“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

ZAKAT TIDAK BOLEH UNTUK BANGUN MASJID

Pertanyaan

Tentang surat At-Taubah ayat 60:

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِّنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Alloh dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Alloh, dan Alloh adalah Al-‘Alim (Maha Mengetahui) lagi Al-Hakim (Maha Bijaksana)”.

Tolong diperjelas, sebab disana orang banyak tidak paham dan sepertinya harta zakat dipakai untuk seperti pembangunan masjid dan lain-lain.

 

Jawaban:

Sedekah yang disebutkan dalam ayat ini adalah zakat yang wajib, yang dia hanya diserahkan kepada delapan orang yang disebutkan di dalam ayat, adapun untuk pembangunan masjid dan yang semisalnya maka dia diambilkan dari selain zakat wajib, seperti diambilkan dari harta sedekah (infaq) kaum muslimin atau dari harta rampasan perang dan yang semisalnya dari yang bukan zakat wajib, As-Sa’diy Rohimahulloh berkata di dalam “Tafsir”nya:

ﻳﻘﻮﻝ ﺗﻌﺎﻟﻰ: {ﺇﻧﻤﺎ اﻟﺼﺪﻗﺎﺕ} ﺃﻱ: اﻟﺰﻛﻮاﺕ اﻟﻮاﺟﺒﺔ، ﺑﺪﻟﻴﻞ ﺃﻥ اﻟﺼﺪﻗﺔ اﻟﻤﺴﺘﺤﺒﺔ ﻟﻜﻞ ﺃﺣﺪ، ﻻ ﻳﺨﺺ ﺑﻬﺎ ﺃﺣﺪ ﺩﻭﻥ ﺃﺣﺪ“.

“Alloh Ta’ala berkata: “Hanyalah sedekah-sedekah”, yaitu zakat-zakat yang wajib, dengan dalil bahwasanya sedekah yang sunnah untuk semua orang, tidak dikhususkan dengannya seseorang bukan yang lainnya”.

Di zaman Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam, Abu Bakr dan Umar Rodhiyallohu ‘anhuma, semua zakat-zakat yang wajib diberikan kepada delapan orang yang disebutkan pada ayat tersebut, untuk pembangunan masjid dibiarkan sebagaimana awalnya, pada zaman pemerintahan Utsman baru ada perbaikan masjid, bahan-bahan serta kebutuhan masjid tidak diambil dari zakat wajib namun diambil dari sedekah-sedekah yang diberikan oleh kaum muslimin ketika itu, sebagaimana awal pembangunan masjid Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam tanah masjid dari pemberian, bukan dibeli dari dana hasil zakat yang wajib.

Wallohu A’lam bish Showab.

Dijawab oleh: Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: