔﻈﻪ 
ﻻ ﺗﺪﺧﻞ ﺍﻟﺘﻠﻔﺎﺯ ﺇﻟﻰ ﺑﻴﺘﻚ ﻭ ﻻ ﺗﺨﻞ ﺃﻭﻻﺩﻙ ﻳﺸﺎﻫﺪﻭﻧﻪ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﺠﻴﺮﺍﻥ، ﻓﻀﻴﻠﺔﺍﻟﺸﻴﺦ ﺻﺎﻟﺢ ﺍﻟﻔﻮﺯﺍﻥ ﺣﻔﻈﻪ 
ﺣﻜﻢ ﻧﻈﺮ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﻟﻠﻌﻠﻤﺎﺀ ﻭﺍﻟﻤﺸﺎﻳﺦ ﻓﻲ ﺍﻟﺘﻠﻔﺎﺯ ﺍﻟﻌﻼﻣﺔ ﺻﺎﻟﺢ ﺍﻟﻔﻮﺯﺍﻥ ﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ
ﺃﺣﺪﻫﻢ ﻳﻘﻮﻝ ﺇﻧﻲ ﻻ ﺃﻧﻈﺮ ﻟﻠﻨﺴﺎﺀ ﺑﺸﻬﻮﺓ ﻓﻲ ﺍﻟﺘﻠﻔﺎﺯ، ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺻﺎﻟﺢﺍﻟﺴﺤﻴﻤﻲﺣﻔﻈﻪ 
ﺍﻟﺘﺤﺬﻳﺮﺍﺕ ﺍﻟﻤﺪﻧﻴﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﻨﻮﺍﺕ ﺍﻟﻔﻀﺎﺋﻴﺔ، ﻓﻀﻴﻠﺔ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻫﺎﺩﻱﺍﻟﻤﺪﺧﻠﻲ ﺣﻔﻈﻪ 
ﺗﺒﺮﺋﺔ ﺍﻟﻌﻼﻣﺔ ﺻﺎﻟﺢ ﺍﻟﻔﻮﺯﺍﻥ ﻣﻤﺎ ﻧﺴﺐ ﺇﻟﻴﻪ ﻓﻲ ﺗﺰﻛﻴﺔ ﻗﻨﺎﺓ ﺍﻷﺛﺮ
ﺍﻟﺘﺤﺬﻳﺮ ﻣﻦ ﻗﻨﺎﺓ ﺍﻟﺠﺰﻳﺮﺓ .. ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺍﻟﻔﺎﺿﻞ ﺻﺎﻟﺢ ﺍﻟﻔﻮﺯﺍﻥ ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ
ﺍﻟﺘﺤﺬﻳﺮ ﻣﻦ ﻗﻨﺎﺓ ﺍﻟﺠﺰﻳﺮﺓ ﺳﻤﺎﺣﺔ ﺍﻟﻤﻔﺘﻲ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻌﺰﻳﺰ ﺁﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ
ﺍﻟﺘﺤﺬﻳﺮ ﻣﻦ ﻗﻨﺎﺓ ﺍﻟﻤﺠﺪ ﺍﻟﺤﺰﺑﻴﺔ، ﻟﻔﻀﻴﻠﺔ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﻳﺤﻲ ﺍﻟﻨﺠﻤﻲ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ
ﺍﻟﺘﺤﺬﻳﺮ ﻣﻦ ﻗﻨﺎﺓ ﺷﺪﻯ ( ﺍﻟﻤﺠﺪ ) ، ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻌﺰﻳﺰ ﺁﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺣﻔﻈﻪﺍﻟﻠﻪ
ﺍﻟﺘﺤﺬﻳﺮ ﻣﻦ ﻗﻨﺎﺓ ﻃﻴﻮﺭ ﺍﻟﺠﻨﺔ، ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺻﺎﻟﺢ ﺍﻟﺴﺤﻴﻤﻲ ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ
Hari 79 Kamis, 3 Jumadits Tsani 1435 H

Alhamdulillah telah hadir website baru Ahlussunnah Waljama’ah milik thullab Darul Hadits Shon’a Yaman yang menampilkan tulisan-tulisan ilmiyyah khusus berbahasa Arab. Tafadhdhol dikunjungi :

Ahlus-Sunnah Wal Jama'ah

Hari 78 Rabu, 2 Jumadits Tsani 1435 H

Muhadharoh Syaikh Abu Abdirrohman Yahya bin Ali Al-Hajuriy Hafidzahullah di Masjid Al-Fath Shon’a, setelah kepulangan beliau dari negeri Haramain. Tafadhdhol didengarkan :  Muhadharoh Syaikh Yahya Selasa 1 Jumadil tsani 1435 H di masjid Al Fath Shon'a

Hari 77 Selasa, 1 Jumadits Tsani 1435 H
Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsy mengabarkan kepada kami: Alhamdulillah atas kepulangan Allamatul Yaman Wa Muftiha wa Muhadditsuha Asy Syaikh Yahya Al Hajuriy beserta rombongan, tiba kembali di Shon’a dengan selamat. selasa, 10:50 wib Abu Zakariyya Harits bin Anwar Al-Jabaliy Al-Jogjakarty mengabarkan kepada kami: Alhamdulillah pagi ini beliau sudah sampai dengan selamat di kawal oleh beberapa ikhwah dengan mobil anti peluru. selasa 11:42 wib Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limbory mengabarkan kepada kami: bahwa Syaikhuna Yahya sudah tiba diShan’a tadi pagi, sekarang beliau sudah berada dirumahnya di masjid Al-Fath. selasa 13:44 wib
Hari 75 Ahad, 29 Jumadal Ula 1435 H
Abu Abdillah Fadhil Muhammad Al-Maidaniy menyampaikan   Faedah Ilmiyyah
Faedah Abdurrahman bin hasan Bismillahirrahmaanirrahiym, telah berkata al ‘allaamah ‘Abdurrahmaan Ibnu Hasan Ibnu Muhammad Ibnu ‘Abdul Wahaab Rahimahumullah sebagai orang yang berhadapan (membimbing) saudara-saudaranya “termasuk dari tanda-tanda keikhlasan penuntut ‘ilmu bahwa dia adalah orang yang diam dari apa saja yang tidak memberinya manfaat, orang yang menghinakan diri kepada Rabnya, orang yang merendahkan diri beribadah kepadaNya, orang yang berhati-hati orang yang berakhlaq, dia tidak perduli tampaknya kebenaran lewat lisannya atau lewat lisan selainnya, tidak mencari bantuan (untuk menguatkannya) dan tidak sombong, tidak dendam dan tidak dengki, dia tidak condong (terhadap sesuatu) dengan hawa nafsu, tidak tergiur dengan perhiasan dunia. Semoga Allah menjadikan aku dan saudara-saudaraku yang aku cintai karena Allah tergolong orang yang tersifatkan dengan sifat-sifat  yang di katakan syaikh al ‘allaamah ‘Abdurrahmaan Ibnu Hasan Rahimahullah.
Hari 74 Sabtu, 28 Jumadal Ula 1435 H
Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy memberikan Faedah Ilmiyyah
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah رحمه الله berkata: “Setiap kali berpegangnya umat-umat dengan ajaran para Nabi mereka itu melemah, dan keimanan mereka berkurang, mereka akan mendapatkan ganti dari yang demikian itu dengan perkara yang mereka bikin-bikin yang berupa kebid’ahan dan kekufuran.” (“Iqtidhoush shirothil Mustaqim”/1/hal. 367).
Beliau رحمه الله juga berkata: “Sesungguhnya orang yang menyombongkan diri terhadap kebenaran itu akan tertimpa penyakit menaati kebatilan, sehingga jadilah dia itu orang yang sombong dan musyrik.” (“Majmu’ul Fatawa”/7/hal. 629).
Al Imam Ibnul Qoyyim رحمه الله berkata: “Dan demikianlah setiap orang yang berpaling dari kebenaran, dia akan mendapatkan ganti dengan kebatilan.” (“Hidayatul Hayaro”/hal. 65).

Hari 72 Kamis, 26 Jumadil Ula 1435 H 

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy memberikan Faedah Ilmiyyah

Alloh ta’ala berfirman:

﴿وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ إِنَّ الله جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا﴾ [النساء/140].

“Dan sungguh telah Alloh turunkan kepada kalian di dalam kitab ini bahwasanya jika kalian mendengar ayat-ayat Alloh dikufuri dan diejek, maka janganlah kalian duduk bersama mereka sampai mereka memperbincangkan pembicaraan yang lain. Sesungguhnya kalian jika tetap duduk dengan mereka akan semisal dengan mereka. Sesungguhnya Alloh akan mengumpulkan munafiqin dan kafirin ke dalam jahannam semuanya.”

Al Imam Al Qurthubiy رحمه الله berkata: “Maka dengan ini dalil ini menunjukkan akan wajibnya menjauhi pelaku maksiat jika nampak dari mereka kemungkaran, karena orang yang tidak menjauhi mereka berarti dia ridho dengan perbuatan mereka. Dan ridho dengan kekufuran adalah kekufuran juga. Alloh عز وجل berfirman: “Sesungguhnya kalian jika tetap duduk dengan mereka akan semisal dengan mereka.” Maka setiap orang yang duduk di majelis maksiat dan tidak mengingkari mereka, berarti dia sama-sama mereka dalam dosa. Maka dia harus mengingkari mereka jika mereka berbicara dengan maksiat dan mengerjakannya. Jika dia tak sanggup mengingkari mereka, dia harus bangkit meninggalkan mereka hingga tidak termasuk orang yang terkena ayat ini.

Dan telah diriwayatkan dari Umar bin Abdil ‘Aziz رضي الله عنه bahwasanya beliau pernah menangkap sekelompok orang yang sedang minum khomr. Maka dikatakan pada beliau tentang salah seorang yang hadir saat ditangkap: “Orang ini puasa”, maka beliau menimpakan padanya hukuman juga dan membaca ayat ini: “Sesungguhnya kalian jika tetap duduk dengan mereka akan semisal dengan mereka.” yaitu sesungguhnya ridho dengan kemaksiatan merupakan kemaksiatan juga. Karena itulah pelaku dan orang yang meridhoinya dihukum dengan hukuman kemaksiatan hingga mereka binasa semuanya.

Keserupaan ini bukanlah di seluruh sifat, tapi dalam bab pengharusan kemiripan untuk dihukumi secara zhohir dengan penggabungan, sebagaimana ucapan seseorang: “Maka setiap orang itu mencontoh orang yang disertainya.” (“Al Jami’ Li Ahkamil Qur’an”/5/hal. 418).

Atsar Umar bin Abdil Aziz رحمه الله Shohih, diriwayatkan oleh Ath Thobariy dalam tafsir beliau (9/hal. 321) dan Ibnu Abi Hatim dalam tafsir beliau (6127) dari Abdulloh bin Idris, dari Al ‘Ala ibnul Minhal, dari Hisyam bin ‘Urwah tentang kisah Umar bin Abdil ‘Aziz.

Hisyam bin ‘Urwah lahir tahun 61 H, sama dengan kelahiran Umar bin Abdil ‘Aziz. Dan Hisyam tsiqoh wari’, tidak dicurigai melakukan tadlis kecuali terhadap ayahnya. Dan memungkinkan baginya untuk berjumpa dengan Umar bin Abdil Aziz, maka atsar ini shohih

Hari 70 Selasa, 24 Jumadil Ula 1435 H 

Abu Fairuz Abdurrahman Bin Soekojo Al-Qudsiy memberikan Faedah Ilmiyyah

Di Antara Ucapan Syaikh Zaid Al-Madkholiy  رحمه الله yang Bercahaya

Saya telah mencatat sebagian dari ucapan-ucapan yang agung dan bermanfaat dari Asy Syaikh Zaid رحمه الله ketika saya di Darul Hadits di Dammaj, di sela-sela bacaan sebagian risalah beliau رحمه الله yang sampai kepada kami. Di antaranya adalah: 

Fadhilatusy Syaikh Al ‘Allamah Zaid bin Muhammad bin Hadi Al Madkholiy رحمه اللهberkata: “Setiap aliran pasti punya pewaris dan yang mewarisi. Maka buruk sekali sang pewaris, dan buruk sekali yang mewarisi dan yang diwariskan.” (“Quthuf Min Nu’utis Salaf”/hal. 39).

Beliau رحمه الله juga berkata: “Aku akan menunjukkan padamu kepada sebagian alamat yang dengannya hizbiy bisa dikenal, sama saja apakah dia itu pemimpinnya ataukah pengikutnya dan pembebeknya, dengan alamat berikut ini: Yang pertama: dia bergabung ke jamaah tertentu yang punya manhaj khusus yang menyelisihi manhaj Salaf Ahlil Hadits Wal Atsar, semacam jamaah Ikhwan dan sempalan-sempalannya, jamaah Tabligh dan yang bersatu dengannya, dan dia membela hizbnya atau jamaahnya dengan cara benar ataupun batil. Yang kedua: dia duduk-duduk dan jalan bersama salah satu jamaah tersebut tadi dan para penyeleweng yang lainnya dalam masalah aqidah dan amal, sama saja yang bersifat jamaah ataukah personelnya, pengikutnya ataukah panutannya.

Yang ketiga: dia mengkritik Ahlussunnah, dan wajahnya berubah (tidak suka) saat mendengar bantahan orang yang membantah hizbiyyin masa kini, para pemilik organisasi rahasia dan pengelompokan yang tersamarkan.

Yang keempat: dia mencemarkan kehormatan orang-orang yang berjalan di atas manhaj Salaf, yang mengajak untuk berpegang teguh pada manhaj Ahli Atsar dalam masalah ketaatan pada Alloh, ketaatan pada Rosul-Nya, dan ketaatan pada pemerintah muslimin.

Yang kelima: dia mencemarkan kehormatan pemerintah, dan dia cinta pada orang yang mempopulerkan kesalahan pemerintah di kitab-kitab mereka, kaset-kaset mereka dan majelis-majelis mereka.

Yang keenam: dia menyerang para ulama yang tidak mau mengobarkan kemarahan kepada pemerintah saat pemerintah terjatuh pada kesalahan, dia mensifati para ulama tadi sebagai ulama yang berbasa-basi dan lain-lain dari kehinaan yang tidak ada orang yang melontarkan ejekan tadi kepada para ulama robbaniyyin tadi kecuali orang-orang yang hatinya sakit dan akalnya tolol. (“Al ‘Aqdul Munadhdhodul Jadid”/hal. 31-32).

Asy Syaikh Zaid bin Muhammad Al Madkholiy رحمه الله ditanya: “Apakah orang dari muslimin yang awwam tapi membawa syubuhat-syubuhat hizbiyyin itu dikatakan sebagai hizbiy juga?”

Maka beliau رحمه الله setelah memuji Alloh dan bersholawat pada Nabi menjawab: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk dari mereka. Akan tetapi dia harus dinasihati lebih dahulu, dan dijelaskan padanya kebenaran, karena orang bodoh itu terkadang ditipu oleh pengkaburan. Dia harus dijelaskan akan kebenaran dan dibimbing kepadanya. Ini adalah rohmat para ulama. Tapi jika dia bersikeras pada kebatilan tadi dan tidak mau mengikuti kebenaran dan justru membela ahli bida’ maka hukum untuknya adalah seperti hukum mereka karena mereka semua bersepakat untuk memilih kebid’ahan dan mendahulukannya di atas sunnah. Dan ini termasuk dari kesesatan yang nyata.Dan termasuk dari wasiat para Salaf adalah berhati-hati terhadap orang-orang yang melariskan bid’ah, karena sungguh mereka itu lebih berbahaya terhadap manusia daripada pemilik kebid’ahan itu sendiri.” (“Al ‘Aqdul Munadhdhodul Jadid”/2/hal. 95/Darul Itqon).

Asy Syaikh Zaid bin Muhammad Al Madkholiy رحمه الله berkata: “Dakwah-dakwah pendatang yang berdiri di atas selain manhaj syar’iy, sama saja dia itu ada di zaman ini ataukah yang sebelumnya, telah dipergunakan oleh pemiliknya, dia punya metode-metode yang bermacam-macam, bahkan manhaj-manhaj yang membikin buruk dakwah dan tidak berbuat baik pada dakwah serta tidak merealisir kebaikan. Dan yang demikian itu seperti metode membawa senjata untuk menyerang umat ini dalam rangka menjadikan syariah sebagai hakim, peledakan di tempat-tempat pertemuan, berbuat buruk pada berbagai orang, membunuh orang kafir yang minta keamanan, menculik aparat-aparat pemerintahan, membikin kekacauan dan keributan.Ini semua yang dinilai oleh sebagian orang sebagai sarana dakwah,maka sungguh mereka telah keliru besar sekali, kesalahan tadi diketahui oleh orang yang Alloh karuniai dia dengan keselamatan dari hizbiyyah, dan fanatisme kepada pengekor hawa nafsu.Maka kami memandang bahwasanya sarana-sarana yang ditempuh oleh apa yang dinamakan sebagai jamaah-jamaah atau hizb-hizb atau organisasi-organisasi telah merusak bangsa, dengan sebab sarana-sarana tadi terjadilah banyak pembunuhan, sedikit ilmu, manusia sibuk dengan pembelaan diri dan penjagaan diri mereka, …” (“Al ‘Aqdul Munadhdhodul Jadid”/hal. 99-100).

Asy Syaikh Zaid bin Muhammad Al Madkholiy رحمهالله berkata: “Aku menuntut dan meminta kepada para ulama dan tokoh-tokoh yang mementingkan urusan Islam dan umat Islam, dan dengan derajat yang tertinggi adalah para pemudanya, agar mereka memperingatkan umat dengan semangat, terhadap seluruh penyelewengan dan terhadap manhaj-manhaj hizbiyyin harokiyyin dengan seluruh kelompok-kelompok mereka dan berbilangnya sekte-sekte mereka, dan segenap organisasi-organisasi mereka, … dst.” (“Quthuf Min Nu’utis Salaf”/hal. 42/karya beliau).

Beliau رحمه الله berkata: “Menurut jmhurul ulama, tidaklah shohih dalil yang menyebutkan rangkai nama-nama Alloh (yang 99 itu) dalam ayat Qur’aniyyah ataupun hadits Nabawiy yang shohih. Orang yang menghitungnya dan menyebutkan rangkaiannya itu hanyalah kembali kepada penelusuran Al Qur’anul Karim dan Sunnah yang suci. Maka masing-masing dari mereka mengeluarkan nama-nama Alloh dari nash-nash tadi sesuai dengan apa yang bisa dicapai oleh ijtihadnya. Oleh karena itulah maka mereka bersepakat pada sebagiannya, dan mereka berselisih dalam sebagian nama yang lain.” (“Al ‘Amalul Asna Bi Syarhi Ismaini Min Asmaillahil Husna”/hal. 124/Darul Minhaj).

Hari 68Ahad, 22 Jumadil Ula 1435 H 

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy memberikan Faedah Ilmiyyah

ORANG  YANG FAQIH

Al Imam Al Hasan Al Bashriy رحمه الله berkata: “Hanyalah orang faqih itu adalah orang yang zuhud terhadap dunia, yang berharap besar terhadap akhirat, yang berpandangan tajam dalam urusan agamanya, yang terus-menerus untuk beribadah pada Alloh عز وجل.” (“Akhlaqul ‘Ulama”/karya Al Imam Al Ajurriy/no. (47)/dishohihkan oleh Syaikhuna Yahya Al Hajuriy حفظه الله/cet. Darul Atsar).

Al Imam Al Barbahariy رحمه الله berkata: “Dan ketahuilah bahwasanya ilmu itu bukanlah dengan banyaknya riwayat dan kitab, akan tetapi orang alim adalah orang yang mengikuti Al Kitab dan As Sunnah, sekalipun ilmu dan kitabnya sedikit. Dan orang yang menyelisihi Al Kitab dan As Sunnah maka dia itu pengekor hawa nafsu sekalipun dia banyak riwayat dan kitab.” (“Syarhus Sunnah”/hal. 45).

Al ‘Allamah Az Zarkasyiy رحمه الله berkata: “Tidaklah disyaratkan pada seorang mujtahid yang ucapannya terpandang untuk dia itu terkenal dalam fatwa. Bahkan ucapan seorang mujtahid yang tidak terkenal itu ucapannya terpandang . Berbeda dengan pendapat sebagian orang yang syadzdz (menyeleneh).” (“Al Bahrul Muhith”/6/hal. 100).

Al Imam Ibnu Rojab رحمه الله berkata: “Maka wajib untuk diyakini bahwasanya tidaklah setiap orang yang banyak berbicara dalam ilmu itu lebih berilmu daripada orang yang tidak demikian.” (“Fadhl ‘Ilmis Salaf ‘Alal Kholaf”/hal. 5)

Al Ashmu’iy menukilkan dari ayahnya yang berkata: Aku melihat Iyas bin Mu’awiyyah di rumah Tsabit Al Bunaniy. Ternyata beliau adalah orang yang lengannya panjang dan bajunya dari bahan yang kasar. Sorban beliau berwarna. Beliau banyak bicara. Dan tidak ada orang yang berbicara bersama beliau kecuali beliau mengunggulinya. Maka sebagian dari mereka berkata pada beliau: “Anda tak punya aib kecuali banyaknya ucapan anda. Maka beliau bertanya: “Aku bicara dengan benar ataukah dengan batil?” dijawab: “Dengan benar.” Maka beliau berkata: “Setiap kali kebenaran itu banyak, maka itu bagus.” (“Al Bidayah Wan Nihayah”/13/hal. 121-122/cet. Dar Alamil Kutub).

Hari 65 Kamis, 19 Jumadil Ula 1435 H 

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy memberikan Faidah Ilmiyyah 

Dari Tanya-Jawab Ilmiyyah tentang kitab Nurul Abshar fi Manaqib 

Tanya Bismillaah. Bagaimana derajat haditsnya kisah dibawah ini,

lihat: Nurul Abshar fi Manaqib Ali Bait an-Nabi al Akhyar, Asy Syablanji al Mishri. Lihat juga: Hasyiyah al Bujairimi untuk Al Minhaj):

حُكِيَ أَنَّ رَجُلًا جَاءَ إلَى عُمَرَ يَشْكُو إلَيْهِ خُلُقَ زَوْجَتِهِ فَوَقَفَ بِبَابِهِ يَنْتَظِرُهُ فَسَمِعَ امْرَأَتَهُ تَسْتَطِيلُ عَلَيْهِ بِلِسَانِهَا وَهُوَ سَاكِتٌ لَا يَرُدُّ عَلَيْهَا فَانْصَرَفَ الرَّجُلُ قَائِلًا إذَا كَانَ هَذَا حَالَ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ فَكَيْفَ حَالِي فَخَرَجَ عُمَرُ فَرَآهُ مُوَلِّيًا فَنَادَاهُ مَا حَاجَتُك يَا أَخِي فَقَالَ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ أَشْكُو إلَيْك خُلُقَ زَوْجَتِي وَاسْتِطَالَتَهَا عَلَيَّ فَسَمِعْتُ زَوْجَتَكَ كَذَلِكَ فَرَجَعْت وَقُلْت إذَا كَانَ هَذَا حَالَ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ مَعَ زَوْجَتِهِ فَكَيْفَ حَالِي فَقَالَ لَهُ عُمَرُ إنَّمَا تَحَمَّلْتُهَا لِحُقُوقٍ لَهَا عَلَيَّ إنَّهَا طَبَّاخَةٌ لِطَعَامِي خَبَّازَةٌ لِخُبْزِي غَسَّالَةٌ لِثِيَابِي رَضَّاعَةٌ لِوَلَدِي وَلَيْسَ ذَلِكَ بِوَاجِبٍ عَلَيْهَا وَيَسْكُنُ قَلْبِي بِهَا عَنْ الْحَرَامِ فَأَنَا أَتَحَمَّلُهَا لِذَلِكَ فَقَالَ الرَّجُلُ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ وَكَذَلِكَ زَوْجَتِي قَالَ فَتَحَمَّلْهَا يَا أَخِي فَإِنَّمَا هِيَ مُدَّةٌ يَسِيرَةٌ

Dikisahkan bahwa seseorang datang kepada Umar bin Khattab radhiallahu anhu ingin mengadukan akhlak istrinya. Orang itu berhenti di depan pintu rumah Umar menunggunya. Dia mendengar istri Umar juga sedang mengeluarkan kalimat-kalimat keras kepada Umar dan Umar diam saja tidak menjawab.

Orang itu segera pergi sambil bergumam: jika demikian keadaan amirul mukminin Umar bin Khattab, maka siapalah aku?

Umar keluar, dia melihat orang itu pergi. Umar pun memanggilnya: Apa keperluanmu, wahai saudaraku?

Orang itu berkata: Wahai Amirul Mukminin, aku ingin mengadukan kepadamu akhlak istriku dan beraninya dia kepadaku. Ternyata aku mendengar istrimu pun melakukan hal yang sama. Maka aku pun pulang dan berkata: jika keadaan amirul mukminin saja begini, maka siapalah aku.

Umar berkata kepada orang itu: Sesungguhnya aku sabar terhadap istriku karena ia mempunyai hak terhadapku. Karena ia pemasak makananku, pemanggang rotiku, penyuci pakaianku, penyusu anakku. Padahal hal itu bukanlah kewajibannya. Dan hatiku tenang karenanya, tidak tergoda oleh yang haram. Karenanya aku sabar menghadapinya.

Orang itu berkata: Wahai Amirul Mukminin, begitu pula istriku

Umar menasehatinya: Sabarlah menghadapinya wahai saudaraku, karena itu hanya sebentar saja

Jawab : Sudah ana usahakan untuk ana temukan, tapi ana tidak dapatkan atsar itu di berbagai sumber yang Alloh mudahkan untuk dicari. Justru kewajiban sang penulis untuk menyebutkan sanad kisah itu agar ketahuan kebenarannya.

Kemudian perlu diketahui bahwasanya kitab Nurul Abshor Karya Asy Syiblinjiy Al Mishriy ini kitab yang mengandung aqidah yg merusak. Beberapa fatawa Al Azhar berkali-kali menukilkan dari kitab itu, tapi ternyata isinya buruk sekali, memuliakan para tokoh shufiyyah yang penuh zandaqoh serta khurofat semacam Abul Hasan Ali asy-syadziliy, Ibrohim bin Abil Majd, dan Ahmad al Badawiy.

Al Imam Al Hafizh As Salafiy Muhammad bin Ibrohim ibnul Wazir rohimahulloh berkata tentang nurul abshor (cahaya mata kepala) dan nurul bashoir (cahaya mata hati): “Dan tiada perselisihan di antara orang-orang yang berakal semuanya -jangan tanya tentang kaum muslimin- bahwasanya nurul bashoir itulah yang paling mulia, paling utama dan paling bagus serta paling indah. Ini telah diketahui dari kepastian akal dan agama. Oleh karena itulah Alloh ta’ala berfirman dalam menjelaskan pengagungan dan pemuliaan nurul bashoir:

Ketahuilah bahwasanya kitab ini judulnya indah “Nurul Abshor” (cahaya mata). Tapi apa gunanya matanya bercahaya jika hatinya buta? Semoga Alloh menajamkan mata hati kaum muslimin dan menjadikannya bercahaya agar tidak ditipu oleh shufiyyah dan ahli bida’ yang lain.

فإنها لا تعمى الأبصار ولكن تعمى القلوب التي في الصدور.

“Maka sesungguhnya tidaklah mata kepala mereka yang buta akan tetapi yang buta adalah hati yang ada di dalam dada.”

Yaitu: butanya mata kepala itu bukanlah kebutaan yang hakiki. Akan tetapi kebutaan yang yang tercela dan kita berlindung darinya, yang membinasakan orang yang terjatuh ke dalamnya adalah kebutaan besar yang membahayakan hati yang mana hati itu adalah tempat bersemayamnya cahaya bashiroh.” (“Itsarul Haqq ‘Alal Kholq”/1/hal.116).

Beliau juga berkata di halaman 167: “Cahaya mata kepala itu diberikan pada orang kafir dan orang muslim. Bahkan juga ditebarkan di antara makhluk hidup, dari kalangan manusia dan hewan.” Allohu ta’ala a’lam. 

“BILA MUKMIN TERTIMPA MUSIBAH”

Apa saja yang harus diimani hamba pada saat tertimpa musibah? Di antaranya adalah sebagaimana yang dikatakan Al Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh: “(Hendaknya dia tahu) bahwasanya kitab yang pertama (catatan taqdir) telah menetapkan hal itu lebih dulu sebelum dimulainya penciptaan makhluk. Pena taqdir telah kering dengan segala perkara yang akan dijumpai oleh sang hamba. Maka barangsiapa ridho dengan itu, maka dia akan mendapatkan keridhoan. Dan barangsiapa murka dengan itu maka dia akan mendapatkan kemurkaan.

Dan hendaknya dia bersaksi bahwasanya taqdir itu tidaklah menimpanya kecuali karena suatu hikmah yang dituntut oleh nama Al Hakim Yang agung keagungan-Nya dan dituntut oleh sifat Alloh al hikmah. Dan bahwasanya taqdir itu telah menempati posisinya yang seharusnya untuk ditempati, dan bahwasanya yang demikian itu memang diwajibkan terjadi oleh keadilan Alloh, hikmah-Nya, keperkasaan-Nya ilmu-Nya dan kekuasaan-Nya yang adil.

Maka ketetapan tadi memang diharuskan oleh nama Alloh yang paling indah dan sifat-Nya yang paling tinggi. Maka Alloh dengan sebab itu berhak mendapatkan pujian yang paling sempurna dan paling lengkap, sebagaimana hanya milik Dia semata pujian atas seluruh perbuatan-Nya dan perintah-Nya.” (Selesai yang dikehendaki dari “Thoriqul Hijrotain”/hal. 69).

Hari 64 Rabu, 18 Jumadil Ula 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy memberikan Faedah Ilmiyyah 

Ada dalil yang melarang jual beli kitab yang menyesatkan? Ada beberapa dalil yang insyaAlloh para ikhwah ketahui bersama. Di antaranya adalah firman Alloh ta’ala:

فويل للذين يكتبون الكتاب بأيديهم ثم يقولون هذا من عند الله ليشترون به ثمنا قليلا. الآية.

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang menulis kitab dengan tangan-tangan mereka kemudian mereka berkata: “Ini datang dari sisi Alloh” agar dengan itu mereka membeli harga yang murah.” (QS. Al Baqoroh: 79).

Al Imam Muhammad bin Ali Al Qoshshob Rahimahulloh berkata: “Dan di dalamnya ada daluk bahwasanya kitab-kitab yang mengandung kebatilan kekufuran, sihir, dan setiap perkara yang menyelisihi kebenaran, maka tidak boleh diperdagangkan.” (“Nukatul Qur’an”/1/hal. 123/cet. Dar Ibnil Qoyyim).

 

Hari 62 Senin, 16 Jumadil Ula 1435 H

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limbory memberikan  Khabar Terbaru

Alhamdulillah sedang Dibangun, 

MARKIZ DAARIL HADITS LIL ‘ULUUM AL-ISLAAMIYYAH BI SHON’A

SYAARI’ BAIHAAN MASJID AL-FATH

Hari 61Ahad, 15 Jumadil Ula 1435 H 

cooltext1477311200

 Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy memberikan Faedah Ilmiyyah: 

Tujuh Kewajiban Seorang Mukmin Disaat Datang Perintah Rabbul Alamin

Selesai ditulis di Rumah Sakit Ahlus-Sunnah Shan’a, Sabtu Pagi, 15 Jumadal Ula 1435 H Baca Disini

Hari 58 Kamis, 12 Jumadil Ula 1435 H

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limbory memberikan Menyampaikan Kabar Duka

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ   إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

PADA HARI KAMIS (11 JUMADIL ULA 1435) TELAH MENINGGAL DUNIA 

ASY-SYAIKH ABU MUHAMMAD ZAID BIN MUHAMMAD BIN HADIY AL-MADHKOLIY ROHIMAHULLOH.

 Dengarkan rekaman fatwa Asy-Syaikh Abu Abdirrohman Fathil Qodasiy ‘Afallohu ‘anhu tentang beliau Rohimahulloh:

Fatwa Syaih Fathil qodasiy

Hari 57 Rabu, 11 Jumadil Ula 1435 H 

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limbory memberikanPenjelasan: 

DIALOG SEPUTAR AKTIVITAS PARA PELAJAR DARI DAMMAJ ASAL INDONESIA

Penanya:

Apakah benar bahwa sebagaian pelajar Indonesia yang keluar dari Dammaj didapati membawa musaddas (pistol) ketika mereka di Bandara Sana’a hendak pulang ke Indonesia?, dengan sebab itu nama baik para pelajar Indonesia tercoreng, apakah benar demikian?

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy:

Alhamdulillah thullab (para pelajar) asal Indonesia mereka dikenal baik, di Dammaj mereka dikenal baik, bahkan dianggap sebagai thullab yang paling baik dari thullab yang ada, mereka disenangi oleh saudara-saudara mereka kaum muslimin, begitu pula ketika mereka sampai di Sana’a, mereka disenangi, karena rasa senangnya hingga ketika sebagian thullab (pelajar) Indonesia mau pulang maka mereka berbondong-bondong mengantar ke halaman depan masjid As-Sunnah Sa’wan, mereka mengangkatkan tas-tas dan barang-barang thullab yang mereka mau kembali ke Tanah Air, tidak disangka-sangka ternyata ada dari mereka mengangkat sebuah tas yang bukan milik thullab yang akan safar, sesampainya di bandara, barang-barang diturunkan dari mobil, kemudian didapati ada sebuah pistol, maka thullab yang safar menjadi tergugat, dan mereka dikatakan akan membawa pistol ke Tanah Air.

Dari kenyataan yang ada maka orang-orang yang berakal tentu tidak akan mudah menyalahkan thullab, karena para thullab sudah pernah keluar-masuk bandara dan mereka sudah mengetahui bahwa setiap orang yang masuk bandara tentu diperiksa, maka tidak mungkin para thullab akan melakukan itu?!!!.  

Alhamdulillah kita telah memperingatkan thullab yang akan pulang agar memeriksa barang-barang atau tas-tas mereka sebelum ke bandara jangan sampai terdapat amunisi atau bahan-bahan yang berbau militer, karena kita baru keluar dari daerah perang yang kemungkinan masih tersisa dari bahan-bahan itu, semua pun melakukan pemeriksaan, namun Qodarollah tas-tas atau barang-barang thullab diletakan di dalam masjid As-Sunnah Sa’wan dan di sana banyak tas-tas thullab yang berada di sekitarnya, ternyata ada dari yang mau  berbaik hati mengangkatkan barang-barang, dia salah angkat tas, dia mengira tas orang yang mau safar ternyata yang dibawa adalah tas orang menetap, yang diantara isi tasnya adalah pistol. Dan perlu diketahui bahwa orang yang memiliki pistol itupun telah merencanakan untuk menjual pistolnya, karena kita posisinya sekarang bukan di tempat perang.

Penanya:

Saya mendengar bahwa dengan sebab itu banyak orang tidak mau lagi membantu thullab asal Indonesia, dan apakah benar bahwa KBRI yang di Sana’a termasuk tidak mau lagi membantu thullab asal Indonesia?.

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy:

Wallohu A’lam, bagaimanapun KBRI yang di Sana’a adalah bagian dari pemerintah kita, dan kita tetap berbaik sangka kepada mereka, mereka diakui dan disenangi sebagaimana para thullab juga diakui dan disenangi, bahkan warga asing semisal orang-orang Sudan dan Tanzania mereka menyatakan: “Kami sangat senang bila memiliki kedutaan seperti kedutaan Indonesia, karena mereka memperhatikan warga Negara mereka dan ikut membantu”.

Demikian mereka mengetahui tentang keadaan kedutaan kita, hal itu karena kami tidak menyebutkan tentang KBRI melainkan kebaikan, maka tidak heran dengan kebaikan yang ada itu, tidak menutup kemungkinkan akan ada orang yang ingin menjelekan hubungan antara thullab Indonesia dengan KBRI, cukuplah pelajaran kisah hijrohnya para shohabat Nabi, ketika mereka hijroh ke Habasyah dan diberi bantuan dan perlindungan penuh oleh raja Najasyiy maka orang-orang hasad dari kalangan kafir Quroisysy datang ke raja Najasiy untuk mempengaruhinya, namun Alhamdulillah raja Najasyiy tidak terpengaruh.

Adapun kami, walaupun orang-orang datang atau memberikan isu-isu bahwa pihak KBRI akan mempersulit atau tidak mau lagi membantu dan melayani thullab Indonesia yang keluaran dari Dammaj, maka hal ini tidaklah membuat kami untuk menaruh rasa benci dan dendam kepada mereka (pihak KBRI), mereka adalah bagian dari pemerintah kami, dan kami tetap berbaik sangka kepada mereka. Alhamdulillah mereka adalah orang-orang terpelajar, memiliki banyak pengalaman dan mereka masya Alloh mampu membedakan antara kebaikan dan keburukan, maka siapapun yang berusaha untuk menjatuhkan kami (sebagai thullab keluaran Dammaj) atau menjatuhkan nama baik KBRI dihadapan kami maka kami tidak menerima hal itu, kami tetap berbaik sangka kepada mereka (pihak KBRI), kami lebih mengedepankan husnuzhon (berbaik sangka) kepada mereka, karena berburuk sangka bukan perangai orang yang baik:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ} [الحجرات: 12].

“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berburuk sangka (kecurigaan), karena sebagian dari berburuk sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kalian yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya. dan bertaqwalah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh adalah At-Tawwab (Maha Penerima taubat) lagi Ar-Rohim (Maha Penyayang)”. (Al-Hujarot: 12).

Kami berdoa kepada Alloh Ta’ala untuk memberikan hidayah kepada kami dan kepada pemerintah kami serta siapa saja yang bersama mereka, dan semoga Alloh Ta’alamemberikan kemudahan kepada kami dan mereka semuanya dalam setiap urusan:

«مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ….، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ».

“Barangsiapa membebaskan dari seorang muslim rasa berat (kesusahan) dari kesusahan-kesusahan di dunia, maka Alloh akan membebaskan darinya kesusahan dari kesusahan-kesusahan di akhirat…., dan barangsiapa memudahkan kepada orang yang sulit maka Alloh akan memudahkan baginya (urusan) di dunia dan di akhirat, dan Alloh (akan memberikan) pertolongan kepada seorang hamba manakalah hamba tersebut menolong saudaranya”. Diriwayatkan oleh Muslim dari hadits Abu Huroiroh Rodhiyallohu ‘anh. Semoga Alloh membantu dan menolong kita semua.

Hari 55 Senin, 09 Jumadil Ula 1435 H

 Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy memberikanFaedahIlmiyyah 

 Al”Imam Ibnul Qoyyim rahimahulloh berkata :”Sesungguhnya kaki Islam itu tidak kokoh kecuali diatas tangga taslim (penyerahan diri), dan yang demikian itu mengharuskan adanya pengagungan pada Rabb.”

Al”Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh berkata: “Maka tekad untuk berjalan itu menjadi kuat dengan kekuatan istibshor (mengarahkan pandangan mata hati) karena hal itu menajamkan pandangan untuk merenungkan perkara yang bisa menggerakkan perkara yang dituntut, karena tuntutan itu adalah cabang dari perasaan. Setiap kali perasaan pada perkara yang dicintai tadi menguat, perjalanan hati kepadanyapun semakin menguat. Dan setiap kali dia menyibukkan pikiran dengan perkara tadi, bertambahlah perasaannya dengan perkara tadi, dan bertambahlah ilmu dia tentang itu, serta bertambah juga ingatannya tentang perkara tadi.”(“Madarijus Salikin”/1/hal. 444). (Dinukil dari Majmu’ah Thaifah Al-Manshurah Senin, 10 Jumadul Ula 1435 H) Baca > ‘Makar Kejam dibalik Selimut Malam’ 

Hari 54

Ahad, 08 Jumadul Ula 1435 H 

 Abu Fairuz Abdurrahman bi Soekojo Al-Qudsy memberikanFaedah Ilmiyyah

Al”Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh berkata: “Maka barangsiapa Dia -yaitu Alloh- bersamanya, maka siapakah yang bisa mengalahkannya atau menimpakah kejelekan padanya? Maka jika Alloh bersama sang hamba, siapakah yang perlu dia takuti? Tapi jika Alloh tidak bersamanya, maka siapakah yang dia harapkah dan kepada siapakah dia percaya? Dan siapakah yang akan menolongnya setelah Alloh meninggalkannya? Maka jika sang hamba bangkit dengan menegakkan kebenaran terhadap orang lain dan terhadap dirinya lebih dulu, dan tegaknya dia memang dengan pertolongan Alloh dan untuk Alloh, tiada sesuatupun yang bisa menghadapinya, sekalipun seluruh langit, bumi dan gunung membikin tipu daya terhadapnya, pastilah Alloh akan mencukupi kebutuhannya, dan menjadikan untuknya jalan keluar dari tipu daya tadi.” (“I’lamul Muwaqqi’in”/2/hal. 178). (Dinukil dari Majmu’ah Thaifah Al-Manshurah Ahad, 09 Jumadil Ula 1435 H)

Hari 53

Sabtu, 07 Jumadil Ula 1435 H

 Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsy memberikanFaedahIlmiyyah 

Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh berkata: “Syariat ini bangunannya dan asasnya ada di atas hikmah-hikmah dan kemaslahatan para hamba dalam dunia dan akhirat mereka. Dan syariat itu semuanya adil, semuanya rohmat, semuanya maslahat  semuanya hikmah. Maka setiap masalah yang keluar dari keadilan kepada kecurangan, dan dari rohmat kepada kebalikannya, dan dari maslahat kepada kerusakan, dan dari hikmah kepada kesia-siaan maka itu bukanlah bagian dari syariat ini.” (“I’lamul Muwaqqi’in”/3/hal. 5).

Faidah fiqh: Ana tanya Syaikh AbdulWahhab Asy Syamiriy tentang mana yang lebih baik : wanita mendengarkan ta’lim dengar rekaman dan tetap tinggal di rumahnya ataukah hadir di masjid bersama suaminya dan dia di balik hijab mendengarkan dars?

Beliau menjawab: mendengarkan rekaman di rumah bisa dapat ilmu lebih cepat, tapi sering tersibukkan oleh urusan lain. Jika di masjid seperti dalam soal maka lebih terpacu untuk konsentrasi pada dars. (Dinukil dari  Majmu’ah Thaifah Al-Manshurah Jum’at, 6 Jumadil ula 1435 H)  

Hari 52

Jum’at, 06 Jumadil Ula 1435 H 

cooltext1462710927

Baca Lengkap Faedah Ilmiyyah : Klik >>Tujuh Kewajiban Seorang Mukmin Disaat Datang Perintah Rabbul Alamin<<

Hari 51

Kamis, 05 Jumadil Ula 1435 H

cooltext1462710454

Tujuh Kewajiban Seorang Mukmin Disaat Datang Perintah Rabbul Alamin 

Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Jawiy Al Indonesiy 

Semoga Alloh memberinya Taufiq

بسم الله الرحمن الرحيم

Pengantar Penulis

الحمد لله وأسهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وسلم أما بعد:

D ari puncak gedung yang dijadikan sebagai  rumah sakit untuk merawat dan menampung ikhwah Ahlussunnah yang luka ataupun sampai cacat ini, sejenak saya memandang ufuk timur kota Shon’a. Semburat kuning kemerahan menandakan mentari sebentar lagi akan terbit menjalankan tugasnya menerangi jagat sambil terus berdzikir mengingat keagungan pencipta dirinya. Alloh ta’ala berfirman:

تسبح له السموات السبع والأرض ومن فيهن وإن من شيء إلا يسبح بحمده ولكن لا تفقهون تسبيحهم إنه كان حليما غفورا

“Seluruh langit yang tujuh dan bumi dan siapa saja yang ada di dalamnya bertasbih untuk Alloh. Dan tidak ada suatu apapun kecuali bertasbih dengan memuji Alloh, akan tetapi kalian tidak memahami tasbih mereka. Sesungguhnya Alloh senantiasa Halim (Maha Penyabar) dan Ghofur (Maha Pengampun).” (QS. Al Isro: 45)

Alangkah indahnya pesona pagi, saat lentera angkasa tersebut semakin menguat cahayanya. Akan tetapi sebagus apapun dia, dia adalah hamba Alloh sebagaimana kita. Jangan sujud padanya, tapi sujudlah pada Sang Pencipta Yang Mahaagung lagi Maha Perkasa, Yang terus menerus memancangkan tanda-tanda kekuasaan-Nya di selurus penjuru alam ini. Alloh ta’ala berfirman:

ومن آياته الليل والنهار والشمس والقمر لا تسجدوا للشمس ولا للقمر واسجدوا لله الذي خلقهن إن كنتم إياه تعبدون.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah malam dan siang, matahari dan bulan. Janganlah kalian bersujud pada matahari ataupun pada bulan, tapi sujudlah pada Alloh Yang menciptakan mereka jika kalian memang hanya beribadah pada-Nya.” (QS. Fushshilat: 37).

Adapun orang yang lemah akalnya dan hatinya mudah ditipu oleh setan, maka dia akan terpedaya oleh keindahan matahari yang memenuhi pandangan matanya sehingga dia sujud pada matahari itu. Itu adalah ketololan yang nyata yang burung saja tahu batilnya aqidah mereka. Alloh ta’ala mengabadikan perkataan burung Hudhud tentang penduduk Saba di Ma’rib ribuan tahun yang silam:

وجدتها وقومها يسجدون للشمس من دون الله وزين لهم الشيطان أعمالهم فصدهم عن السبيل فهم لا يهتدون.

“Saya mendapati ratu itu dan kaumnya bersujud pada matahari, bukan pada Alloh, dan setan menghiasi untuk mereka amalan mereka sehingga setan menghalangi mereka dari jalan yang lurus sehingga mereka tidak mendapatkan petunjuk.(QS. An Naml: 24).

Perhatikanlah bagaimana komentar burung tadi terhadap mereka, perhatikanlah ucapan selanjutnya:

ألا يسجدوا لله الذي يخرج الخبأ في السموات والأرض ويعلم ما تخفون وما تعلنون. الله لا إله إلا هو رب العرش العظيم.

“Mereka tidak mau sujud pada Alloh Yang mengeluarkan rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kalian rahasiakan dan apa yang kalian nyatakan. Dialah Alloh Yang tiada sesembahan yang benar selain Dia, Pemilik Arsy yang agung.” (QS. An Naml: 25-26).

Siapakah yang mengambil keuntungan dari ketololan tadi? Setanlah oknumnya, karena di ingin disembah oleh manusia. Ibnu Umar rodhiyallohu’anhum berkata: Rosululloh shollallohu’alaihiwasallam bersabda:

لا تحروا بصلاتكم طلوع السمش ولا غروبها، فإنها تطلع بقرن شيطان.

“Janganlah kalian menyengaja mencari waktu terbitnya matahari ataupun saat terbenamnya untuk sholat kalian karena sesungguhnya dia itu terbit disertai tanduk setan.” (HR. Muslim (1925)).

Dalalam hadits Amr bin Abasah As Sulamiy rodhiyallohu’anhu, Rosululloh shollallohu’alaihiwasallam menjelaskan: “… karena sesungguhnya saat itu orang-orang kafir sujud pada matahari.” (HR. Muslim (1930)).

وحينئذ يسجد لها الكفار.

Itulah hasil kebodohan dan kesesatan sebagian manusia, padahal Alloh telah memancangkan dalil-dalil yang banyak di alam semesta ini. Al Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh berkata: “Alloh Yang Mahasuci telah memancangkan untuk kebenaran yang ada dan disyariatkan itu alamat-alamat dan tanda-tanda yang menunjukkan dan menjelaskannya. Alloh ta’ala berfirman:

“Dan Alloh melemparkan gunung-gunung yang kokoh di bumi agar bumi itu tidak bergoncang dengan kalian. Dan Alloh membuat sungai-sungai dan jalan-jalan agar kalian mendapatkan petunjuk. Dan membuat alamat-alamat. Dan dengan bintang mereka juga mendapatkan petunjuk.”

وألقى في الأرض رواسي أن تميد بكم وأنهارا وسبلا لعلكم تهتدون وعلامات وبالنجم هم يهتدون.

(Selesai penukilan dari kitab “Ath Thuruqul Hukmiyyah”/hal. 116/cet. Darul Arqom).

Maka alangkah mahalnya hidayah taufiq itu. Kecerdasan manusia semata tidak cukup dan memang bukan jaminan. Maka kita memang harus terus mengulang-ulang doa yang amat wajib untuk dibaca:

اهدنا الصراط المستقيم

“Tunjukilah kami jalan yang lurus.”

Al Imam Al Hafizh Al Mufassir As Salafiy muhammad bin Ali Al Qoshshob rohimahulloh berkata: “firman Alloh: “Tunjukilah kami jalan yang lurus” ini adalah dalil yang meniadakan kemampuan manusia (secara sendirian) karena jalan yang lurus adalah agar Alloh yang telH Alloh ridhoi itu, dan kitab-Nya yang Dia turunkan. Maka barangsiap tidak sanggup sampai kepada jalan tadi kecuali dengan hidayah dari Alloh, berarti dia itu tidak punya kesanggupan dengan sendirinya. Dan “firman Alloh: “Tunjukilah kami jalan yang lurus” ini merealisasikan itu, sehingga jadilah jalan mereka tadi adalah dengan kenikmatan dari Robb mereka, bukan semata-mata dengan kerinduan mereka pada jalan tadi dan kemampuan diri mereka sendiri.” (“Nukatul Qur’an”/1/hal. 87-88/cet. Dar Ibnil Qoyyim).

Sampai di sini dulu, insyaAlloh kita sambung di lain kesempatan karena ini baru pembukaan. Semoga Alloh memberkahi Antum.

Di dalam ayat tadi juga ada bantahan terhadap sebagian Jama’ah Tabligh yang berusaha menanamkan keraguan di hati manusia dengan syubhat mereka: “Jika kita memang telah di atas jalan yang lurus, kenapa kita masih saja disuruh minta hidayah?”

Jama’ah Tabligh itu kaum yang banyak kesyirikan dan kebid’ahan. Pantas saja sesat dan bodoh, dan berusaha menyeret muslimin pada kebodohan, kesyirikan dan kesesatan yang lain. Mereka tidak tahu bahwa dalam hal ini hidayah itu ada dua: hidayah menuju ke shiroth dan hidayah di atas shiroth. Hidayah ke shiroth adalah hidayah untuk masuk Islam. Hidayah di atas shiroth adalah hidayah di dalam Islam agar paham sunnah dan selamat dari bid’ah, cinta taat dan benci maksiat, tahu jawaban yang benar dari perselisihan-perselisihan yang ada. Itu semua bertingkat-ti ngkat. Lihat penjelasannya di awal-awal “Madarijus Salikin” karya Ibnul Qoyyim. Ini Adalah bagian muqodimah. InsyaAllah bersambung…

Hari 50

 Rabu, 04 Jumadil Ula 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekoko Al-Qudsy memberikan Faedah Ilmiyyah : 

قال شيخ الإسلام رحمه الله: ومن أطلق على الناس ما لم يطلقه رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم مع وجود المقتضي للإطلاق فقد جاء بشريعة ثانية، ولم يكن تبعا للرسول، فلينظر أمره أين يضع قدمه

Syaikhul Islam rohimahulloh berkata: ” Barangsiapa melontarkan suatu perkara yang perkara itu tidak dilontarkan oleh Rosululloh shollallohu’alaihiwasallam pada tuntutan untuk itu ada di zaman beliau (tapi beliau sengaja meninggalkannya) maka sungguh orang itu telah mendatangkan syariat kedua dan dia itu bukanlah pengikut Rosul. Maka hendaknya dia melihat kepada urusannya itu, kemanakah dia akan meletakkan telapak kakinya.” (Al Fatawal Kubro/3/hal. 167).

Hari 49

Selasa, 03 Jumadil Ula 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekoko Al-Qudsy memberikan Faedah Ilmiyyah 

Bahwasanya Alloh telah menegur orang yang telah lama beriman tapi hatinya belum juga khusyu’ untuk mengingat-Nya. Alloh ta’ala berfirman:

ألم يأن للذين آمنوا أن تخشع قلوبهم لذكر الله وما نزل من الحق وﻻ يكونوا كالذين أوتوا الكتاب من قئل فطال عليهم الأمد فقست قلوبهم وكثير  منهم فاسقون.

“Apakah belum tiba saatnya untuk orang-orang  yang beriman untuk hati-hati mereka itu khusyu’ kepada peringatan Alloh dan kepada kebenaran yang telah turun? Dan jangan sampai mereka menjadi seperti orang-orang yang diberi kitab sebelum mereka lalu masa yang panjang berlalu pada mereka, lalu hati mereka menjadi kaku dan keras, dan kebanyakan dari mereka itu fasiq.”

Syaikhul islam rohimahulloh berkata: “Dan khusyu’ itu mengandung dua makna: yang Pertama: tawadhu’ dan kehinaan diri. Yang Kedua: ketenangan dan ketentraman. Dan yang demikian itu mengharuskan adanya kelembutan hati yang menghilangkan kekakuan. Maka kekhusyu’an hati itu mengandung penghambaan diri pada Alloh dan ketentraman dengan-Nya juga.” (“Majmu’ul Fatwa”/7/hal. 28).

Hari 45 

Jum’at, 28 Rabi’ul Akhir 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy memberikan Faedah Ilmiyyah :

Kami beri judul : Al-Qur’an diantara Ahlus-Sunnah dan Ahlul Bid’ah

Hari 44

Kamis, 27 Rabi’ul Akhir 1435 H 

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy  memberikan Faedah Ilmiyyah:

 Dari Al Imam Asy Syaukaniy rohimahulloh:

ومن رام أن ينصر باطلا أو يدفع حقا فهو مركوس, من غير فرق بين رئيس ومرؤوس. وإذا جاء نهر الله بطل نهر معقل. وعند عزائم الرحمن يندفع كيد الشيطان.

“Dan barangsiapa bermaksud menolong kebatilan atau menolak kebenaran, maka dirinya akan terbalik, tanpa dibedakan antara pemimpin dan yg dipimpin. Dan jika sungai Alloh telah datang, batallah sungai Ma’qil. Dan ketika telah pasti ketetapan Ar Rohman, tertolaklah tipu daya setan.” (“Adabuth Tholab”/hal. 147/cet. Darul Kutubil ‘Ilmiyyah). 

Abu Abdirrahman Ishaq Pinrang Al-Bugisiy memberikan  Faedah Ilmiyyah :

بسم الله،,حكم قول”شكرا” لمن أسدى معروفا إلى شخص_ لفضيلة الشيخ أحمد النجمي_رحمه الله. السؤال:  ما حكم قول: ((شكرا)) لمن أسدى معروفا إلى شخص? الجوابمن فعل هذا فقد ترك الأفضل،وهو جزاك الله خيرا. وبالله التوفيق.

) انظر: فتح الرب الودود في الفتاوى و الرسائل و الردود لفضيلة الشيخ أحمد بن يحي النجمي_رحمه الله_ 68(.

Pertanyaan:  Apakah hukum mengucapkan” syukron/terima kasih” kepada seseorang yang telah berbuat kebaikan? jawaban:  Orang yang melakukan hal tersebut sungguh telah meninggalkan perkara yang lebih afdhol/utama,yaitu ucapan:  جزاك الله خيرا  “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan”. (Lihat kitab: “fathu robbil waduud fil fataawa war rosaail war-ruduud,karangan syaikh ahmad bin yahya an-najmy_رحمه الله,jilid 1/68).

Hari 43

Rabu, 26 Rabi’ul Akhir 1435 H 

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy memberikan Faedah Ilmiyyah :

قال شجاع بن الوليد في صدع سفيان الثوري رحمهما الله بالحق: كنت أحج مع سفيان, فما يكاد لسانه يفتر من الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر, ذاهبا وراجعا. (سير أعلام النبلاء/7/ص259(

Faidah hari ini: Syuja’ Ibnul Walid berkata tentang ketegasan Sufyan Ats Tsauriy dalam kebenaran: “Dulu aku berhaji bersama Sufyan. Hampir-hampir lidah beliau tidak berhenti dari amar ma’ruf nahi munkar, saat berangkat dan saat pulang.” (“Siyar A’lamin Nubala”/6/hal. 259).

Hari 42

Selasa, 25 Rabi’ul Akhir 1435 H

Abu Abdirrahman Ishaq Pinrang Al-Bugisiy memberikan Catatan Faedahnya :

Cerita lucu yang dikisahkan oleh Sheikh Muqbil –رحمه الله– di sela-sela pelajaran yang beliau ajarkan :

الأعمش والقصاص

كان بعض القصاص يقص،و في المجلس الأعمش،فجعل الأعمش ينتف شعر إبطه.فقال القصاص: ما أسوأ أدبك،نحن نحدث وأنت تنتف إبطك.فقال الأعمش: أنا في السنة وأنت في كذب.

أنظر:((تحذير الخواص من أحاديث القصاص))للسيوطي،ص:197-198.ط/المكتبة الإسلامي.

KISAH AL-IMAM AL-A’MASY BERSAMA SEORANG TUKANG CERITA/DONGENG

“Sebagian tukang cerita/dongeng sedang mengisahkan ceritanya, dan dalam majlis tersebut terdapat Al-A’masy yang tetap saja mencabut bulu ketiaknya. (Melihat kelakuan Al-Imam A’masy)berkatalah tukang cerita tersebut: Betapa buruknya adab kamu! Kami sedang menceritakan kisah dan kamu tetap aja mencabut bulu ketiak, Berkata Al-A’masy: “Aku sedang mengamalkan sunnah,adapun kamu berada di atas kedustaan.”

أنا إن شاء الله

أراد رجل أن يذهب إلى السوق ليشتري حمارا،فقال:سأذهب غدا لأشتري حمارا،فقالت له امرأته: قل إن شاء الله.فقال:لماذا?!النقود في جيبي،والحمار في السوق.

ثم ذهب،وبينما هو في الطريق نظر في بئر،فتساقطت النقود من جيبه في الئر،فخلع ثيابه و نزل،فلم يجد النقود،وجاء اللص فأخذ ثيابه،ثم رجع إلى بيته عريانا،فقرع الباب،فقالت زوجته من?قال:أنا إن شاء الله

AKU “INSYA ALLAH”

Seorang lelaki hendak berangkat ke pasar untuk membeli seekor keledai, kemudian dia berkata: Aku akan berangkat ke pasar untuk membeli seekor keledai. Sang istri pun berkata: Katakanlah: “insyaallah”. Sang suami menjawab: Mengapa(harus mengatakan insyallah)? Bukankah uang berada di sakuku,dan keledai ada di pasar. (Tak lama berselang)berangkatlah sang suami ke pasar, ketika berada di pertengahan jalan,lelaki tersebut menengok sebuah sumur,maka berjatuhanlah uang yang berada di sakunya ke dalam sumur. Ia pun melepaskan baju,lalu turun ke dalam sumur akan tetapi ia tidak mendapatkan uang tersebut. Datanglah seorang pencuri,mengambil baju sang lelaki. Ia pun kembali ke rumahnya dalam keadaan telanjang,sambil mengetuk pintu. Berkata sang istri: Siapa? Sang suami menjawab: “AKU INSYAALLAH.”

Kisah ini ana nukilkan dari kitab : At-Taaj Al-Mukallal Fawaid min durus Asy-Syaikh muqbil-رحمه الله-)) Hal:243 dan 248.

Hari 41

Senin, 24 Rabiul Akhir 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy memberikan FaedahIlmiyyah

Ada soal: Dulu ana memahami bahwa memakai emas melingkar harom bagi wanita berdasarkan dalil yang di sebutkan Syaikh Al-Albaniy dalam kitab ADABUZ ZIFAF. Namun seiring berjalannya waktu dapat pula ana informasi bahwa ulama yaman membolehkan emas melingkar bagi wanita. Ana inginkan dari antum penjelasannya.

Ana jawab -billahittaufiq-: Robi’ah Ar-Roiy dan lain-lain melarang karena ada hadits yang melarang. Tapi dijawab oleh para ulama bahwa hadits tadi kalah kuat dengan hadits-hadits yang membolehkan memakai kalung emas  cincin emas dan lain-lain. Makanya Al Imam Asy-Syinqithiy rohimahulloh berkata setelah menyebutkan lemahnya pendapat dilarangnya memakai emas melingkar: “Wanita itu tidak terlarang memakai perhiasan emas (melingkar/tidak), dalam suasana ihrom ataupun bukan ihrom.” (Syarh Zadil Mustaqni’/5/hal. 196).

Adapun untuk zakat perhiasan emas, Asy Syaikh Abdul Wahhab Asy Syamiriy menjawab: jika telah mencapai 85 gram, maka zakatnya seper empat puluh.

Hari 40

Ahad, 23 Rabiul Akhir 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy memberikan FaedahIlmiyyah:

Al Imam Asy Syaukaniy rohimahulloh berkata:

“Kebenaran itu akan tertolong, kebatilan itu akan telantar. Dan hanya milik Alloh sajalah segala pujian.” (Adabuth Tholab/hal. 142/Darul Kutubil ‘Ilmiyyah).

Banyak orang menyampaikan faidah denga copy paste dari Syamilah dan lain-lain tanpa capek-capek. Ada juga yang susah payah menulis sedikit demi sedikit dengan bahasa arab, lalu menerjemahkannya ke bahasa lain sehuruf demi sehuruf. Pahalanya tidak sama. Pahala itu sesuai kadar nafqah yang dikeluarkan dan kecapekan yang diderita, sesuai dengan hadits ‘Aisyah muttafaqun ‘alaih

Hari 39

Sabtu, 22 Rabi’ul Akhir 1435 H

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limbory memberikan Pemberitahuan

Alhamdulillah setiap hari Jum’at setelah sholat maghrib ada muhadhoroh di masjid As-Sunnah Madinah  Sakaniyyah Sa’wan Sana’a, Jum’at lalu yang muhadhoroh adalah Syaikhuna Abdulloh bin Lamh Al-Khaulaniy dan pada Jum’at hari ini tadi yang muhadhoroh Asy-Syaikh Ahmad Al-Habsiy, dan Insya Alloh muhadhoroh setiap Jum’at akan terus ada. Walhamdulillah besok Sabtu Syaikhuna Abu Abdirrohman Fath Al-Qodasiy mulai membuka pelajaran khusus yaitu dengan kajian kitab AL-AQIDAH ATH-THOHAWIYYAH dan pekan depan beliau Insya Alloh akan membuka pelajaran khusus tentang ILMU SHORF dengan membaca kitab karangan beliau FATHUL WADUD.  Disamping beliau membuka pelajaran khusus, beliau berserikat pula dengan Syaikhuna Abdul Basith Al-Amroniy dalam mengisi kajian umum di masjid As-Sunnah, Alhamdulillah pelajaran khusus semakin ramai.

Alhamdulillah di masjid Jami’ Al-Fath Sana’a kajian umum rutin bersama Asy-Syaikh Abu Ishaq Muhammad juga ada, bahkan kajian khusus semakin bertambah banyak di sana, begitu pula kajian di masjid Bilal dekat bandara Sana’a yang diisi oleh Asy-Syaikh ‘Adil tetap ada, bahkan ada juga kajian khusus di sana, Alhamdulillah. 

Hari 38 

Jum’at, 21 Rabi’ul Akhir 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy memberikan Faedah Ilmiyyah: 

قال شيخ الإسلام رحمه الله: الدنيا كلها ملعونة ملعون ما فيها إلا ما أشرقت عليه شمس الرسالة وأسس بنيانه عليها. ولا بقاء لأهل الأرض إلا ما دامت آثار الرسل موجودة فيهم, فإذا درست آثار الرسل من الأرض وانمحت بالكلية خرب الله العالم العلوي والسفلي وأقام القيامة. (مجموع الفتاوى/19/ص101.(

Syaikhul Islam rohimahulloh berkata: “Dunia itu terlaknat, dan apa saja yang di dalamnya juga terlaknat kecuali perkara yang disinari oleh matahari risalah dan apa saja yang dibangun di atasnya. Dan penduduk bumi tak bisa lestari kecuali selama bekas-bekas para Rosul itu masih ada di tengah-tengah mereka. Jika bekas-bekas para Rosul telah luntur dari bumi dan terhapus secara total, Alloh akan meruntuhkan alam atas dan bawah, dan akan mendatangkan Kiamat.” (“Majmu’ul Fatawa”/19/hal. 101).

Ada yang bertanya ? Bismillah. Ya Akhuna Aba Fairuz, mohon penjelasan lebih detail perihal “kecuali perkara yang disinari oleh matahari risalah” Jazakallahu khaira.

Perkara yang disinari oleh matahari risalah adalah seluruh urusan agama dan dunia yang dibimbing oleh cahaya Al Qur’an dan As-Sunnah yang dibawa oleh Nabiyyul Huda Muhammad Shollallohu’alaihiwasallam.

Makanya Syaikhul Islam rohimahulloh berkata tentang besarnya nikmat datangnya Nabi pada umat ini: “Maka Alloh mengutus beliau sebagai rohmat untuk alam semesta, penunjuk rute bagi orang-orang yang menempuh perjalanan, argumentasi terhadap seluruh makhluk, mewajibkan pada para hamba untuk menaati beliau, mencintai beliau, menghormati beliau, memuliakan beliau, dan menunaikan hak-hak beliau.

Dan Alloh menutup seluruh jalan yang ditempuh menuju ke diri-Nya, maka Dia tidak membuka untuk satu orangpun kecuali dari jalan sang Nabi. Dan Alloh mengambil janji yang teguh dan sumpah yang kokoh dari seluruh Nabi dan Rosul agar mereka beriman pada Nabi tadi dan mengikutinya, dan memerintahkan mereka untuk mengambil janji dan sumpah tadi dari para mukminin yang mengikuti mereka.

Alloh mengutus beliau dengan petunjuk dan agama yang benar sebelum datangnya hari kiamat ini, sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, serta sebagai penyeru ke jalan Allah dengan seidzin Alloh, dan sebagai pelita penerang.

Maka Alloh menutup risalah dengan beliau, dan membimbing dari kesesatan, melalui beliau, dan mengajari dari kebodohan, melalui beliau, serta membuka mata yang buta, telinga yang tuli, dan hati yang tertutup, melalui risalah beliau. Maka dengan risalah beliau bersinarlah bumi setelah sebelumnya diselimuti kegelapan, hati-hati menyatu setelah sebelumnya bercerai berai.

Maka Alloh dengan risalah Sang Nabi menegakkan agama yang bengkok, menerangkan jalan yang putih, melapangkan untuk beliau dada beliau, menghapus dari beliau dosa beliau, mengangkat penyebutan beliau, dan menjadikan kehinaan dan kerendahan untuk orang yang menyelisihi perintah beliau.” (selesai dari “Majmu’ul Fatawa”/19/hal. 102).

Ada yang bertanya : Bismillah, Ya Akhuna Aba Fairuz, adakah saat sebelum berlaku kiamat itu sudah tak ada lagi ulama dan ahlu sunnah?

Na’am, sebagaimana dalam hadits Abdulloh bin Amr Ibnul ‘Ash Rodhiyallohu’anhuma dalam Shohih Muslim tentang angin yang akan bertiup dari Syam dan Yaman yg mengambil nyawa seluruh mukmin.

Aamiin, wa iyyakum. Dalam hadits dialog antara ‘Uqbah bin ‘Amir dengan Abdillah bin Amr ibnul ‘Ash, Uqbah berkata rodhiyallohu’anhum:

وأما أنا فسمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: (لا تزال عصابة من أمتي يقاتلون على أمر الله قاهرين لعدوهم لا يضرهم من خالفهم حتى تأتي الساعة وهم على ذلك.(

“Adapun aku, maka aku dengar Rosululloh shollallohu’alaihiwasallam bersabda: “Senantiasa ada sekelompok orang dari umatku yang berperang di atas perintah Alloh dalam keadaan mereka mengalahkan musuh mereka. Orang yang menyelisihi mereka tidak akan bisa membahayakan mereka, sampai datang saat kematian (atau hari Kiamat) dalam keadaan mereka demikian.”

Maka Abdulloh bin Amr berkata:

أجل, ثم يبعث الله ريحا كريح المسك مس الحرير فلا تترك نفسا في قلبه مثقال حبة من الإيمان إلا قبضته ثم يبقى شرار الناس عليهم تقوم الساعة.

“Itu benar, kemudian Alloh mengirimkan angin seharum misik selembut sutra, lalu angin itu tidak meninggalkan satu jiwapun yang di hatinya ada sebiji sawi keimanan kecuali akan mencabutnya. Lalu tersisalah manusia-manusia terburuk, pada mereka itulah terjadi Hari Kiamat.” (HR. Muslim/1924).

Hari 35

Selasa, 18 Rabi’ul Akhir 1435 H  

 Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy memberikan Faedah  Ilmiyyah:

 Syaikhul Islam rohimahulloh berkata: 

من يتحر الخير يعطه ومن يتوق الشر يوقه.

“Barangsiapa bersungguh-sungguh mencari kebaikan, Alloh akan memberinya. Dan barangsiapa menghindari kejelekan, Alloh akan melindunginya darinya.” (Iqtidhoush Shirothil Mustaqim/2/hal. 270).

Al-Imam Al-Hafizh Al-Mujaddid As-Salafiy Muhammad bin Ibrohim Ibnul Wazir Al Hasaniy rohimahulloh (wafat 840 H):

علمت بالتجربة الضرورية في نفسي وغيري أن أكثر جهل الحقائق إنما سببه عدم الاهتمام بتعرفها على الإنصاف لا عدم الفهم, فإن الله وله الحمد قد كمل الحجة بالتمكين من الفهم, وإنما أتي الأكثر من التقصير في الاهتمام.

“Aku tahu dengan pengalaman yang pasti pada diriku dan orang lain bahwa kebanyakan ketidaktahuan manusia terhada hakikat-hakikay itu sebabnya hanyalah tidak seriusnya perhatian dia pada upaya untuk mengetahuinya secara objektif (adil), bukan karena tidak adanya pemahaman, karena sesungguhnya Alloh, dan hanya utk-Nya sajalah pujian, telah menyempurnakan hujjah dengan memberikan kemampuan pada manusia untuk memahami. Hanya saja kebanyakan manusia mengalami kegagalan dikarenakan dia kurang serius utk berusaha mengetahui.” (Itsarul Haqq ‘Alal Kholq/hal. 28/Ibnul Wazir).

Comments on: "Mendulang Faedah-Faedah Ilmiyyah dari Bumi Hijrah (Bagian 1)" (9)

  1. Abu Abdillah 'Utsman bin Hasanuddin As-Sibirutiy said:

    Bismillaah. Assalaamu’alaikum, aba yasmin abu fairuz kapan pulangnya?

    Suka

  2. ummu abdillah said:

    Assalamu`alaikum warahmatullah
    Afwan,, jika antum ada waktu bisa minta di terjemahkan :
    Muhadharoh Syaikh Abu Abdirrohman Yahya bin Ali Al-Hajuriy Hafidzahullah di Masjid Al-Fath Shon’a, setelah kepulangan beliau dari negeri Haramain. Kalau bisa di You Tube, jadi ada suara dan ada teks terjemahannya sehingga kami bisa lebih banyak mengambil faedah, jazaakumullaah khoiron..

    Suka

    • Kepada Ikhwah…
      Sekiranya bisa membantu ikhwah lainnya dalam menterjemahkan Muhadharah Sheikh Yahya atau yang lainnya.
      Mohon maaf, mengingat keterbartasan waktu dan kesibukan yang ada pada kami, sehingga kami kesulitan untuk membagi dalam hal ini.
      Silahkan kepada ikhwan yang bisa membantu.
      JazakumullahuKhairan. Barakallahufiik

      Suka

  3. Bismillaah kayfahaaluk yaa aba jasmine?

    Suka

  4. Abu Muhammad said:

    Bismillah untuk klarifikasi atau tabayyun ke Yaman Dammaj apakah benar berita ini ” Allahu Akbar : Kondisi Darul Hadits Dammaj Sekarang

    Bismillah

    Darul Hadits Dammaj, Ma’had yang didirikan oleh asy-Syaikh al-Imam Muqbil bin Hadi al-Wadi’i rahimahullah

    Telah selesai upaya renovasi sebagian besar bangunan-bangunan di ma’had. Durus sekarang sudah dimulai. Sudah ada durus Shahih al-Bukhari dan Aqidah untuk dewasa. Juga ada durus al-Qur`an, Tajwid, dan Nahwu untuk anak-anak dengan berbagai tingkatan. Tak ketinggalan juga, durus untuk para wanita, dengan berbagai tingkatannya.

    Yang mengajar adalah para mustafid ikhwah dan akhwat dari putra-putra Dammaj. Mereka adalah para thullab Ma’had Dammaj yang sudah bertahun-tahun di Dammaj sejak awal tegaknya dakwah.

    Ma’had dan masjid terbuka untuk para penuntut ilmu. Bagi yang berkeinginan untuk hadir di dars maka dipersilakan untuk bersegera – terutama bagi ikhwah sekitar ma’had – Jalan menuju sana mudah.

    Pengampu ma’had sekarang adalah asy-Syaikh ‘Adil bin Mi’wadh al-Wadi’i hafizhahullah, salah seorang murid asy-Syaikh Muqbil al-Wadi’i rahimahullah. Beliau telah berkunjung ke asy-Syaikh ‘Ubaid al-Jabiri hafizhahullah dan asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah sebulan lalu kurang lebih, dan asy-Syaikh Rabi’ memotivasi beliau untuk segere memulai dars, seraya asy-Syaikh Rabi’ mengingatkan beliau dengan asy-Syaikh Muqbil ketika dulu memulai dakwah ketika itu tidak ada seorang pun bersama beliau.

    Sumber http://m-sobolalhoda.net/salafi/showthread.php?t=9380

    http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=143353

    Suka

  5. atty rohayati said:

    Subbhannalloh. Jazakumullohu khoiron.

    Suka

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: