“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Menutup Musik Syaithan

dengan Ayat-Ayat Al Qur’an

Pertanyaan:

السلام عليكم ورحمة الله….

Abu Ahmad Al-Limboriy, ikhwah kita jika ada dangdut atau musik-musik, mereka langsung menghidupkan murottal agar tujuan tidak terdengar musik-musik itu.

Kalau saya berpendapat bahwa hal tersebut tidak boleh karena Al-Qur’an Al-Karim itu didengarkan dengan baik bukan untuk menutupi musik dangdut tersebut.

Jadi mana yang benar Abu Ahmad?. Semoga Alloh mengokohkan Abu Ahmad dan saudara-saudara salafiyyin di Dammaj dan menghancurkan Syi’ah.

Jawaban:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته.

بسم الله الرحمن الرحيم، وبه نستعين، وبعد:

Kita sebagai Ahlussunnah tentu akan menjadi bahan ukuran masyarakat kita, sering kali perbuatan kita dijadikan sebagai alasan oleh masyarakat kita.

Bila kita berbuat baik dengan masyarakat kita terkhusus para tetangga kita maka tentu kita akan diperlakukan dengan baik pula, namun bila kita menampakan akhlaq yang tidak bagus maka tentu mereka akan menampakan kepada kita dengan akhlaq yang lebih buruk, oleh karena itu kita diperintah:

“ولا تصعر خدك للناس ولا تمش في الأرض مرحا إن الله لا يحب كل مختال فخور”.

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”.

Tidak dibenarkan bagi setiap orang bila dia diganggu maka dia ikut membalas mengganggu, orang yang baik adalah bersabar atas gangguan dari masyarakatnya, bila dia diganggu dengan suara musik-musikan maka dia menutup telinganya supaya tidak terdengar suara itu, namun kalau dia menyaingi dengan ikut memperdengarkan suara bacaan Al-Qur’an yang keras maka tidaklah suara itu akan menghentikan suara musik mereka namun justru menambah mereka untuk memperbesar volume suaranya, cara seperti ini keliru, sepatutnya mereka dinasehati supaya tidak mengganggu tetangga, karena inilah tujuan agama kita:

“الدين النصيحة”.

“Agama adalah nasehat”.

Kita diperintah untuk merendah dalam bersikap, lebih-lebih terhadap masyarakat kita yang kebanyakan mereka adalah bodoh, kita tidak dibenarkan bertingkah laku seperti kaum Syi’ah, untuk mencegah tersebarnya muhadoroh dari kalangan Ahlissunnah merekapun menyuarakan bacaan surat Ash-Shoff dengan suara yang sangat keras, bila tidak mampu dengan yang ini maka mereka suarakan dengan suara yang lain dengan tujuan untuk mengungguli, kalau seperti ini tujuannya maka tidak bermanfaat:

“واغضض من صوتك، إن أنكر الأصوات لصوت الحمير”.

“Dan rendahkanlah dari suaramu, sesungguhnya paling mungkarnya suara-suara adalah suaranya keledai”.

Kita tidak dibenarkan menyuarakan ayat-ayat Alloh (Al-Qur’an) kecuali kita diam mendengarkannya:

“فاستمعوا له”.

“Maka dengarkanlah oleh kalian terhadap (bacaan)nya”.

Bila seseorang menyuarakannya untuk dijadikan sebagai bahan saingan maka ini menyelisihi tujuannya. Wallohu A’lam.

Di Jawab Oleh Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limbory

Comments on: "Menutupi Musik Syaithan dengan Ayat-ayat Al Qur’an" (1)

  1. Terimakasih atas ilmunya sahabat..tadinya saya ingin memutar surat-surat dan bacaan alquran digital,karena tetangga saya setiap hari memutar dangdut dengan kerasnya,tanpa kenal waktu..saya sendiri miris,padahal anak itu setiap hari juga membaca doa dengan lantang,tapi setelah itu putar musik kencang..

    Suka

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: