“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

TERPAKSA

KARENA MENGINGAT JASA

Pertanyaan : Ada pembicaraan terhadapmu karena bahwasanya kamu menjelekan seorang atau beberapa orang penduduk asli Dammaj yang padahal mereka telah berjasa besar pada da’wah?.

Jawaban:

بسم الله الرحمن الرحيم، وبه نستعين، وبعد:

Kita menjelaskan tentang keadaan seseorang atau sekelompok orang yang berbuat kejelekan adalah perkara boleh dan bahkan disyari’atkan bila diinginkan sebagai peringatan terhadap umat, Hathib Rodhiyallohu ‘Anhu ketika mengirimkan surat untuk keluarganya di Makkah dalam rangka memberitakan rencana Rosululloh maka Umar Rodhiyallohu ‘Anhu berkata:

دعني يا رسول الله أضرب عنقه، فإنه منافق“.

“Biarkan aku wahai Rosululloh memenggal lehernya, karena sesungguhnya dia adalah munafiq”.

Rosululloh melarang Umar dari memenggalnya karena shohabat yang mulia tersebut adalah termasuk Ahlul Badr yang telah Alloh beri kebebasan untuk berbuat apa saja yang mereka inginkan.

Walaupun keadaannya seperti itu namun tetap perbuatannya tercatat di dalam kitab-kitab hadits.

Dalam menjelaskan kebatilan seseorang tidak perlu bagi yang menjelaskan menyebut kebaikannya, dalam perkara ini tidak mengenal manhaj muwazanah yaitu menimbang baik dan buruknya seseorang, akan tetapi cukup menjelaskan kejelekannya, seperti yang kita katakan: “Ada seseorang berkata demikian lalu berbuat demikian…”, tidak perlu bagi kita membuat pertimbangan: “Tapi kan dia telah berjasa, maka jangan disebut atau jangan dijelekan”.

Ketika beberapa shohabat hijroh ke Habasyah kemudian ada salah seorang dari mereka tertarik dengan agama Nashroni hingga memeluk agama tersebut apakah kemudian para shohabat diam dari menjelekannya?!, tidak demikian manhaj para shohabat?, bahkan para shohabat menjelaskan keadaan orang tersebut bahwasanya dia mati di atas agama Nashroni.

Bahkan Abu Tholib lebih dan sangat berjasa bila dibandingkan dengan para pengkhianat da’wah di zaman ini, namun putranya sendiri mengatakan kepada Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam:

إن عمك شيخ ضال قد مات“.

“Sesungguhnya pamanmu adalah syaikh yang sesat telah mati”.

Aku berlindung kepada Alloh dari kejelekan orang-orang yang memaksakan kehendak mereka kepada orang lain:

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا“.

“Wahai Robb kami janganlah engkau menyimpangkan hati-hati kami setelah Engkau memberikan hidayah kepada kami”.

Dijawab oleh: Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy.

Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: