“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Membela As-Sunnah

قال الشيخ مقبل بن هادي الوادعي – رحمه الله
فنحن مدافعون عن السنة لا عن أنفسنا، ونحن نسمع أناساً يسبوننا، ولا نرد عليهم وليس لدينا وقت للمدافعة عن أنفسنا ، لكن عن السنة لو تعاضضنا با لضروس ، فلا نترك أحداً يتكلم في السنة رسول الله صلى الله عليه وعلى آله وسلم سواء أكان شيعياً ، أو صو فياً ، أم من الإخوان المسلمون ، فنحن فداء للسنة وأعرضنا فداء للسنة
.


Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i Rahimahullah berkata:
“Kami adalah para pembela sunnah bukan para pembela diri-diri kami, kami dengar orang-orang mencerca kami, dan kami (biarkan) tidak membantah mereka lagi pula kami tidak ada waktu untuk membela diri-diri kami, tapi kami (akan) membela sunnah walaupun (sampai) baku gigit dengan gigi geraham, kami tidak akan meninggalkan seorangpun berbicara (buruk) terhadap sunnah, sama saja apakah pembicara itu adalah orang syiah, atau shufi ataukah dari kalangan ikhwanul muslimin, kami sebagai tebusan as sunnah dan kehormatan kami sebagai tebusan as sunnah. (Sumber kitab Nashaih wa Fadhoih, hal; 154-155).

Kiriman dari : Abu Abdirrahman Shiddiq Al-Bugisiy di Shan’a 15 Rabiul Akhir 1435 H

Baca Juga Mutiara Salaf Lainnya “Disini

Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: