“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

LIPUTAN Perjalanan Hijrah Ke Bumi Hudaidah

(Bagian Pertama)

Download : Video Kenangan Jihad Dammaj 1434-1435 H -Size : 31.1 MB mp4- atau lihat Online >Disini <

Hari 17

Jum’at, 30 Rabi’ul Awwal 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan : Pagi ini, Jum’at pukul. 06:30 WY saat ana duduk di Maktabah Masjid Sa’wan, tempat aktivitas pendataan Syaikh AbdulWahhab Asy Syamiriy hafizhohulloh, tiba-tiba saja datang Syaikhunal Imam Yahya Al Hajuriy hafizhohulloh dengan keluarga dan lain-lain, maka ana sambut tokoh yang selama 10 tahun mendidik dan mengurusi ana tersebut dan melepas kerinduan, dan ana menanyakan kesehatan beliau, maka beliau menjawab cukup sehat. Kata Abu Isma’il Al Hajuriy, memang belian agak flu kemarin-kemarin, sekarang sedang sehat. Kata Ali Al Hajuriy, InsyaAlloh Syaikh Yahya akan khothbah Jum’at di Masjidis Sunnah Sa’wan ini.

Di sela-sela kabar-kabar Yaman, pagi ini Abu Hamzah Ali Jihaf hafizhohulloh mengirimkan beberapa kata-kata  mutiara dari para ulama sebagai bentuk penjagaan kemurnian aqidah, kelurusan manhaj dan kebersihan dakwah:

Mutiara salaf 7Assunnah (demi yang tidak ada sesembahan yang berhak di sembah selain Dia) adalah ada di antara ghuluw dan menganggap remeh (nglenyek). Maka bersabarlah di atasnya semoga Allah merohmati kalian. Sesungguhnya ahlus sunnah adalah paling sedikit di antara manusia pada zaman dahulu, dan mereka juga sedikit pada zaman sisanya (sekarang). Mereka adalah orang yang tidak ikut bersama orang kaya bersama kekayaanya.  Dan tidak juga bersama ahlu bid’ah bersama kebid’ahanya. Dan mereka bersabar atas sunnah mereka sampai mereka menjumpai rob mereka. Dan begitulah hendaknya kalian menjadi (ahlus sunnah).   hasan al bashri rohimahullaah (syarah aqidah  thohawiyyah 1/252)

mutiara salaf 1Rasulullah shallallahu alaihi wassalam.”Sesungguhnya di depan hari kiamat nanti ada kekacauan, yaitu pembunuhan. Tidaklah itu pembunuhan terhadap orang kafir, akan tetapi pembunuhan suatu kaum sebagian pada sebagian yang lain sampai-sampai seseorang berjumpa dengan saudaranya, maka dia membunuhnya. Di angkatlah akal akal dari yang memilikinya pada saat itu dan di gantikan baginya debu/sesuatu yang tidak berharga dari manusia yang dengan itu kebanyakan dari mereka mengira telah berada pada suatu keadaan padahal tidaklah demikian”. Di shohihkan oleh Al albani pada shohihul jami’ NO 2047

Mutiara salaf 3Berkata sufyan ats tsauri rohimahullah.   “wahai saudaraku, janganlah kalian berkeinginan (iri) terhadap ahlu syahwat dengan syahwat mereka, dan jangan pula seperti apa yang mereka terbalik dlm memahami nikmat.  Sesungguhnya di hadapan mereka ada suatu hari dimana tergalincir pada hari itu kaki kaki, menggigil badan badan, dan berubah warna warna (raut muka), dan akan lama berdiri (menanti hisab), akan berat pada hari itu perhitungan, dan berserak di dalamnya hati hati hingga mencapai kerongkongan. Maka wahai yg memiliki hati, apa bagianmu dari penyesalan atas apa yang telah menimpa dari syahwat syahwat ini?”  dikutip dari hilyatul auliya’ 7/24

mutiara salaf 3Telah berkata Syaikh Buqbil bin Hadi al Wad’i Rahimahullah, “Maka aku nasehatkan kepada semua sunny untuk bersabar atas kemiskinan dan atas gangguan walau jika itu dari penguasa. Dan berhati-hatilah akan bisikan dalam hatimu yang berkata “Kelak kami akan bangkit dengan sebuah pemberontakan dan kudeta” (Dan jika itu terjadi) maka engkau akan menumpahkan darah kaum muslimin. Tuhfatul mujib

Mutiara salaf 4Berkata al allamah sholih fauzan hafidhohullah dalam “al ijaabah lil hammah” halaman 47-48.
Tidaklah ibroh itu dengan penisbatan atau pada apa yang nampak dari luar. Akan tetapi ibroh itu adalah dengan kenyataan da bukti-bukti nyata dari berbagai perkara. Maka suatu golongan yang mereka menasabkan kepada dakwah wajib bagi mereka untuk memperhatikan apa yang ada pada mereka.
di mana mereka belajar?
Dan darimana mereka mengambil ilmu?
Dan kemana mereka menuju?
Dan apa aqidah mereka?
dan dilihat pada perbuatan-perbuatan dan jejak-jejak dari perbuatan mereka pada manusia dan apa saja dari kebaikan nereka?
Dan apa saja urutan atas perbuatan mereka dari perbaikan?
Wajib bagi mereka mempelajari keadaan keadaan mereka sebelum terpedaya oleh perkataan perkataan mereka dan perbuatan yang nampak dari mereka.
Poerkara ini adalah wajib ada pada mereka secara khusus pada zaman ini dimana telah tersebar di dalamnya para da’i yang menyeru kepada fitnah.
Dan sungguh Rosulullah telah mensifati da’i da’i fitnah tersebut dengan sifat bahwa mereka adalah dari golongan kami, berbicara dengan bahasa kami”

Mutiara salaf 5Berkata Abdullah ibnu Abbas rodhiallaahu ‘anhuma “janganlah kalian duduk duduk dengan ahlul bid’ah! Sesungguhnya duduk duduknya kalian bersama mereka, menyakitkan (menimbulkan syubhat) bagi hati”  al ibanah milik Ibnu Batthoh 1/136

IMutiara salaf 6Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda “sesungguhnya perupa makhluk bernyawa (akan) masuk dalam neraka dan akan di tiupkan pada setiap gambar yang dibuatnya ruh dan akan menyiksa mereka di neraka jahanam” riwayat muslim.  Ibn abbas rodhiallaahu ‘anhuma “jika engkau memang harus melakukanya (menggambar) maka buatlah gambar pohon atau apa saja yang tidak memiliki ruh”

Sholat dengan Satu Baju

Tentang sholatnya Jabir dengan satu baju saja, dan menyatakan bahwa dulu Nabi shollallohu’alaihi wasallam sholat dengan satu baju, maka Ibnu Hajar rohimahulloh menjelaskan:

والغرض بيان جواز الصلاة في الثوب الواحد ولو كانت الصلاة في الثوبين أفضل.

“Dan tujuan beliau adalah untuk menjelaskan tentang bolehnya sholat di dalam satu baju, sekalipun sholat dalam dua baju itu lebih utama.” (Fathul Bari/1/hal. 468).

Syariat tentang ini terasa faidahnya, terutama bagi orang yang sedang mengalami musibah kemiskinan yang sangat seperti di zaman Nabi sholallohu’alaihiwasallam, atau kecurian baju sebagaimana yang dialami Al Imam Ahmad saat belajar di Makkah dan dialami sebagian ikhwah kita yang masih kesusahan sebagai pengungsi, lalu sebagian bajunya dicuri orang. Makanya Ibnu Hajar dalam mensyaroh ucapan Jabir rodhiyallohu’anh berkata:

أي: كان أكثرنا في عهده صلى الله عليه وسلم لا يملك إلا الثوب الواحد ومع ذلك فلم يكلف تحصيل ثوب ثان ليصلي فيه فدل على الجواز.

“Yaitu: dulu kebanyakan dari kami pada zaman Beliau shollallohu’alaihiwasallam tidak memiliki selain satu baju tapi bersamaan dengan itu dia tidak dibebani untuk mendapatkan baju yang kedua untuk sholat dengan baju itu. Maka ini menunjukkan bahwasanya itu boleh.” (Fathul Bari/1/hal. 469). 11 : 49 wib

Hari 16

Kamis, 29 Rabi’ul Awwal 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan dari Abu Zakariyya Harits mengatakan : Alhamdulillah tadi sheikh yahya sudah di shona’. Alhamdulillahirobbil’alamin. Kami sudah amat rindu dengan wajah dan dars-dars beliau. Kami sudah rindu dengan udara pedesaan, jauh dari hiruk pikuk klakson mobil. 

Berita baru: Akh Abu Mu’adz Hamud Al Ashbuhiy menuliskan kabar pada kami bahwa qobilah-qobilah di Arhab Shon’a berhasil menguasai gunung “Syabakah” secara keseluruhan, dan seorang komandan Hutsiyyun menyerahkan diri.

Beliau juga menuliskan kabar pada kami bahwa di daerah Aziz Shon’a para bapak-bapak yang sebelas anak mereka mati akibat penipuan Hutsiyyun marah dan berupaya meruntuhkan gedung sekolah mereka. Mereka tertipu dan menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah Hutsiyyun. Lalu Hutsiyyun mengumumkan acara tamasya ke Hudaidah. Ternyata anak-anak tadi dipaksa Hutsiyyun untuk menyerang Ahlussunnah di medan perang yang lalu sehingga 11 anak mati. Sekarang para bapak-bapak tadi marah berupaya meruntuhkan gedung sekolah Hutsiyyun di daerah Aziz. Terjadi perang di antara kedua belah pihak. 02 : 16 wib ومكروا ومكر الله والله خير المكرين اللهم اقتل الحوثيين ومزقهم كل ممزق 

Hari 15

Rabu, 28 Rabi’ul Awwal 1435 H 

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan : Akh Ahmad Al-Hakamy di Saudiy mengabarkan kepada kami bahwa Sheikh Yahya dan rombongan beliau ada di Saudi untuk Umroh. Sheikh Yahya agak sakit  dan capek. Syafahulloh wa ro’ah. 10 : 03 wib

Tadi pagi Akh Ishaq Al-Ibbiy yang ada di Hasyid menelpon ana dan memberitahukan bahwa di Wadi Dannan agak tenang, tapi di Khaiwan perang lagi. Rofidhoh selalu melanggar ishlah (perdamaian). 01 : 07 wib

Hari 14

Selasa, 27 Rabi’ul Awwal 1435 H

Muhadharah Hari Jum'at

Hari 13

Senin, 26 Rabi’ul Awwal 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan : Telah mengabari kami akh Zahid Azh Zhirofiy bahwa Sheikh Muhammad Al Hasyidiy menulis surat dorongan pada segenap mujahidin untuk menuju ke medan laga Hasyid demi membantu para mujahidin Hasyid menghadapi Rofidhoh Hutsiyyin.

الشيخ محمد الحاشدي ….عــاااااجـل

ندعو إخواننا المجاهدين في جبهات القتال الذين كانوا في كتاف وحجور الجوف ودماج أن يهبوا لنصرة إخوانهم في جبهات حاشد وانلا يضعوا سلاحهم وإياكم أنيكون عملاء أمريكاء وأذناب إيران أحسن منكم فقد توافدوا من كل مكان إلى حاشد وإنشاء الله ستكون مقبرتهم في حاشد وعندي ثقة في الله أن ما عملوه بإخواننا في دماج سيكون سبب لنصرنا عليهم فإن الظلم حبله قصير وعاقبته إلى زوال

Kami menyeru kepada ikhwan-ikhwan kami para mujahid di medan medan laga baik itu di kitaf, hajur, jauf dan dammaj  untuk memberi pertolongan bagi saudara mereka di jabhah hasyid. Jika tidak maka mereka akan meletakkan senjata-senjata mereka dan hati-hatilah kalian atas jongos-jongos Amerika dan ekor-ekor Iran karena itu lebih baik bagi kalian sungguh mereka telah menyalakan api peperangan pada semua tempat hingga Hasyid. Dan insyaAllah hasyid akan menjadi kuburan bagi mereka (Hutsy)  dan saya percaya kepada Allah bahwa apa yg mereka perbuat terhadap ikhwan-ikhwan kita di dammaj akan menjadi sebab bagi pertolongan kami atas mereka. Sesungguhnya kedholiman itu kekuatanya sedikit dan kesudahanya adalah akan sirna. 09 : 31 wib

Hari 11 

Sabtu, 24 Rabi’ul Awwal 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan : Mengabarkan pada kami mas’ul ahli ‘Amron: akh Thoyif bin Rizq Al ‘Iyaniy bahwa di hari-hari  ini perang besar di Wadi Dannan. Hutsiyyun mati banyak sekali. Dari pasukan qobilah Hasyid  yang meninggal pada malam Jum’at 3 orang, pada malam Sabtu 2 orang. 1 : 06 wib

Alhamdulillah sebagaimana dalam sejarah yang dicatat oleh Imam Ibnu Katsir rohimahulloh, Ahlussunnah selalu menang jika baku hantam dengan rofidhoh. Tapi yang jadi masalah adalah rofidhoh menyuap kepala-kepala qobilah dan tokoh-tokoh militer dan pemerintahan untuk membantu mereka. Ali Al Baitiy cerita bahwa rofidhoh aktif menyuap para kepala qobilah di Hasyid untuk membeli beberapa pos.1 : 46 wib

Telah mengabarkan pada kami akh Abbas Al Hatimiy dari syaikh Abu Hatim Abdulloh Al Asymuriy bahwa maghrib tadi akh Abul Harits Al Mahwitiy meninggal dalam perang di Wadi Dannan Hasyid. Moga Alloh menerimanya sebagai syahid.1 : 56 wib

Hari 10

Jum’at, 23 Rabi’ul Awwal 1435 H 

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al- Limboriy  mengabarkan : Masjid Al-Faith di Hayy Ashbahi, syari’ Baihan San’a dari pagi tadi sudah dibanjiri kaum muslimin, di dalam masjid, halaman dan jalan-jalan di sekitarnya dipenuhi jama’ah, mereka menunggu untuk mendengarkan muhadaroh yang akan disampaikan oleh Syaikhuna Yahya pada setelah sholat maghrib. 22 :25 wib

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan : Asy Sheikh Al Qodhi Abu Muhammad Abdul Wahhab As Syamiriy Hafizhohulloh, sungguh kita yang di sini menyaksikan kerja keras beliau mengurusi kemaslahatan para thullab dan seluruh penduduk Dammaj, di Dammaj sampai di Sho’na sampai sekarang, siang malam dengan kesibukan yang luar biasa. Akhirnya beliau sakit dan butuh perawatan kesehatan, tapi tetap kerja. Jum’at pagi ini beliau berangkat ke pemandian air panas, bersama akh Abu Yahya Al Indonesiy, Muhammad Al Ibbiy dan Muhammad As Sakhobiy. Ana alhamdulillah mendapat kemuliaan diajak menyertai beliau ke lokasi yang amat jauh dari kota Shon’a, Wadi Jarif. Kami melintasi rute gunung dan lembah yang mengagumkan, di atas jalan beraspal yang mulus. Setelah satu jam perjalanan sampailah kami di Wadi Jarif, di perut suatu gunung. Pemandangannya lebih indah lagi. Di sepanjang perjalanan dengan pemandangan yang luas terbentang, di samping kami mengisi dengan candaan yang segar untuk mengganti kepenatan hishor, juga kami isi -dengan Taufiq Alloh semata- dengan dialog ilmiyyah dan fawaid. Di antara fawaid yg kami dapatkan adalah: bahwa hadits Ibnu Umar rodhiyallohu’anhuma:

كان النبي صلى الله عليه وسلم يصلي على راحلته حيث توجهت راحلته. فإذا أراد الفريضة نزل فاستقبل القبلة فصلى

“Nabi shollallohu’alaihiwasallam selalu sholat (sunnah) di atas kendaraan beliau (jika sedang safar dan sebagainya), ke arah manapun kendaraannya mengarah. Dan jika beliau ingin sholat wajib, maka beliau turun dari kendaraan dn menghadap qiblat dan bersholat.”Hadits riwayat Al Bukhoriy. Syaikh AbdulWahhab menyatakan bahwa untuk sholat wajib, harus turun dari kendaraan dan sholat di atas tanah dan menghadap qiblat.
Adapun untuk penumpang pesawat, jika dikhawatirkan waktu habis sebelum sampai di bandara, boleh sholat di atas pesawat. Bagaimana dengan penumpang bis yang sopirnya tak mau berhenti untuk sholat?
Sopirnya ditekan agar mau berhenti dan sholat pada waktunya. Tapi jika kita tidak bisa menekan dia, kita boleh sholat di atas bis, di waktunya. Inilah yang benar, bukannya menunggu sampai turun di terminal sampai keluar dari waktu sholat. Jalan pegunungan yang naik turun mengingatkan kami akan Hadits Jabir Rodhiyallohu’anh:

كنا إذا صعدنا كبرنا وإذا هبطنا سبحنا

“Dulu jika jalan kami naik, kami bertakbir, dan jika jalan kami turun, kami bertasbih.” (HR. Al Bukhariy).

Apakah hadits ini hanya berlaku saat safar? Kata beliau: Hadits ini datang saat suasana safar, tapi yang terpandang dalam hukum adalah keumuman lafazhnya, bukan kekhususan sebabnya. Maka kapan saja kita jalan mendaki, kita bertakbir, saat berjalan turun, kita bertasbih, sampai bahkan saat di masjid, tangga masjid dan sebagainya.

Akh Abu Yahya Sorowako bilang: “Ya Sheikh tadi malam jam tiga, anak saya lahir, laki-laki. Saya namakan siapa?” setelah dialog ini itu syaikh AbdulWahhab bilang: “Namai saja dengan AbdulWahhab.” Abu Yahya setuju. Lalu Sheikh berkata: “Aku yang akan menanggung aqiqohnya.” kami tertawa senang.

Na’am insyaAllah. Ana bertanya tentang hadits (Riwayat Hasan dari Samuroh Rodhiyallohu’anhu) bahwa Nabi Shollallohu’alaihiwasallam:

كل مولود مرهون بعقيقته.

“Setiap anak yg lahir itu tergadaikan dengan aqiqohnya.”
Maka beliau menyatakan bahwa ini menunjukkan bahwa aqiqoh itu wajib, tapi kewajibannya itu waktunya diperluas. Barangsiapa bisa pada hari ketujuh, maka itu afdhol. Jika tidak bisa, maka ditunggu sampai dia sanggup. Jika sang anak tak diaqiqohi ayahnya, maka silakan mengaqiqohi diri sendiri setelah besar. Jadi lafazh hadits:

يعق عنه في اليوم السابع

“Dia diaqiqohi pada hari ketujuh.”
Maka itu menunjukkan keutamaannya adalah pada hari ketujuh, bukan bahwa wajibnya adalah hari ketujuh.
Kami sempat tersesat jalan. Maka sang sopir dengan setengah bercanda menyalah-nyalahkan sang penunjuk jalan, lalu terjadi debat lucu. Maka penumpang yang lain bilang: “Ini perkara mudah, yang mikul kesalahan adalah setan, sesuai dengan ayat:

وما أنسانيه إلا الشيطان أن أذكره.

“Dan tidaklah yg membikin aku lupa utk mengingatnya kecuali setan.”
Maka sang penunjuk jalan merasa senang dan bilang:”MasyaAlloh, di antara kita ada orang alim yang cepat mendapatkan pendalilan.” maka si penumpang bilang:”Kami mendapatkan faidah dari kalian semua.” dia menjawab:”Justru kami yang ambil faidah darimu.”

Hammam (pemandian air panas) ini jauh lebih bagus daripada yang di dalam kota Shon’a. Airnya panas asli dari bawah gunung, kamar-kamarnya bersih dan ada kolamnya.
Tak ada ikhtilath (campur laki-laki perempuan) di tempat ini. Dan masing-masing menjaga aurotnya. Sambil mandi air panas ana tanya pada Sheikh AbdulWahhab: “Apakah hammam itu hukumnya sama dengan kanif (tempat buang hajat), dalam masalah dimakruhkannya dzikir di dalamnya?” beliau menjawab: “Sebagian ulama menyamakan itu. Tapi tak papa dzikir di hammam (pemandian air panas), karena ini memang bukan tempat kencing. Kita dilarang kencing di sini.”

Saat perjalanan pulang, kami lewat desa Ruus, penghasil labu kuning dan wortel merah. Banyak pedagang asongan di jalan menawarkan buah-buah tadi. Banyak juga yg menawarkan kot (sejenis ganja). Lalu kami melihat ada anak muda dengan tekun menawarkan wortel di pinggir jalan. Kami terharu dengan kesabarannya mencari nafkah yang halal dan murah, sementera banyak orang berjualan barang haram dan dapat uang banyak. Kami membeli wortel-wortel tadi. Bersih-bersih, bagus dan manis, masih bergabung dengan daunnya yang hijau segar.
Di sepanjang jalan banyak pemeriksaan dari para tentara karena Rofidhoh mengancam keamanan di mana. Akh sopir menyerahkan sebatang wortel ke seorang tentara dan diterima dengan senang. Di beberapa tempat ada panser-panser dan mobil tempur pemerintah di pinggir jalan untuk mengantisipasi krisis.

Ana tanya ke Sheikh AbdulWahhab : “Apakah mandi dengan air Hammam mencukupi untuk perintah mandi Jum’at ? ” beliau menjawab : “Iya. itu sah” ana juga menanyakan titipan soal dari kakak ana tentang dzikir setelah sholat Jum’at, maka beliau menjawab : “Tak ada dzikir khusus untuk itu. Sama saja dengan dzikir-dzikir setelah sholat dzuhur dengan lainnya. 20 : 07 wib

Di tengah jalan ada mobil yang agak membikin jengkel akh sopir, maka dia memakinya. Maka Sheikh Syamiriy menasihati akh sopir dengan lembut. Amar ma’ruf nahi munkar. Akh Muhammad As Sakhobiy dan akh Abu Yahya Sorowako mengambil gambar-gambar bagus sepanjang jalan. Sambil diingatkan agar jangan smpai kecolongan masuk gambar makhluk bernyawa. Moga nanti bisa ana kirimkan.

Abu Arubah Salim Al-Malizy mengatakan kepada Abu Fairuz Abdurrahman : Mudah-mudahan segera sampai ke Jami’ Al Faith di Hayy Ashbahi , Syari’ Baihan. Muhadharah Syaikhuna Al Allamah Al Mujahid Yahya bin Ali Al Hajuriy ba’da maghrib

Akh sopir cukup dermawan dan lembut hati, banyak membelikan kami ini itu. Saat di tengah jalan di pinggir jurang, jauh dari pemukiman, jauh dari orang, ada mobil mogok, para penumpangnya bingung. Maka mobil kami berhenti di dekatnya. Akh sopir menanyakan keadaan dan menawarkan bantuan. Ternyata bensin mereka habis. Maka akh sopir memberikan sebagian bensinnya untuk mobil merek. Jazahullohukhoiro.

Kami semua satu mobil ingin ikut muhadhoroh Sheikh Yahya di “Al Fath”, tapi tugas menumpuk, terpaksa kami mendahulukan kepentingan umat daripada kerinduan kami akan Sheikh Yahya dan ilmu beliau.

Sepanjang jalan yang indah kami mendengarkan bacaan Al Baqoroh dari Sa’d Al Ghomidiy, tapi terpaksa diputus karena Sheikh Syamiriy ditelpon terus oleh orang tentang fatwa ini itu, kasus ini itu, dan lain-lain dari urusan ilmu dan kehakiman. Sampai di sini dulu Alhamdulillah. 20 : 47 wib

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan : Sebagian pengawal di Masjid As-Sunnah Sa’wan mengatakan bahwa kemarin malam perang besar di Hasyid. Akh Abu Khalid Hamud Al-Jizawy menukilkan pada kami dari Sheikh Abdullah Asy-Syumuriy bahwa komandan besar Hutsiyyun, Abu Ali Al-Hakim As-Sufyany tertangkap. Alhamdulillah. 03 : 44 wib

Hari 9

 Kamis, 22 Rabi’ul Awwal 1455 H

Abu Ahmad Muhammad bi Salim Al-Limboriy mengabarkan :Pada hari ini, menjelang zhuhur tadi kami mengunjungi kawan-kawan kami yang luka-luka di klinik As-Sunnah Sa’wan, banyak dari mereka mengabarkan kepada kami bahwa hari ini Abu Ali Hakim Al-Hutsiy dan prajuritnya dikepung oleh para mujahidin di salah satu pertahanan mereka yang dekat dengan jabahat Hasyid, dia (Abu Ali Hakim) -semoga Alloh mengazabnya- terluka dan terpotong kakinya, beberapa gunung mereka telah dikuasai oleh mujahidin.
Setelah kami keluar dari kunjungan itu, kami mendapati saudara-saudara kami Al-Indonesiyyin yang belajar di Ma’bar datang menziarohi kami dan membawakan banyak oleh-oleh berupa makanan dan minuman, kami bersyukur atas kebaikan mereka, Jazahumullohu khoiron katsiro.
 22 : 36 wib

Pada hari ini Kamis 22 Robiul Awwal 1435 setelah sholat ashar Syaikhuna Abdurrohman Asy-Syamiriy ‘Afallohu ‘anhu mengisi ceramah di masjid As-Sunnah Sa’wan, yang ceramahnya menyentuh hati dan memperkuat iman, Subhanalloh beliau memberikan banyak faedah diantaranya adalah perkataan Syaikhul Islam Abul ‘Abbas Ahmad Ibnu Taimiyyah Rohimahulloh:
“ما يصنع أعدائي بي؟، أنا جنتي وبستاني في صدري….، إن حبسي خلوة، وقتلي شهادة، وإخراجي من بلادي سياحة”.
“Apa yang akan diperbuat musuh-musuhku padaku?, aku, surgaku dan tamanku di dalam dadaku…, jika memenjaraku maka aku menyendiri (beribadah kepada Alloh), (jika) membunuhku (maka aku) mati syahid, dan mengeluarkanku dari kampung halamanku adalah rekreasiku”. 21 : 50 wib

Alhamdulillah ‘ala kulli hal, diantara hikmah hijroh dari Dammaj: Syaikhuna Yahya bisa da’wah dengan terjun langsung di tengah-tengah umat, sekarang beliau mendatangi masjid-masjid Ahlissunnah di San’a untuk mengisi muhadaroh. 12 : 50 wib

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan : Akh Abu Umar Al Kindiy menuliskan kabar pada kami bahwa Hutsiyyun sedang menyebarkan dana besar-besaranan di berbagai tempat di propinsi Ta’iz, dan membikin acara-acara  pertemuan dengan  para tokoh qobilah, pejabat-pejabat dan guru-guru serta para pemuda untuk menarik minat mereka. Juga mengadakan acara wisata dengan mereka ke markiz-markiz Hutsiyyun di Sho’dah. Juga membikin adu domba antar tokoh kobilah, dan antar pejabat di Ta’iz dengan langkah-langkah rapi dan teratur. Allohumma binasakanlah Rofidhoh. 12 : 00  wib

Akh Abu Khalid Mahmud Al Jizawiy menyebutkan  bahwa surat kabar Israel memuji kekuatan  Hutsiyun dan pengepungan yang  mereka lakukan terhadap barak-barak militer pemerintah serta keberhasilan mereka dalam mengusir salafiyyin dari Dammaj. 11 : 48 wib

Berikut ini berita penting : Al Akh Abu Hani’ Al-Misqory mengirimkan pada kami rekaman suara Muhammad Syarofuddin, Wakil Hutsiyyun dalam Hiwar Wathony yang terbunuh dua hari yang lalu, yang isinya ucapan kufur dia : “Kami menginginkan pemerintahan tanpa agama”. 09 : 27 wib

Hari 8

Rabu, 21 Rabi’ul Awwal 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan : Barusan Sheikh Ali Al Baitiy dan akh Hamid Al Lahjiy mengabari ana bahwa hari ini tokoh besar Hutsiy dalam Hiwar Wathoniy, Ahmad Syarof mati terbunuh. Kami bukan teroris, tapi Alhamdulillah darah dan doa Ahlussunnah tidak menguap sia-sia. Allah membunuh para durjana satu persatu. 01 : 55 wib
Akh Abu Hamzah Al Hadhromiy dalam komentar kasus terbunuhnya Ahmad Syarofuddin Al-Hutsiy tadi, beliau menuliskan bahwa pemerintah Yaman menemukan bahwa Hutsiyyun menyewa 450 blok pemukiman di Shon’a sebagai gudang senjata mereka. Dan Presiden berusaha menghibur Sheikh Yahya bahwa pemerintah Yaman itu satu barisan dengan Ahli Dammaj dan akan memerangi Hutsiyyin, tapi Presiden minta Salafiyyin dan pasukan Kabilah tenang sampai Hiwar Wathoniy usai. 03 : 03 wib
Presiden telah mengisyaratkan bahwa hiwar telah mencapai puncak, dan perang lawan Hutsiyyun telah di ambang pintu. Jendral Ali Muhsin meninggalkan jabatan barunya dan kembali memegang komando lapangan dan memanggil para komandan pasukan untuk persiapan perang melawan Hutsiyyun. 03 : 04 wib
Syaikh Ali Al Baitiy mengabari ana bahwa pemerintah minta Hutsiyyun turun dari gunung Mudawwar, tapi Hutsiyyun menolak. Lalu tank pemerintah naik mendekati Mudawwar tapi justru ditembaki oleh hutsiyyun. 03 : 07 wib
Akh Sulthon Al Adhru’iy menuliskan kepada kami bahwa sumber berita politik yang dekat dengan Presiden Abdurrobbih Manshur Hadi mengabarkan bahwa presiden mengumpulkan sejumlah pimpinan terkemuka Selasa sore ini, dan menjelaskan bahwa ada kekuatan yang berusaha menguasai ibukota Shan’a dan berusaha menyeret Yaman ke krisis keamanan. Beliau menekankan agar seluruh kekuatan militer bersiaga menghadapi kondisi darurat dalam 4 hari ke depan. Berita ini disampaikan oleh harian “Aden Al Ghod.” 03 : 15 wib

Hari 7

Selasa, 20 Rabi’ul Awwal 1435 H 

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan : Akh Sulthan Al-Adhru’iy menuliskan kepada kami bahwa harian “Kharij Al-Imarotiyyah” memberikan bahwa kementrian pertahanan Yaman memberi batas waktu 48 jam pada jama’ah Hutsiyyin untuk meninggalkan seluruh pos mereka yang masih saja mengepung Dammaj, sesuai dengan kesepakatan. Juga memberitahukan bahwa kondisi makin tegang antara tentara Hutsiyyun di Dammaj. 21 : 54 wib

Akh Abu Abdirrahman Al-Yafi’iy menukilkan kepada kami tulisan Abu Hatim Abdullah  Al-Asymuriy bahwa jumlah Hutsiyyun yang mati naik jadi 28 (dua puluh delapan) orang. Yang meninggal dari pasukan Hasyid 11 (sebelas) orang. Rantai pegunungan Mishrokh dikuasai oleh pasukan Kabilah Hasyid dan Ahlus-Sunnah. 17 : 39 wib

Akh Abu Hamzah Al-Hadhromiy menuliskan kabar kepada kami dari Akh Abu Turob Ash Shan’any bahwa pertempuran sengit berkobar di Wadi Dannan pada tengah malam, yang mana Rafidhah berusaha maju. Maka dihadang pasukan Allah. 22 Rafidhah mampus.Itu dihari Ahad malam senin. Alhamdulillah 00 : 50 wib

Kajian umum di masjid sa'wan

Hari

Senin, 19 Rabi’ul Awwal 1435 H

Spanduk di kota assakaniyyah sa'wan shan'a 18 RA 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan : di “Thaifah Al Mansurah” Barusan Akh Faris Al Wadi’iy mengabari ana bahwa pemilu tinggal sekitar 20 (dua puluh) hari lagi, dan biasanya ada keributan. Sheikh Yahya mau berangkat umroh. Hari-hari ini para delegasi kabilah dan pemerintah masih terus datang ke Sa’wan mengunjungi Sheikh Yahya. Duta besar dari berbagai negara juga berkunjung. Sheikh Yahya selalu menasihati para dubes (duta besar) untuk aktif mendukung warga mereka yang ingin belajar Kitab dan Sunnah di Yaman, dan agar memuliakan pelajar yang pulang untuk berdakwah. 17 : 37 wib

Sheikh Adnan Adz Zammariy menukilkan kepada kami surat permohonan sangat dari Masheikh Kabilah Al Hada Dzammar agar Sheikh Yahya Al-Hajury dan para thullab (pelajar) dan seluruh penduduk Dammaj yang terusil dengan bathil berkenan mendirikan markiz di Dzammar, di tanah manapun yang mereka sukai, dan keamanan mereka akan dijamin dengan darah dan nyawa kabilah Al-Hada’. 02 : 45 wib

Hari

Ahad, 18 Rabi’ul Awwal 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan : di “Thaifah Al Manshurah” bahwa Sheikh Abdullah Al Iryaniy mengabari ana bahwa pada hari Sabtu kemarin duta besar Iran terbunuh di Shan’a. Semoga pemerintah tidak menuduh kami yang berbuat karena  tidak diketahui entah siapa pelakunya. 14 :08 wib

di “Thaifah Al Manshurah” Kabar dari akh Abu Mas’ud Ath Thohbusyiy: Hutsiyyun membatalkan kesepakatan dengan pasukan Hasyid dan berusaha merebut rantai pegunungan di wilayah itu. Hari ini terjadi peperangan. Pasukan Hasyid menuntut Hutsiyyun keluar dari seluruh gunung dan lembah. Hutsiyyun menghimpun pasukan dan menamakan gerakan mereka sebagai: “Penaklukan Hasyid.” 01 : 54 wib

Hari Sabtu pagi, 17 Robi’ul Awwal 1435H, Akh ‘Uqbah bin Hamud Hannaf Al Mahwitiy meninggal di gunung Shorkh, Wadi Dannan, saat Hutsiyyun mencoba maju dan dihadang oleh para murobithin. Terjadi baku tembak. Hutsiyyun terpukul mundur, tapi Akh ‘Uqbah meninggal. Rohimahulloh. Akh ‘Uqbah ini dulu ikut jihad di Barroqoh saat pengepungan Dammaj pertama, lalu perang di Kitaf saat pengepungan Dammaj kedua, sampai runtuhnya markiz Wailah, lalu beliau pindah jihad di Hasyid sampai menjemput cita-citanya : Syahadah insyaAllah. Selesai kabar Akh Abbas Al Hatimiy kepada kami. 01 : 26 wib

IMG-20140117-WA0015 Masjid As Sunnah Sawa'an Shan'a 2

 

Hari 4

Sabtu, 17 Rabiul Awwal 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan : Alhamdulillah. Barusan Akh Majid Al ‘Udainiy pengelola Masjid As Sunnah di Ibb mengunjungi ana dan bilang bahwa masyarakat Qofr Propinsi Ibb sudah menyiapkan tanah seluas 5 kilometer untuk markiz Sheikh Yahya. 12 : 46 wib

Oh iya pengelola penyebaran Fatwa Sheikh Yahya mengabari kami bahwa daerah Jaubah masuk dalam Propinsi Ma’rib. 11 : 42 wib

Akh Muhammad Ash Shomaliy mengabariku bahwa tadi malam Sheikh Yahya ditanya akan mendirikan markiz di mana? Karena masyarakat Laudar minta beliau menetap di sana saja. Beliau menjawab akan keliling dakwah dulu sambil menunggu sampai pemilu selesai agar kondisi negara jelas dan beliau bisa memilih dengan tenang. 11 : 22 wib

Akh Aiman Al Ghosliy Al Hasyimiy mengabari kami bahwa Sheikh Ali Al Qobaliy Namron dari Kabilah Murad mengadakan janji pertemuan dengan Syaikh Yahya Al Hajuriy pada hari Sabtu ini untuk beliau berkenan mendirikan markiz Darul Hadits di tanah Kabilah Murad, dan silakan beliau memilih tanah yang beliau sukai untuk beliau dan murid-murid beliau, dan mereka sebagai pembela dan penaung beliau dan murid-murid beliau. 8:54 wib

Syaikh Ali juga menekankan pentingnya mengulang-ulang permintaan pada Syaikh Yahya dan murid- beliau agar mau tinggal di daerah qobilah tadi, daerah Jaubah, dan qobilah menjanjikan kemudahan dan perlindungan walau dengan taruhan kepala-kepala tokoh-tokoh qobilah tersebut. 8 :59 wib

Akh Abu Kholid Mahmud Al Jazawiy menuliskan kabar pada kami bahwa kantor  komando Militer pada pengumuman hari Kamis kemarin menyebutkan komandan militer Abdul Wahid Hizam Asy Syilaliy menawarkan naungan penuh untuk syaikh Yahya dan murid-murid beliau untuk tinggal di wilayah Rodhmah secara khusus dan propinsi Ibb secara umum. 9 : 35 wib

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan : Termasuk kasih sayang Allah yang mencengangkan orang yang punya mata hati yang tajam adalah : Allah menghendaki Salafiyyin Dammaj menggabungkan pahala tholabil ‘ilm (menuntut ilmu), pahala jihad, pahala syahadah bagi yang terbunuh, dan pahala hijrah bagi yang masih hidup. Itu semua kehendak Allah. Apanya yang tercela jika kita ditakdirkan mencicipi sebagian kecil dari jenis-jenis ibadah Nabi dan Sahabat. 22:22 wib

Malam sabtu antara maghrib dan isya’ ribuan muslimin memenuhi masjid Sa’wan menanti ceramah Asy-Syaikh Al Muhaddits Al-Imam Al Mujahid Al’allamah Yahya bin Ali Al Hajuriy hafizhohulloh. Jalan raya didekat masjid uga penuh dengan ribuan muslimin duduk dengan tenang mendengarkan ceramah beliau.  Beliau hari ini capek sekali, tapi tetap memenuhi permintaan untuk ceramah. 22:44 wib

Hari 3

Jum’at, 16 Rabiul Awwal 1435 H

muhadharah sa'wan image

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limbory mengabarkan :Sebelum ashar tadi kaum muslimin berdatangan ke masjid As-Sunnah Saawan dalam rangka mendengarkan muhadharah (ceramah) Syaikhuna Yahya Al-Hajuriy Hafizhohulloh yang akan disampaikan pada malam ini, mulai dari setelah sholat maghrib hingga masuk sholat isya. Masya Alloh karena banyaknya jama’ah yang hadir, yang masuk di dalam masjid harus antri berbaris panjang, masjid dua lantai tidak bisa menampung jama’ah, di lantai paling atas, di halaman masjid dan sekitarnya dipenuhi jama’ah, mereka siap bersabar menunggu ceramah dari sebelum ashar hingga saat ini, semoga Allah memberi hidayah untuk semua. 22 : 20 wib

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan : Musykilahnya para musuh sunnah mempengaruhi tokoh-tokoh kabilah di Wadi Mur dan Hudaidah untuk menolak Sheikh Yahya dan thullab (pelajar). Ujian masih berlangsung. Kita tunggu hari-hari ini. 14 : 37 wib

Sheikh Muhammad bin Hadi tentang keluarnya Ahlus Sunnah dari Dammaj

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limboriy mengirim kabar melalui foto : (1) Lantai atas Masjid As -Sunnah Sawa’an Shan’a, didalam bangunan terlihat atap hitam, dia adalah salah satu kemah yang disediakan untuk penginapan Muhajirin dari Dammaj. Adapun orang-orang Indonesia menginap didalam masjid lantai dua. (2) Kemah yang disediakan didepan masjid As-Sunnah Sawa’an untuk para mujahid yang dari Dammaj. Alhamdulillah kajian rutin dimasjid As-Sunnah yang diisi oleh Sheikhuna Fathul Qodasiy Hafidzahullah tetap jalan, beliau sebagai pengganti Sheikhuna Muhammad Mani’ Hafidzahullah, mengajarkan kitab Shahihul Bukhariy. Sekarang sudah masuk pada Kitabul Jumu’ah. Beliau juga mengajarkan selain kitab itu, Kajian rutin beliau setelah sholat dhuhur, setelah ashar dan setelah maghrib.  14 : 33 wib

selamat jalan yaa ikhwanAbu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan :Pagi tadi jama’ah masjid Sa’wan menyolati Akh Kholid saudara Ummu Salamah. Rohimahulloh. Oh iya sebagai pelengkap kabar tentang insiden Khoiwan malam Kamis, Sheikh Ali Al Baitiy mengabari bahwa akh Hasyidiy yang tertembak di Khoiwan meninggal. Rohimahullah. Mobil Sheikh Abdulloh Asy Syamiriy tertembak di bannya, dan 1 mobil ikhwah tertembak kacanya. Semuanya karen tembakan-tembakan Hutsiyyun. 10 : 21 wib

Akh Muhammad As-Siwary mengabari kami Malam Jum’at tadi Sheikh Yahya dan sejumlah Masheikh Dammaj berjumpa dengan President AbdurRabbih Hadi Manshur. Semoga mendatangkan kebaikan bagi dakwah dan negeri ini. 07 : 17 wib

Akh Ali Al-Ahdal memberitakan bahwa : Ayah Sheikh Abdurrahman As-Sudais meninggal, dan InsyaAllah akan di sholati besok di Masjid Al-Haram. Rahmatullah Rahmatan Wasi’ah. 03 : 09 wib

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limbory mengabarkan : Alhamdulillah semoga dalam waktu singkat ini Sheikhuna bisa dapat bumi baru tuk bangun Darul Hadits baru.  00 : 16 wib

Pada malam ini telah ziaroh ke kami beberapa saudara-saudara kami yang di Jami’ah Shon’a, dan tadi setelah ashar kami juga diziarohi oleh tiga saudara kami yang mulia dari pihak KBRI semoga Alloh menjaga mereka dan membalas dengan kebaikan untuk mereka semuanya. 01 : 29 wib

Bantuan berupa pakaian, makanan dan minuman yang diserahkan oleh saudara-saudara kita asal Indonesia yang ada di Jami’ah  Shon’a, semoga Allah membalas kebaikan mereka yang mana mereka telah membantu saudara-saudari mereka Al-Muhajirin asal Indonesia. 1:16 wib

Kenangan tempat jaga di WATHONUCAPAN SYUKUR KEPADA SAUDARA-SAUDARAKU DI SHAN’A

بسم الله الرحمن الرحيم، وبه نستعين، وبعد:

Kami (Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy) yang berhijroh dari negri Dammaj mengucapkan syukur kepada Alloh yang telah menolong kami dari kejahatan para penjahat, kemudian kami bersyukur kepada saudara-saudara kami asal Indonesia yang ada di Jami’ah di Shon’a, yang mana mereka telah menziarohi kami dan membantu kami di tempat penantian kami, terkhusus bagi mereka yang datang menziarohi saudara-saudara kami yang luka-luka, kami bersyukur kepada mereka karena telah mengamalkan perkataan Alloh Ta’ala

وتعاونوا علي البر والتقوى ولا تعاونوا على الإثم والعدوان“.. ” Dan tolong menolonglah kalian di atas kebaikan dan ketaqwaan dan janganlah kalian tolong menolong di atas dosa dan permusuhan”.Semoga Amal Shalih kami dan mereka diterima oleh Alloh Ta’ala. Ditulis oleh: Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy di masjid As-Sunnah Saawan Shon’a.Kenagan senjata mujahid di Alu Manna'

Kenangan Senjata di Alu Manna’, Kenang-kenangan senjata para Mujahidin yang digantung di ruang perinstirahatannya Abu Ahmad dan kawan-kawan di Matras Indonesiyyin pertahanan Alu Manna’ Dammaj. Yang dipegang oleh Abu Ahmad pada tangan kanannya adalam bom rakitan Syi’ah yang mereka lemparkan ke para penjaga di pertahanan Alu Manna’, Alhamdulillah tidak meledak. Yang dipegang tangan kirinya adalah kepala geranat yang sudah meledak, yang dilemparkan oleh Syi’ah kepertahanan Alu Manna’ dalam semalam mereka melemparkan geranat ke para penjaga puluhan kali lemparan. 01:04 wib

Hari 2

Kamis, 15 Rabiul Awwal 1435 H

Abu Ahmad Muhammad  Al-Limbory mengabarkan : Sampai saat ini kami masih di masjid As-Sunnah Saawan Shon’a, untuk hijroh ke Hudaidah kami mengalami kendala, para thullab dari penduduk negri tersebut telah membuat kemah-kemah untuk penginapan sementara namun sekelompok manusia merusaknya dan terjadi demo agar para muhajirin tidak diterima di sana, perbuatan semisal ini persis dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang yang hasad terhadap para muhajirin dari kalangan para shohabat yang berhijroh ke Habasyah.Hasbunallah wani’mal wakil.23 :09 wib

UCAPAN SYUKUR UNTUK KBRI DI SHAN’A

بسم الله الرحمن الرحيم، وبه نستعين، وبعد

Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata:  “لا يشكر الله من لا يشكر الناس”

“Tidak bersyukur kepada Alloh siapa yang tidak bersyukur kepada manusia”.Oleh karena itu kami bersyukur kepada Alloh yang telah memberi hidayah dan telah menolong kami, kemudian kami bersyukur (berterima kasih) kepada KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) yang ada di Shon’a yang mana mereka telah menziarohi kami pada hari ini (Kamis 15 Robiul Awwal 1435) dan mereka memberikan bingkisan oleh-oleh untuk kami ketika kami sedang di tempat penantian untuk menuju ke negri hijroh semoga Alloh memberi kemudahan.Dan kami sampaikan salam kami kepada bapak presiden kami di Tanah Air Indonesia semoga Alloh menjaga kami dan mereka serta memberikan kebaikan.

Sungguh menyenangkan dan menghibur kami di tengah-tengah derita dan ujian yang besar tiba-tiba datang tiga saudara kami yang mulia dari pihak KBRI semoga Alloh menjaga dan memberikan kebaikan untuk mereka, Alhamdulillah mereka telah datang menziarohi kami dengan penuh pemuliaan, kedatangan mereka membuat kami dan saudara-saudari kami yang berhijroh dari Dammaj merasa senang dan bergembira, semoga Alloh membantu urusan mereka karena mereka membantu kami dan semoga Alloh memberikan kebaikan kepada mereka karena mereka telah berbuat baik kepada kami.

Ditulis oleh:  Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy.

wakil duta besar indonesia dan oleh-oleh indomieAbu Sholeh Muslim Al Madiuny mengabarkan : Alhamdulillah kami baik-baik saja di Sa’wan, masjid Syaikh Muhammad  Mani’. Kabar terakhir. Tadi sore kami dikunjungi wakil duta besar Indonesia di shanaa di dampingi 2 pegawai KBRIi lainya,  setelah mereka menemui Syaikh Yahya,  selanjutnya kami semua berkumpul  kemudian kami dimeminta identitas sesuai yang tercantum di paspor, kemudian setiap orang diminta menulis keperluan atau masalah masing-masing sehingga dengan itu pihak KBRI bisa membantu.  Sempat pula terlaksana diskusi dan tanya jawab diantara kami dan pihak KBRI. Sebelum meninggalkan masjid sa’wan kami diberi makanan 5 kartun Indomi dan 9 pak air meneral sempat kami berkaskan juga fotonya Jazahumullohu khaeran 23 : 44 wib

Abu Fairuz Abdurrahman  mengabarkan :Alhamdulillah menjelang asar tiba di Masjid syaikh Muhammad Mani’ di Sa’wan Shon’a. Setelah asar dialog dengan Syaikh Yahya dan para bapak-bapak kedutaan RI. InsyaAlloh baik-baik saja. InsyaAlloh setelah isya syaikh Abdulloh Iryaniy ingin berjumpa dengan para ikhwah Indonesia semua setelah lama terpisah karena hishor. 22:59 wib

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsy mengabarkan : Barokallohufikum. Sekarang sampai di Nuqthoh ‘Ain, istirahat didalam mobil. Dibelikan akh Shiddiq Al Lahjiy minuman “Rani” dan biskuit. Alhamdulillah. 1:32 wib

Pukul 04:17 sampai di Harf Sufyan.Di akhir malam di atas kendaraan para thullab mengangkat tangan dan masing-masing berdoa dengan penuh penjiwaan agar Alloh membalaskan kepedihan hati mereka terhadap Rofidhoh. 8:53 wib

Pukul. 04:45 sampai di Khoiwan Hasyid. Pukul. 04:59 ada mobil Rofidhoh lewat dan membikin teror dengan tembakan berulang-ulang. 9:09 wib

Rofidhoh sengaja bikin kericuhan terhadap iring-iringan  ini. Pukul 05:03 di pos tentara, rofidhoh menuntut kami berhenti sambil memegang senjata. Para thullab Yaman yang sudah berusaha sabar akhirnya jengkel dengan turun dengan menyiapkan senjata mereka. 9:27 wib

Sungguh kurang ajar Rafidhoh. Mereka mendakwa bahwa rombongan ini tadi menembak mereka hingga ada teman mereka yang mati dalam mobil. Kasus jadi panjang. Mereka ingin mengulur-ngulur perjalanan kami. 9:30 wib

Makar macam ini terulang. Mereka membawa mayat teman mereka yang mati di front lain untuk menuduh kami melanggar perjanjian, padahal mereka itulah ular setan! 9:32 wib

Pukul. 05:31 adzan subuh berkumandang dan kami masih tertahan di jalan raya Hasyid ini. 9:44 wib

Tadi suasana agak kacau dan ricuh. Kita tunggu gambaran yang sebenarnya. 10 :52 wib

Kondisi kamar para Thullab

Pukul. 07:16 wy kondisi mulai jelas, bahwa saat iring-iringan truk kami sampai di jalur Khoiwan-Huts, Rafidhoh yang sembunyi di matras-matras mereka menembaki kami. Maka tentara yg mengawal kami balas menembak ke arah mereka. Ternyata peluru tadi mengenai seorang mujahid Hasyid yang ribath di pos mereka. 10 : 30 wib

Akibatnya pasukan Hasyid marah dann hampir menembaki kami. Kami yang tadi tau karena suasana akhir malam agak gelap jadi tegang dan jengkel karena ditembaki hutsiyyun. Ikhwah turun dan ngokang senjata. 11 : 30 wib

Hampir terjadi baku tembak antara pasukan Hasyid dengan Thullab Dammaj. Tentara menjelaskan bahwa dia menembak sebagai pembalasan dan tidak bermaksud menembak pasukan Hasyid. Sekarang masih berlangsung dialog antara Sheikh AbdulWahhab Asy Syamiriy dengan Sheikh Hussein Ahmar. Kawan yang dikira mati tertembak tadi cuma luka-luka. Semoga cepat sembuh. 11 : 31 wib

Sambil menanti keputusan, ana lihat-lihat pemandangan. Ada diberitahu bahwa seluruh yang mengelilingi daerah ini sudah dikuasai pasukan Hasyid. Alhamdulillah. Seorang mujahid Hasyid ngobrol dengan kami dan bermaksud menjamu rombongan keluarga di rumahnya. Tapi kami mengemukakan udzur (alasan). 11 : 33 wib

Adzan shubuh berkumandang dan kami masih tertahan di jalan raya Hasyid ini. Syaikh Yahya sudah disepakati dengan pemerintah (kalau mereka jujur) bahwa semua yatim dan janda ditanggung pemerintah, Keluarga para syuhada’ -insyaAlloa- demikian mendapat jaminan santunan. Allohua’lam. Sambil menunggu penyelesaian kasus di daerah Huts ini, silakan menyimak adzan subuh yang dikumandangkan Sheikh Ali Al Hajuriy, abah (bapak) Sheikh Yahya, di masjid Hajur sana. Kiriman Akh Ahmad Al Hakamiy. Tadi suasana agak kacau dann ricuh. Kita tunggu gambaran yang sebenarnya.

Adzan Sheikh Ali Al-Hajury

Sang mujahid bernama Musa Al Hasyidiy. Dia cerita tentang usaha Rafidhah untuk mengadu domba kami. Ada yang menelpon bahwa rombongan truk-truk besar ini adalah Hutsiyyun. Kelanjutannya sebagaimana yang ana beritakan. Sekarang kami menghadap ke selatan. Akh Musa menunjukkan bahwa gedung-gedung di depan kami adalah rumah Badruddin Al Hutsi Az Zindiq. Gunung di belakangnya adalah gunung Romidh. Gunung di belakang kami adalah gunung Tempat pembatas antara wilayah Hasyid dengan Hutsiyyin. Di dekat gunung Tempat itulah kompleks perumahan keluarga bangsawan Ahmar. Jarak sini ke Wadi Dannan sekitar 10 kilometer. 12 : 39 wib

Kami bertanya kepada beliau (Abu Fairuz) : “Abu Shahl Ardin Sorong (Papua Barat) melalui ana “Assalamu’alaikum bagaimana dengan keluarga Sheikh Muqbil? Apakah mereka keluar dari Dammaj ?” Beliau (Abu Fairuz) menjawab : Ana belum tahu bagaimana keluarga Sheikh Muqbil. Beberapa ikhwah Wadi’iyyah yang aktif ngaji semisal Faris Dammajiy, dan beberapa penduduk A’la Dammaj ikut Hijrah. 10 : 31 wib

Abu Zakariyya Harits bin Anwar Al-Jabaly mengabarkan : Alhamdulillah kita sudah di Shan’a di Masjid Sheikh Muhammad Mani’ 16 : 32 wib

Jamuan di Sheikh Muhammad bin Mani

Hari 1

Rabu, 14 Rabi’ul Awwal 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qusdy mengabarkan : Ziyad Al Mulaiky menyebutkan bahwa empat Helicopter sebagai penjaga, dan satu Helicopter besar itulah yang mengangkut Syaikh Yahya. 22:55 wib

Tadi sore 5 helikopter pemerintah datang menjemput syaikh Yahya, mendarat di Barroqoh. Ada yang bilang sebagiannya mendarat di gunung Thullab. Setelah maghrib, Akh Abu Kholid Mahmud Al Jaizawiy menukilkan bahwa syaikh Yahya tiba dengan selamat di Shon’a. 22:34 wib

Abu Sholeh Muslih bin Syahid Al Madiuny mengabarkan : Kami masih di Dammaj. InsyaAllah, sebentar lagi berangkat. Kami sudah di atas Mobil. Do’akan ya Ikhwah…. JazakumullahuKhairan. 11 : 00 wib

Muadz Lombok mengabarkan: Alhamdulillah, sudah keluar desa Abdin masuk jalan Asfal Shodah, jalanan macet pool. Sepanjang perjalanan sampai saat ini tentara banyak jaga. Kita ke Shona InsyaAllah, tadi waktu keluar Dammaj setiap mobil sudah dikasih bayaran dari pemerintah dan sudah didaftar untuk ke Shana. Sudah Masuk Sha’dah,, penjagaan dari tentara terlihat begitu juga polisi lalu lintas mengatur jalan. Semua perempatan jalan yang kita lewati ditutup khusus jalan buat yang kelurar dari Dammaj. benar-benar kita keluar dengan terhormat. Allahumma Idzzan la Dzulla Ba’dahu. 14 : 51 wib

selamat tinggal markizku tercinta(1) kitab kitab yang sedang diangkut ditruk (2) Kendaraan yang siap mengangkut para thulab (3) Kelihatan asap mengepul di Dammaj yang pasnya adalah dighurfah uzab. Sebagian ikhwan pada membakar ghurfahnya, sangat disayangkan sekali. Idoatul mall. (4) Sampaia di Hasyid dijamu dengan makan siang oleh qobilah Hasyid, nasi, daging, buah, roti, jamuan yang sangat mewah. Jus juga lipa, sudah lama kami tidak makan buah-buahan dan minuman jus dan air mineral segar. Alhamdulillah. Foto kiriman akhuna Muadz lombok. 19:20 wib

Akhuna Muadz Lombok mengabarkan, bahwa sekarang rombongan bersiap-siap lagi menuju Shana. Mobil masih antri di Hasyid belum dikasih jalan, dibagian depan ada mobil tentara menjadi penunjuk jalan. Allahu akbar 20 : 33 wib

Abu Fairuz Abdurrahman Al Qudsy mengabarkan, bahwa kami bertanya kepada beliau tentang kabarnya. Maka dijawab : Ikhwah sudah sampai di Shana. Ana dan beberapa ahlul Maktabah masih di Dammaj, karena pembersihan belum selesai. InsyaAllah kami keluar dari Dammaj besok pagi dengan truk barang-barang Maktabah. Kami katakan,’Semoga Allah menguatkan fiisikmu’ 21:22 wib

Pukul 19:30 WY malam InsyaAllah ini akhir pandangan ana ke desa Dammaj setelah lebih dari sepuluh tahun ana menimba ilmu disini. Hasbunallahuwani’mal wakil. 23:26 wib

Iklan

Comments on: "LIPUTAN Perjalanan Hijrah Ke Bumi Hudaidah (Bagian 1)" (6)

  1. Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan,

    Di antara sempurnanya nikmat Allah pada para hamba-Nya yg beriman, Dia menurunkan pada mereka kesulitan dan derita. Disebabkan derita ini mereka pun mentauhidkan-Nya (hanya berharap kemudahan pada Allah, pen). Mereka pun banyak berdo’a kepada-Nya dengan berbuat ikhlas. Mereka pun tidak berharap kecuali kepada-Nya. Di kala sulit tersebut, hati mereka pun selalu bergantung pada-Nya, tidak beralih pada selain-Nya. Akhirnya mereka bertawakkal dan kembali pada-Nya dan merasakan manisnya iman. Mereka pun merasakan begitu nikmatnya iman dan merasa berharganya terlepas dari syirik (karena mereka tidak memohon pada selain Allah). Inilah sebesar-besarnya nikmat atas mereka. Nikmat ini terasa lebih luar biasa dibandingkan dengan nikmat hilangnya sakit, hilangnya rasa takut, hilangnya kekeringan yang menimpa, atau karena datangnya kemudahan atau hilangnya kesulitan dalam kehidupan. Karena nikmat badan dan nikmat dunia lainnya bisa didapati orang kafir dan bisa pula didapati oleh orang mukmin. (Majmu’ Al Fatawa, Ibnu Taimiyah, Darul Wafa’, 10/333)

    ***

    Begitu sejuk mendengar kata indah dari Ibnu Taimiyah ini. Akibat derita, akibat musibah, akibat kesulitan, kita pun merasa dekat dengan Allah dan ingin kembali pada-Nya. Jadi tidak selamanya derita adalah derita. Derita itu bisa jadi nikmat sebagaimana yang beliau jelaskan. Derita bisa bertambah derita jika seseorang malah mengeluh dan jadikan makhluk sebagai tempat mengeluh derita. Hanya kepada Allah seharusnya kita berharap kemudahan dan lepas dari berbagai kesulitan.

    Nikmat ketika kita kembali kepada Allah dan bertawakkal pada-Nya serta banyak memohon pada-Nya, ini terasa lebih nikmat dari hilangnya derita dunia yang ada. Karena kembali pada Allah dan tawakkal pada-Nya hanyalah nikmat yang dimiliki insan yang beriman dan tidak didapati para orang yg kafir. Sedangkan nikmat hilangnya sakit & derita lainnya, itu bisa kita dpati pada orang kafir & org beriman.

    Suka

  2. karim bandung said:

    Semoga allah memberkahi para saudara-saudaraku yang berhijrah.
    Aamiin

    Suka

  3. Abu Mush'ab Ahmad Al-Makassariy said:

    Alloohummaa ‘Alaika Bisysyi’ah Al-Hutsiyyin Fii Hasyid yaman.
    Alloohummaqtulhum.

    Suka

  4. Syi’ah melakukan konspirasi untuk kudeta.. Begitulah mereka, akan selalu ambil bagian dalam kekuasaan dan setelah itu..faham imamiyyah mereka akan perangi siapa saja yg tidak se-imam dg mereka.. Astafiru اَللّهُ !!

    Suka

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: