“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

UCAPAN SYUKUR

DARI ORANG YANG HATINYA TERKUBUR

Pertanyaan:

Saya mendengar para penuntut ilmu asal Indonesia yang belajar di Ma’bar, ketika mereka mendengar bahwa Ahlussunnah yang di Dammaj diperangi hingga sampai hijroh meninggalkan Dammaj maka mereka bilang: “Alhamdulillah kita dulu tidak jadi ke Dammaj…”, apakah dibenarkan rasa syukur seperti itu?.

Jawaban:

بسم الله الرحمن الرحيم، وبه نستعين، وبعد:

Tidak ada yang merasa bersyukur dengan apa yang menimpa Ahlussunnah wal Jama’ah melainkan hanya dari orang-orang yang hatinya terdapat penyakit lagi buta:

{فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ} [الحج: 46].

“Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta adalah hati yang di dalam dada”. (Al-Hajj: 46).

Orang yang buta hatinya tidak akan bisa membedakan antara al-haq dan al-batil, bahkan terbalik bagi mereka, yang al-haq dikatakan al-batil, bala’ yang baik dan jihad serta hijroh dikatakan sebagai azab dan petaka, orang kafir dikatakan sebagai orang muslim, inilah realita yang kita dapati pada diri Muhammad bin Abdillah Ar-Rimiy yang masyhur dengan Al-Imam, maka tidak heran bila murid-muridnya berucap dengan ucapan itu.

Hanyalah orang yang buta hatinya bersyukur bila tidak melaksanakan amal sholih.

Orang-orang sholih terdahulu bila mereka ketinggalan terhadap suatu amalan maka mereka seakan-akan ketinggalan amalan yang banyak, apalagi amalan seperti menuntut ilmu, jihad dan ditambah hijroh, bila seseorang merasa bersyukur karena tidak melakukan amalan-amalan ini maka sungguh dia adalah orang sesat lagi hina bahkan termasuk paling rendahnya makhluk, karena termasuk dari sifat orang yang selamat adalah senang melakukan amal sholih:

{إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ} [البينة: 7].

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk”. (Al-Bayyinah: 7). Alloh Ta’ala berkata:

{إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَنُ وُدًّا (96) فَإِنَّمَا يَسَّرْنَاهُ بِلِسَانِكَ لِتُبَشِّرَ بِهِ الْمُتَّقِينَ وَتُنْذِرَ بِهِ قَوْمًا لُدًّا (97)} [مريم: 96، 97].

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal sholih, kelak Ar-Rohman (Alloh Yang Maha Pemurah) akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang, maka sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran itu dengan lisanmu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengannya kepada orang-orang yang bertaqwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang”. (Maryam: 96-97).

Dijawab oleh:

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy

Di masjid Sa’wan Sana’a Yaman.


Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: