“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

SUJUD SAHWI

SUJUD Sahwi adalah “sujud tambahan”  karena lupa, maksudnya sujud dua kali karena ragu atau terlupa salah satu kewajiban shalat, baik kelebihan maupun kekurangan dalam melaksanakannya. Hukum sujud sahwi adalah wajib menurut pendapat yang kuat, karena hal ini adalah perintah Rasulullah shollallahu’alaihi wasallah dalam hadits Ibnu Mas’ud Rodhiallahu’anhu riwayat Muslim , وإذا زاد الرجل أو نقص فليسجد سجدتين   “Jika seseorang menambahkan atau mengurangi (dalam sholatnya karena lupa), maka hendaklah ia melakukan dua kali sujud (sujud sahwi).”

Letak-Letak Sujud Sahwi:

Keadaan Pertama: Ketika ragu-ragu dalam sholatnya, jika sama sekali tidak bisa memperkirakan berapa raka’at yang telah dikerjakan, maka dibangun di atas yang yakin, yaitu raka’at terkecil. Misal, ragu 3 apa 4 raka’at, maka pilih 3, lalu sempurnakan sholat, lalu sujud sebelum salam. Ini berdasarkan Hadits Abu Sa’id Al Khudriy riwayat Muslim, “Jika ragu dalam sholatnya, tidak tahu 3 atau 4 roka’at, maka tinggalkan keraguan dan bangun di atas yang yakin. Lalu sujudlah 2 kali sebelum salam.” 

Keadaan Kedua: Jika ragu-ragu, kemudian ia bisa memperkirakan bahwa kemungkinan besar telah sholat sekian raka’at, maka dibangun di atas hal itu, lalu sempurnakan sampai salam dan sujud sahwi setelah salam. Ini berdasarkan hadits Ibnu Mas’ud muttafaqun ‘alaih, “Jika ragu dalam sholatnya, maka pilihlah yang benar, lalu sempurnakan, lalu salam, lalu sujudlah.”

Keadaan Ketiga: jika lupa tasyahud awal, maka sempurnakan sholat dan sujud sahwi sebelum salam. Ini berdasarkan hadits Abdulloh Ibnu Buhainah muttafaqun ‘alaih, bahwasanya ketika Nabi mengimami sholat Dhuhur, setelah roka’at kedua, beliau berdiri tidak tasyahud (karena lupa) dan diikuti ma’mumnya sampai selesai roka’at keempat. Ketika ma’mum menunggu salam, beliau bertakbir dan sujud dua kali sebelum salam, lalu salam.

Keadaan lain selain tiga keadaan di atas, para ulama berbeda pendapat dikarenakan tidak adanya nash yang shorih (jelas & pasti). Pendapat yang rojih adalah jika kurang dalam melakukan kewajiban sholat, maka sujud sahwi sebelum salam, dikiaskan dengan hadits Ibnu Buhainah di atas. Jika kelebihan, maka sujudnya sebaliknya yaitu sesudah salam. Wallohu ta’ala a’lam.

Di Tulis Oleh : Abu Sholeh Muslih bin Syahid Al Madiuny Al Jawy

di Dammaj 4 Rabi’ul Awwal 1435 H pada Jam 22 : 47 wib

Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: